Novelia hidup berdua dengan adiknya Milea, Novelia sangat menyayangi adiknya itu hingga sesuatu yang menyakitkan menimpa adiknya. Adiknya dinyatakan defresi dan harus dirawat di rumah sakit jiwa dan itu membuat hati Novelia sangat hancur.
Novelia curiga kalau defresinya adiknya ada hubungannya dengan lingkungan sekolah, maka dari itu Novelia bekerja sebagai penjaga kantin untuk menyelidiki siapa orang-orang yang berada dibalik kejadian yang menimpa adiknya itu.
Akankah Novelia bisa menemukan pelakunya atau justru nyawa Novelia yang akan terancam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
NOVELIA BAB 32
🍃
🍃
🍃
🍃
🍃
🍃
🍃
🍃
🍃
🍃
Setelah pertemuannya dengan mertuanya, akhirnya Novelia mengajak Angkasa untuk pulang soalnya kepalanya terasa sangat pusing dan badannya terasa sangat lemah.
"Sayang, kenapa kamu tidak cerita sama aku tentang masalah itu? Kenapa kamu harus memendamnya seorang diri?"
"Maafkan aku Mas, aku harus mencari bukti dulu supaya aku bisa menjebloskan mereka ke dalam penjara," sahut Novelia.
"Sekarang kan, kamu sudah mempunyai buktinya jadi kita jembloskan saja kedua guru bejad itu sekarang juga."
"Jangan sekarang Mas."
"Kenapa?"
"Kalau mereka langsung di jebloskan ke dalam penjara, itu terlalu enak buat mereka apalagi buat Pak Prima. Aku ingin membuat dia merasakan apa yang aku dan Milea rasakan," sahut Novelia dengan mengeraskan rahangnya.
"Terus apa yang akan kamu lakukan?"
"Nanti kita bicarakan di rumah saja ya, soalnya aku juga butuh peran Mami sama Papi kamu Mas, supaya Patricia dan Pak Prima semakin hancur."
"Mudah-mudahan Mami bisa bicara sama Papi dan Papi mengerti dengan keputusanku dan menerima semuanya."
"Amin Mas."
Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya mobil Angkasa pun sampai di rumah mereka.
"Mas, aku lemas banget gendong dong," seru Novelia dengan manjanya.
"Astaga bumil kok manja, baiklah."
Angkasa pun langsung mengangkat tubuh Novelia masuk ke dalam rumahnya, sementara itu seperti biasa, Fatar dan Milea sedang belajar bersama di ruang keluarga.
"Ya Allah, aku berasa melihat drakor," goda Milea.
"Pak Angkasa sama Kak Novel, bisa saja bikin kita berdua cenat-cenut," sambung Fatar.
"Anak kecil jangan banyak omong, kalian belajar saja yang rajin," sahut Angkasa.
"Kalau itu mah pasti dong Kak, kan sebentar lagi ujian," seru Milea.
"Ya sudah, kami ke kamar dulu ya."
"Siap."
Angkasa pun membawa Novelia naik ke lantai dua menuju kamar mereka, perlahan Angkasa merebahkan tubuh Novelia di atas tempat tidur.
Tiba-tiba ponsel Angkasa berdering, Angkasa melihatnya sekilas kemudian langsung melemparnya ke atas sofa, lalu Angkasa merebahkan kepalanya di atas pangkuan Novelia.
"Dari siapa? Kenapa tidak di angkat?" tanya Novelia.
"Patricia, dari kemarin dia terus saja menghubungi dan mengirim pesan kepadaku tapi aku malas membalasnya."
"Pasti Patricia curiga Mas, karena Mas sudah beberapa minggu ini tidak pernah pulang."
"Biarin sajalah, aku sudah males bertemu dengannya."
"Jangan begitu Mas, bagaimana pun Patricia masih istri Mas, jadi Mas harus adil dong," goda Novelia.
Angkasa langsung bangun dan menatap Novelia.
"Jadi kamu mau aku pulang dan tidur dengan Patricia begitu? Terus aku dan Patricia melakukan hal-----"
Angkasa sengaja tidak melanjutkan ucapannya dan tersenyum menyeringai ke arah Novelia. Angkasa justru menggoda Novelia balik.
Novelia dengan cepat membekap mulut Angkasa, dia tidak mau mendengar kata-kata itu, baru membayangkan Angkasa dan Patricia tidur bareng pun sudah membuat hatinya panas apalagi kalau beneran.
Novelia dengan cepat memeluk Angkasa dan itu membuat Angkasa tertawa.
"Jangan, kamu jangan tidur sama Patricia lagi, saat ini kamu hanya milikku gak boleh pergi ke mana-mana," rengek Novelia.
Angkasa tertawa terbahak-bahak, istrinya sungguh sangat lucu. Bukanya tadi dia sendiri yang menyuruhnya pulang, tapi di saat Angkasa mengiyakan, Novelia justru malah marah-marah.
"Makanya jangan ngomong sembarang, kalau gak ikhlas."
Novelia semakin menenggelamkan wajahnya ke leher Angkasa membuat Angkasa merasa geli.
"Sayang, jangan pancing aku kalau tidak mau aku terkam."
"Maksud kamu apa Mas?"
"Kamu kan tahu aku gak bisa dekat-dekat sama kamu, pasti si junior langsung bangun dan kalau sudah bangun seperti itu, kamu harus tanggung jawab," goda Angkasa.
Novelia langsung melepaskan pelukannya. "Apaan sih Mas, mesum banget pikirannya," keluh novelia.
"Gak apa-apalah, aku kan ingin menengok anakku."
"Ih, dasar mesum."
Sudah tahu apa yang selanjutnya akan terjadi antara keduanya. Angkasa memang semakin candu dan tidak bisa lepas dari Novelia, daya tarik Novelia sangat kuat untuk menggoda seorang Angkasa.
semangat buat Novelia,,😉😉
buat Authornya semangat juga,,🙂🙂
mksh k popy untuk sajisn yg bagus maaf lama nggak baca lg sibuk di rl... 🙏🙏🙏