NovelToon NovelToon
SEPHIA

SEPHIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Diam-Diam Cinta / Slice of Life
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Azkaqia

Sephia tidak pernah menyangka, kehadiran tetangga baru itu akan mengubah segalanya.
Berawal dari pertemuan-pertemuan tak sengaja, satu sekolah, hingga satu kelas—mereka perlahan menjadi dekat. Terlalu dekat, sampai Sephia mulai merasakan sesuatu yang seharusnya tidak ada.
Sayangnya, perasaan itu datang di waktu yang salah.
Dia sudah memiliki seseorang.
Sephia memilih diam, menyimpan semuanya sendiri.
Hingga sebuah kejadian memaksa mereka untuk saling mendekat, lebih dari yang seharusnya.
Namun, bahkan setelah jarak memisahkan, waktu tetap tidak pernah berpihak.
Dan saat mereka dipertemukan kembali…
segalanya sudah berbeda.
Kali ini, justru Sephia yang harus belajar melepaskan.
Karena tidak semua yang hampir, akan benar-benar menjadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azkaqia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tetangga Baru

Setelah menghabiskan baksonya tanpa banyak bicara, Sephia dan Hana akhirnya kembali ke kelas karena bel masuk sudah berbunyi.

​Sepanjang jalan menuju bangkunya, Sephia mati-matian menahan pandangannya agar tidak melirik ke pojok belakang kelas. Dia sengaja menatap lurus ke depan, berpura-pura sibuk dengan tali sepatunya yang sebenarnya tidak lepas. Di sudut lain, Alan yang duduk tenang di kursinya justru memperhatikan gerak-gerik kikuk gadis itu dengan tatapan datar yang sulit diartikan.

​Pelajaran selanjutnya adalah Sejarah bersama Bu Siska. Beruntung bagi Sephia, materi yang padat dan suasana kelas yang tenang membuat fokusnya teralihkan. Waktu berjalan seperti biasa hingga bel pulang sekolah yang dinanti-nanti akhirnya berdering nyaring.

​"Pia, gue duluan ya! Nyokap gue udah nungguin di depan," pamit Hana begitu mereka sampai di gerbang sekolah.

​"Oke, hati-hati Han," jawab Sephia melambaikan tangan.

​Karena rumahnya berada di area kompleks yang tidak terlalu jauh dari sekolah, Sephia terbiasa berjalan kaki untuk berangkat dan pulang. Dia mulai menyusuri trotoar jalanan kompleks yang cukup sepi siang itu.

​Namun, baru berjalan sekitar sepuluh menit, perasaan Sephia mulai tidak enak. Dia mendengar suara langkah kaki konstan di belakangnya. Sephia melirik tipis dari sudut matanya.

​Deg.

​Itu Alan. Cowok itu berjalan beberapa meter di belakangnya dengan tangan dimasukkan ke saku celana.

​Jantung Sephia langsung berdegup kencang. Pikirannya mendadak traveling ke mana-mana. Apa dia masih kesal soal tadi pagi? Apa dia mau balas dendam atau mencelakai gue di tempat sepi begini? batin Sephia panik.

​Merasa tidak tahan dikuti terus, Sephia akhirnya memberanikan diri. Dia menghentikan langkah, membalikkan badannya dengan cepat, dan siap mengonfrontasi cowok itu.

​"Lo ngapain sih ngikutin—"

​Kata-kata Sephia terputus di udara. Matanya mengerjap bodoh.

​Alan sama sekali tidak menatapnya. Cowok itu justru sedang berhenti di depan sebuah rumah mewah bercat putih, lalu dengan santai mendorong gerbang besinya yang tinggi.

​Mendengar teriakan Sephia, Alan menoleh sambil menaikkan satu alisnya. "Ngikutin lo? Gue mau masuk rumah gue sendiri."

​Sephia terpaku di tempat. Pandangannya beralih dari wajah Alan ke halaman rumah itu, lalu ke arah rumahnya sendiri yang hanya berjarak empat rumah dari sana.

​Seketika, memori kemarin sore langsung berputar di otak Sephia. Dia baru ingat kalau kemarin ada truk pindahan besar yang parkir di rumah itu.

​Oh, mampus... batin Sephia berteriak histeris. Ternyata orang asing yang bikin dia salah tingkah seharian ini adalah tetangga barunya sendiri.

Wajah Sephia mendadak terasa panas, mungkin warnanya sudah semerah tomat matang sekarang. Dia benar-benar malu setengah mati. Rasanya dia ingin menenggelamkan diri ke dalam aspal kompleks saat itu juga.

​Ada apa sih sama hari ini? Kenapa gue sial dan malu-maluin terus di depan dia! batin Sephia kesal pada dirinya sendiri.

​Tanpa berani menoleh lagi ke arah Alan, Sephia berbalik dengan cepat. Dengan sedikit menghentakkan kakinya ke jalanan karena dongkol, dia berjalan setengah berlari menuju rumahnya yang tinggal beberapa meter lagi. Dia buru-buru membuka pagar rumahnya sendiri, masuk ke dalam, dan langsung menutup pintu rapat-rapat.

​Sementara itu, Alan yang masih berdiri di depan gerbang rumahnya tidak langsung masuk. Cowok itu memperhatikan punggung Sephia yang menjauh dengan langkah menghentak-hentak lucu seperti anak kecil yang sedang merajuk.

​Sebuah senyuman tipis, namun kali ini tampak lebih tulus, terukir di wajah tampan Alan. Rasa ketus yang sempat dia pasang tadi siang di sekolah mendadak menguap begitu saja.

​Unik banget, sih, batin Alan sambil terkekeh pelan.

​Dia menggeleng-gelengkan kepalanya heran, lalu melangkah masuk ke dalam rumah barunya dengan perasaan yang entah kenapa jadi jauh lebih baik daripada tadi siang.

Begitu berhasil masuk ke dalam rumah, Sephia langsung berlari kecil menaiki tangga menuju kamarnya. Dia menutup pintu rapat-rapat, menguncinya, lalu langsung menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur empuk.

​Tanpa buang waktu, Sephia langsung meraih bantal guling, mendekapnya erat-erat, dan menenggelamkan seluruh wajahnya di sana agar teriakan frustrasinya tidak terdengar oleh orang rumah.

​"Aaaaaaaaaaaaaa...!"

​Sephia berteriak sekencang-kencangnya di balik bantal. Setelah napasnya habis, dia berguling telentang, menatap langit-langit kamarnya dengan tatapan kosong sekaligus dongkol.

​"Kesel banget hari ini! Si anak baru sialan! Kenapa sih, gara-gara dia, hari ini gue harus ngalamin dua kejadian enggak jelas?!" gerutu Sephia pada dirinya sendiri. Tangannya bergerak memukul-mukul kasur saking geregetannya.

​"Yang pertama, dia bikin gue merasa bersalah pas di sekolah. Terus yang kedua, gue malah malu-maluin karena kegeeran ngira dia ngikutin gue!" Sephia menutup wajahnya dengan kedua tangan, meratapi nasib sialnya. "Mau ditaruh di mana muka gue besok kalau ketemu dia?!"

​Sore itu, kamar Sephia penuh dengan dumelan dan penyesalan, tanpa dia tahu kalau di rumah nomor empat dari rumahnya, si "anak baru sialan" itu justru sedang tersenyum tipis mengingat namanya.

1
Ayunda
judulnya bikin inget lagu Sheila on seven yg viral pd jamanya
Arya Suluran
wahh adapakah ini??😄
Arya Suluran
plenger juga sih Sephia ini ya😄
Azkaqia Ratna: ya gugup soalnya doi hehe
total 1 replies
Arya Suluran
apakah jatuh cinta pandangan pertama??
Azkaqia Ratna: belum kyknya, cuma awal mengagumi 😆
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!