NovelToon NovelToon
Si Kembar Yang Mengulang Waktu

Si Kembar Yang Mengulang Waktu

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Seina dan Sora adalah saudari kembar yang dibuang oleh orang tua kandung mereka. Takdir membawa Seina diadopsi keluarga kaya, sementara Sora tumbuh dalam kemiskinan.

Diliputi iri hati, Sora berusaha merebut kehidupan adiknya. Namun, ambisinya berakhir tragis. Seina pun tewas setelah diracuni oleh kakaknya.

Ketika waktu berputar kembali, Seina memilih menyerahkan semua yang dulu menjadi miliknya.

"Kalau memang itu yang kau inginkan... ambillah semuanya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Mira langsung menarik Seina ke dalam pelukannya.

"Untung saja tadi Seina tidak mau memakannya..."

Belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, seorang wanita tua berlari sambil menangis histeris.

Itu adalah Bibi Enda. Matanya merah, wajahnya dipenuhi air mata.

Begitu melihat Seina, ia langsung menerjang.

"Ini semua gara-gara kamu! Kalau kamu yang memakan kue itu, cucuku tidak akan mati!"

"Cucuku... cucuku menggantikanmu mati!"

Sebelum wanita itu sempat menyentuh Seina, Mira sudah berdiri di depannya, melindungi putrinya.

"Seina, tetap di belakang Ibu."

Suara Mira terdengar dingin.

"Aku akan membuatmu membayar nyawa cucuku!"

Bibi Enda kembali menerjang, untung saja beberapa pelayan segera menahannya.

Mira menatap wanita itu tanpa gentar.

"Bibi Enda, aku tahu kamu sedang kehilangan cucu. Aku tidak akan mempermasalahkan kata-kata Bibi, tapi jangan pernah mengatakan anakku berutang nyawa kepada cucumu."

"Seina menolak kue itu karena alasan lain. Anakku tidak pernah menyuruh cucumu memakannya."

"Kalau ada yang harus disalahkan, itu orang yang meracuni kue tersebut, bukan putriku."

Beberapa pelayan lain ikut mengangguk.

"Benar.. Yang bersalah adalah Heila."

"Seina juga hampir menjadi korban."

Namun Bibi Enda sudah kehilangan akal sehatnya, ia menangis sambil memukul tanah.

"Kalau saja dia tidak menolak kue itu... Kalau saja Seina yang memakannya... Cucuku pasti masih hidup..."

Tangisannya menggema memenuhi halaman, membuat seluruh Kediaman Keluarga Sia diselimuti suasana duka.

Mira hanya menghela napas pelan, ia bisa memahami kesedihan Bibi Enda, tetapi wanita itu benar-benar salah menyalahkan orang.

Tak lama kemudian, seorang pengurus Kediaman Keluarga Sia datang membawa perintah.

Seluruh halaman kerja segera dibubarkan.

Para pekerja harian diperbolehkan pulang lebih awal, sedangkan para pelayan tetap diminta kembali ke tempat tinggal mereka untuk beristirahat. Meski pekerjaan dihentikan, upah hari itu tetap akan dibayarkan penuh.

Mira tidak ingin tinggal lebih lama lagi, ia menggenggam tangan Seina lalu meninggalkan Kediaman Keluarga Sia.

Sepanjang perjalanan pulang, ia semakin mantap dengan keputusannya.

Apa pun yang terjadi, ia tidak akan pernah menjadi pelayan pribadi Nyonya Tua.

Kediaman keluarga Sia terlalu dipenuhi intrik dan perebutan kekuasaan.

Lebih baik ia tetap menjadi pekerja harian. Kalaupun suatu hari pekerjaan itu tidak ada lagi, ia lebih memilih mencari nafkah di tempat lain daripada terjebak dalam pusaran masalah keluarga kaya itu.

Karena hari masih cukup siang, Mira mengajak Seina berkeliling pasar Kota itu.

Saat berangkat pagi tadi, keranjang yang dibawanya masih kosong. Kini, keranjang itu hampir penuh.

Ia membeli beberapa lembar kain untuk membuat pakaian baru bagi Seina, dua kati daging babi, beberapa bungkus permen, serta sepasang ikat rambut merah yang cantik.

Setelah menunggu beberapa saat di gerbang kota, kereta keledai Pak Tua Li akhirnya datang.

Seperti biasa, lelaki tua itu hanya melakukan dua kali perjalanan setiap hari.

Satu kali mengantar penduduk ke kota pada pagi hari, dan satu kali lagi membawa mereka pulang pada sore hari.

Beruntung, Mira dan Seina masih sempat mengejarnya.

Sesampainya di rumah keluarga Pratama, Mira meminta Seina bermain sendiri sementara ia masuk ke dapur menyiapkan makan siang.

Sementara itu, Seina masih memikirkan kejadian di Kediaman Keluarga Sia.

Untung saja tadi ia lebih berhati-hati, Kalau tidak maka akibatnya mungkin tidak akan bisa dibayangkan.

Dalam benaknya, ia mulai menyusun semua kejadian yang dialaminya hari itu.

Kemungkinan besar Heila telah mengetahui rahasia besar milik Selir Lina. Karena itulah ia dipindahkan ke halaman cuci pakaian.

Selir Lina sengaja memberinya kue yang sudah diracuni.

Kalau Heila memakannya dan mati, semua orang akan mengira itu hanya kecelakaan biasa. Tidak akan ada seorang pun yang mencurigai Selir Lina.

Namun Heila rupanya juga menyadari kemungkinan itu. Ia sengaja memberikan kue tersebut kepada anak-anak untuk menguji apakah makanan itu benar-benar beracun.

Kalau anak itu selamat, berarti Selir Lina masih berniat menyelamatkannya.

Kalau mati... Berarti Selir Lina memang ingin membungkamnya selamanya.

***

Tak lama kemudian, aroma kuah kaldu memenuhi seluruh rumah.

Karena hanya ada mereka berdua di rumah, Mira memasak semangkuk mi kuah hangat dengan irisan daging.

Melihatnya saja sudah membuat perut Seina berbunyi.

Kalau kelima kakaknya ada di rumah, mereka pasti akan pura-pura mengeluh karena Ibu memasak makanan enak diam-diam saat mereka sedang belajar.

Seina tersenyum kecil lalu mulai makan.

Kuahnya begitu gurih, mie buatan Mira juga kenyal dan lembut. Tanpa sadar ia menghabiskan semangkuk besar hingga tandas.

Mira tertawa melihatnya.

"Makan pelan-pelan, Nak. Tidak ada yang akan merebut makananmu."

Seina mengusap perutnya yang mulai membuncit.

"Aku sudah kenyang, Bu."

Sebenarnya ia masih ingin menambah semangkuk lagi. Sayangnya tubuh kecil ini belum mampu menampung lebih banyak makanan.

Setelah makan, Mira menyuruh Seina beristirahat.

Tak lama kemudian gadis kecil itu tertidur. Saat ia bangun, dua anak sudah berdiri di depan rumah.

Mereka adalah Haya dan adiknya, Erya

"Kakak-kakakku belum pulang dari akademi, kalian datang lagi nanti saja."

Namun Haya menggeleng. "Kami bukan mencari kakakmu, kami datang mencarimu."

1
Dewi Habibah
lanjut 😍
Dewi Habibah
bagus ceritanya
Sri Rejeki rahayu
bagus .itulah arti sebuah keluarga sesungguhnya .saling membantu .oh ya aku menumpang promosi 2 cerita takdir yg direnggut da transmigrasi .mungkin awalnya jelek tp bacalah sampai setengahnya bagus apa tidaknya itu terserah kalin .dan juga aku baru pertama kali menulisnya .maaf kalau ada salah kata mohon dimaklumi ya.trims banyak🙏
Sekar
bukanya keluarga sia ya?
aku
🌹 semangat tor 💪🏻
aku
jangan ditebas dulu kepala livia ya adrian, bikin ngesot gk bisa jalan aja klo dy nurutin usulan kk sm ortunya 😁😁 sekalian anak kedua yg usul bkin cacat. jadika rakyat jelata kluarga sia 🤣🤣 seru 🤣🤣
seno
karya nya bagus
cerita nya juga seru
aku
tor 😭 typo masih 😌
aku
pratama tor 😭 kukira aq salah baca ternyata typo 😭😭
aku
gk jd putri kesayangan malah bru ktemu dh jd target permusuhan 🤣
aku
seina apa sora 😭😭 alamak bingung 😌😁
Sekar
ckckck dasar pickme
Sekar
lanjut thor💪💪
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
wajahnya mc seperti apa ya Thor! 🍯
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
kali ini aku ajkan baca perlahan perlahan 💓
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
akhirnya 🍯💓
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!