NovelToon NovelToon
Gairah Sang Duda Mandul

Gairah Sang Duda Mandul

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / CEO / Mafia
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: By.DarkRose

Bagi Alice Gracellyn, hidup adalah tentang kerja keras dan utang budi. Ia dipaksa menjadi tulang punggung keluarga pamannya yang serakah, dengan dalih membalas jasa karena telah menampungnya sejak yatim piatu. Namun, Alice tidak pernah tahu bahwa paman yang ia hormati adalah dalang di balik kematian orang tuanya demi merebut harta, termasuk rumah yang saat ini mereka tinggali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By.DarkRose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keyakinan yang Goyah

Malam telah turun sepenuhnya di atas mansion Salvatore, namun kegelapan kali ini terasa jauh lebih mencekam daripada malam-malam sebelumnya.

Setelah drama histeris yang mengusik ego Elvano di taman belakang, Viona akhirnya setuju untuk pergi sementara ke hotel VVIP di pusat kota yang seluruh biayanya ditanggung oleh Elvano.

Wanita itu pergi dengan senyum kemenangan yang dia sembunyikan, meninggalkan rasa keraguan yang kini memporak-porandakan perasaan sang pemilik mansion.

Di lantai dua, pintu ruang kerja pribadi Elvano tertutup rapat dan terkunci dari dalam.

Di dalam ruangan yang hanya diterangi oleh sebatang lilin sisa semalam dan cahaya redup lampu meja, sang Bos mafia duduk di balik meja mahoninya.

Jasnya sudah entah ke mana, menyisakan kemeja putih yang kini kusut dengan kancing-kancing atas yang dipaksa lepas.

Rambut hitamnya yang biasa tertata rapi kini berantakan akibat jemarinya yang berkali-kali menjambak rambutnya sendiri demi meredakan sakit kepala yang mendera.

Di atas meja, bersanding dengan botol kristal berisi whisky yang sudah berkurang separuh, terletak dua buah dokumen medis.

Di sisi kiri adalah berkas rekam medis Milan sepuluh tahun lalu yang menyatakan jumlah sel spermanya mendekati nol.

Di sisi kanan adalah hasil analisis laboratorium Dokter Hendra yang baru terjadi semalam, lengkap dengan grafik kecocokan genetik langka bersama Alice.

Pikiran Elvano menjadi medan perang yang mengerikan. Ke enceran otaknya yang biasanya ia banggakan kini lumpuh, digantikan oleh kebingungan.

Jika dengan Alice aku bisa... batin Elvano menjerit, matanya menatap nanar pada berkas Dokter Hendra.

Jika semalam laboratorium membuktikan bahwa benihku tidak mati, melainkan hanya membutuhkan 'kunci' yang tepat untuk bangun... bukankah itu artinya vonis mandulku sepuluh tahun lalu adalah sebuah kekeliruan besar?

Pikiran itu terus berputar, berubah menjadi spekulasi yang kian liar di dalam kepalanya.

Sifat posesif dan paranoidnya yang akut mulai mengaburkan akal sehat.

Jika diagnosis masa lalu itu keliru, maka klaim Viona memiliki kemungkinan untuk menjadi kenyataan.

Anak laki-laki berumur tujuh tahun bernama Kenzo itu yang memiliki garis rahang, hidung, dan sorot mata sedingin es yang persis sepertinya, bisa jadi memang merupakan darah dagingnya yang sah.

Darah Salvatore yang mengalir di luar pengetahuannya selama tujuh tahun ini.

Sebagai calon pemimpin tertinggi klan Salvatore yang memegang teguh hukum darah, fakta ini benar-benar menghantam egonya.

Di dunia mafia, menelantarkan darah daging sendiri adalah aib terbesar yang bisa meruntuhkan kepemimpinan seorang penguasa.

Rasa tanggung jawab sebagai seorang Bos mulai mengaburkan janjinya pada Alice.

TOK! TOK! TOK!

Suara ketukan pintu yang tegas memecah keheningan ruang kerja.

Elvano tidak menjawab, ia hanya menuangkan kembali cairan amber dari botol whisky ke dalam gelasnya dengan tangan yang sedikit gemetar.

Pintu tiba-tiba terbuka.

Kaiven melangkah masuk tanpa izin, memecah keheningan di ruang kerja bosnya.

Di belakangnya, Dokter Hendra mengekor dengan wajah yang dipenuhi kecemasan mendalam.

Kedua orang kepercayaan Elvano itu tahu bahwa jika sang Bos dibiarkan tenggelam dalam pikirannya sendiri dalam kondisi seperti ini, keputusan fatal bisa lahir dalam hitungan jam.

"Keluar," desis Elvano.

Suaranya begitu rendah, serak, dan penuh ancaman membunuh yang pekat.

"Aku tidak menerima siapa pun malam ini. Keluar sebelum aku menembak kaki kalian berdua."

Kaiven tidak bergeming.

Sebagai tangan kanan yang telah mendampingi Elvano melintasi ratusan pertempuran darah, ia tahu kapan harus mundur dan kapan harus menantang kegilaan bosnya.

Ia melangkah mendekati meja, lalu menghempaskan kedua tangannya di atas permukaan kayu jati tersebut, menatap langsung ke sepasang mata Elvano yang memerah.

"Aku tidak akan keluar, El," tegas Kaiven, suaranya mantap dan tanpa rasa takut.

"Kau sedang kehilangan akal sehatmu. Kedatangan Viona dan anak itu telah menghancurkan perasaanmu. Kau tidak bisa mengunci diri di sini dan membiarkan wanita gila itu mengatur isi kepalamu!"

"Kau tidak tahu apa-apa, Kaiven!" bentak Elvano, suaranya menggelegar memukul dinding ruang kerja, tangannya menghantam meja hingga gelas kristalnya berdenting keras.

"Lihat anak itu! Kau melihat wajahnya sore tadi, bukan?! Kau melihat bagaimana dia menatapku?! Itu adalah cetakan wajahku! Gen Salvatore tidak bisa ditiru oleh siapa pun!"

Dokter Hendra melangkah maju satu langkah, mencoba menengahi dengan pendekatan ilmiah.

"Tuan Besar, mohon tenang. Secara visual, kemiripan fisik memang bisa menipu. Atau kesalahan genetika atau bahkan operasi wajah pada anak-anak bisa dilakukan jika klan Viona berniat melakukan penipuan. Tolong ingat hasil tes kita semalam. Kondisi Anda sangat langka. Tidak memiliki kemungkinan Anda membuahi wanita selain Nona Alice —"

"Cukup, Hendra!" potong Elvano dengan rahang mengeras, matanya berkilat kejam menatap sang dokter senior.

Egonya menolak mentah-mentah nasihat awal dari anak buahnya.

"Kau sendiri yang bilang semalam bahwa di dunia medis tidak ada yang seratus persen berhasil atau gagal! Kau yang bilang bahwa 'kemungkinan kecil' tidak sama dengan 'tidak bisa sama sekali'! Jika rahim Alice bisa menghidupkan benihku, siapa yang bisa menjamin bahwa tujuh tahun lalu tubuh Viona tidak mengalami kemungkinan yang sama?!"

Ruangan itu kembali jatuh dalam ketegangan yang mencekam.

Kaiven mengepalkan tangannya, frustrasi melihat keras kepala Elvano yang mulai menutup mata dari fakta demi memuaskan rasa bersalah dan ego tanggung jawabnya.

"Elvano, dengarkan aku baik-baik," Kaiven merendahkan suaranya, namun setiap kata yang keluar penuh akan penekanan yang tajam.

"Viona meninggalkanmu saat kau berada di titik terendah. Dia membawa kabur aset klan di Milan ketika kita sedang dikepung oleh klan Moreli. Dan sekarang, tepat ketika kau mengumumkan telah memiliki penerus dari Alice, dia tiba-tiba muncul membawa anak berumur tujuh tahun dari Swiss? Apakah kau sebodoh itu hingga tidak melihat ini sebagai rencana dunia bawah untuk merebut takhta Salvatore?!"

Kaiven maju selangkah lagi, menunjuk ke arah pintu kamar utama di luar sana.

"Dan bagaimana dengan Alice?! Wanita yang semalam kau tangisi, wanita yang semalam kau mintai maaf sambil berlutut di lantai rumah sakit! Dia sedang mengandung anakmu yang sudah terbukti secara valid melalui jalur medis! Apakah kau akan mengabaikannya dan menghancurkan hatinya hanya karena gertakan masa lalu dari mantan istrimu?!"

Mendengar nama Alice disebut, dada Elvano mendadak terasa dihantam sesuatu yang menyakitkan.

Bayangan wajah Alice yang menangis histeris sembari membekap mulutnya di taman belakang sore tadi seketika melintas di benaknya, menyisakan rasa perih yang teramat sangat di ulu hatinya.

Namun, kegelapan di dalam pikiran Elvano telah terlalu jauh melangkah.

Ketakutannya akan melakukan kesalahan dalam menentukan pewaris sah klan Salvatore telah meracuni akal sehatnya.

"Aku tidak mengabaikan Alice," ucap Elvano, suaranya mendadak beralih menjadi dingin dan datar, sebuah nada suara yang menandakan bahwa keputusannya telah bulat dan tidak boleh diganggu gugat.

"Alice dan anak di dalam rahimnya akan tetap mendapatkan perlindungan penuh di mansion ini. Tidak ada yang berubah dari statusnya."

Elvano bangkit dari kursi kerjanya, berdiri tegap membelakangi Kaiven dan Dokter Hendra, memandangi kegelapan malam dari balik jendela kaca besar yang menghadap ke arah gerbang depan.

"Tapi aku adalah seorang pimpinan Salvatore," lanjut Elvano, desis suaranya terdengar mengerikan di dalam keheningan malam.

"Aku tidak boleh meninggalkan satu jengkal pun celah bagi musuh, dan aku tidak boleh menelantarkan darah dagingku sendiri jika anak itu memang milikku. Aku akan menuntut kejelasan dari Viona. Aku akan melakukan tes DNA pembanding antara aku dan anak itu secara langsung."

Elvano mengepalkan tangan besarnya hingga urat-uratnya menonjol tegap.

"Dan sampai hasil tes itu keluar... jangan ada satu pun dari kalian yang berani menceramahi keputusanku lagi. Keluar dari ruangan ini. Sekarang."

Kaiven menatap punggung tegap bosnya dengan tatapan penuh kekecewaan yang mendalam.

Ia tahu, keyakinan Elvano yang mulai goyah malam ini telah menyalakan sumbu petaka baru yang tidak hanya akan mengancam kestabilan klan, melainkan juga siap menghancurkan sekeping hati murni milik Alice yang baru saja mulai terbuka untuk Bosnya.

Tanpa mengucapkan sepatah kata lagi, Kaiven berbalik dan melangkah keluar, diikuti oleh Dokter Hendra yang hanya bisa mengembuskan napas pasrah, meninggalkan Elvano sendirian bersama ego dan keraguan yang kian menenggelamkannya ke dalam kegelapan.

1
Mia Camelia
ayo elvano berusaha dong buat hati alice hidup lagi🤣🤣🤣masa nyerah sih😂
Mia Camelia
hahahaa nyesel kan elvano udh menduakan alice dengan anak si ulat bulu🤣🤣🤣🤣
Heny Shae
semoga Alice sdh pergi. biar Vano merasakan kehilangan
Mia Camelia
rasakan kau ulat bulu, elvano udh tau kebusukan yg di rencanakan kau🤣
Mia Camelia
tuh kan baru ketauan🤣🤣🤣🤣
Mia Camelia
semangat kaiven😄
Mia Camelia
pingin bangeet jitak elvano deh😔🤣😂
Nursakimah Awang
kaizen.... tolong bantu sembunyikan alice....
Mia Camelia
elvano kau menyakiti alice dengan sangat sangat tau😔😔😔
Khajidah Khadijah
mafia oon gampang d kibulin.
Mia Camelia
pingin banget ngliat viona ketauan kedok nya😂😂😂
Mia Camelia
semangat kaiven , cari teroooos jejak si ulat bulu viona🤔🤔🤔
Mia Camelia
ayi kaiven bongkar semua siasat busuk viona 🤔🤔🤔
hey elvano kmana insting mafia mu🤣🤣🤣
Mia Camelia
mendingan kabur aja yuk alice🤣🤣🤣
sebel elvano gak peka banget sm taktik licik ulat bulu viona😔🤔
Mia Camelia
makin kasian sama alice, duh elvano belom tentu kenzie anak mu😂😂😂
Mia Camelia
sabar ya alice jangan nanggis mulu😔
Mia Camelia
ehhm kaya nya gak yakin deh klo kenzo anak nya elvano ???
ibu nya aja gak setia, pasti ada rencana jahat nih🤔🤔🤔
Mia Camelia
ehmmm beneran anak nya elvano kah ?? mencurigakan🤔🤔🤔
Mia Camelia
sah🥰🥰🥰
Enz99
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!