Vika gadis ceria dan sedikit tomboy jatuh cinta pada Ihsan yang merupakan teman kecilnya.
Vika terpaksa harus memendam rasa sukanya pada Ihsan karena ada begitu banyak hal yang membuat mereka tak bisa bersama.
Penasaran ....
yuk simak kisah lengkapnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Maelani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 32
SELAMAT MEMBACA
Vika yang memang sudah tidak begitu suka dengan Iksan berusaha bersikap biasa saja, ia tidak ingin menyakiti hati mamanya Iksan yang begitu baik kepadanya,ia hanya bersikap jutex jika hanya sedang bersama Iksan dan Pian.
Hampir setiap hari Iksan datang kerumah Vika dengan berbagai alasan.
Hari ini rencananya Vika akan bertemu dengan Kaysa, mereka akan kembali menghabiskan waktu bersama sebelum Vika kembali ke Bandung.
Vika juga tidak lupa membawa beberapa buah telur asin buatannya untuk diberikan kepada Kaysa.
Kaysa membawa Vika berjalan-jalan mengelilingi kota Jakarta dan singgah di beberapa tempat yang menurut mereka asik.
Saat ini mereka sedang berada disebuah mall.
Niat awalnya hanya ingin jalan-jalan saja ternyata mereka membeli beberapa pakaian yang sama dan salah satunya langsung mereka pakai.
Mereka terlihat begitu bahagia jalan bersama dengan pakaian yang sama.
Walaupun pakaian itu hanya kaos biasa yang bahkan harganya pun murah namun tetap terlihat cantik saat mereka pakai hingga tidak jarang beberapa pasang mata nampak kagum melihat mereka berdua.
"Kita kaya kembar tapi tidak sama ya" ucap Kaysa sambil tertawa.
Iksan yang kebetulan berada di sana langsung berlari menghampiri kedua gadis itu.
"Wah kayaknya kita jodoh ya Vik, mall ini kan jauh dari rumah tapi kita bisa ketemu" ucap Iksan saat sudah berada disebelahnya.
"Astaghfirullah Iksan bikin kaget aja sih" tanpa sengaja tangan Keysa langsung memukul kencang lengan Iksan.
"Sakit key, loe mukul dah kaya petinju aja kenceng banget" gerutu Iksan kesal.
"Wkwkkwk,suruh siapa loe ngagetin"jawab Kaysa acuh.
"Vika nanti pulang sama gw aja ya,biar si Keysa pulang sendiri"
"Dih mana bisa begitu, dia pergi sama gw ya pulang juga sama gw" jawab Keysa.
"Ya elah loe gak ada ngalahnya sih Key sama gw, gw lagi pdkt ni susah banget" ucap Iksan
"Salah loe sendiri, dulu waktu dia suka sama loe, malah loe kata-katain, sakarang aja loe kejar-kejar" ucap Keysa kesal.
"Ishh gak usah berisik sih, ayo Key kita pulang aja" Vika menarik tangan Keysa meninggalkan Iksan.
"Dia masih ngikutin gak sih Key,gw males banget ih"tanya Vika pada sahabatnya itu.
Vika pun melihat ke belakang dan melihat Iksan yang masih mengikuti mereka.
"Masih Vik, ayo ngumpet dulu" Keysa menarik tangan Vika masuk kedalam salah satu toko pakaian dalam.
Iksan pun berdecak kesal " masa iya gw masuk kesini sih" batin Iksan bingung.
Vika dan Kaysa yang melihat Iksan hanya berdiri saja di depan pintu masuk toko hanya tertawa.
Karena tidak enak jika hanya numpang bersembunyi mereka pun membeli beberapa setel pakaian dalam lalu keluar lewat pintu samping.
Iksan yang berdiri cukup lama didepan pintu masuk lalu mengedarkan pandangannya mencari kedua gadis itu.
Ia pun berjalan kesmping toko dan ia kesal saat tau kedua gadis itu pasti keluar lewat pintu itu.
"Sial gw dikerjain lagi, awas aja ya loe Vik, gw bakal beneran bikin loe bertekuk lutut sama gw" batin Iksan kesal sambil berjalan menuju parkiran untuk mengambil motornya.
Sementara itu Vika dan Kaysa tertawa terbahak-bahak saat membayangkan wajah Iksan yang kesal.
Sebelum pulang mereka mampir dulu ke kedai bakso yang dulu biasa mereka datangi saat pulang sekolah.
Mereka pun bernostalgia mengingat saat mereka bersama dengan seragam putih abu-abu.
Saat sedang asik makan tiba-tiba saja ada seorang wanita yang menghampiri Kaysa.
"Loe Kaysa kan?" tanya nya
Hmmm
"Oh iya tadinya gw mau kerumah loe buat kasih undangan reuni" ucap wanita itu lalu mengeluarkan dua buah undangan.
"Loe siapa?kok gw lupa ya?" tanya Kaysa
"Gw Dewi, sekertaris waktu dikelas dulu,masa loe lupa sih"ucapnya menjelaskan.
"Oh ..iya" jawab Kaysa
"Sekalian ya tolong kasih ke temen loe yang gendut itu, gw lupa namanya" ucap wanita itu lagi tanpa sadar jika yang ia maksud adalah Vika dan saat ini ia ada didepan matanya.
Kaysa pun langsung mengambil undangan itu.
Setelah gadis itu pergi Kaysa langsung melihat kearah Vika.
"Loe gak apa-apa kan Vik?" tanya nya khawatir.
"Santai aja Kay,gw gak apa-apa kok" jawab Vika sambil tersenyum.
Setelah selesai makan mereka pun langsung pulang,Vika juga tidak lupa membeli dua bungkus bakso untuk dibawa pulang.
Begitu tiba mereka pun langsung buru-buru masuk dan mengunci pintu agar tidak ketahuan oleh Iksan jika mereka sudah dirumah.
Mama Iren yang memperhatikan Keduanya merasa heran.
"Kalian pada Kenapa sih?"tanya mama Iren
"Itu tante takut ketahuan Iksan kalo kita udah dirumah" jawab Kaysa sambil menahan senyum.
"Astaghfirullah kirain kenapa" mama Iren hanya menggelengkan kepalanya.
Kedua gadis itu pun langsung masuk kedalam kamar dan beristirahat.
Tidak lama kemudian terdengar suara motor Ikhsan tiba.
Mereka berdua pun langsung mengintip dari jendela kamar Vika.
"Mukanya keliatan kesel ya" ucap Kaysa
"Iya, biarin aja" jawab Vika sambil berjalan kembali menuju kasurnya.
"Itu hari apa reuniannya Kay?" tanya Vika.
Kaysapun langsung mengeluarkan undangan yang tadi diberikan oleh Dewi.
"Malam minggu ini Vik, loe mau dateng gak?"tanya Kaysa.
"Belum tau Kay"
"Dateng aja yuk, gw mau tau mereka bakal ngomong apa saat liat Vika yang sekarang" ucap Kaysa.
"Gak ah Kay,males gw"
"Ayo dong Vika, datang ya sama gw" paksa Kaysa.
Akhirnya Vika pun menyetujui untuk datang ke acara reunian.
Setelah beristirahat Iksan pun bergegas kerumah Vika
Ia tau jika kedua gadis itu sudah ada dirumahnya.
Mama Iren yang kebetulan sedang berada didapur langsung menuju kedepan saat mendengar suara bel rumahnya berbunyi.
"Assalamualaikum tante,Vikanya ada?"tanya Iksan sambil tersenyum.
"Waalaikum salam warahmatullahi wabarokatuh ada, ayo masuk dulu" Mama Iren pun membuka pintu pagar dan mempersilahkan Iksan untuk masuk dan menunggu di ruang tamu, sedangkan Mama Iren langsung ke kamar Vika untuk memberitahu jika saat ini ada Iksan yang sedang menunggunya di rumah tamu.
Karena mama Iren memaksa akhirnya Vika pun mau menemui Iksan.
"Hai..."sapa Iksan sambil tersenyum.
"Ngapain sih loe kesini terus, kan tadi juga udah ketemu apa gak bosen liat gw terus" ucap Vika kesal.
"Vika, gak boleh ngomong begitu sayang" tegur Mama Iren yang kebetulan mendengar perkataan Vika.
"He..he ..iya maaf" jawab Vika sambil cemberut.
Kaysa yang baru saja selesai mandi langsung ikut bergabung bersama Vika diruang tengah.
"Lah Iksan loe ngapain kesini lagi" ucap Kaysa
Mama Iren hanya menggelengkan kepala melihat tingkah keduanya.
"Vika reunian nanti loe datang gak,kalau dateng sama gw aja ya" ucap Iksan.
"Gak tau,kayanya gw mau balik ke Bandung" jawab Vika asal.
"Yah jangan dulu lah Vik,kita reunian dulu"ucap Ikhsan.
"Gak niat gw San buat ikut acara begituan,lagi juga kan loe pergi sama Rany, ngapain ngajak gw" tutur Vika
"Gak lah, gw males sama dia, msndii gw sama loe aja"
"Loe gak mikir apa San kalau Vika datang bareng loe terus teman-teman bakal bilang apa,kan mereka taunya loe pacar Rany" ucap Kaysa.
"Bener tuh kata Kay, gw gak mau ya dibilang perebut pacar orang" ucap Vika ikut menimpali.
Iksan hanya diam mencerna apa yang di ucapkan oleh Kaysa dan Vika.