Min jiana, gadis cantik yang berprofesi sebagai ketua mafia terkenal di kota A
pengkhianatan membuatnya harus menemui dewa, namun siapa yang menyangka jika dewa malah menolaknya begitu saja, neraka membuangnya dan syurga?, tentu saja tak akan menerima manusia yang berlumuran dosa, hal yang semakin menyulitkan adalah ia di buang ke tubuh gadis lemah, jiwanya terdampar di dunia antah berantah, perjalanan waktu menggantikan gadis lemah yang mati dengan penyesalan, meskipun sudah tak ingin mengarungi drama kehidupan ia harus tetap hidup dengan satu misi, yaitu mengurangi dosa agar bisa menuju neraka dengan tenang, sangat memalukan jika kau tak di terima di manapun, bahkan neraka yang merangkap tempat para pendosa menolak kehadirnaya, benar benar nasib yang malang, kehilangan orang tua sejak muda dan pas mati pun tak ada yang menerima keberadaanya, di paksa hidup untuk menjalani misi pengurangan dosa, menyedihkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auliya Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab32#
Mian Li melangkah dengan cepat menjauh dari istana, dalam diam ia terus bergerak dan menembus kegelapan malam melompat dari dahan satu ke dahan lainya benar benar menyenangkan, tak menyangka jika ia benar benar bisa melayang seperti ini, hidup di masa kuno seperti ini ternyata punya sensasinya tersendiri, huh baik lah saat ini Mian Li harus fokus menuju hutan terlarang dan keterbatasan barat secepatnya
"Ini sangat keren, aku tak menyangka jika aku benar benar merasakan perasaan seperti ini, beberapa keuntungan hidup di dunia kuno" Ia terkekeh pelan, ini sangat keren dan ia terkejut dengan apa yang ia temukan di sini
Ia hidup di masa moderen dan di masanya semua bergantung pada kemapuan tangan dan kecepatan kali, Ilmu ajaib seperti ini seperti dongeng di masanya, yang ia tau jika pistol lebih cepat bergerak daripada mulut manusia
Peringan tubuh, sihir dan kekuatan kultivasi semua hanya omong kosong dan orang bodoh pun Yan akan percaya dengan itu, akan tetapi ia di beri kesempatan untuk melihat dan bahkan menikmatinya juga, ini sangat mengagumkan di mata manusia moderen seperti Min Jiana ini
"Aku harus memperkuat kultivasi ku dalam waktu sesingkat mungkin, hal di perbatasan mungkin tak bisa menunggu lebih lama lagi, jangan menunda hal baik lebih lama lagi Min, kah tau kan?, semakin cepat ini selesai maka jalan menuju neraka akan di permudab" Ia membatin, ia sudah bertekad dan siapapun tak bisa menghentikannya
Selain ia harus memperkuat tingkat kultivasi ia harus segera ke kota perbatasan untuk menjalankan misi, ada banyak nyawa yang di pertaruhkan di sana, semakin banyak ia membantu maka semakin dekat ia dengan neraka
Ia berjalan dengan cepat, dari kejauhan ia dapat mendengar suara keributan dari hutan gelap itu, Mian Li mengerutkan keningnya, orang bodoh mana yang berkelahi di tengah malam seperti ini, mereka pasti sangat kekurangan pekerjaan, namun sayang rasa penasaran lebih besar dari rasa tak ingin taunya,
Mian Li memilih mendekat, melihat dari dekat seseorang yang dengan bodohnya bertarung di tengah malam, Mian Li dapat melihat jika seorang menggunakan pakaian bangsawan sedang di cegat oleh bandit gunung Wei yang terkenal kejam itu, apakah para bandit itu lembur?, saat tengah malam pun ia harus bekerja, sepertinya para bandit ini memiliki kesulitan ekonomi, si pria itu nampak kewalahan setelah pertarungan tak seimbang itu, ia menghela nafas pelan dan melangkah mendekat ke arah si pria, yah tentu saja saat si pria itu mengalahkan para bandit, ia tak ingin mengotori tanganya dengan darah bandit tak berguna itu
"Jangan menganggu dia lagi pergilah" Ia berucap dnegan wajah datar, beberapa lawan sudah terbaring tak berdaya, dia cukup berkemapuan hanya menyisakan beberapa orang
Ia kalah jumlah dan dalam keadaan yang tidak baik, penjahat memiliki banyak alasan untuk membenarkan hal yang ia lakukan
"Kau"
"Jika tak ingin mati maka pergilah, aku akan melepaskan mu, lain kali kau bisa menyelidiki siapa yang ingin kau rampok" Ia berucap pelan, pria yang di keliling perampok dia memang cukup malang
Di hadang begitu banyak bandit dan bahkan jatuh dalam kondisi yang begitu menyedihkan ini sangat melukai hati nurani seorang Mian Li yang baru saja muncul
"Di saat kau mengatakan pergi apakah kamu harus mematuhinya?"
"Tentu saja, jika tidak maka tidak ada pilihan selain mati" Ia mengibas tanganya dan beberapa penjahat terlempar beberapa meter
Ia mengerjap pelan, ini benar benar keren, dalam beberapa waktu ini ia hanya belajar teori saja, siapa sangka saat di praktekan juga tak begitu sulit ini keren
Melihat keadaan yang bahkan tak bisa mereka kendalikan sekelompok bandit itu hanya dia kabur untuk menyelamatkan diri, gadis yang datang jelas saja bukan gadis biasa yang bisa mereka lecehkan
Setelah para bandit peri Mian Li melangkah mendekati pria yang bahkan sudah memejamkan matanya itu
"Hey bangun lah" Mian Li menepuk pelan pipi si pria bangsawan pelan,
"Dia terkena racun Chii" Mian Li bergumam pelan setalah memeriksa keadaan si pria, racun Chii adalah racun yang berjenis bubuk, umumnya si menghirup akan merasa kaku dan perlahan melemah dan berakhir dengan kematian, racun ini adalah racun yang sangat mudah menyebar, beruntung belum sampai ke jantung sang pria, Min segera menyalurkan tenaga spiritualnya, meracik obat pun sudah tak sempat karena ia hanya memiliki sedikit waktu agar si pria tetap bertahan hidup, setelah hampir 1 jam menyalurkan tenaga spiritual akhirnya sang pria memuntahkan seteguk darah hitam, tubuhnya sudah merasa sedikit kelelahan karena terlalu lama menyalurkan energi pada si pria
"Syukurlah racun telah keluar, kau ini pria malang yang beruntung karena bertemu dengan ku yang baik hati dan suka menolong ini" Mian Li menarik nafas lega, setelah mengalir kan tenaga itu tubuhnya terasa sedikit lemah, min meraih sebotol pil dan memasukan ke dalam mulut sang pria,
"Tunggulah di sini, aku akan mencari tumbuhan obat untuk luka mu" Mian Li berucap setelah pria sadar,
Sang pria hanya menatapnya tampa mengatakan apapun, min perlahan menjauh, mencari rumput Ruzela dan jamur Tin untuk mengeluarkan sisa racun di tubuh sang pria, beruntung kedua ramuan itu tumbuh di sekitar tempat keduanya beristirahat
"Bertahanlah ini akan terasa sedikit perih" Ucap min sambil memakaikan ramuan yang telah ia tumbuk, menempelkan kedua ramuan itu ke luka yang ada pada lengan dan kaki si pria
"Agh" Ringis pria itu, daun Ruzela memiliki getah yang membuat rasa gatal, dan jika di
campurkan dengan jamur Tin maka akan terasa sangat menyakitkan, yah namanya obat pasti gak ada yang enak
"Bertahan lah, sedikit lagi" Mian Li berucap lagi, setelah menyelesaikan pengobatannya ia segera berdiri dari duduknya,
"Beristirahat lah, kau akan lebih baik besok"
"Terimakasih atas bantuan mu nona" Ucap si pria pelan bahkan tubuhnya terlalu lemah untuk membungkuk,
"Simpan terima kasih mu itu, keluar dari hutan ini secepatnya karena hutan ini cukup berbahaya, ini adalah kawasan gunung Wei"
"Siapa nama mu? Aku berharap kita bisa bertemu di masa depan" Ucap si pria menatap Mian Li yang sibuk memasangkan obat racik itu ke luka luka yang berada di tubuh sang pria
"Panggil saja Mian" Mian Li beranjak menjauh meninggalkan hutan,
Perjalan Mian Li kali ini memang cukup jauh ia harus bergerak cepat perbatasan barat bukanlah tempat yang dekat, ia akan sampai di hutan larangan setidaknya saat fajar menyingsing, ia harus bergerak cepat semakin cepat sampai di hutan maka akan semakin cepat meningkatkan kultivasi.
penasaran aja ceritanya mau dibawa kemana...
Thor tlg tanda baca dan perhatikan tulisan dan ejaannya,,,bingung bacanya