NovelToon NovelToon
Dendam Di Balik Pernikahan

Dendam Di Balik Pernikahan

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Patahhati / Balas Dendam / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Konflik Rumah Tangga-Pembalasan dendam / Tamat
Popularitas:278.1k
Nilai: 5
Nama Author: Bunga ma'ruf

Bercerita tentang seorang wanita yang bernama Raya menikah dengan seorang pria bernama Dion, Raya di nikahi oleh Dion tidak lain hanya untuk balas dendam akibat dari perselingkuhan yang di lakukan Raya di masa lalu dengan sahabat Dion yang bernama Rian.

Dion memperlakukan Raya seperti hal nya seorang pembantu, bahkan untuk memenuhi hasrat balas dendamnya Dion menikahi Sekretaris nya yang bernama Maya dan menyuruh Raya untuk menonton semua adegan malam pertama nya dengan istri mudanya.

Bagaimana nasib Raya selanjutnya? apakah dia bisa bertahan dengan rumah tangganya yang penuh dengan drama itu.
Baca terus kelanjutan ceritanya ya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunga ma'ruf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lupakanlah masa lalu

Sesampainya Raya di depan rumah sakit tempat suaminya di rawat, segera dia melangkahkan kakinya menuju kamar yang di huni oleh sang suami.

Tetapi di tengah perjalanan Raya bertemu dengan asisten pribadi suaminya yaitu Ruben, dia memutuskan untuk menyapanya terlebih dahulu.

" Ruben apa yang kamu lakukan disini?" Raya bertanya dengan pertanyaan sederhana tapi Ruben merasa agak susah untuk menjawabnya.

" Ehhmm...saya di panggil sama tuan muda karena ada pekerjaan yang harus saya kerjakan malam ini." Ruben menjawab agak sedikit gugup

" Oh begitu, ngomong-ngomong mas Dion cerita sesuatu tentang kenapa dia pingsan tidak?" tanya Raya lagi

Aduh apa yang harus aku katakan pada nyonya kalau ternyata tuan muda sudah tahu gangguan apa yang sedang dia derita.

" Tidak nyonya, tuan tidak cerita apa-apa" jawab Ruben dengan perasaan bersalah karena telah berbohong.

" Syukurlah kalau dia tidak mengungkit tentang gangguan apa yang sedang dia derita." bernapas lega

" Maaf Nyonya kalau boleh saya tahu memangnya apa dampak dari tuan muda mengetahui gangguan yang dia derita?" Ruben mengajukan pertanyaan yang mengganjal di dalam hatinya

" Mungkin tidak ada efek dia mengetahui gangguannya karena masalahnya tidak disana melainkan di ingatannya yang telah terkubur, aku takut kalau mas Dion ingat kejadian tiga tahun yang lalu maka kejiwaannya akan tergunjang kembali." jelas Raya dengan sorot mata nanarnya

Sebenarnya apa yang terjadi pada tuan muda tiga tahun yang lalu harus aku selidiki terlebih dahulu jika kejadian itu bikin tuan muda traumatis maka aku akan menghapus segala sesuatu yang bisa membuat tuan mengingatnya.

batin Ruben

" Ruben aku berpesan sama kamu, tolong sebisa mungkin cegah agar tuan muda tidak mengingat kejadian tiga tahun lalu kalau bisa beri dia selalu kesibukan agar dirinya hanya fokus pada pekerjaan tidak ke yang lain." lanjut Raya

" Baik nyonya saya akan berusaha menjaga tuan muda agar selalu fokus kepada pekerjaan dan tidak mencoba mengingat masa lalunya" Ruben mencoba memberi pernyataan yang bisa membuat nyonya mudanya bisa tenang.

" Baik, Terima kasih Ruben, kalau begitu aku pamit dulu mau ke kamar mas Dion" setelah selesai berbicara segera Raya meninggalkan Ruben dan menemui suaminya di kamar rawatnya.

tok... tok... tok... (suara ketuk pintu) "Masuk" terdengar jawaban di dalam kamar, Raya memutar kenop pintu perlahan kemudian masuk ke dalam kamar suaminya.

" Sayang akhirnya kamu datang juga, aku sudah merindukanmu sepanjang hari ini, barusan kamu pergi kemana?" tanya Dion dengan mimik muka penuh penasaran.

" Ah tadi aku ada sedikit urusan sama Sophia, kamu tenang saja semuanya sudah beres kok" jawab Raya dengan tempo yang cepat karena jantungnya berdegup dengan kencang ketika mendengar pertanyaan dari Dion.

Melihat bahasa tubuh yang di tampilkan istrinya dia sedikit curiga bahwasanya istrinya menyembunyikan sesuatu darinya. Walaupun demikian Dion berusaha bersikap tenang dan kalem agar istrinya bisa nyaman berada di sampingnya.

" Oh begitu syukurlah, sini sayang kamu duduk di sampingku, aku ingin dekat-dekat sama kamu." panggil Dion

Kenapa Dion nampak aneh sekali, tidak biasanya dia bersikap semanis ini, apa ini efek dari dia pingsan tadi ya. Raya bertanya-tanya di dalam hati sambil mematung di tempat

" Sayang sini! kenapa diam saja? apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Dion

" Oke aku akan kesana" Raya berjalan mendekati suaminya dan duduk di sebelah ranjangnya

" Tadi kamu sudah bertemu dokter?" tanya Raya balik

" Sudah " jawab Dion singkat

"Apa katanya? kamu tidak mengalami gangguan apa-apa kan?" tanya Raya memastikan

" Tenang sayang aku baik-baik saja, dokter bilang penyebab aku pingsan karena kecapean." jawab Dion

" Syukur lah kalau kamu tidak apa-apa, oh ya kamu sudah makan belum?" Raya mencoba untuk basa basi

" Belum, karena aku nunggu di suapin sama kamu." goda Dion di barengi dengan kedipan mata

Raya melihat tingkah laku suaminya merasa geli sendiri.

" Mas kamu kenapa sih jadi seperti ini kayak bukan kamu aja." tanya Raya sedikit risih

" Aku heran sama kamu di baikin salah di jahatin apalagi, memang hati wanita itu sulit untuk di tebak." keluh Dion

" Maksud aku enggak kayak gitu, gimana ya aku jadi bingung sendiri buat menjelaskannya." Raya nampak frustasi berhadapan dengan suaminya

Dion tersenyum melihat gelagat istrinya itu "Kamu nampak manis kalau lagi bingung, aku baru sadar bahwa ternyata semua yang ada dalam diri kamu tidak ada satupun yang tidak aku sukai, maaf sayang kalau dulu aku sudah bertindak sewenang-wenang sama kamu padahal hati aku tidak pernah membenarkannya hanya saja rasa ingin membalas begitu sangat kuat sehingga aku larut di dalamnya." ujar Dion dengan tertunduk lemas

" Mas jangan bicara seperti itu aku sudah memaafkan semuanya, sekarang mari kita menutup luka lama dan membuka lembaran baru agar rumah tangga kita bisa menjadi sakinah bukankah itu yang di impikan oleh kebanyakan orang" Raya berusaha menghibur suaminya sambil mengusap lembut lengannya.

" Kamu benar sayang tapi ada yang masih mengganjal di dalam hati aku" ungkap Dion

" Apa itu " Raya sedikit gusar

" Aku merasa penasaran dengan apa yang di katakan Rian tentang dirimu yang tidak bersalah, kamu tahu apa maksud dari perkataan nya?" tanya Dion sambil menatap lekat istrinya

" Ah itu Rian mungkin hanya asal bicara saja sebaiknya mas jangan terlalu menanggapinya dengan serius." elak Raya

" Tapi setelah aku pikir lagi ada satu kejadian yang tidak aku ingat sebelum aku memergoki kamu dan Rian berpelukan di atas ranjang, Raya tolong kamu ceritakan sebenarnya apa yang terjadi?" Dion mencoba memelas

" Mas dengarkan aku baik-baik apapun yang terjadi di masa lalu kita itu sudah tidak penting lagi karena yang terpenting saat ini adalah kita bisa menerima satu dengan yang lain apapun kelebihan dan kekurangannya, sebaiknya mas jangan lagi mengulik rasa sakit di masa lalu jika mas masih menginginkan rumah tangga kita tetap utuh dan harmonis, aku mohon jangan pernah mengulik lagi masa lalu." Raya memberikan penekanan di kalimat akhir untuk menunjukkan bahwa kalimat itu yang harus di perhatikan oleh Dion.

" Baiklah sayang jika itu yang terbaik untuk hubungan kita" sambil mengusap lembut pipi Raya

Maaf sayang aku tetap harus menyelidiki masa lalu kita karena semakin kamu melarangnya maka semakin penasaran aku di buatnya, apapun yang terjadi aku berjanji tidak akan pernah meninggalkanmu.

" Oh ya mas, ngomong-ngomong dari tadi aku tidak melihat Maya dia ada dimana?" tanya Raya yang baru sadar kalau madunya tidak berada di samping suaminya

" Aku meninggalkan dia di mall" Dion menjawab dengan santainya

" Lah kok bisa? bukannya tadi mas mengantar Maya shoping di mall?"

" Aku bosan berduaan sama Maya, di sana aku merindukanmu makanya aku pergi meninggalkan dia malah di parkiran mall aku bertemu dengan Rian." jelas Dion

Mendengar pengakuan rindu yang di lontarkan suaminya Raya merasa sedikit GeEr di buatnya, dia merasa kalau kalimat itu adalah kalimat terbaik yang dia dengar dari mulut suaminya itu.

1
christina paya wan
raya yg bodoh..
Jue
Astaghfirullah hal Azim , Wanita yang tengah sarat hamil itu haram untuk dinikahi , Sekiranya menikah jugak tidak dibenarkan bersentuhan selagi masih hamil , Setelah lahirnya bayi harus melakukan ijab dan kabul sekali lagi bagi wanita Islam .
🌷💚SITI.R💚🌷
lanjuut
🌷💚SITI.R💚🌷
lanjuuut
🌷💚SITI.R💚🌷
smg asep sm raya tabah di tingkn nenek asih
🌷💚SITI.R💚🌷
ya.allah orang sekampung kalah sm preman dan tega mengorbakn seorang nenek
🌷💚SITI.R💚🌷
😭😭😭😭😭😭😭😭..sedih bngt kisahy raya
🌷💚SITI.R💚🌷
smg dion menyadari apa yg tlh dia perbuat
🌷💚SITI.R💚🌷
oh jd atala anaky dion yg sesungguhy
🌷💚SITI.R💚🌷
kku nurut sm dioan tambah sengsara de
🌷💚SITI.R💚🌷
smg shopia bisa bawa pergi raya
🌷💚SITI.R💚🌷
kasian raya
🌷💚SITI.R💚🌷
udahlah raya kamu minta pisah aja..buat spa kamu jd istriy dion klu cuma buat jadi pembantu
🌷💚SITI.R💚🌷
sabar ya raya..
🌷💚SITI.R💚🌷
aduh dion kamu nyari perawany raya..psling msya jg udh ga perawan kan jd kamu marah2
🌷💚SITI.R💚🌷
lanjuut
🌷💚SITI.R💚🌷
kejam banget ya dion
🌷💚SITI.R💚🌷
sebenary apa yg di pikirkn dion ya tega banget nyakitin hati raya
Widi Widurai
bodoh. raya ini terlalu buta sama dion. dia disakitin gimanapun modelnya masih bertahan sm dion. ruben jelas jelas tulus disakitin sm dia. uda tau rasanya disakitin org eh dia nyakitin org. bahkan tega sm anak sendiri
Gaby Charo
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!