NovelToon NovelToon
Membangun Rumah Duka

Membangun Rumah Duka

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:368
Nilai: 5
Nama Author: Nyta Yulaeha

Vayala seorang gadis berusia 29 tahun yang gagal menikah dengan mantan kekasihnya yang toxic dan memutuskan menikah dengan pria yang baru dikenalnya selama satu bulan.

impiannya membangun rumah tangga yang bahagia nyatanya hanya membangun rumah duka,pria yang terlihat baik,royal dan perhatian itu berubah menjadi kasar,perhitungan dan silent treatment sehingga membuatnya merasa kesepian dan sedih .

bagaimana Vayala menghadapi kehidupan rumah tangga yang membuatnya menderita itu...
apakah ia bisa bahagia dengan laki laki pilihan yang baru dikenalnya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyta Yulaeha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 kepulangan mertuaku

  Hari ini aku dan mas Bram pergi menemui mertuaku yang sudah tiba dari kampungnya,mereka menyewa sebuah rumah untuk sementara mereka tempati sebelum membeli rumah tetap untuk mereka berdua karena selama ini mertuaku hanya pindah ke satu rumah kerumah yang lain mengikuti ayah mertuaku dinas dan akhirnya pensiun di usianya yang sudah tua.

Mereka memilih rumah kontrakan yang berada di ujung desa dekat dengan Fadil dan istrinya tinggal.

"assalamualaikum...!!"seru kami memasuki sebuah rumah sederhana dalam perumahan cluster pinggir jalan.

"waalaikumussalam ..Bram ..Vayala...!"sahut ibu mertuaku dengan sumringah berjalan menghampiri kami.

"ibu gimana keadaannya katanya disana sakit!"tanyaku sambil mencium punggung tangannya.

"Iya..ibu enggak cocok Vay sama udara dingin disana dengan pegunungan..tensi ibu tinggi terus...ayahmu malah kepengen tinggal dan menetap disana,ibu enggak mau dong..anak anak semua disini!"sahut ibu mertuaku .

"iya Bu kalau ada apa apa kan susah klo ibu dan ayah menetap disana...harus butuh banyak uang kalau pulang kampung"ucap Mas Bram menimpali.

"itulah ayahmu Bram..keras kemauannya!".ucap ibu mertuaku memberikan dua gelas Syrup merah kepada kami.

"kalian sudah cari rumah...?"tanya ayah mertuaku yang muncul dari balik kamar.

"udah yah tapi harganya mahal mahal..ada si beberapa yang kami cocok tapi jalannya kecil "jawab mas Bram menjelaskan.

"cari yang strategis rumahnya,ada pembuangan air biar enggak banjir...atau kalian mau tempatin rumah bekas bibimu Bram dikota..rumahnya besar dua lantai,rumah itu sudah jatah ayah dan bibi Lily daripada dijual susah lebih baik kamu yang tempatin"seru ayah mertuaku lagi.

"enggaklah yah,rumah bibi agak horor kan..".

"kenapa horor mas?"tanyaku penasaran.

"bibiku ditemukan meninggal disana sendiri karena memang belum menikah dan memiliki anak".

"owh...kasihan sekali"dalam hatiku bergumam.

"kalau kalian belum dapat nanti minta Carikan sama Fara...katanya dia ada banyak rumah baru yang mau dijual".

"Yaudah nanti aku coba tanya dia!"ucap Mas Bram pelan.

 "oh iya yah,aku sudah enggak kerja lagi yah,ekonomi lagi sulit nasabah susah didapat jadi aku dipecat"ucap Mas Bram.

  Mendengar perkataan suamiku seketika ibu mertuaku terkejut,menggelengkan kepalanya menatap mata anaknya dengan wajah tegang.

"kamu ini ya Bram..dari dulu selalu aja keluar masuk kerja..kamu tuh sudah menikah punya tanggung jawab!!mau kasih makan apa istrimu...orangtuanya ngebesarin istrimu dari kecil sampai besar cari uang kamu masa mau buat sengsara istrimu,mau sampai kapan kamu begitu!!!"seru ibuku dengan suara keras memarahi suamiku.

"abis gimana Bu...aku udah berusaha,ibu kan enggak tau gimana sulitnya dilapangan,dimarahin bos...!"sahut suamiku dengan nada pelan .

"kamu tau Vayala,Bram ini kalau kerja enggak pernah betah dari dulu,ganti ganti kerjaan terus...enggak ada dewasanya Bram ini sudah menikah masih saja begitu!"ucap ibu mertuaku.

   Aku hanya diam melihat ibu mertuaku yang memarahi suamiku,walau apa yang di bicarakan ibu mertuaku benar tapi aku merasa kasihan pada suamiku yang hanya diam tidak banyak bicara.

"udah..udah...malu didengar orang!"ucap ayah mertuaku berbicara pada istrinya.

   "untuk sementara aku jadi ojol dulu Bu..yah sampai aku dapat kerjaan lagi".ucap Mas Bram.

"kamu itu sudah kami besarin ,kuliahin sampai sarjana tapi kerjanya cuma ojol,lihat tuh anaknya temen ayah udah pada jadi orang sukses semua kerja di bank terkenal!"seru ibu mertuaku lagi.

    Tiba tiba kepalaku terasa pusing mendengar mereka berbicara dengan suara keras didepanku,mungkin itu sudah kebiasaan mereka berbicara seperti orang yang sedang ribut beradu mulut tapi aku tidak terbiasa berbicara keras atau berteriak di depan orang.

"Mas kita pulang saja yuk,kepala ku sakit".

Aku mengirim pesan kesuamiku lewat handphone.

Ia membacanya dan menjawab dengan kata "iya".

 Berhubung hari sudah menjelang sore aku dan Mas Bram meminta izin untuk berpamitan pulang.

Tiba tiba sebuah motor matic berwarna hitam berhenti tepat didepan rumah mertuaku,seorang anak laki laki berusia sekitar tujuh tahun berlari menghampiri dan mencium punggung tangan kami.

"Galih...sama siapa nak kamu kesini?"tanya ibu mertuaku terlihat senang.

"sama mamah Bu..!"sahutnya pelan memanggil nenek kandungnya sendiri.

Fara kembaran Fadil adik bungsu mas Bram yang hidup menjanda setelah ditinggal suaminya meninggal melangkah masuk menemui kami yang akan bersiap siap untuk pulang.

"Mau kemana mas?"tanya Fara melihat kami .

"kami mau pulang far...ini sudah sore!"sahutku pelan.

"jangan pulang dulu mas...aku mau kasih tau kalau ada perumahan baru dekat rel kereta,harganya murah tapi rumahnya bagus mas..."ucap Rara memberitahu .

"Dimana itu Ra..ada fotonya?"tanya mas Bram penasaran.

Ia pun mengeluarkan handphone dari dalam tas kecilnya dan menunjukkan beberapa foto yang ia ambil dari sana.

Rumah minimalis yang berlokasi di dekat jalan utama yang sangat strategis,dengan dua kamar,ruang keluarga,ruang tamu ..dapur dan kamar mandi yang modern,membuat ku dan mas Bram merasa tertarik.

"kalau mau kita bisa survey sekarang sama ayah ..!"ucap Fara lagi bersemangat.

"gimana sayang ..kamu suka modelnya?"tanya Bram meminta pendapatku.

"yaudah yuk enggak ada salahnya kita lihat!"ucap ku lagi penasaran.

Ayah mertuaku pun merasa tertarik saat melihat gambar yang ditunjukkan dari handphone Fara,ayah mertuaku pun segera memanggil Fadil untuk mengantar kami menemui pemilik developer itu dengan mobil yang ia punya bersama sama.

...****************...

"

1
partini
nyesek sekali sinopsisnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!