NovelToon NovelToon
Tak Ada Kata Sayang

Tak Ada Kata Sayang

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:244.3k
Nilai: 5
Nama Author: Gelsanu Sahra

Apa kata sayang itu penting? Apa perlu diucapkan jika dia sayang? Tapi bagaimana, jika pasangan tidak pernah bilang sayang. Jangankan manggil sayang. Manggil namnya saja, jarang. Terus bagaimana, kisahnya ya?.




Tak pernah bertemu, tepi saling berkaitan. Bahkan saling menyakiti, satu sama lain. Kisah cinta yang aneh, karena saat mereka mencintai, salah satunya memilih untuk pergi.

Kisah cinta dalam diam, yang saling mencintai, tapi tak pernah tahu tentang kenyataan jika cintanya itu terbalaskan.

Saat seorang sahabat, jatuh cinta dengan sahabatnya tapi sang sahabat malah menjauh.

Saat mereka dipertemukan namun tidak lama mereka terpisah karena yang satu memutuskan untuk pergi.

Dia menunggu, beberapa tahun berharap cintanya terbalas. Dan disaat itu pula, Tuhan memperlihatkan Kekuasaan-Nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gelsanu Sahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Saksi Bisu

Malam harinya sebelum akad nikah untuk esok hari. Pemuda itu sedang duduk di ranjang. Sepertinya pemuda pendiam itu sedang membaca sesuatu.

Dering pesan masuk membuatnya mengalihkan pandangannya yang semula tertuju ke kertas menjadi ke layar ponsel.

Besok tak usah bawa baju ganti. Aku sudah membelinya.

Seperti itulah pesan masuk itu. Pemuda itu menaruh ponsel nya di laci kembali. Sepertinya pemuda pendiam itu sedang menghafal ijab qabul untuk besok.

Matanya mulai terpejam hatinya berkata. Jika saja kamu ada di sini, semua ini jauh lebih baik.

Tapi disaat pemuda itu memejamkan matanya, yang muncul bukan orang yang ada dipikirkannya. Melainkan sosok wanita rambut sebahu sedang tertawa lepas dipinggir pantai. Yang sedang main air dengan gadis berwajah bulat. Sepertinya Langit tidak bisa melupakan kejadian berapa minggu yang lalu.

Disaat pemuda pendiam itu menghafal ijab qabul. Wanita cantik itu kepikiran dengan hari esok. Apa calon suaminya bisa mengucap ijab qabul tanpa harus mengulang.

Lancarkan hari esok Allah. Permudah lah segala urusan kami. Batin Cahaya, yang sedang berbaring di ranjang.

Di rumah Brian malam itu sangat ramai, dari kerabat almarhumah ibu juga datang sore hari. Acara cuma kumpul keluarga saja, tidak ada acara yang penting. Sore hanya ada acara pengajian yang dipimpin bu Hajah komplek situ. Cahaya mendengarkan ceramah itu dengan baik. Wanita itu berharap bisa mengambil pelajaran. Sore itu bu Hajah berceramah tentang cara menjadi istri yang baik.

Jam di rumah itu menunjukkan pukul setengah dua. Wanita itu terbangun dari tidurnya. Kakinya menuju kamar mandi, setelah lima menit wanita itu keluar dari kamar mandi. Cahaya memutuskan untuk sholat tahajjud.

Ya Allah lancarkan semua urusan hamba. Jadikan lah hamba menjadi istri yang baik. Itulah doa Cahaya waktu itu.

Keesokan harinya kedua keluarga sudah siap untuk menyaksikan acara ijab qabul. Wanita itu sangat cantik dengan kebaya putih dan hijab putih. Butuh waktu lama MUA dari keluarga Raharja meriasnya, hampir tiga jam MUA itu merias wajah Cahaya.

Masjid Istiqlal akan menjadi saksi bisu, untuk pernikahan keduanya.

Dilansir dari laman Jakarta Tourism, Masjid Istiqlal terletak di Jalan Taman Wijaya Kusuma, Jakarta Pusat. Dibangun di bekas Benteng Citadel milik Belanda dengan luas 9,5 hektar, Masjid Istiqlal menjadi masjid terbesar di Asia Tenggara yang dapat menampung 200.000 jemaah.

Sekarang mereka sudah ada di dalam masjid yang sangat besar itu.

Kedua mempelai sudah duduk didepan penghulu dan ayah dari mempelai perempuan. Acara ijab qabul akan dilakukan sebentar lagi. Terlihat pemuda keturunan Aceh itu membawa kamera digital. Putra Agam Ariaja itu sudah seperti poto grafer berpengalaman saja, Black memfoto setiap momen acara akad.

Tangan Brian dan tangan Langit sudah berjabat tangan.

"Ananda Muhammad Langit Arkana Abdullah bin Ahmad Abdullah Khan. Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan putri kandungku Bintang Cahaya Bulan binti Brian Nasution. Dengan maskawin uang tunai sebesar delapan juta, delapan ratus, delapan puluh delapan ribu rupiah, serta emas sepuluh gram dan seperangkat alat sholat dibayar TUNAI!"

Saat ayah Brian mengucapkan ijab sang putri matanya sudah berkaca-kaca. Cahaya teringat sosok Ibu, hal itu membuat air mata itu menetes di pipi wanita itu.

"Saya Terima nikah dan kawinnya Bintang Cahaya Bulan binti Brian Nasution. Dengan maskawin tersebut Tunai!" Langit mengucapkan dengan satu tarikan nafas.

"Bagaimana saksi, SAH?" tanya penghulu itu.

SAH!!! Namun yang paling keras suaranya adalah milik gadis berwajah bulat itu. Padahal dia tak tahu arti SAH itu apa.

Pak penghulu itu membacakan doa. Setelah itu Cahaya mencium tangan Langit yang sekarang sudah berstatus suami. Seperti pada umumnya pengantin laki-laki akan mencium kening pengantin perempuan. Kedua pasangan itu sangat gugup. Langit tak percaya jika dia sudah menjadi imam untuk Cahaya.

"Cium... cium... cium!" Black yang mengawali ucapan itu dan di ikuti gadis berwajah bulat itu.

Tangan Langit itu sudah memegang kepala Cahaya. Perlahan bibir itu menempel di dahi Cahaya. Mereka kompak memejamkan matanya.

Meski aku belum mencintaimu tapi aku sudah menerimamu. Batin Langit yang masih mencium istrinya.

Meski cinta belum tumbuh diantara kita, namun aku akan menjadi makmum yang baik. Batin Cahaya yang masih memejamkan matanya.

Perlahan ciuman itu telah selesai.

Akad nikah telah selesai satu jam yang lalu. Langit sudah ada di kamar Cahaya, sedang rebahan, tadi malam dia, baru tidur jam tiga dinihari karena tidak tenang. Takut jika dia tidak bisa mengucap ijab qabul dengan lancar.

"Abang tidak makan dahulu?" tanya Cahaya, sambil menghapus riasan wajahnya dengan kapas.

"Bukan Bang!" ucap pemuda itu menjawab dengan muka yang ditutup guling.

"Maaf, kan baru nikah jadi lupa, dan belum terbiasa," ucap Cahaya. Wanita itu lupa bukan kah wanita itu akan mengganti nama panggilannya kepada Langit setelah menikah.

"Enggak ganti baju, dulu Em ...Mas? " Sepertinya wanita itu belum terbiasa dengan panggilan baru itu. Langit sangat kesal, bagaimana mungkin dia bisa sekamar dengan orang yang banyak tanya itu. Dia yang mau tidur jadi tidak bisa karena Cahaya selalu bertanya.

"Nanti sore saja, sekarang aku mau tidur."

Cahaya tidak bisa berkata apa-apa, karena ia tahu pasti suaminya itu sangat lelah. Cahaya memutuskan untuk keluar, keluarga masih kumpul. Mereka akan pulang setelah acara resepsi.

"Wah... pengantin baru lagi metu,(keluar) " ucap bulik, dia adalah adiknya almarhumah ibu. Cahaya hanya tersenyum.

"Main ke Semarang ya, nanti kalau lebaran. Katanya kamu enggak sempat ke makam ibumu," ucapnya lagi.

"Maunya sih gitu, Bulik!" ucap Cahaya.

"Cahaya, bisa gendong cucuku ini, aku mau bantu-bantu di dapur." Orang yang baru saja keluar dari dapur meminta Cahaya menggendong. Bayi yang belum bisa bicara, mungkin usianya lima bulan kali ya. Cahaya menggendong bayi itu. Dan membawa ke kamarnya. Cahaya menidurkan bayi itu di samping suaminya yang tertidur dengan menyelimuti sekujur tubuhnya.

"Ao ao aoao." Bayi itu mengoceh saat Cahaya menjulurkan lidahnya.

"Aoaoao." Langit yang sudah terlelap dalam tidurnya. Dia bisa mendengar samar-samar seperti suara kucing mengeyong. Tepi pemuda itu, lebih memilih memejamkan matanya, rasa kantuknya mengalahkan semua.

Cahaya mulai menggelitik tubuh bayi itu, yang membuatnya tertawa. "Aoao." Bayi itu seakan mengajak Cahaya berbicara.

"Aoaoao."

Suara itu sangat menggangu ditelinga Langit. Dia tidak bisa tidur karena sesuatu itu. Perlahan selimut itu dibuka. Matanya membulat sempurna saat melihat bayi yang tidur disampingnya. Bayi itu mengeluarkan tawa, saat melihat selimut itu terbuka. Mungkin saja bayi itu beranggapan jika Langit mengajaknya main cilup ba. Karena bayi itu sedang tengkurap dan menjilati genggaman tangannya. Langit menatap Cahaya yang duduk di ranjang.

"Lucu kan Mas, dia seperti mengajak bicara." Cahaya tersenyum kearah bayi itu.

Pemuda itu membuang napas, dan beranjak dari ranjang berjalan kearah kamar mandi. Sepertinya dia harus menyegarkan badannya biar otaknya juga fresh. Baru hitungan jam jadi suami Cahaya, sudah bikin pemuda itu frustasi.

1
Nayla Nurul Aini
mumet ma cerita nya,kebanyakan anggota bingung bacanya Thor ...🙏 terpaksa aq berhenti bacanya, terlalu banyak nama
Ana Wiwid
apakah mike thor ayahnya gibril
Ana Wiwid
aduuuh thor sampai ikut mewek ni mudah mudahan gak batal puasanya
Ana Wiwid
nyesek banget thor
Ana Wiwid
asya kah itu thor yg di balik tembok
Ana Wiwid
mangka nya black jangan sok sok an... 😀😀
Ana Wiwid
bawaan orok kali ya..... 😀😀
Ana Wiwid
periksakan ke dokter pasti positif..... 😀😀
Ana Wiwid
mungkin cahaya hamil ya thor
Ana Wiwid
apakah laki laki itu senja temannya cahaya
Ana Wiwid
jangan jangan gibril anak nya mike
Ana Wiwid
partner di atas ranjang...... 😀😀
Ana Wiwid
gimana mau hamil langit aja blom menyentuhnya....
Yunita Simanjuntak
dasar ibu2 ganjen....bisa2nya suka Ama suami orang lain🤦
Yunita Simanjuntak
dasar eyang jadul...lht baik tdknya orang cuman dr luar....
🐰Far Choinice🐰
mampiirr lagii kakakkk
Yunita Simanjuntak
Thor....siapa pengarang cerita ibu kelinci dan anak kelincinya ya?😀
GelsanuSahra: Cahyono dong🤣
total 1 replies
Cici Kartini
aku maraton bacanya..tiap eps ada pelajaran semua.apalagi yg sdh berkeluarga .makasih author....gk smpet komen tiap eps..karna pngen cpet2
GelsanuSahra: makasih 🙏🏻
total 1 replies
Diah
asyiap, meluncurrrr...
🤔namanya unik harjunot🙄
Diah
hmmm..g jujur
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!