Jadwal Update Selasa, Kamis dan Sabtu
Violet seorang wanita yang manis dengan wajah yang cantik, tapi dia selalu di benci oleh Ibu kandungnya dan harus menjadi pengganti sementara untuk saudara kembar nya.
Tapi sebuah pertemuan telah mengubah hidup, pertemuan dengan seorang anak kecil telah membawanya pada kehidupan yang berbeda.
Dan membawanya pada seorang pria yang tak lain adalah ayah dari anak kecil itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AngelKiss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
Tok... Tok.. Tok..
Terdengar suara ketukan di pintu apartemen Thomas, lalu Thomas langsung melihat dari lubang pintu dan rupanya itu adalah dokter yang menangani Violet.
Tanpa ragu Thomas pun langsung membuka pintu, dan tiba-tiba dari samping muncul Daniel.
"Paman.." Ucap Thomas kaget.
Tanpa menjawab ucapan Thomas, Daniel langsung masuk ke dalam rumah.
"Apa yang kau lakukan, keluar dari rumah ku." Ucap Thomas tak terima.
Kemudian Daniel langsung berjalan ke kamar dan dia menemukan jika Violet tengah berbaring di atas ranjang dengan selang infus yang menempel di tangannya.
"Apa yang kau lakukan kepada Violet?" tanya Daniel marah.
"Dia terluka, lalu aku membawanya ke sini." Ucap Thomas.
Lalu Daniel langsung menelpon salah satu temannya untuk datang ke sini bersama dengan ambulan.
Tak beberapa lama teman Daniel datang, "Cepat periksa Violet." Ucap Daniel.
Lalu Yusuf langsung memeriksa kondisi Violet, setelah itu Daniel langsung menyuruhnya untuk membawa Violet ke rumah sakit.
"Kau tak bisa membawanya begitu saja, dia wanita ku." Ucap Thomas marah.
Tapi Daniel langsung menarik kerah baju Thomas, sementara petugas ambulan tengah membawa Violet ke mobil ambulan.
"Wanita mu? Ingat kau sudah beristri Thomas. Sebaiknya kau jaga saja istri mu, dan jangan lagi ganggu Violet." Ucap Daniel.
"Atas dasar apa kau melarang ku untuk bertemu dengan Violet, lagi pula kau bukan suaminya. Pernikahan mu hanyalah palsu, dan yang Violet cintai adalah aku. Bukan kau paman.." Ucap Thomas.
Mendengar ucapan Thomas, Daniel hanya menatap dingin pria di hadapannya itu. Tanpa menjawab ucapan Thomas, Daniel langsung pergi meninggalkan Thomas.
Lalu Thomas langsung melampiaskan amarahnya kepada dokter yang menangani Violet.
"Bagaimana bisa kau membawa pria itu masuk ke sini." Teriak Thomas marah.
"Maafkan saya, Pak Thomas. Pria itu mengancam saya, jadi saya terpaksa membawanya ke sini." Jawabnya takut saat melihat pria di hadapannya.
"Arg... Bedebah.. Pergi sekarang, atau tidak aku akan membuat mu babak belur." Ucap Thomas.
Tanpa menjawab dokter tersebut pun langsung pergi meninggalkan Thomas sendirian.
Sementara itu..
Di rumah sakit, terlihat Daniel menatap Violet yang berada di ruang ICU. Kondisi nya cukup parah terutama luka di bagian kepala.
"Bagaimana kondisinya?" Tanya Daniel kepada Yusuf.
"Kondisinya lumayan kritis, jika kau telat membawanya ke rumah sakit bisa saja nyawa wanita itu tak tertolong." Ucap Yusuf.
Mendengar ucapan dari Yusuf, Daniel seketika marah. Karena keegoisan Thomas nyawa Violet hampir saja melayang.
"Tapi ada sesuatu yang ingin ku tanyakan kepada mu." Ucap Yusuf.
"Apa?" Tanya Daniel.
"Apa wanita itu memiliki penyakit?" Tanya Yusuf.
"Seingat ku tidak." Jawab Thomas.
"Emmm... Mungkin nanti aku akan melakukan periksa terhadap bagian tubuhnya yang lain, karena seperti nya dia memiliki penyakit." Ucap Yusuf.
"Apa maksudmu?" Tanya Daniel kaget.
"Iya maksud ku, ini hanya baru perkiraan. Jadi kita akan melakukan periksa untuk memastikannya." Ucap Yusuf.
"Baiklah." Jawab Daniel.
Mendengar hal itu Daniel langsung terdiam, apa benar jika Violet memiliki penyakit tapi kenapa dia tak tahu. Dan kenapa Violet tak pernah bilang jika memiliki penyakit.
Dret.. Dret.. Dret..
Tiba-tiba handphone Daniel bergetar, lalu dia langsung mengambil handphone nya dan melihat siapa yang menelpon nya dan rupanya putri kesayangannya.
"Ada apa sayang."
"Ayah, apa ayah sudah menemukan Tante cantik?"
"Emm.. Sudah."
"Hore... Ayah kapan pulang, Nana sudah kangen sama Tante cantik."
"Emm.. Nana, mungkin Tante cantik tidak bisa pulang hari ini."
"Kenapa?"
"Emm.. Tante cantik bilang, dia ada urusan keluarga. Jadi dia meminta izin untuk libur beberapa hari."
"Emm.. Terus kenapa Tante gak pamit sama Nana?"
"Katanya dia buru-buru jadi tak sempat pamit."
"Ya udah, kalau Tante pergi karena urusan keluarga Nana gak papa."
"Baguslah, Kalau begitu Aya tutup dulu telpon nya yah."
"Iya Ayah."
Lalu panggilan pun langsung terputus, Daniel hanya bisa membohongi Nana dengan kondisi Violet karena Daniel takut jika Nana tahu apa yang terjadi pada Violet, Nana pasti akan sangat sedih.
Kemudian Daniel langsung berjalan masuk ke ruang rawat Violet, dia melihat wanita cantik di hadapannya itu tengah tertidur pulas dengan wajah yang pucat.
"Siapa yang telah melakukan ini kepada mu." Gumam Daniel sambil terus melihat ke arah Violet.
Sementara itu..
Terlihat Viola terus menangis, Mila yang melihat anaknya menangis pun berusaha untuk menenangkan nya.
"Sudah... Jangan menangis." Ucap Mila.
"Tapi Bu, kaki ku sakit dan Thomas pun tak datang mengunjungi ku." Ucap Viola.
"Kamu sih, harusnya kamu jangan melakukan hal seperti itu lagi. Jika ingin memberikan wanita itu pelajaran kau harus membawa 2 orang untuk menemani mu." Ucap Mila.
"Iya mana aku tahu kalau Violet bisa mematahkan kaki ku, kalau tahu seperti itu aku pasti akan bawa 10 orang untuk menghabisi nya." Ucap Viola.
"Ya udah, buat sekarang kau harus jadikan ini sebagai pelajaran." Ucap Mila yang masih tak habis pikir bagaimana bisa wanita itu tega mematahkan kaki adiknya sendiri.
"Ibu tak habis pikir, bagaimana didikan ayahnya sampai bisa menjadikan wanita itu tak memiliki sopan santun sedikit pun." Ucap Mila.
"Iya ibu tahu kan kalau ayah dulu gangster, pasti didikan yang gak bener di terapkan kepada Violet." Ucap Viola.
"Iya, tapi kau benar kan sudah memukul kepala wanita itu?" Tanya Mila memastikan kembali.
"Iya, tapi hanya sekali. Lalu wanita itu langsung menyerang ku." Ucap Viola.
"Harusnya kau pukul kepala nya dengan keras, agar dia langsung mati." Ucap Mila.
"Lalu bagaimana jika dia melaporkan ku ke polisi?" Tanya Viola.
"Jika dia melaporkan mu ke polisi, kita akan melaporkan wanita itu juga atas kasus penganiyaan yang membuat kaki mu patah." Ucap Mila.
"Emmm... Ibu memang pintar, tapi sekarang Thomas belum datang." Ucap Viola.
"Iya, tadi ibu udah menelpon mertua mu agar membujuk Thomas untuk datang ke sini menjenguk mu." Ucap Mila.
"Makasih Bu.." Ucap Viola senang.
kayaknya kereen nih
semangat ya thorr untk bikin up nya💪💪💪💪
semoga Violet dan Daniel menikah