NovelToon NovelToon
Paman, I Love You

Paman, I Love You

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Romansa
Popularitas:27k
Nilai: 5
Nama Author: fieThaa

Kemandirian Nayanika Gentari Addhitama mulai terkikis karena seorang lelaki yang 10 tahun lebih tua darinya, Erza Naradipta. Pesona lelaki yang dipanggil paman itu tak terbantahkan. Demi sebuah benih suka yang tumbuh menjadi cinta membuat Nika rela menjadi sosok lain, manja dan centil hanya untuk memikat lelaki yang bertugas menjaganya selama kuliah di luar negeri.

Akankah cinta Nayanika terbalaskan? Ataukah Erza hanya menganggapnya sebagai keponakan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fieThaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. Hanya Sebuah Oase

Di dalam kamar seorang gadis tengah memeluk kedua kakinya yang ditekuk di dalam kegelapan. Banyak yang tengah dia pikirkan. Terutama kejadian di restoran.

"Keponakan," gumamnya dengan senyum yang begitu tipis. Dadanya mulai terasa sakit.

Hembusan napas sangat kasar dikeluarkan. Gadis cantik itu mulai turun dari ranjang dan menuju jendela kamar yang tertutup gorden. Melipat kedua tangannya di atas dada dengan pandangan lurus ke depan.

"Perihal perasaan jangan tanya sama gua. Tapi, percaya sama intuisi dan hati yang lu miliki."

Remaja dingin itu jika tengah berbicara serius akan menjelma menjadi sosok yang sangat dewasa. Itulah yang membuat Nika berani bercerita tentang perasaannya kepada Elang. Bahkan kepergiannya tadi dari restoran dibantu oleh cucu dari Restu Ranendra. Dia meminta kepada Elang supaya tak ada yang bisa melacak dirinya. Dengan kemampuan yang Elang miliki Ezra dan anak buahnya begitu kelabakan.

Gadis itu kembali mencerna ucapan Elang. Apa yang dikatakan remaja lelaki itupun begitu menyimpan banyak teka-teki. Terkadang membuat Nika pusing sendiri.

Jika, sang pengawal masih memiliki rasa kepada wanita yang dia sendiri tak tahu siapa namanya, pasti tak akan menjelma menjadi manekin hidup yang bebawa kulkas. Sikapnya pun pasti akan lembut. Tapi, nyatanya lelaki itu bersikap garang dan tak tersentuh sama sekali. Mulutnya pun penuh dengan bisa yang sangat mematikan.

Kegalauan pun melanda. Antara sayang dan sakit ternyata beda tipis. Terlalu sulit untuk membedakannya.

Keluar dari kamar sudah ada roti bakar di meja. Senyum pun melengkung indah. Ezra masih menyiapkan sarapan untuknya. Namun, lelaki itu tak nampak. Biasanya ada di ruang depan ataupun menemaninya di meja makan. Diperiksa ponsel yang digenggam. Tak ada pesan darinya. Biasanya akan ada alasan kenapa dirinya tak ada di apartment ketika pagi.

"Nona, bos berpesan kalau hari ini tidak bisa mengantarkan. Ada pekerjaan dadakan," lapor anak buah Ezra ketika Nika baru keluar dari apartment.

"Tapi, boss menyempatkan membuat sarapan untuk Nona sebelum Beliau pergi."

Hatinya mulai sedikit menghangat mendengarnya. Walaupun tak banyak berkata, sosok Ezra banyak melakukan tindakan yang di luar ekspektasinya.

Meilan dan Lucy mengajak Nika untuk pergi ke mall selepas kampus selesai. Sang gadis menyetujuinya. Selama enam bulan di Beijing dia tak pernah hangout bersama kedua temannya. Sekarang waktunya yang tepat. Ditambah hari ini dia akan diantar dan dijemput oleh anak buah Ezra. Lebih bebas dan tak ada yang protektif. Nika pun sengaja berbohong dan mengatakan jika dirinya ada tugas dadakan. Itupun sudah sekongkol dengan anak buah Ezra yang lainnya.

Masuk ke dalam mall dengan rona bahagia. Layaknya anak gadis pada umumnya yang suka dengan canda tawa. Tetiba Lucy menghentikan langkah hingga membuat Meilan dan Nika yang ada di belakangnya ikut berhenti.

"Kenapa?" Lucy tak menjawab pertanyaan Meilan. Melainkan menunjuk ke arah dalam toko.

"Bukannya itu paman kamu, Nika?"

Pandangan Nika kini tertuju pada wanita cantik yang tengah menunjukkan cincin yang tersemat di jari manis kepada lelaki yang memakai pakaian formal yang sangat familiar.

"Itu pacarnya?" Nika hanya diam saja dengan mimik yang sudah berbeda.

"Cantik loh."

Tanpa kata gadis itu melanjutkan langkah hingga kedua temannya memanggil namanya. Dan itu membuat lelaki yang ada di dalam toko perhiasan menoleh.

Di sinilah Nika sekarang. Di food court mall. Dia menyuruh kedua temannya untuk memesan makanan untuknya. Sedangkan tangannya tengah mengetikkan sesuatu.

"Paman lagi di mana?"

Seharian ini lelaki itu tak memberinya kabar. Seperti kembali ke mode awal kenal. Tak menunggu lama pesan balasan masuk.

"Saya sedang meeting."

Nika tersenyum kecil membaca pesan yang dikirimkan Ezra. Gadis cantik itu membuang napas teramat kasar. Sebuah pesan baru kembali masuk. Kini, dari Lucy. Di mana dia mengirimkan foto Ezra tengah berjalan mesra dengan wanita yang tadi ada di toko perhiasan.

"Dari satu kebohongan pasti akan muncul kebohongan lainnya."

Gadis cantik itu sudah berada di kamar. Mematikan lampu dan berdiri di depan jendela yang tertutup gorden. Dia tengah memikirkan apakah perasaannya harus dilanjutkan atau dicukupkan.

"Keponakan dan meeting," gumamnya dengan raut penuh kepedihan.

Ponselnya hidup dan nama Ezra tertera di sana. Namun, Nika memilih mengabaikan. Hari ini dia merasa dilambungkan. Lalu, dijatuhkan. Begitu sakit yang dia rasakan. Dan tak ingin mendengar kalimat penenang yang penuh kedustaan.

.

"Selamat pagi!"

Suara khas seorang Ezra Naradipta terdengar. Kali ini tak membuat hati Nika menghangat. Ezra sudah menarik kursi untuk Nika duduki.

"Sarapan berat hari ini."

Nika tak menjawab karena dia tahu semalam Ezra datang ke apartment dan bertanya kepada salah satu anak buahnya perihal dirinya.

"Setelah pulang mengerjakan tugas, Nona Nika langsung masuk kamar. Makanan yang Bos pesankan pun tak dimakan."

Tak ada obrolan sama sekali di sana. Sesekali Ezra menatap Nika yang begitu datar menikmati nasi goreng buatannya. Tak se-excited biasanya. Belum juga habis, gadis cantik itu sudah mulai berdiri dan hendak membawa piring ke wastafel. Namun, dengan cepat Ezra melarang.

"Biar saya yang cuci."

Sikap Nika kali ini benar-benar berubah. Tak ada kebawelan atau tingkah random yang biasa dilakukan di mobil. Hanya keheningan yang tercipta. Baru saja turun dari mobil dia bertemu dengan seorang wanita yang sudah pernah bertemu.

"Keponakannya Dipta. Kamu kuliah di sini?" Nika melengkungkan senyum kecil penuh keterpaksaan.

"Wah kebetulan sekali," tambahnya dengan raut bahagia.

"Kebetulan?" tanya Nika dengan wajah penuh kecurigaan.

"Saya dosen baru di sini. Dan hubungan kita sebagai Tante dan keponakan bisa lebih dekat lagi."

"JANGAN HARAP!"

Hari ini Nika sangat tak bersemangat. Berjalan pulang dengan langkah gontai. Tubuhnya menegang ketika melihat sebuah pemandangan di depan. Dosen perempuan dan sang pengawal sedang berbincang. Di mana tangan sang perempuan memegang tangan pengawalnya yang tampan.

Melihat Nika sudah berdiri tak jauh darinya, Ezra segera mengibaskan tangan Allana yang ada di lengannya. Menghampiri gadis yang masih berdiri di tempat yang sama dengan tatapan yang begitu datar. Tangannya hendak disentuh oleh Ezra, tapi dengan cepat dijauhkan oleh Nika.

"Jika, tak mampu profesional, berhentilah!"

Ucapan Nika kali ini begitu dingin dan tajam hingga membuat Ezra terdiam.

"Sama halnya dengan Nika yang akan menghentikan ketidakprofesionalan kita sebagai paman dan keponakan."

Klakson mobil di belakang mobil yang Ezra berbunyi. Nika memilih pergi dengan pengawal yang lain dibandingkan dengan Ezra.

"Nika!!"

Tak ada daya untuk menoleh. Tak ada kekuatan untuk memutar badan. Terus melangkah menuju mobil yang sudah bersiap membawanya pulang. Dia membuka tas, diraihnya sebuah undangan yang berwarna merah.

"Tiga hari lagi aku dan paman kamu tunangan. Kamu bisa datang kan?"

Nika menyandarkan tubuhnya di jok mobil dengan mata yang terpejam. Rasa perih mulai terasa.

"Ternyata hanya sebuah oase. Bahagianya sedetik, selebihnya hanya rasa sakit."

...**** BERSAMBUNG ****...

Masa sih enggak mau komen? Mau dikasih double up enggak?

1
nonaleutik
bahhh kabur ke mana lagi nihh si niknik
wes angel klo udh dalam pengawasan elang kaga bakal bisa nemuin dah ntar si paman🤭
NadiraDira
nikaaaa.....mau kemana....
Salim S
dua orang yg sama-sama saling mencintai tapi sama-sama terluka
Wiwin Winarsih
elang bukan nih yg bawa nika terbang...
Yeni Yeni123.
rasain tuh....ga tegas sih jd cowok , di tinggal deh....
Lusi Hariyani
ternyata nika bs bersikap dewasa
sum mia
laahhh..... Nika beneran pergi . entah seperti apa nanti kecemasan , kepanikan , dan kekecewaan yang Ezra rasakan . barulah dia akan sadar bagaimana perasaan yang sebenarnya pada Nika .
dan .... kira-kira Nika pergi ke mana ya .

lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍
Diana Nur
jd melow nih😭😭😭😭😭
Tanti Retno Wati
ah sedih nya
El Dzaky
kok jadi sedih sih/Sob//Sob/
Nurminah
ah meleyot hati ku
Tanti Retno Wati
ya ampun zra kmu ko GK peka banget
Tanti Retno Wati
lanjut
Rahmawati
gimana sih paman jd bingung sm sikapnya
Gaishan Ahzar
dah Nika jangan mau terus bertahan disituasi begini,mending berhenti ngejar c Ezra fokus ma pendidikan za cuekin balik c Ezra...ternyata c Ezra masih gamon ma masa lalunya yg jelas2 dah pernah nyakitin dia/Smug//Smug/
sum mia
sumpah.....aku geregetan banget sama si Ezra . yang terlena dengan masa lalunya . pengen tak getok aja tuh kepalanya biar gegar otak sekalian . nanti setelah Nika menjauh dan pergi baru tau rasa , baru menyesal dia .

lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍
sum mia: di tunggu double up nya kak.....😍😍😍
total 1 replies
Riris
mudah2n kesalahpahaman ini cepat berlalu ya nika😔
Lusi Hariyani
beneran tunangan apa vm sandiwara nich
ria rosiana dewi tyastuti
jangan2 ni akal2an tua bangka bangkotan itu siapa tu.....kakek siapa tu....namanya
Saadah Rangkuti
jadi mewek aku 😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!