NovelToon NovelToon
Salah Lamar

Salah Lamar

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Dijodohkan Orang Tua / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:957k
Nilai: 4.7
Nama Author: Kak Farida

Ramzi mencintai seorang gadis, dia salah satu anak Kiai Amar. Kiai Amar mempunyai 3 putri, putri pertama sudah menikah. Ramzi menyukai salah satu putri Kiai Amar yang belum menikah.
Niat untuk melamar diutarakan kepada sang Abi yaitu Kiai Afnan, mereka langsung menyegerakan niat baik Ramzi tersebut. Tapi sang Abi salah melamar, yang Ramzi cintai Ning Delisha, tapi sang Abi melamar Ning Inayah.

Apakah pernikahan mereka akan bahagia dengan diawali tanpa cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak Farida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kamu Masih Mencintai Delisha Mas...

Inayah sangat senang untuk hari ini, suaminya selalu setuju dengan apa yang di minta Inayah.

"Mas, terima kasih untuk hari ini," ucap Inayah.

Mereka sedang menuju perjalanan pulang ke pesantren Afnan.

"Untuk apa kamu mengucapkan terima kasih. Bukankah aku sudah berkata bahwa aku ingin membahagiakan kamu?" ucap Ramzi.

Di dalam perjalanan, Inayah puas bermanja-manja dengan Ramzi. Waktu untuk mereka berduaan itu sangatlah sulit, paling hanya pas di dalam mobil ketika mengantar atau menjemput Inayah.

Waktu Inayah juga sangat padat ketika di rumah sakit, karena dia adalah dokter yang sangat diandalkan. Prestasi Inayah dalam operasi selalu dibanggakan oleh diretut rumah sakit, diagnosa yang tepat tanpa cacat, hasil operasi yang sangat rapih. Kesopanan kepada pasien juga diancungkan jempol karena memang Inayah sudah diajarkan adab oleh Abah Amar semenjak dia kecil.

***

"Tunggu aku jemput yah." Perintah Ramzi ketika mengantarkan Inayah ke rumah sakit.

"Iya suamiku yang tampan, aku akan menunggumu." Hubungan mereka semakin lama semakin harmonis dan Ramzi tambah romantis.

Setelah Inayah mencium tangan Ramzi, Ia memasuki rumah sakit bersama dengan Syifa karena tanpa sengaja Syifa datang waktu yang bersamaan.

"Suami sampean tampan yah. Pantas sampean takut di tinggal. Wah jika nanti sampean hamil dan punya anak pasti deh wajahnya tampan dan cantik," ucap Syifa ketika mereka berjalan menuju lorong rumah sakit.

Inayah mengusap perutnya yang masih rata.

"Kok aku belum hamil yah?" tanya Inayah.

"Sampean usahanya kurang keras kali? lagi pula rumah sakit ini 'kan sebagai rumah kedua untuk sampean, dari pagi sampai malam di rumah sakit terus. Kapan mau enak enaknya," ucap Syifa.

"Sampean kalau ngomong ndak diayak lagi. Aku dan suamiku beribadah enak-enak hampir setiap malam," protes Inayah.

"Makanya ambil cuti, sampean kayanya perlu liburan biar ndak capek tuh badan, karena badan capek pengaruh loh," usul Syifa.

"Bagaimana mau cuti, kerjaan di sini aja banyak banget," ucap Inayah.

"Bagaimana jika ambil tawaran dari dirut untuk terusin pendidikan kamu S2 di sana, ajak suamimu dan sekalian honeymoon," usul Syifa.

"Ah, sepertinya itu ndak mungkin Syifa. Aku ndak ambil tawaran itu. Biarlah ku kubur mimpiku," ucap Inayah.

"Iya juga sih, susah di posisi sampean Ning," ucap Syifa.

Inayah sangat sibuk dengan pasien-pasiennya. Dia akan beranjak di meja praktiknya ketika azan berkumandang untuk melakukan salat. Dia berpikir, ucapan Syifa ada benarnya untuk liburan sekaligus bulan madu dengan Ramzi. Senyuman di bibir Inayah mengembang ketika membayangkan bulan madu bersama suaminya. Berdua sepanjang hari, tidak ada kerjaan, tidak ada yang mengganggu.

Tiba-tiba ada pesan singkat masuk ke handphone Inayah.

Delisha \= ["Mba, hari minggu ke sini lagi yah."]

Inayah serba salah, dia ada di tengah-tengah. Delisha yang memang super manja sejak kecil jadi ingin diperhatikan oleh kakaknya sedangkan dengan Ramzi waktu untuk mereka berduaan yaitu hanya hari minggu saja.

Ramzi selalu menjemput Inayah tepat waktu, dia tidak mau jika Inayah menunggu lama. Ketika mobil Ramzi sudah terlihat masuk ke parkiran Inayah langsung menuju mobil Ramzi.

"Kamu, kenapa kok diam terlihat sedih?" tanya Ramzi.

"Delisha minta aku ke pesantren Abah lagi Mas, sedangkan hari minggu adalah hari untuk kita berdua menghabiskan waktu. Minggu yang lalu sudah ke sana," ucap Inayah.

Walaupun terasa berat untuk Ramzi untuk pergi ke pesantren Abah Amar, dia tidak mau membuat istrinya sedih dan menjadi serba serba salah.

"Yah sudah, kita hari minggu kesana Pagi-pagi, siang kita bisa jalan berdua. Istri Mas jangan sedih, cantiknya jadi luntur." Ramzi membelai kepala dan mengecup dahi Inayah.

Ramzi mengizinkan Inayah untuk menemui Delisha setiap hari minggu, karena Delisha selalu meminta Inayah untuk datang ke Pesantren Abah Amar. Lama kelamaan Ramzi mulai terganggu karena waktunya dengan Inayah sedikit dan waktu sedikit itu juga Delisha memintanya.

'Hari ini aku akan temui Delisha, agar ia paham bahwa kakaknya sudah mempunyai suami, bukan single seperti dahulu yang selalu ada waktu untuk dirinya,' batin Ramzi.

Inayahpun merasa tak enak dengan Ramzi, walaupun Ramzi sudah memberi izin rasanya tidak adil membagi waktu dengan adiknya, bagaimanapun juga ia sudah menikah dan waktu bersama suami harus menjadi prioritas.

Inayah memutuskan untuk pergi ke pesantren Abah Amar pada siang hari dan meminta izin untuk tidak masuk praktek pada siangnya.

Inayah menaiki taksi online menuju pesantren Abah Amar. Sesampainya di pesantren, ia terkejut melihat mobil suaminya sudah terparkir di depan halaman pesantren. Tak sengaja ia melihat Delisha dan Ramzi duduk berduaan terlihat sangat akrab karena terlihat Delisha bisa tertawa lepas. Inayah mengintip di balik tembok untuk melihat adik dan suaminya.

"Mas, kenapa kamu ke sini gak bilang sama aku. Apa kamu takut aku tahu bahwa kamu masih mencintai adikku? ah hati ini terasa sakit lagi. Kenapa kamu bersikap manis kepadaku? tapi nyatanya kamu masih mencintai adikku. Lihatlah adikku bisa tertawa lepas karena bersama kamu. Baiklah aku paham Mas, sepertinya aku harus pergi darimu, susah untuk memaksakan hati. Aku mencintaimu tapi kamu mencintai adikku." Inayah memegang dadanya yang kini terasa sesak melihat suami dan adiknya sangat bahagia. Tenpa ada yang tahu Inayah datang ke pesantren Abah Amar, pergipun dia diam-diam. Inayah pulang ke pesantren Abi Afnan.

"Loh kamu sudah pulang?" tanya Ummi Laila.

"Iya Ummi aku izin, karena kepalaku terasa pusing. Mas Ramzi kemana yah Ummi?" Inayah berpura-pura tidak tahu.

"Tadi 1 jam yang lalu pergi, tapi Ummi ndak tahu pergi kemana, kamu ndak apa-apa? wajah kamu pucat, Ummi antarkan kamu ke kamar yah," ucap Ummi Laila.

Inayah di antar ke kamar oleh Ummi, ia merebahkan tubuhnya untuk istirahat. Entah kenapa kepalanya pusing ditambah lagi hatinya juga sakit melihat kedekatan antara Ramzi dan Delisha.

"Ina, ini Ummi buatkan air jahe hangat. Di minum agar pusing kamu berkurang," ucap Ummi Laila.

"Terima kasih Ummi," ucap Inayah.

Flash back on

"Ada apa Gus, mencari aku?" tanya Delisha.

"Maaf Delisha jika aku menyinggung kamu, bisakah setiap hari minggu kamu tidak memanggil kakakmu? karena hari minggu adalah hari satu-satunya untuk kami untuk bisa berduaan," ucap Ramzi.

"Lagi ngapain sih Gus, masa dari pagi sampai malam berduaan terus sama Mba Inayah?" tanya Delisha.

"Bikin keponakan buat kamu," celetuk Ramzi.

"Hahaha Mba Ina dengkulnya gak lemes apa? digempur dari pagi sampai malam," ucap Delisha.

"Anak kecil ndak paham," ucap Ramzi.

"Eh, enak aja anak kecil. Aku sudah besar," protes Delisha.

"Kalau merasa sudah besar jangan minta ditemani dengan Mba Ina mu terus dong, ingat ini, kami lagi rajin untuk membuat keponakan untuk kamu," ucap Ramzi.

"Dih, baru tahu aku Gus Ramzi mesum seperti ini, oke aku gak kirim pesan ke Mba Ina lagi untuk datang ke sini agar aku bisa cepat-cepat gendong keponakan aku," ucap Delisha.

"Nah adik yang baik," ucap Ramzi.

"Gus, Mba Ina tahu ndak Gus ke sini? jika tiba-tiba dia lihat kita duduk berdua berdekatan seperti ini, bisa salah paham loh. Mba Ina itu paling cemburu ke aku dan ndak terima kalau Gus cintanya sama aku. Jangan sakiti Mba Ina Gus, dia sangat mencintaimu," ucap Delisha.

"Mbamu sedang ada praktik, ia pulang sore. Sepertinya ndak mungkin kemari deh. Yah sudah aku mau pulang, terima kasih atas pengertiannya yah," ucap Ramzi.

Flash back Off

Inayah salah paham, bagaimana ini guys?

Bersambung.

***

Para pembaca novelku yang baik hati, sumbangan jempolnya yah, love, vote, komen.

Follow aku juga.

fb @Farida (R)

ig @kak_farida

Mampir juga di novelku yang lain

5 tahun menikah tanpa cinta

Retak Cinta Akad (50% kisah nyata,50% fiksi)

Love you semua

1
Jolanda Lengkey
suka deh sama ceritanya/Grimace/
Jolanda Lengkey
baca dong
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Jolanda Lengkey
/Cry//Cry//Cry/
Jolanda Lengkey
kacian si jomblo
Jolanda Lengkey
/Wilt//Wilt//Wilt/
Jolanda Lengkey
jangan pergi do g inayah/Grimace/
Jolanda Lengkey
manten baru/Tongue//Grin/
Rahimab Ima
Luar biasa
Rahimab Ima
masih disini
Rahimab Ima
jejek
Jetva
itulah cinta...kadang buta kadang terang benderang...cemburu tanpa penjelasan akan merugikan diri sendiri...
Naira Zidni
😭😭deg deg kan,terharu.cqmpur aduk pokoknya thor
Yani
Mampir ah....
Teten Suryani
typo Thor, tulang bukan tukang🤣🤣
xia~xiaoling
KuraNg seru thor..maaf ya thor...kurang greget.
xia~xiaoling
buat pisah aja ..harus e thor
Nurhayati Nia
ya alohh kamu salah paham inayahh
Nurhayati Nia
mampir thorr
Alsava Delina
Lumayan
Afnina Helmi
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!