Akankah kehidupan pernikahan secara poligami bisa membawa kita ke sakinah mawadah warohmah, atau justru menjerumuskan kita ke dalam ketidakrelaan hati?
Jangan lupa follow aku yah,makasih.
Ig;Aininabila23
Akun wattpad;23ainifaizah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aini nabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku Tidak Ingin Kembali
"Halwa," ujar ibu Halwa, kala melihat anaknya menjatuhkan air mata saat melihat Vina bermain dengan boneka barbienya dari jarak jauh.
"Iya ma," ujar Halwa, lalu menghapus air matanya.
"Apa yang ada di pikiranmu Nak?" ujar mama Halwa.
"Aku kasihan sama Vina ma, dia begitu merindukan ayahnya, padahal ayahnya sendiri tidak mengakui kalau Vina adalah anaknya," ujar Halwa.
"Halwa, sudah berapa kali mama bilang carilah pengganti Kevin. Mama yakin Kevin pun sudah bahagia bersama istrinya," ujar mama Halwa.
"Entahlah ma, hati ini hanya tak siap jikalau harus merasakan sakit untuk kedua kalinya, jadi lebih baik Halwa sendiri dan Halwa juga ingin fokus membesarkan Vina saat ini," ujar Halwa.
"Terserah denganmu saja Halwa," ujar mama Halwa.
Halwa pun kembali teringat beberapa tahun yang lalu saat dia melahirkan Vina.
Flashback on
Halwa sudah tiga kali cek up ke dokter kandungan yang bernama Reza Anugrah itu. Dokter itu memang mengatakan jika masih ada harapan Halwa untuk hidup, tapi Halwa sendiri tidak terlalu berharap banyak.
Sampai pada malam itu, Halwa melahirkan dibantu oleh Dokter perempuan, sebab Halwa tak ingin jika harus melahirkan di bantu oleh dokter Reza, akhirnya Dokter perempuan itulah yang menangani Halwa saat proses melahirkan, tapi pakai aba-aba dari Dokter Reza sendiri.
Saat semua orang melahirkan didampingi oleh belahan jiwanya, alias suaminya, tetapi tidak dengan Halwa, dia melahirkan sendiri dan membesarkan anaknya sendiri.
Satu bulan lebih Halwa koma karena melahirkan anaknya itu, dan akhirnya dengan kuasa Allah akhirnya Halwa membuka matanya. Semua orang merasa bersyukur sekaligus senang karena kedua nyawa bisa di selamatkan.
Halwa semakin dekat dengan Dokter Reza, dan akhirnya Vina memanggil Dokter Reza dengan sebutan daddy. Halwa pernah melarang anaknya itu, dia takut kalau Dokter Reza tidak nyaman dengan panggilan dari anaknya, akan tetapi Dokter Reza mengatakan tidak masalah.
Owh yah Farel pun sudah menikah dengan Dokter Reina dua tahun yang lalu, dan sekarang Dokter Reina mengandung anak pertamanya.
Awalnya Farel mengira bahwa dia tak bisa melupakan Halwa, akan tetapi dia bisa dengan kenyamanan yang diberikan oleh Dokter Reina, dan waktu yang mereka sering habiskan berdua.
Flashback off
Halwa pun sekarang sudah memiliki sebuah butik yang terkenal di Inggris, Halwa pun juga punya satu butik di Indonesia yang sekarang di kelola oleh Ririn, sahabat lama Halwa.
Suara hp membuyarkan lamunan Halwa, dia mengangkat hpnya yang ternyata dari Ririn.
Dalam telfon.
"Halwa," ujar Ririn.
"Iya ada apa Rin. Butik baik-baik aja kan?" ujar Halwa.
"Kayaknya lo harus kesini deh Wa. Ada yang ingin membeli butik kita dengan harga mahal," ujar Ririn.
"Aku tidak akan pernah mau ke Indonesia lagi Rin. Katakan saja pada pembeli itu jika butik kita tidak dijual berapapun harganya." ujar Halwa karena Halwa belum siap jika harus kembali ke Indonesia. Negeri yang menyimpan begitu banyak kenangan untuk hati Halwa sendiri.
"Masalahnya Wa orang itu ngotot, bahkan dia menjelekkan butik kita agar tidak ada yang membelinya," ujar Ririn.
"Siapa sih orang itu Rin?" ujar Halwa.
"Aku juga nggak tau Wa. aku nggak kenal," ujar Ririn.
apakah aku harus ke Indonesia lagi, lalu bagaimana jika yang ku dapatkan di sana hanya sebuah kenyataan yang membuatku terluka, karena sungguh hati ini hanya untuknya, ayah dari anakku, batin Halwa.