NovelToon NovelToon
Nadia Anak Yang Diabaikan

Nadia Anak Yang Diabaikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: santi damayanti

Nadia anak kandung yang di abaikan, keluarganya lebih memilih anak orang lain ketimbang anak kandung,,,Nadia bahkan mau di singkirkan oleh ibunya sendiri

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi damayanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 semakin buruk semakin bagus

Bab 13 semakin buruk semakin bagus

Nadia langsung membagi tugas. Wajahnya terlihat santai, tetapi nada bicaranya membuat semua orang otomatis fokus. Begitu Nadia mulai memberi instruksi, tidak ada yang berani memotong karena biasanya gadis itu sudah memikirkan semuanya jauh-jauh hari.

“leo kamu bertugas membuat akun yang terus memojokkan aku. Nanti aku akan berpose menantang para netizen itu”

Tatapan Nadia langsung tertuju pada Leo. Sementara itu, Leo buru-buru membuka aplikasi catatan di ponselnya lalu mulai mengetik. Meski belum sepenuhnya paham dengan rencana Nadia, dia tetap mencatat setiap kata karena pengalaman mengajarinya bahwa rencana Nadia sering kali terdengar aneh di awal, tetapi masuk akal di akhir.

“diko tugas kamu membuat akun palsu. Bilang kalau Nadia punya bekingan orang hebat, orang berkuasa, dan kaya raya. Makanya panitia olimpiade masih diam saja dan tidak memberi tanggapan apa pun. Kamu arahkan netizen untuk membuat aksi nyata. Kamu harus buat open donasi untuk mengalahkan Nadia,” jelas Nadia.

Diko yang awalnya sibuk mencatat langsung mengangkat kepala. Dahinya berkerut dan bibirnya sedikit terbuka, berusaha mencerna instruksi yang baru saja didengarnya karena semakin lama arah pembicaraan terasa semakin aneh.

“terus kita akan mendemo lu gitu dengan uang itu?”

Dia menggaruk pelipis sambil menatap Nadia penuh kebingungan. Di kepalanya sudah terbayang kerumunan orang membawa spanduk dan meneriakkan tuntutan di depan gedung olimpiade.

“ngapain repot-repot demo? Buang waktu aja.”

“lah terus uang itu?”

“iya uangnya buat kita lah, buat sewa markas baru.”

“loh kita nipu dong,” ucap Diko.

Nadia hanya tersenyum santai. Dia mengambil satu jagung bakar, meniup ujungnya sebentar karena masih panas, lalu menggigitnya pelan seolah sedang membicarakan hal yang sangat biasa.

“kalau mereka tertipu itu bukan salah kita, itu salah mereka yang bodoh. Coba kalau mereka pinter, enggak akan ketipu. Pembenci yang bodoh memang layak ditipu.”

Beberapa detik suasana langsung hening. Leo berkedip beberapa kali, Diko mematung sambil memegang ponselnya, sedangkan Lusi menatap Nadia tanpa berkata apa-apa. Ketiganya saling pandang, berusaha memastikan apakah mereka baru saja mendengar sesuatu yang benar atau hanya salah paham.

Lalu...

“anjir!” seru Leo sambil menepuk pahanya keras sampai suara tamparannya menggema di dalam gudang.

Gelak tawa langsung pecah memenuhi ruangan. Kini mereka mulai mengerti jalan pikiran Nadia. Di saat orang lain sibuk mencari cara membersihkan nama baik, Nadia justru memikirkan bagaimana cara menghasilkan uang dari orang-orang yang membencinya.

“lalu serangan baliknya gimana?” tanya Lusi.

Lusi menyilangkan kaki sambil menopang dagunya dengan satu tangan. Tatapannya tertuju penuh pada Nadia karena dia tahu bagian paling menarik dari rencana ini biasanya selalu ada di akhir.

“itu tugas kamu, Lusi. Kamu kendalikan aliansi grup STM agar jangan reaktif. Tunggu instruksi dariku. Baru kita kerahkan aliansi STM untuk menjungkirbalikkan orang-orang bodoh itu.”

Lusi langsung mengangguk mantap. Sorot matanya terlihat bersemangat karena bagian itu jauh lebih cocok dengan keahliannya dibanding sekadar berdebat dengan netizen di media sosial.

“siap bos.”

Nadia hanya tersenyum tipis, sedangkan yang lain mulai ramai membahas tugas masing-masing. Suasana gudang yang tadinya santai berubah lebih hidup dengan berbagai celetukan, candaan, dan ide-ide liar yang saling mereka lemparkan.

Malam semakin larut, sementara api pembakaran jagung masih menyala kecil di tengah lingkaran mereka. Sesekali bara mengeluarkan bunyi letupan pelan, bercampur dengan tawa yang tidak kunjung berhenti sejak rencana gila Nadia mulai dijelaskan.

Di gudang tua itu, anak-anak remaja tersebut sedang membicarakan sesuatu yang sebenarnya cukup serius. Namun suasananya tetap santai, diselingi candaan, ejekan, dan gelak tawa khas anak-anak muda yang merasa masalah sebesar apa pun selalu bisa dihadapi bersama-sama.

,,,

Keesokan harinya, jagat media sosial benar-benar meledak. Konten tentang Nadia yang kemarin masih bersaing di berbagai beranda belum sempat turun, tetapi pagi itu bermunculan puluhan akun baru yang seolah bergerak dengan pola yang sama. Mereka kompak membahas Nadia, kompak menyerang Nadia, dan kompak menggiring opini ke arah yang sama.

Akun @pejantantangguh menjadi yang paling aktif.

Akun itu merilis foto Nadia yang sedang mengacungkan jari tengah ke arah kamera. Padahal foto tersebut diambil bertahun-tahun lalu saat Nadia bercanda dengan teman-temannya. Namun setelah diberi narasi tertentu, maknanya langsung berubah.

“lihatlah anak tahu diri ini menantang kita para netizen. Katanya hujat saja sampai kalian puas.”

Dalam hitungan menit, unggahan itu langsung dibanjiri komentar. Banyak netizen yang tidak peduli kapan foto itu diambil atau dalam konteks apa. Mereka hanya melihat gambar dan mempercayai narasi yang disajikan.

Tak lama kemudian akun @ratudrama ikut meramaikan suasana.

“info valid A1, Nadia didukung orang kuat. Padahal kita sudah menekan panitia olimpiade untuk mengeluarkan Nadia, tapi dari panitia tidak ada tanggapan apa pun.”

Unggahan itu langsung memicu teori konspirasi baru.

Jika sebelumnya netizen hanya membenci Nadia, kini mereka mulai curiga pada panitia olimpiade. Berbagai spekulasi bermunculan. Ada yang menuduh panitia menerima suap, ada yang menuduh ada pejabat besar di belakang Nadia, bahkan ada yang mengaku memiliki informasi rahasia meski sumbernya tidak jelas.

Seolah belum cukup, akun @pejantantangguh terus mengunggah foto-foto Nadia dari berbagai sudut pandang. Ada foto Nadia sedang bermain PS di warnet. Ada foto Nadia sedang bermain biliar. Ada juga foto Nadia sedang duduk santai sambil tertawa bersama teman-temannya.

Padahal tidak ada yang salah dari foto-foto tersebut.

Namun narasi yang menyertainya membuat semuanya terlihat berbeda.

“saat bangsa sedang resah, Nadia malah santai main PS.”

“lihat ekspresinya, dia sama sekali tidak merasa bersalah.”

“anak ini jelas menantang suara rakyat.”

Perlahan-lahan sebuah ilusi mulai terbentuk.

Netizen yang awalnya hanya melihat beberapa unggahan mulai merasa seolah mereka sedang menemukan fakta demi fakta baru. Padahal semua informasi berasal dari kelompok akun yang sama.

Sementara itu akun @ratudrama terus menggiring opini ke tahap berikutnya.

Jika sebelumnya hanya berupa kemarahan, kini kemarahan itu diarahkan menjadi aksi.

“sudah saatnya kita bergerak. Jangan cuma marah di kolom komentar.”

Akun tersebut kemudian membuka donasi publik.

Katanya untuk menggalang gerakan rakyat.

Katanya untuk melawan ketidakadilan.

Katanya untuk menyelamatkan masa depan bangsa.

Tagar baru langsung bermunculan.

lawanoligarkinadia

nadiapunyabekingan

patunganlawannadia

Anehnya, semakin sedikit bukti yang muncul, justru semakin banyak orang yang percaya.

Setiap kali seseorang bertanya mana buktinya, puluhan akun lain langsung menyerang balik.

“kalau enggak ada bekingan, kenapa panitia diam?”

“kalau enggak salah, kenapa Nadia santai?”

“kalau enggak dilindungi orang kuat, kenapa belum dicoret?”

Pertanyaan demi pertanyaan itu terus diulang sampai terdengar seperti kebenaran.

Tapi seperti biasa di media social kebanyakan bukan mencari kebenaran tapi mencari pembenaran

1
Suanti
semoga aja nadia dan aldo selamat ada yg tolong biar bisa kembali kermh buat balas dendam 🤭
Anonim
Bales nadia jangan kalah,lawan si rina n the genk tuh
Anonim
Hati hati nadia,jaga nadia thor
Anonim
Kurang ajar si rangga ni bukan nya kasih tahu yg sebenar nya ke nadia,ayo nadia balas mereka semua suatu saat💪
adelina rossa
jelas nih nadia anaknya rangga sama selingkuhanya ...
Anonim
Ayo semangat nadia,semoga aldo bantuin nadia bisa ikut olimpiade y thor😍
Anonim
Si rini goblok ,bukan nya kasian sama nadia ade nya malah ngatain bikin malu,buat nadia cepet keluar dari rumah itu thor buat nadia bersinar 😍
siswati etty
semangat terus Nadia .....keren
libas saja mereka si pecundang
Anonim
Gila,,nadia keren aku suka aku suka😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!