(Sequel Sebuah Pernikahan Hangat,, Kisah Cinta Leon dan Moza)
Bagaimana jadinya jika sebuah pernikahan terjadi hanya karena sebuah jebakan???
Up setiap hari minggu, senin, rabu, jumat
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Encha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MKJ"30
Lexa menggelengkan kepalanya dengan semua pikiran yang terus bersemat di otaknya,,
" Kenapa " Ucap Karel tepat di telinga Lexa membuat sesuatu aliran berbeda terasa di Tubuh Alexa.
Aliran darahnya mengalir cepat dan jantungnya terus terpompa lebih cepat.
Hingga Karel memutar tubuh Lexa dan menatapnya namun Lexa malah memejamkan mata tidak berani menatapnya membuat Karel menautkan kedua Alisnya,,,
" Ka- kamu pakai baju dulu Rel " gugup Lexa tanpa berniat membuka matanya
" Fiuh,, " Karel malah meniup wajah cantik Lexa membuat Lexa mencium harum mint.
" Memangnya kenapa kalau saya tidak pakai pakaian Hem,, bukannya ini, -
Ucap Karel dengan menarik tangan Lexa namun Lexa malah memutus ucapannya,,
" Karel,, " Ucapnya membuat Karel tertawa..
Lexa terdiam,, namun matanya sedikit membuka dan kesal karena Karel malah menggodanya bahkan kini dia sudah memakai bajunya.
" Menyebalkan" Ucap Lexa langsung berjalan menuju sofa dan membuka Laptopnya..
Sementara Karel hanya menggelengkan kepalanya dan menghampiri,,
" Maaf By " Ucap Karel seraya mengusap pucuk rambut Lexa.
" By " Ulang Lexa yang tidak maksud dengan panggilan Karel.
" Baby Damania Alexa Natalie ,, karena kamu gadis kecil yang menggemaskan " Ucap Karel yang berhasil membuat Blussing Lexa karena menyebut nama lengkapnya.
" Kenapa apa kamu tidak suka? " Lanjut Karel karena melihat Lexa yang malah hanya diam.
" Ti- tidak,, " Ucap Lexa dengan menyalakan Laptopnya.
" Rel,, "
" Hem,, "
" Bantu aku kerjain tugas malam ini, besok harus segera selesai " Pinta Lexa menatap Karel.
Karel tersenyum, dia kembali berniat untuk menggoda gadis kecilnya.
" Tapi Saya mengantuk By, "
" Rel,, Pliss,,, " Pinta Lexa dengan bergelayutan manja di lengan Karel.
Karel malah menunjuk pipinya membuat Lexa menautkan kedua alisnya bingung.
" Pipi, Pipi kamu kenapa? "
" Astaga By,, cium maksud saya " kesal Karel
Lexa tersenyum,,
Hubungan mereka saat ini sudah semakin dekat bahkan mereka sudah saling mengungkapkan isi hatinya, walau Lexa belum tau pasti bagaimana perasaannya terhadap Karel. Melihat Karel selama ini kepadanya membuat nyaman dan tenang dia rasakan.
Cup,,
Lexa mengecup singkat pipi Karel dan langsung memalingkan wajahnya malu.
Karel tersenyum Dan menatap gadis kecilnya yang begitu menggemaskan..
" Eh,, " Ucap Lexa saat Karel malah menariknya dan mencium bibirnya.
Tidak ada penolakan dari Lexa namun dia malah memejamkan matanya dan merasakan sentuhan Lembut yang Karel berikan.
Lexa kembali membuka matanya saat Karel sudah melepaskan ciumannya,,
" Jadi kerjakan tugas kamu atau kita, -
" Tugas " Langsung Lexa menjawabnya membuat Karel tersenyum.
" Sebenarnya ini bukan tugas, tapi aku di telpon kampus jika ada seseorang yang ingin mendesign ulang ruangannya dan meminta mahasiswi di kampus untuk membantunya tapi pihak kampus menyarankan aku yang melakukannya " Jelas Alexa membuat Karel terdiam
" Kenapa harus kamu, bukannya masih banyak mahasiswa/wi di sana? "
" Karena design aku yang mereka mau "
" Pasti akan sangat melelahkan By,, dan saya tidak mau kamu cape,, Sudah lah tolak saja Oke "
" Tapi ini cita cita aku Rel "
Karel menatap wajah Lexa yang memohon, tidak tega rasanya namun dia juga tidak mau gadis kecilnya ini malah kelelahan.
" Baiklah,, tapi ingat jangan membuat kamu kelelahan "
Cup,,
" Aku Janji " Ucap Lexa kembali mengecup pipi Karel membuatnya menggeleng.
Karel terus menatap design yang sedang Lexa gambar, sangat bagus pantas saja pihak kampus memintanya secara langsung.
Hingga tanpa di sadari hari semakin larut, Karel menatap Lexa yang malah tertidur dengan tangan yang masih berada di atas Keyboard.
Ditatapnya wajah cantik, polos Lexa.
Tangannya membelai anak rambut yang menutup wajah Lexa.
Kita di pertemukan karena tidak sengaja hingga tumbuh sebuah rasa dalam hati Saya.
Dan,, Ucapan Ayah kamu saat itu, -
Aku janji Alexa untuk selalu menjaga dan mencintai kamu..
Karel membopong Lexa dan membawanya menuju ranjang,,
Di turunkan nya dengan hati hati.
Good Night,, Mimpi Indah gadis kecil.
Karel membereskan meja dan kembali menghampiri Lexa yang sudah berada dalam alam damainya.
Kembali di pandangnya wajah lelap Lexa di sampingnya hingga dia pun ikut terpejam.
********
Keesokan Harinya,,
Lexa mengerjabkan matanya menatap sekeliling, dia masih berpikir jika ini bukanlah kamarnya namun suara seseorang membuatnya kaget.
" Sudah bangun " Ucap Karel menatapnya
" Ka- karel,, " Kaget Lexa langsung menutup wajahnya malu
" Hei,, kenapa di tutup "
" Aku malu baru bangun,, pasti wajahku jelek "
" Kamu akan terus terlihat cantik di mata saya "
Bluss lagi lagi Karel membuat wajahnya merah entah sudah berapa kali dia memujinya,,
" Bukannya kamu harus menyerahkan design kamu " Ucap Karel membuat Lexa teringat
" Astaga aku lupa "
Lexa langsung beranjak,,
" Aku mandi dulu " Ucapnya akan berlari namun Karel menghentikannya
" Apa seperti itu ucapan selamat pagi untuk suaminya "
Lexa terdiam namun dia teringat dengan adegan film romantis saat seorang pacar atau istri memberikan ucapan selamat pagi untuk kekasih atau suaminya.
Cup,,
" Morning suamiku " Ucap Lexa mengecup singkat pipi Karel bukan bibirnya dan langsung berlari keluar.
Karel hanya menggelengkan kepalanya dengan tingkah menggemaskan gadis kecilnya ini.
...****************...
Sorry telat Up, semalam ketiduran 😁😁
lupakan ayahmu dan mantanmu!
bule hrs dengan bule krna mereka 1 Negara.
Korea ya sm Korea jg pasangan nya biar tk pincang
begitulah seorang ayah ketika punya bini baru!
dia akan melupakan darah daging nya sendiri!