NovelToon NovelToon
Mahawira Sang Chiran Jiwin

Mahawira Sang Chiran Jiwin

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Romantis / Fantasi / Pendekar / Fantasi Timur
Popularitas:112.3k
Nilai: 5
Nama Author: deharung

Mahawira adalah penjelmaan dari pecahan jiwa penguasa semesta, kelahirannya bertujuan untuk menegakan keadilan dan kebenaran menolong yang tertindas dan membantu yang lemah.

Dengan sifatnya yang santun dan rendah hati, penampilan yang tampan, tubuhnya yang tinggi serta aroma wangi tubuhnya. Wira selalu menjadi incaran para gadis

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon deharung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch 32. Bergabungnya Sekte Pedang Bayangan

Setelah selesai urusannya dengan beberapa sekte Mahardika menemui Wira yang sedang santai di taman dibagian belakang bangunan.

"Maaf Pangeran mengenai kejadian tadi," ucap Mahardika.

"Tidak masalah, Tuan Kepala Kota," jawab Wira senyum,

"Jangan panggil hamba dengan sebutan tuan, Pangeran, panggil saja paman," ucap Mahardika.

"Baiklah jika itu membuat Paman nyaman," Jawab Wira.

"Apa yang ingin Paman sampaikan menemuiku disini?, katakanlah !" ucap Wira,

"Hamba merasa khawatir dengan sekte Pedang Bayangan," jawab Mahardika,

"Jangan khawatir Paman !, Aku akan berkunjung kesana, untuk menyelesaikan masalah ini," jawab Wira meyakinkan Mahardika.

"Seandainya raja tidak ada, kemudian ada pejuang yang mampu mengorganisir perlawanan melawan penjajah untuk membebaskan rakyat dan kerajaan dari belenggu penjajahan, apa yang paman lakukan?" tanya Wira pada Mahardika.

"Hamba pasti ikut berjuang untuk membebaskan kerajaan dan rakyat," jawab Mahardika.

"Pemahaman yang seperti itu yang mesti paman tanamkan pada setiap relawan, bukan berpikir mencari untung ketika menang.

"Tugas Paman selanjutnya adalah merekrut prajurit dan relawan sebanyak-banyaknya, masalah biaya sudah bisa kita atasi," Wira mengeluarkan lima peti besi besar berisi koin emas, berjumlah seratus dua puluh lima juta.

"Yang perlu paman perhatikan adalah para relawan, mereka berasal dari berbagai macam latar belakang dan kelompok yang berbeda, Paman harus tegaskan pada mereka bahwa tujuan utama kita saat ini adalah membebaskan diri dari penjajah, dan komando ada pada kita, sesuai strategi yang kita terapkan, mereka tinggal mengikuti, perlu juga mereka memahami hirarki kepemimpinan, biasanya para pendekar memilih pemimpin dari yang terkuat, sementara kita mengutamakan kemampuan memimpin karna kerjasama dalam kelompok lebih diutamakan, walaupun kuat itu sangat penting juga," demikian Wira memberi arahan pada Mahardika.

"Terimakasih Pangeran atas pemahaman yang disampaikan membuat wawasan hamba bertambah," ucap Mahardika

"Paman saya mesti melakukan hal penting lainnya, sampaikan pada Paman Sarwadahana dan Paman Kratu agar memimpin para relawan dan sekte yang ingin bergabung dengan kita," ucap Wira terus melangkah pergi.

Sekte Pedang Bayangan..

Wira menghentikan Singa Emas ketika melihat sekte Pedang Bayangan sudah dekat, kemudian melanjutkan dengan berlari cepat menuju sekte.

"Ada keperluan apa berkunjung kesini," ucap murid penjaga gerbang ramah melihat kedatangan Wira.

"Namaku Wira, ingin bertemu dengan Ketua sekte," kata Wira sopan.

"Orang ini tak memiliki aura kultivasi, tapi pancaran wibawanya sangat besar, jangan-jangan sedang menyamar, aku tidak boleh gegabah," batin murid penjaga gerbang.

"Tunggu sebentar akan kami sampaikan pada tetua," jawab penjaga sopan, sambil menyuruh temannya untuk menyampaikan kedatangan tamu.

Sesaat kemudian datang seorang pria paruh baya dari kejauhan menuju gerbang.

Swuuusss...

Pria paruh baya mendarat ringan didekat Wira

"Salam Tetua," murid yang sedang menjaga gerbang memberi hormat.

Tetua sekte mengangguk sambil tersenyum.

"Apakah anda yang ingin bertemu dengan Ketua sekte ?, tanya Tetua sekte pada Wira

"Benar Tetua," kata Wira sopan

"Ada kepentingan apa ingin bertemu dengan Ketua sekte kami ?" tanya tetua lebih lanjut.

"Saya utusan Kepala Kota Awan, ingin menyampaikan pesan secara pribadi pada Ketua sekte," jawab Wira sambil menunjukkan lencana relawan.

"Kalau begitu mari kami antar," kata Tetua sekte sambil melangkah menuju kediaman Ketua sekte.

Sampai dikediaman Ketua sekte, tetua langsung masuk membawa Wira,

"Ketua, ini ada utusan Kepala Kota Awan yang ingin bertemu dengan Ketua," kata Tetua memberi tau.

"Maaf Ketua saya undur diri karna masih ada kegiatan," kata Tetua sopan.

Ketua sekte mengangguk, kemudian mempersilahkan Wira duduk,

"Bagaimana kabar Kepala Kota Awan ?, kudengar dia merekrut prajurit dan relawan untuk melawan penguasa baru, dan dari berita yang beredar Baginda Raja masih hidup, bisakah engkau menceritakan kebenarannya ?" tanya Ketua sekte.

"Kedatangan saya kemari memang berkaitan dengan pertanyaan Ketua sekte, namun sebelum itu bolehkah saya bertanya satu hal pada Ketua ?" wira bertanya sopan

"Silahkan Anak Muda," jawab Ketua

"Nama saya Mahawira, maaf sampai lupa memperkenalkan diri"

"Lanjutkan..." kata Ketua melalui isyarat tangan

"Seandainya raja sudah tidak ada, atau seandainya ada tapi beliau tidak tertarik memperjuangkan kerajaan dan nasib rakyat yang tertindas apa yang Ketua lakukan?" tanya Wira.

"Setelah belajar dari kesalahan yang kami lakukan, akhirnya kami sadar bahwa pilihan kami untuk tidak ikut berjuang adalah kekeliruan besar, tetapi untuk berjuang membebaskan kerajaan perlu juga orang yang memiliki darah raja agar bisa diakui semua kalangan yang ikut berjuang, pemikiran itulah yang menyebabkan kami hanya ikut berjuang jika dipimpin oleh raja atau garis keturunan Raja." kata Ketua sekte

"Artinya jika tidak ada raja atau keturunan raja yang memimpin Ketua memilih untuk tetap dalam belenggu penjajah, rela untuk diperlakukan layaknya budak ?"

Ketua sekte bengong mendengar kata-kata Wira, kesadarannya akan kebenaran mulai tersentuh.

Wira melanjutkan..

Sesungguhnya pemikiran yang Ketua utarakan muncul dari rasa iri yang tersamar, misalnya jika perjuangan ini berhasil menang maka yang memimpin kerajaan bukan dari keluarga raja, memang kenapa jika kerajaan dipimpin oleh raja baru yang tidak memiliki darah bangsawan ?,

sepanjang mampu bersikap adil mampu menjaga kedamaian dan bertindak atas nama kebenaran, bukankah sesungguhnya ini kewajiban seorang pemimpin ?.

Katakanlah jika keturunan raja yang memimpin tapi tidak mampu bersikap adil, tidak mampu menjaga kedamaian, dan bertindak sewenang-wenang apa ini bisa diterima ?

"Sulit mencari pemimpin yang benar-benar mampu bersikap adil dan selalu berlaku benar, siapapun baik dari keturunan raja atau bukan tetap berpotensi untuk baik atau buruk, kenapa lantas tidak memilih yang memang memiliki darah raja," kata Ketua berargumen

"Maaf Ketua..., saat ini pilihannya bukan siapa yang akan jadi raja nanti, tapi apakah kita ingin membebaskan diri sekarang, jika kita ingin membebaskan diri dari kekejaman penjajah mari kita galang kekuatan untuk menang, perkara siapa yang akan menjadi raja nantinya itu bisa kita pikirkan nanti.

Menjadi bebas untuk hidup di negeri sendiri itu saja tidak kita dapatkan, pencurian dan perampokan dimana-mana, pajak mencekik leher, penguasa berlaku semena-mena, banyak wanita diambil paksa jadi budak penguasa, bahkan aliran sesat ikut memperkeruh suasana dengan ikut berlaku kejam, jika kita diam maka keadaan ini akan semakin parah dan sangat mungkin akan menimpa keluarga kita pada akhirnya." kata Wira menegaskan.

"Baiklah aku akan bergabung dengan relawan, membantu perjuangan melawan penjajah, tapi sebelum itu aku ingin bertanya tentang konsep kepemimpinan yang baik menurut kamu,"

"Setiap orang punya kelemahan termasuk raja, maka dari itu penting untuk membuat aturan bagi segenap orang yang hidup di kerajaan, berlaku bagi penguasa, bangsawan dan rakyat. Sehingga tidak ada dominasi penguasa, dominasi bangsawan atau dominasi dari yang kuat pada yang lemah.

"Tetap saja ada kekuatan besar yang sangat mendominasi agar peraturan bisa ditegakkan,"

kata Ketua makin penasaran

"Benar....tapi kekuatan besar yang tunduk pada aturan jauh lebih baik dari pada hukum rimba, yang kuat memangsa yang lemah, seperti saat ini, orang biasa takut pada kultivator karna mereka lemah, rakyat takut pada bangsawan karna mereka punya kekuasaan dan seterusnya, banyak lagi fakta yang lain," jawab Wira berlogika.

"Bisa saja peraturan yang dibuat menguntungkan para penguasa dan merugikan rakyat juga pada akhirnya,"

"Kemungkinan seperti itu bisa jadi ada, untuk itu penting ada kontribusi dari para pemikir yang punya sifat mulia yang berasal dari sekte, dari pembesar, dari kelompok pedagang, pendeknya dari segenap elemen masyarakat.

Para pemikir ini menjadi penasehat bagi raja untuk membuat peraturan yang menjadi rambu-rambu dalam menjalani kehidupan dalam masyarakat kerajaan ini,"

"Siapa yang bisa menjamin bahwa itu bisa terjadi ?" kata Ketua sekte

"Saat relawan mendaftar ajukan usulan itu agar rakyat terjamin keselamatannya, terlindungi hak-haknya dan bisa nyaman menjalani hidupnya, untuk menjadi relawan juga tidak mudah mereka harus sepakat dengan syarat yang kami ajukan, misalnya punya integritas, tidak mencari keuntungan dalam berjuang dan tunduk pada hirarki kepemimpinan," demikian Wira menjelaskan segalanya pada Ketua sekte.

"Wira usiamu masih sangat muda tetapi pemikiranmu demikian luas dan berlogika, siapa sebenarnya kamu?" tanya Ketua sekte penasaran.

"Sebelum itu saya ingin menyampaikan bahwa utusan yang Ketua sekte kirim ke Kota Awan terluka, dan yang melukai adalah saya sendiri," kata Wira lantas menjelaskan kejadiannya.

Jika demikian Argadana memetik buah dari prilakunya yang penuh emosi.

"Mengenai diri saya....," belum sempat Wira menuntaskan ucapannya.

"Argadana datang....."

"Argadana terluka....."

Di luar murid-murid sekte ribut dengan kedatangan Argadana yang datang dengan tubuh cacat.

1
DebU kAKi
mantap
Naga Emas
serundeng wangi menceritakan bahwa dia sayang dgn wira
ciru
pengen baca cerita ini tp kelihatanya udah hiatus gak ada kelanjutannya
DebU kAKi: hilang semangat menulisnya hee
total 1 replies
anggita
okey thor, smoga sukses novelnya.. 👌
anggita
cendana... kya nama sebuah keluarga yg terkenal di masa orba 😁
Sang_Penyendiri: Awas... Kang Bakso nanti lewat lho, Mbak Anggit... Wkwkwk
total 1 replies
anggita
nama jurusnya keren..
anggita
rsi bergunatha., 💥
anggita
nama tingkatan tekniknya banyak juga yah👌👏 oke lah..
anggita
👍 like dukungan utk cerita silat lokal.. 👌
anggita
rumah makan sedap,, 👍
anan
hadir k🤗
Dehan
aku kasih vote ya thor.. semangat up thor
DebU kAKi: makasih kak
total 1 replies
Maya●●●
halo kak salam kenal.
aku mampir nih.
mampir juga di karyaku ya😊😊
Mo chi
hanya author lah yg tau...🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Faiza
kemana,,,,dimana,,,,,,,,,,!!!! kok gak ada,,,,,, hehehe
Faiza: Iyo,,,Iyo,,, hehehe moga sehat 🤗
total 2 replies
Dehan
ditunggu up nya thor..
aku kirim mawar yahhh
DebU kAKi: makasih kk
total 1 replies
Dehan
Memandang tajam..
padahal kesemsem tuh pemimpinnya..
Dehan
Hadehhh dibaca dari judulnya udh serem kirain tertangkap gimana
ternyata oh ternyata 😂
Dehan
Kasihan juga sama anak2nya pangestu yg bermohon mohon
Dehan
Dihukum kalo menurutku 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!