NovelToon NovelToon
Kalian Hidup Enak Atas Tanganku

Kalian Hidup Enak Atas Tanganku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: lisxone

Hana Untari seorang wanita yang baik dan cantik, diamenikah dengan laki‑laki bernama Dimas Prayoga. Hana tinggal dengan suami beserta keluarga suaminya. Namun, Dimas selama 3 tahun menjadi suami Hana tidak menafkahinya dengan layak, dia beralasan jika Hana juga mempunyai penghasilan yang cukup. Dimas menghabiskan uangnya untuk kebutuhannya sendiri, sedangkan untuk kebutuhan ibu dan kakak serta adiknya semua uang dari Hana. Perselingkuhan Dimas dengan orang terdekat Hana, membuat Hana tidak bisa memaafkan suaminya. Mampukah Hana menjalani biduk rumah tangga dengan Dimas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lisxone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bayu Curiga

Hari‑hari berlalu, sama sekali tidak ada penyesalan dalam diri Dimas. Semenjak hari itu, Hana mendiamkan Dimas. Dia benar‑benar benci dan jijik dengan suaminya.

Hubungan Dimas dan Sintia, masih terhalang dengan kehadiran Bayu. Sudah 1 minggu di rumah Bayu belum kembali ke tempat kerjanya lagi.

Lastri hari ini pun sudah mendaftar kuliah, akan tetapi bukan universitas yang dia impikan selama ini. Bayu sebagai kakak tertua tidak sanggup membiayai kuliah Lastri jika dia tetap berkuliah di tempat yang dia inginkan. Mau tidak mau, Lastri terpaksa menerima persyaratan dari Bayu agar dia tetap bisa berkuliah. Dia berkuliah tidak benar‑benar ingin mencari ilmu, akan tetapi dia berkuliah demi gengsinya. Gengsi jika berkumpul dengan teman‑temannya dan dia tidak berkuliah sendiri.

Bayu mengumpulkan semua anggota keluarga sesaat setelah makan malam. Ada sesuatu hal yang ingin Bayu sampaikan, sebagai anak tertua tentunya Bayu mempunyai kewajiban untuk memberi kenyamanan untuk adik dan ibunya.

" Ada apa mas kamu mengumpulkan kami ? Apa mas sudah mau balik ke luar kota lagi?."Tanya Dimas sambil melirik ke arah Sintia yang senyum‑senyum genit ke arahnya.

" Aku memang akan kembali ke luar kota lagi untuk bekerja. Sudah seminggu lebih aku ada di rumah, dan sebelum aku berangkat ke luar kota lagi. Aku berniat untuk mencarikan rumah kontrakan untuk ibu, Lastri dan Sintia tinggal. Aku tidak mau mereka tetap tinggal di sini dan akan menyusahkan Hana. Sudah cukup kalian menyusahkan Hana, memalukan saja."Seru Bayu yang ternyata dia ingin mencarikan kontrakan untuk tempat tinggal istri dan ibunya.

" Aku tidak mau !!."Ucap Sintia langsung menolak.

" Ibu juga tidak mau. Ini rumah Dimas, ibu juga berhak tinggal di rumah ini. Enak saja Hana mau menguasai rumah ini, ohh tidak bisa."Ucap ibu Sundari tidak mau pindah dari rumah Hana.

" Tapi bu, ini itu bukan rumah Dimas tapi ini rumah Hana, Bu."Seru Bayu kembali mengingatkan sang ibu.

" Dimas juga tidak setuju mereka pindah dari sini. Benar dengan yang di katakan ibu kalau ini juga rumah Dimas."Ucap Dimas yang ternyata ada di pihak ibunya.

Hana masih diam saja, dia mendengarkan perdebatan antara adik, kakak dan ibu yang ada di hadapannya. Dengan senyum sinis dia melirik Dimas yang tetap mempertahankan mereka untuk tetap tinggal di rumah milik Hana.

Sudah pasti kamu mempertahankannya mas, sebab di rumah ini lah kamu dan Sintia bisa bebas berbuat semau kalian saat Bayu sudah pergi. bisa saling menyalurkan hasrat. Silahkan lanjutkan saja, jangan salahkan aku jika aku akan mempermalukan kalian. Aku masih bertahan dengan mu itu karena kakakku, aku belum bisa bicara jujur dengan Kak Farhan. Aku malu, malu karena aku dulu tidak mendengarkan ucapannya untuk tidak menikah denganmu. Dan ternyata, aku tidak bahagia dan kamu menghianatiku. Aku malu jika kak Farhan tahu pria pilihanku tidak sebaik yang ku ucapkan.*Gumam Hana dalam hatinya.

Perdebatan terus bergulir, Bayu keke ingin mencarikan mereka rumah kontrakan. Tapi mereka juga keke dengan keinginannya yang tetap mau tinggal di rumah Hana.

" Hana, apa kamu tidak keberatan jika mereka tetap tinggal di rumah mu?."Tanya Bayu.

" Kenapa harus keberatan? Ini juga rumah ku, Hana tidak berhak melarang keluargaku untuk tinggal di rumahku. Kamu jangan kurangajar Hana, jangan mentang‑mentang rumah ini atas nama kamu terus kamu mau seenaknya melarang keluargaku tinggal di sini? Aku juga ada hak di rumah ini, sebab aku ini suami kamu !!."Seru Dimas semakin terlihat jika dia ingin selalu berdekatan dengan Sintia.

" Silahkan saja kalian tinggal di sini, tapi aku tidak mau menanggung biaya hidup kalian. Dan jangan pernah mengganggu ketenangan ku. Dan untuk kamu mas, kamu harus memberikan nafkah untukku. Satu bulan 2 juta, jika kamu tidak setuju lebih baik kamu ceraikan aku !!."Seru Hana mengancam Dimas.

Deeggghhh

Dimas tidak akan menceraikan Hana sebelum apa yang dia inginkan terwujud. Dimas berencana ingin mengambil alih rumah Hana, baru dia akan menendang Hana. Soal nafkah?

" Kalau kamu mau nafkah 2 juta, terus kebutuhan rumah bagaimana? Aku tidak sanggup, Hana."Seru Dimas memelas.

" Kenapa tidak sanggup? Bukannya kamu seorang manejer?."Seru Hana ingin sekali dia tertawa melihat wajah Dimas yang sudah mulai gelisah.

Pasti dia takut aku memberitahu ibunya jika dia cuma staf biasa. Gayamu mas, mengaku manejer sama ibu sendiri padahal cuma staf dan ternyata gajimu cuma 5 juta lebih 300 ribu saja. Pusing‑pusing deh kamu, sebelum aku mengungkap perselingkuhanmu dengan mbak Sintia aku akan membuat hidupmu susah lebih dulu. Ini semua sebagai ganti atas 3 tahun ku yang terbuang sia‑sia.*Gumam Hana dengan bersorak dalam hatinya.

Saat mengetahui jika Dimas sudah berkhianat, Hana sudah membuang jauh‑jauh perasaan cintanya. Dia tidak akan pernah memaafkan perselingkuhan Dimas dan Sintia.

" Dan untuk kamu mbak, Sintia !! Aku minta kamu jangan bersikap seperti bos di rumahku, kamu dan Lastri harus ikut membersihkan rumah meskipun ada bik Jamilah yang bekerja di sini. Mas Bayu, maaf aku harus bersikap tegas kepada istrimu, jika dia tidak suka dia boleh angkat kaki dari rumah ini."Seru Hana bicara dengan tegas.

" Kamu !!." Seru Sintia menunjuk ke arah Hana dengan tangan kanannya.

Namun dengan cepat Bayu menurunkan tangan Sintia. Ternyata selama ini Bayu tertipu dengan sifat lembut Sintia, Sintia yang saat ini ada di hadapannya adalah Sintia yang arogan.

" Mas, dia ingin menjadikan aku pembantu di rumah ini." Rengek Sintia sambil memeluk lengan Bayu dengan manja.

" Mbak, apa kamu ini tidak punya hati sih. Kita ini keluarga, tapi kenapa mbak tega sekali memperlakukan kita seperti pembantu. Dimana hati nurani kamu, mbak?." Seru Lastri terlihat geram dengan syarat yang Hana berikan.

Cceeekkkk

Hana berdercak kesal sambil tersenyum sinis. Baru seperti itu saja mereka sudah banyak protes. Lalu bagaimana dengannya yang selama 3 tahun ini menjadi pembantu gratisan mereka?

" Hati nurani? Kamu menanyakan hati nurani, lantas kemana hati nurani kalian saat aku mencuci, menyetrika pakaian kalian. Tidak perlu menanyakan soal hati nurani jika kalian saja tidak tahu apa itu hati nurani. Dan untuk kamu mas Dimas, kamu tahukan aku ini orangnya paling tidak suka dengan yang namanya penghianatan? Jika kamu sampai berkhianat, jangan harap aku akan memaafkanmu. Permisi,." Seru Hana lalu bangkit dan berjalan menuju kamarnya.

Dimas diam membisu, ucapan Hana tadi membuat dirinya teringat hubungan gelapnya dengan Sintia. Dimas dan Sintia saling beradu pandangan, dan hal itu di sadari oleh Bayu.

Aku perhatikan, Dimas dan Sintia sejak aku pulang kemarin ini terlihat berbeda. Mereka sering saling mencuri pandang, mereka juga terlihat akrab. Ada apakah ini? Apa ada sesuatu dengan mereka berdua? Tidak, tidak mungkin mereka macam‑macam. Dimas itu adikku, mana mungkin dia mau mengganggu istri kakaknya sendiri *Gumam Bayu terus menerus bermonolog pada dirinya sendiri.

Mereka beranjak dan masing‑masing masuk ke kamarnya. Selama ada Bayu di rumah, Dimas dan Sintia baru satu kali saja melakukannya. Malam pertama saat Bayu ada di rumah, setelah itu mereka meliburkan diri. Mereka takut jika Bayu akan menaruh curiga jika saat Bayu terbangun tengah malam, Sintia tidak ada di tempatnya.

1
Heni Setiyaningsih
haaddeeuuh...alamat ini mah modelan suami mokondo/Left Bah!//Left Bah!//Left Bah!/
Anonim
hah dimas?? enggak ngerti nih cerita nya
Anonim
woy BISA NULIS GA SIH
Ma Em
Heran ya sama Bu Sundari dan menantu sintingnya si Sintia ga punya otak masa arisan dirumah orang , Hana buat mereka semua kapok agar TDK berani ganggu kamu lagi Hana bila perlu laporkan saja ke polisi agar tdk ganggu Hana lagi .
Anonim
BUNUH SAJA SEKALIAN SEMUANYA BUNUH
Anonim
BUNUH SEMUA NYA
Anonim
KAU YANG HARUS MATI ANJING
Ma Em
Akhirnya Hana berpisah juga dgn Dimas tanpa uang sepeserpun uang yg Dimas terima untuk permintaan Dimas yg katanya harta gono gini , benalu minta bagian harta sedangkan Dimas dan keluarganya Hana yg tanggung biaya hdp nya bahkan Domas tdk pernah memberikan nafkah untuk Hana , dasar Dimas muka tembok tdk punya malu Dimas cuma modal mokondo .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!