NovelToon NovelToon
Pengasuh Anakku

Pengasuh Anakku

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Hamil di luar nikah / Beda Usia / Tamat
Popularitas:354.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Deche

Disarankan untuk membaca terlebih dahulu Terjebak Pesona Mamah Muda.

Ricky memiliki anak diluar nikah, akibat dari perbuatannya dimasa lalu. Anak itu bernama Maira yang dibesarkan oleh ibu angkatnya yang bernama Aida.
Ibu Juwita menginginkan agar Maira diasuh oleh Ricky. Agar Aida mau menyerahkan Maira kepada Ricky, Ricky harus menikah dengan seorang perempuan yang mau menerima Maira dan menerima masa lalunya.


Follow Ig Deche : @deche62

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deche, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32. Cemburu

Ricky menyampaikan berita gembira kepada kedua orang tuanya melalui telepon.

“Sudah diperiksa ke dokter, belum?” tanya Ibu Juwita.

“Belum, Mah. Ricky baru datang jam delapan,” jawab Ricky.

“Kalau bisa besok pagi ke dokter di rumah sakit. Agar kesehatan bayi terus terpantau,” kata Ibu Juwita.

“Iya, Mah. Besok pagi Ricky akan membawa Hanifa ke dokter,” jawab Ricky

Keesokan harinya Ricky membawa Hanifa ke dokter kandungan yang berada di rumah sakit. Kandungan Hanifa sedang diperiksa dengan menggunakan alat USG.

“Kandungan Ibu sekarang berusia empat minggu," kata dokter Siska sambil fokus ke arah layar monitor.

Ricky memperhatikan USG dari layar televisi yang menggantung di samping meja kerja dokter.

“Bentuk bayinya belum kelihatan karena masih kecil sebesar biji kacang,” dokter Siska menunjuk janin dengan menggunakan mouse.

Kemudian dokter Siska mengakhiri USG. Ia kembali ke meja kerjanya.

“Trisemester pertama rawan dengan keguguran. Ibu tidak boleh terlalu cape. Dan tidak boleh sering berhubungan,” kata dokter Siska.

“Iya, Dok,” jawab Ricky.

Dokter Siska memberikan resep kepada Ricky.

“Saya kasih vitamin untuk mengurangi mual. Bulan depan check up lagi,” kata dokter Siska.

“Baik, Dok. Terima kasih,” ucap Ricky.

Ricky dan Hanifa keluar dari ruangan dokter Siska.

“Bang, kita belum memberitahu Maira,” kata Hanifa ketika mereka sedang berada di apotik.

“Nanti kalau kita menjemputnya baru kita kasih tau,” kata Ricky.

“Mudah-mudahan Maira senang dikasih adik,” kata Hanifa.

“Sudah pasti, dia akan senang sekai akan punya adik,” kata Ricky.

Setelah membeli obat Ricky mengantar Hanifa pulang ke rumah.

Keesokan harinya Hanifa sudah bisa masuk kuliah. Ricky mengantarnya ke kampus.

“Nanti pulangnya naik taksi jangan naik angkot ataupun ojek,” kata Ricky ketika dalam perjalanan ke kampus.

“Apa tidak terlalu boros kalau naik taksi?” tanya Hanifa.

“Tidak. Kan hanya pulangnya saja, Kalau perginya Abang yang antar,” kata Ricky.

Akhirnya mereka sampai di depan kampus Hanifa.

“Hati-hati, ya. Jaga diri dan jaga anak kita,” kata Ricky.

“Iya, Bang,” jawab Hanifa.

Hanifa mencium punggung tangan Ricky, lalu Ricky mencium kening Hanifa.

“Assalamualaikum,” ucap Hanifa sebelum keluar dari mobil.

“Waalaikumsalam,” jawab Ricky.

Hanifa keluar dari mobil. Hanifa berdiri di pinggir jalan menunggu suaminya pergi. Ia melambaikan tangannya ketika mobil ricky meluncur meninggalkan kampus Hanifa. Setelah mobil Ricky menjauh Hanifa masuk ke halaman kampus. Hanifa bertemu dengan temannya Mutia.

“Cie-cie, mentang-mentang pengantin baru ciuman di depan kampus,” goda Mutia.

Hanifa menoleh ke kanan dan ke kiri takut ada yang mendengar celotehan Mutia.

“Memang kelihatan dari luar, ya?” tanya Hanifa sambil berbisik.

“Kelihatanlah. Mataharinya terang benderang begini jadi kelihatan ke dalam mobil,” jawab Mutia.

Mendengar perkataan Mutia membuat Hanifa malu.

“Sudah jangan dipikirin. Ayo kita masuk kelas nanti keburu telat,” hibur Mutia.

“Kemarin kamu kemana? Kok tidak kelihatan di kampus?” tanya Mutia sambil berjalan menuju ke kelas.

“Istirahat gara-gara mual-mual,” jawab Hanifa.

“Mual-mual kenapa? Kamu salah makan?” tanya Mutia.

“Tidak salah makan. Aku hamil,” bisik Hanifa.

“Apa? Hamil?” tanya Mutia.

“Heeh,” jawab Hanifa.

“Selamat, ya,” Mutia langsung memeluk Hanfa. Mutia memeluk Hanifa dengan erat.

“Heh heh heh. Kalau pelukan jangan di tengah jalan! Menghalangi orang yang mau lewat,” seru Rendra.

“Iiihhh. Apa, sih? Nggak boleh lihat orang senang,” kata Mutia sambil melotot ke arah Rendra.

“Tuh, dosennya sudah masuk,” seru Rendra sambil menunjuk ke arah kelas Hanifa dan Mutia.

Mutia langsung menoleh ke arah kelas, ia melihat dosennya masuk ke dalam kelas. Cepat-cepat Mutia memegang tangan Hanifa mengajaknya lari.

“Mutia, jangan tarik-tarik tangan Hanifa,” seru Hanifa karena harus ikut berlari dengan Mutia.

Mutia langsung berhenti. ‘Sorry, aku lupa kalau kamu hamil,” kata Mutia.

Lalu Mutia mengusap-usap perut Hanifa.

“Maafkan Tante ya, De. Tante lupa kalau Ibumu sedang hamil,” kata Mutia.

“Sudah, tidak apa-apa. Ayo kita ke kelas nanti kita telah,” kata Hanifa.

Mereka pun berjalan menuju ke kelas.

***

Hari ini adalah hari sabtu, waktunya Ricky menjemput Maira. Namun Hanifa tidak bisa ikut menjemput Maira karena ada kelas tambahan.

“Abang saja yang jemput Maira. Kamu kuliah saja. Nanti pulangnya Abang jemput,” kata Ricky ketika Hanifa sedang bersiap-siap menuju ke kampus.

“Kamu kuliah sampai jam berapa?” tanya Ricky.

“Sampai jam setengah sebelas,” jawab Hanifa.

“Berarti setelah jemput Maira, Abang langsung jemput kamu di kampus,” kata Ricky.

Ricky mengantarkan Hanifa  pergi kuliah. Mobil Ricky berhenti di depan kampus Hanifa.

“Jangan kemana-mana! Sebelum Abang jemput,” pesan Ricky.

“Iya, Bang,” Hanifa mencium punggung tangan Ricky lalu Ricky menicium kening Hanifa.

“Assalamualaikum,” ucap Hanifa sebelum turun dari mobil.

“Waalaikumsalam,” jawab Ricky.

Hanifa turun dari mobil lalu melambaikan tangannya ke suaminya. Setelah mobil Ricky melaju Hanifa masuk ke dalam kampus.

Pukul setengah sebelas tepat, dosen mengakhiri kuliah. Hanifa langsung keluar dari kelas menuju ke tempat parkir mobil. Di tempat parkir sudah ada Maira sedang berlari-lari, Ricky sedang berdiri di sebelah mobil memperhatikan Maira yang sedang bermain.

Ricky melihat Hanifa datang, lalu ia membisikkan sesuatu ke Maira. Maira menoleh ke arahnya. Maira langsung berlari ke Hanifa sambil memanggilnya, “Ibu.”

“Jangan lari! Nanti jatuh,” kata Hanifa melihat Maira lari ke arahnya.

Maira langsung memeluk kaki Hanifa. Hanifa mengusap-usap kepala Maira, ia tidak dapat menggendong Maira.

“Hai Hanifa,” sapa Ridho yang tiba-tiba sudah berada di sampingnya. Ridho melihat Maira sedang memeluk kaki Hanifa.

“Siapa ini? Keponakan, ya?” tanya Ridho sambil mencubit pipi Maira.

“Bukan. Ini anak Hanifa,” jawab Hanifa.

“Anak? Ayahnya siapa? Abang?” tanya Ridho sambil menunjuk ke dirinya sendiri.

“Ukan! Itu Aya, Maia,” Maira menunjuk ke Ricky yang sedang memandang tajam ke arah mereka.

Ridho langsung kaget. “Kamu sudah menikah?” tanya Ridho.

“Sudah ya, Bang. Hanifa sudah ditunggu suami Hanifa,” kata Hanifa. Hanifa menuntun Maira dan pergi meninggalkan Ridho. Ridho hanya diam sambil memandangi Hanifa yang meninggalkannya. Tiba-tiba seseorang menepuk bahu Ridho.

“Sudahlah, Dho. Lupakan saja dia. Dia sudah ada yang punya,” kata Yarfin.

Ridho menoleh ke Yarfin.

“Elo tau kalau dia sudah menikah?” tanya Ridho.

“Tau. Gue kan memenin Mutia ke pernikahan Hanifa,” jawab Yarfin.

“Kok lu nggak bilang-bilang gue kalau dia mau nikah?” tanya Ridho kesal.

“Buat apa gue kasih tau lu? Entar lu menggagalkan pernikahan dia,” jawab Yarfin.

“Kok lu tau, sih?” tanya Ridho.

“Lu sudah dibutakan oleh cinta. Ikhlaskan saja dia. Doakan semoga dia bahagia,” kata Yarfin.

“Tau begitu, gue duluan yang meelamar Hanifa,” kata Ridho.

“Lu mau kasih Hanifa makan apa? Lu sendiri belum kerja. Lu kan tau bapaknya Hanifa sudah meninggal. Dia butuh uang banyak untuk kuliah dan sekolah adik-adiknya. Memangnya bapak lu mau membiayai Hanifa dan adik adiknya. Sudah jangan terus bermimpi, lebih baik lu selesain kuliah terus cari kerja. Biar ada yang mau menjadikan lu menantu. Kalau lu masih kuliah, nggak akan ada yang mau jadiin lu menantu,” kata Yarfin.

“Gue cabut dulu. Gue ada janji sama Mutia,” pamit Yarfin.

“Pacaran melulu, lu. Selesaikan kuliah dulu, baru pacaran,” kata Ridho.

“Sirik aja, lu,” jawab Yarfin lalu pergi meninggalkan Ridho sendiri.

Sementara itu di dalam mobil Ricky. Ricky dari tadi hanya diam fokus menyetir mobil. Hanifa menoleh ke Ricky.

“Abang marah sama Hanifa, ya?” tanya Hanifa.

“Nggak,” jawab Ricky dengan singkat.

“Maafkan Hanifa kalau Hanifa punya salah sama Abang. Hanifa sudah berusaha menghindar dari Bang Ridho,” kata Hanifa.

“Apa dia nggak tau kalau kamu sudah menikah?” tanya Ricky sambil menyetir mobil.

“Hanifa nggak tau, Bang. Hanifa tidak dekat dengan Bang Ridho. Dan Hanifa tidak pernah berbicara banyak dengan Bang Ridho,” jawab Hanifa.

Astagfirullahaladzim, ucap Ricky di dalam hati. Ricky mengusap wajahnya dengan kasar. Untuk apa dia memarahi istrinya? Istrinya tidak salah, dia sudah berusaha menghindar dari laki-laki itu. Lagipula untuk apa laki-laki itu diberitahu kalau Hanifa sudah menikah? Toh, mereka tidak ada hubungan apa-apa.

Hanifa memperhatikan jalan, ini bukan jalan menuju ke rumah mereka.

“Bang, kita mau kemana?” tanya Hanifa.

“Kita ke Mall. Maira mau nonton film di bioskop,” jawab Ricky.

“Maia au toton pilem minion,” sahut Maira yang duduk di kursi bayi.

“Apa dia mengerti film minion?” tanya Hanifa sambil berbisik.

“Biarkan saja, kita ikuti saja kemaunya. Sekalian kita pacaran di dalam bioskop,” jawab Ricky sambil berbisik.

“Abang iiiihhhh. Malu kalau dilihat orang,” bisik Hanifa.

“Biarkan saja. Kita kan sudah menikah,” bisik Ricky.

Melihat orang tuanya sedang bisik-bisik, Maira jadi penasaran.

“Aya lagi apa cih cama Ibu?” tanya Maira penasaran.

“Nggak lagi apa-apa, kok,” jawab Hanifa.

“Aya cama Ibu dali tadi bicik-bicik telus,” kata Maira.

“Katanya Ibu mau popcorn,” jawab Ricky.

“Maia uga au popcon,” kata Maira,

“Iya, nanti kita beli,” jawab Ricky.

1
Ira Herawati
mampir lg
Hendro 212
maira maira lucu dan imut babget kumuya
Adawiyah Bulia
Luar biasa
Deche: Terima kasih
total 1 replies
💟노르 아스마💟
novelx santai gk berat meski alurx sedang ...good deche
Deche: terima kasih
total 1 replies
Nda DhaThoel
ceritanya bagus, wajib dibaca pokoknya ya guys 😊
Nda DhaThoel: sim² teteh 😘
total 2 replies
Ernadina 86
jadi inget masa kecil..disayang sana sini tapi ayah angkatku suka ngelarang nginep d tempat ayah kandungku..maen boleh asal jangan nginep
Ernadina 86
ampun nih aki aki kebelet kawin..nunggu malem aja gak tahan😂
Ernadina 86
pepet pepet..jangan ampe mampret😂
Ernadina 86
pada bego apa gimana sih..bukannya langsung menghampiri Ricky ngasih tau malah ke toilet..mau jadi korban apa gimana..kesel ih
arfan
up
Alex Bestlah
diih ....authornya ngancem 😂
Kurnianingsih Sa'ud
Novelnya bagus kok ceritanya...sy sukaaa...
Deche: Terima kasih
total 1 replies
Rina Fauzie
bagus ceritax 👍👍👍
Deche: Terima kasih
total 1 replies
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sulaiman Efendy
APAKAH VIVIN YG MLUK MAIRA...?
SEMOGA NOVEL VIVIN & ERIC SGERA LAUNCING...
Sulaiman Efendy
PASTI NENE ROSMA OTW HAMIDUN HSIL CANGKULAN KAKE LIWAN😂😂😂😂😂
Sulaiman Efendy
APA INI HUTAMA AYAHNYA WISNU, WIRA & WINA...
Sulaiman Efendy
KNP GK KAKE LIPAN AZA MAIRA...😂😂😂😂😂
Sulaiman Efendy
MESKI HNY DUNIA HALU, AKU JUGA SEDIH, JDI INGAT ANAKKU DARI MNTAN ISTRI PERTAMA, YG IKUT IBUNYA KE TANAH BANJAR STELAH KAMI BRPISAH.. MSH UMUR 2,3 THN, HNY BBRP X BRTEMU STELAH BRPISAH, SAAT ANAKKU MNIKAH SAJA AKU GK HADIR, KRN BRTEPATAN LGI UMROH SKELUARGA..😢😢😢😢😢
Sulaiman Efendy
MANA GK BERAT, SEDARI MDH MERAH, MAIRA SDH DIASUH AIDA, MSKI BUKAN ANAK DARI RAHIM AIDA, NMUN IKATAN BATINNYA KUAT, SSH SENANG, SUKA DUKA SDH DILALUI AIDA DN MAIRA SAMA2..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!