NovelToon NovelToon
Pedang Naga Kayangan

Pedang Naga Kayangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Pendekar / Fantasi Timur
Popularitas:202.7k
Nilai: 5
Nama Author: Idwan Virca

Seorang anak bernama Wong Mo Gei, kepiawaiannya berlatih di waktu kecil tidak membuat ia beruntung setelah remaja.
Saat pemuda lain mempunyai roh suci binatang yang kuat.
Wong Mo Gei hanya mempunyai kekuatan roh suci seekor kelinci. Hal itu membuat Wong Mo Gei dikucilkan dan dihina, menjadi cemoohan didalam sektenya maupun sekte yang lain. Namun Wong Mo Gei tidak menyerah dalam berusaha.
Mampukah Wong Mo Gei merubah hinaan menjadi pujian?
Bisakah Wong Mo Gei mempunyai roh suci yang kuat?
Mampukah ia menyelamatkan tujuh sekte di negeri delapan mata angin dari tujuh sekte iblis?
Siapa pula sekte iblis?
Ikuti perjalanan Wong Mo Gei untuk menjadi seorang Pendekar yang tidak terkalahkan, dalam Pedang Naga Kayangan...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Idwan Virca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penguasa Pulau Larangan

Sementara Wong Mo Gei bergerak cepat dengan jurus 'Cakar Naga Api'.nya, beberapa gerakan saja membuat perompak yang menyerangnya harus jatuh dengan bagian tubuh terkoyak seperti terkena cakaran binatang buas. Para perompak yang terkena cakaran Wong Mo Gei tidak ada yang mampu bangun lagi.

"Bajingan! Mati kau...! Heaa...!"

Ming Tan mengembor marah, ia melompat maju sambil mengayunkan tinjunya ke arah Wong Mo Gei. Kepalan tangan laki-laki botak itu cukup besar, dua kali lebih besar dari kepalan tangan penguasa roh suci raja naga api itu.

Wuk!

Tap!

Begitu tenang dan sigap Wong Mo Gei menangkap kepalan tinju Ming Tan yang mengarah ke kepalanya. Tanpa melihat Wong Mo Gei langsung membanting tubuh Ming Tan ke tanah.

Bruk!

"Aaghk!"

Tubuh Ming Tan langsung terjungkal ke tanah, laki-laki botak itu seakan tidak percaya tiba-tiba tubuhnya sudah berada di tanah.

Tiga orang perompak itu mencoba membokong Wong Mo Gei dari belakang, tapi belum mereka menyentuh tubuh Wong Mo Gei. Tendangan kaki Cek Pei telah lebih dulu mengenai tubuh mereka yang masih berada di udara.

Buk! Buk!

"Aaa...!"

Jerit kesakitan terdengar dari mulut tiga orang perompak itu, di susul tubuh mereka terpental ke tanah sekitar dua tombak.

Sementara itu Sin Yin tampak dengan gesit menghindari serangan empat orang perompak yang menyerangnya, dengan begitu cepat telapak tangan gadis cantik berbaju hitam itu menghantam dada para perompak itu. Tiga orang perompak itu langsung bermentalan ke tanah.

"Berhenti...!"

Terdengar teriakan keras membahana di pinggir dermaga Pulau Larangan itu. Seketika para perompak yang menyerang Wong Mo Gei dan kawan-kawannya berhenti dan mundur.

Dari balik kerumunan orang-orang yang menyaksikan pertarungan itu muncul seorang yang cukup gagah, pakaiannya bak seorang pangeran. Di balik punggungnya tersampir sebuah pedang besar.

"Siapa yang berani membuat keributan di Pulau Larangan ini. Hah..!" bentak laki-laki berpenampilan seorang bangsawan itu.

"Mereka Tuan..!" tunjuk salah seorang perompak yang tadi mengeroyok Wong Mo Gei dan kawan-kawannya.

"Siapa kalian? Ada perlu apa datang ke Pulau Larangan ini?" tanya laki-laki itu dengan nada suara datar, namun cukup keras.

"Kami datang ke Pulau Larangan ini, karena ada keperluan, Tuan," jawab Wong Mo Gei dengan begitu tenang.

"Apa kalian sudah bosan hidup! Berani menginjakkan kaki ke Pulau Larangan ini?" tanya laki-laki itu dengan nada suara datar.

"Maaf, Tuan. Kami ingin sebuah informasi penting?" kata Wong Mo Gei lagi.

"Ha ha ha...! Rupanya kalian ingin mencari harta karun, sehingga sampai ke Pulau Larangan ini,"

"Kami sama sekali tidak tertarik dengan urusan harta karun, Tuan," sahut Wong Mo Gei.

"Long Yin, kau yang membawa mereka kesini?" tanya laki-laki itu pada Long Yin.

"Iya Tuan. Mereka mengalahkan pimpinan kami," jawab Long Yin tampak agak ketakutan.

"Di mana Si Mata Satu?"

"Dia sudah tewas, Tuan!" sahut Long Yin sambil menunduk.

"Apa?" laki-laki itu tampak cukup terkejut.

"Ya, Tuan. Pimpinan kami Lee Tong sudah tewas bertarung dengan mereka," jawab Long Yin.

"Kurang ajar! Kalian memang tidak bisa di ampuni, karena telah membunuh anggota serikat perompak Pulau Larangan ini!" bentak laki-itu murka.

Wong Mo Gei tampak tenang dan menjawab, "Kami hanya membela diri, Tuan,"

"Apa pun alasannya, kalian harus membayar karena membunuh adik salah seorang penguasa Pulau Larangan ini," geram laki-laki itu.

"Aku, Wu Tong Qian. Akan membalas kematian Lee Tong, jadi bersiaplah..," ujar laki-laki bernama Wu Tong Qian tersebut.

"Kami tidak mencari musuh, Tuan. Tapi kami juga tidak akan lari saat bertemu musuh," jawab Wong Mo Gei begitu tenang.

"Mo Gei, kau mundurlah. Biar aku yang menghadapinya, lagian yang membunuh Si Mata Satu adalah aku, bukan kau," kata Cek Pei seraya maju dua langkah ke depan.

"Hati-hati, Cek Pei. Aku lihat dia begitu tenang berarti dia punya kemampuan cukup tinggi," bisik Wong Mo Gei.

"Kau tidak usah cemas, hasil latihan kita selama lebih dari sepuluh tahun akan terlihat di sini," sahut Cek Pei sambil tersenyum. Wong Mo Gei hanya mengangguk dan melangkah mundur dua tindak, di ikuti Wa Hua Wa dan Sin Yin.

"Ha ha ha...! Jadi kau yang ingin mati duluan ya!" dengus Wu Tong Qian menatap tajam ke arah Cek Pei. Laki-laki berpakaian bak seorang bangsawan itu seakan ingin mengukur kemampuan Cek Pei.

Cek Pei tampak begitu tenang, seakan tidak sedang berhadapan dengan seorang musuh yang cukup kuat. Orang-orang yang ada di dermaga itu tampak melangkah mundur memberi tempat pada Wu Tong Qian dan Cek Pei untuk bertarung.

Orang-orang itu tampak banyak yang menjauh dari tempat itu, karena mereka tau seberapa kuat dan hebatnya kedikjayaan Wu Tong Qian yang termasuk dari tujuh penguasa Pulau Larangan ini.

"Heaaa...!"

Wu Tong Qian melompat begitu cepat bagai sebuah bayangan ke arah Cek Pei, gerakannya hampir tidak dapat di lihat oleh mata orang biasa. Namun bagi Cek Pei yang mempunyai kekuatan roh suci naga air, dan telah menjadi murid dari ayah dan pamannya selama sepuluh tahun lebih ini. Gerakan Wu Tong Qian itu hanya kecepatan biasa.

Wut! Set!

Serangan Wu Tong Qian itu membentuk tinju dan tendangan begitu cepat dan saling susul menyusul, Cek Pei cepat menarik tubuhnya ke belakang menghindari cercaan pukulan tinju dan tendangan Wu Tong Qian itu.

Pertarungan itu berjalan cukup cepat, Wu Tong Qian terus memberikan serangan bertubi-tubi ke arah Cek Pei, tapi dengan begitu gesit dan tangkapnya sepupu Wong Mo Gei itu menghindar dan menangkis setiap serangan laki-laki berpenampilan seorang bangsawan itu.

"Huh...! Kemampuan pemuda ini cukup tangguh, wajar dia bisa membunuh Lee Tong, " desis Wu Tong Qian dalam hati.

"Serangan orang ini cukup teratur dan memiliki tenaga dalam cukup tinggi, tapi aku belum kalah," Cek Pei membatin.

"Tuan, orang itu memiliki kekuatan roh suci harimau bertaring panjang, tapi jangan khawatir. dia masih di bawah kita," kata roh suci naga air dari dalam diri Cek Pei.

"Hup!"

Wu Tong Qian melompat mundur sekitar dua tombak ke belakang. Laki-laki itu langsung merapal jurus 'Harimau Hitam'. Yaitu cakar harimau menerkam mangsa.

"Tuan, itu jurus 'Harimau Hitam'. hati-hati. Kau akan lumpuh bila terkena serangannya," kata roh suci naga air lagi.

"Baik. Aku akan gunakan jurus 'Cakar Naga'.," jawab Cek Pei membatin. Pemuda itu segera mempersiapkan jurus 'Cakar Naga'. naga air menangkap ikan.

"Heaaa...!"

Wu Tong Qian melompat dengan kedua tangan membentuk cakar, suara gerakan tangannya menderu mengeluarkan hawa panas menyengat kulit.

.

.

.

"

.

.

Bersambung...

Jangan lupa dukung novel ini ya teman-teman.

Rate

Hadiah

Like

Koment

Favoritnya ya teman-teman

Terima kasih banyak.

1
Anonim
cerita yg bagus lanjutkan ceritanya buat lebih seru
Idwan Virca: makasih....
total 1 replies
Ibad Moulay
Uraaa
Ibad Moulay
Lanjutkan...
Ibad Moulay
Uraaaa
Ibad Moulay
Lanjutkan....
༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Laannjjuutt Up Thor ✍️✍️✍️
༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Semangat Thor 💪💪💪
༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Maantaapp...!! 👍👍
༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Hadir.. Semangat Thor 💪💪
Ibad Moulay
Bantai👍👍
Ibad Moulay
Lanjutkan
༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐: 👍👍🔥💪💪
total 1 replies
Ibad Moulay
Urraa
Ibad Moulay
Jangan kembali...Lanjut maju
Idwan Virca: Kembali ke wilayah Kerajaan Yin dan Yang gan... he he....
total 1 replies
Chadik Shodiqun
toooooop
༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Laannjjuutt Up Thor ✍️✍️✍️
༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Maannttaappp...! 👍👍
༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Tetap semangat Thor 💪💪
Ibad Moulay
Urraaa
Ibad Moulay
Lanjutkan
༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Laannjjuutt Up Thor ✍️✍️💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!