Sekali dalam hidupnya Safana pernah jatuh cinta. Namun enam tahun lalu Ia mengubur semua hal tentang pria itu.
Hingga takdir mempertemukan mereka kembali, disaat Ia telah memiliki Ayu dan pria yang dicintainya memiliki Alia.
Akankah ia membiarkan pria itu memporak-porandakan hidupnya lagi demi sebuah cinta yang Ia ragukan pernah ada ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ratna dks, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesalahan terbesar chapter 5
Prapta kembali ke rumah, Sumi yang membuka pintu terheran-heran ketika melihat majikannya pulang sendiri.
"Apa Safana sudah pulang ?" Sumi belum sempat bertanya Prapta sudah mendahului
"Lho, bukannya pulangnya mestinya bareng Mas ?" Sumi balik bertanya
Prapta menggeleng, Ia masih tak yakin dengan jawaban Sumi. Prapta yang tak tenang mencari Safana di tiap sudut ruang rumahnya.
Terakhir Ia tiba di pintu kamarnya, Prapta membuka gagang pintu. Senyap, tak ada Safana di dalam ruangan itu.
Prapta melangkah gontai memasuki kamarnya, Ia duduk terpekur di tepi tempat tidurnya. Dicobanya menghubung Safana, mailbox. Prapta mencobanya terus, Ia berharap Safana akan mengangkatnya. Walaupun nantinya yang akan diterima hanya luapan kemarahan dari istrinya, Ia siap menerima. Prapta sama sekali tak tahu, kalau istrinya sudah membuang ponselnya.
"Safana, Kau boleh marah padaku. Tapi tolong angkat telphonenya. Aku harus tahu kau dimana ?" Setelah tak jua mendapat respon, Prapta mengirim sms ke ponsel istrinya.
"Apa Kau pulang ke rumah orang tuamu ?" Prapta mengirim sms lagi.
"Atau Kau masih diJakarta ?" Sms ketiga yang Ia kirim. Hasilnya masih sama, tak ada jawaban.
Prapta mulai menitikkan air mata. Teringat makan malam terakhir mereka. Safana menyiapkan semua makanan favoritnya. Ia benar-benar istri yang baik, Ia tahu bagaimana memanjakannya.
Bunyi ketukan pintu kamar membangunkan Prapta pagi itu. Setelah semalaman Ia berkeliling dengan mobilnya mencari Safana ke tiap sudut Jakarta dan tak menemukannya. Prapta pulang dengan tangan hampa dan tertidur karena keletihan.
"Apa Safana sudah pulang ?" Prapta membuka pintu dan bertanya pada Sumi yang berdiri dihadapannya.
"Belum. Tapi di ruang depan, sudah ada Bapak dan Ibu Mas. Juga orang tua dan kakak Mbak Safana"
Prapta terkejut mendengarnya, Ia berpikir Safana pasti sudah kembali ke rumah orang tuanya dan menceritakan yang terjadi. Makanya keluarga besar mereka datang ke rumah.
Prapta buru-buru keluar menemui mereka untuk menjelaskan duduk persoalannya. Bahwa Ia tak bermaksud melukai Safana. Bahwa itu memang kesalahannya dan Ia akan mencoba bicara pada Heidy untuk mengijinkannya merawat anaknya tanpa harus menikahi perempuan itu.
"Kau baru bangun ?" Setibanya dihadapan mereka Bu Awi bertanya terkejut.
Pak Awi menangkap ketidak beresan, Ia menunggu putranya menjawab.
"Mana Safana ?. Kenapa Ia tak menyambut ?" Bu Sunar melihat ke arah pintu kamar mereka yang terbuka.
Prapta tampak bingung, Ia mulai menyadari kalau Safana tak bertemu mereka. Tapi kenapa seluruh keluarga besar mendadak datang ke rumahnya ? Ada apa ? Prapta masih mereka-reka.
"Safana bilang Ia ingin mengadakan selamatan kecil atas sukses usahamu membuka galeri cabang yang baru. Makanya Ia menyuruh Kami datang kemari " tanpa diminta Pak Awi menjelaskan.
Semua keluarga besar masih berdiri menunggu Safana yang tak jua nampak.
"Sumi, Safana-nya mana ?" Pak Sunar mulai merasakan keganjilan.
Sumi diam tak berani menjawab, Ia melihat ke arah majikannya.
"Prapta, dimana adikku ?" Ardi kakak Safana menatap tajam ke arah Prapta.
"Aku juga tidak tahu Dia dimana" Prapta menyugar rambut. Ia tak tahu harus dari mana menjelaskan duduk persoalannya sehingga Safana pergi.
"Kemarin Ia meninggalkan galeri saat aku sedang memberi kata sambutan"
Wajah orang tua Prapta, orang tua Safana dan Ardi menegang. Semua diliputi tanda tanya kenapa mendadak Safana pergi.
Tapi Ardi yang mengenal adiknya dengan baik yakin kalau Safana mendadak pergi pastilah ada sesuatu yang buruk yang dialaminya hingga Ia memutuskan pergi dan meninggalkan kehidupan rumah tangganya.
“Apa yang Kau lakukan pada adikku ???” Ardi dilanda emosi. Ia mendaratkan tinjunya di wajah Prapta.
Prapta tersungkur ke lantai, dari sela\-sela bibirnya darah mengalir.
“Hentikan !!!” Bu Awi terkejut, Ia yang tak tega menyaksikan anaknya dipukuli memasang badan untuk menghalangi.
“Untuk apa memasang badan untuknya ???. Biar Ia mati, Ia tak bisa menjaga istrinya sendiri !!! “ Pak Awi menghardik istrinya. Pak Awi yakin anaknya kembali ke tabiat sebelum menikah sehingga Safana meninggalkannya.
Orang tua dan Kakak Safana menatap sinis ke arah Mereka satu persatu.
“Jangan pura\-pura memarahi anakmu. Aku tahu Kau hanya berpura\-pura mengabaikan Prapta“ Pak Sunar yang dilanda kesedihan tak lagi menunjukkan sikap bersahabat.
“Aku minta maaf. Aku akan cari Safana “
“Tak perlu, Kami bisa mencarinya sendiri. Anakku gadis baik\-baik. Ia tak mungkin pergi begitu saja kalau anakmu tak menyulut masalah lebih dulu“ Sunar memberi isyarat pada istri dan anaknya untuk meninggalkan kediaman Prapta.
Setelah Sunar dan keluarganya menghilang dari pandangan mata, Awi menarik kerah baju Prapta memaksanya berdiri.
“Kau pasti sudah melukai hati Safana sehingga Dia pergi !!!“ Pak Awi melayangkan pukulan ke wajah Prapta.
“Pah, sudah !“ Bu Àwi membela putranya.
“Kalau tahu begini Aku tak akan pernah membiarkanmu dekat dengan Safana !!!.“
“Maaf,“ Prapta tertunduk, Ia tahu Ia salah. Tapi apa yang bisa Ia lakukan, Safana sudah benar\-benar pergi.
“Yang Kau lakukan hanya bisa minta maaf !. Dan bagiku itu tidak cukup !. Mulai sekarang Aku merumahkanmu !. Perusahaan akan Ku ambil alih kembali dan Ku tangani sendiri !.“
Prapta dan Ibunya terhenyak mendengarnya.
“Tapi Pah“ Prapta tak siap mendengar keputusan tersebut, Ia tak bisa membayangkan jika harus dirumahkan. Apa yang bisa dikerjakannya dirumah ?.
“TAK ADA TAPI, ITU PERINTAH DARIKU ! “ Pak Awi beranjak meninggalkan rumahnya dan tak memberi kesempatan Prapta untuk bicara lagi.
Prapta melihat ke arah Ibunya, Ibunya hanya menggeleng tak bisa membantu.
semangat brkarya
seperti biasa karya kak Ratna selalu menarik untuk d baca❤❤❤
up
up
up
di tunggu up nya