20 Tahun sudah berlalu, Yunia sudah memiliki kehidupan keluarga yang cukup bahagia, namun ternyata ada yang disembunyikan yunia, bahwa ia hampir setiap malam bermimpi bertemu dengan sang masa lalu. Sang cinta pertama yang tidak benar benar pergi dari hatinya.
Lalu tanpa sengaja mereka tiba-tiba bertemu di dunia nyata, dan ternyata sang mantan pun sudah memiliki keluarga yang bahagia
yunia tidak bisa menampik jantungnya berdebar lebih kencang ketika kembali bertemu dengan sang pemilik mimpinya selama ini "Didi Permana Putra".
apa yang akan terjadi selanjutnya? apakah selama ini Didi pun memiliki mimpin yang sama dengan yunia?
bagaimana Yunia menata hatinya kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss ii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Diner bareng Danang
Sepanjang jam mata kuliah pertama Danang perhatikan Yunia cuma sedikit merespon candaannya, dan mata Yunia pun terlihat sembab. Danang menduga Yunia habis menangis. Tapi apa penyebabnya? Danang penasaran. ntar ah pulang kuliah ajak makan bakso aja (ujar Danang dalam hati).
Jam istirahat tiba, Danang pun keluar duluan sengaja tidak menghampiri Yunia.
Yunia tidak keluar dari kelas, hanya berdiam diri dikelas, dan meminum air botol mineral pemberian ibu warung tadi. Yunia pun jadi teringat ibunya, bergegas yunia membuka ponselnya dan membuat panggilan keluar ke nomor ponsel ibunya. Tut....Tut... Dering ketiga barulah panggilan tersambung :" Assalamualaikum ibu sehat?", tanya yunia pada ibunya.
"walaikumsalam sehat Yun, kamu sehat kan?" tanya ibunya.
"Alhamdulillah Sehat bu gimana kemarin udah dibayar kan ke warung Bu haji? Yuni udah lebihin kemarin transfer nya, buat pegangan Ibu ".
"mmm..maaf Yun uang yang kemarin Yuni transfer sebagian di ambil mba mu, jadi Ibu belum bayar semua hutang ke Bu hajinya", ujar ibu yunia.
"Ya Allah bu, kok tega sih mba, dia kan sudah punya penghasilan sendiri, udah ga pernah bantu keluarga malah ikut nyusahin aku, di sini Yuni tu mati-matian bu berhemat supaya bisa bantu keluarga. mba malah ga tau diri ikut nyusahin Yuni. Dulu mba bisa kuliah dengan santai tanpa mikirin biaya. Di sini Yuni kerja sambil kuliah usaha sendiri supaya bisa dapet ijazah S1. Yuni bukan hitung-hitungan bu, tapi kenapa keterusan mba bersikap se enaknya gini, kalo terus-terusan begini Yuni pun mau bersikap kayak mba ga perduli dengan keluarga", ucap yunia mengeluarkan emosinya yang telah terpendam lama.
Ya cukup lama, sejak kecil kakak yunia, yang bernama intan, diperlakukan secara berlebihan oleh ayah dan ibunya. intan selalu dibelikan mainan dan pakaian yang bagus, sedangkan yunia hanya diberikan lungsuran dari Intan.
"Yun siapa lagi yang bisa ibu mintain bantuannya kalo kamu memilih ga perduli dengan ibu dan bapak?" jawab ibu.
"Bu tolong bersikap adil, kalo Yunia kalian paksa berjuang jauh dari orang tua, tolong mba intan juga kalian paksa berjuang untuk bantu ibu bapak di sana", jawab Yunia.
"yunia kamu itu ngomong apa? Mau jadi anak durhaka kamu!!!, sudah dibesarkan malah hitung-hitungan , eh sekarang malah sok ngajarin orang tua,"bapak yunia yang menjawab.
Yunia pun kaget tidak menyangka bahwa bapak akan menjawab nya.
"maaf pak Bu, yuni bukan mau jadi anak durhaka, Yuni cuma cape ini udah 22 tahun Yuni merasakan perbedaan perlakuan bapak dan ibu", jawab yunia.
"eh ini anak makin ngawur, kalo Deket udah bapak seret kamu!" terimakasih bapak.
"ya udah pak Yuni matiin dulu", jawab yunia.
Yunia pun menelungkupkan kembali kepalanya di meja kursinya. Dan dia terisak lagi. Hiks...hiks...., untung kelas sepi, karena lagi di jam istirahat.
Tiba-tiba ada yang menepuk bahunya. Yunia kaget dan menatap siapa yang menepuk bahunya. Ternyata Danang. Dia menawarkan minuman dingin dan cilok, dan coklat.
Danang :" nih Yun, Lo butuh tenaga kan buat nangis lagi".
yunia pun memaksa tersenyum dan berkata:" makasih yang Nang".
Yunia pun mengambil makanan yang dibawa oleh Danang. Dan memakannya pelan-pelan.
Danang :"ni kalo sudah makan cilok, Lo makan coklatnya ya, biar enakan, trs cuci muka Lo. Sepet mata gue liat muka Lo sedih Mulu".
"aaaaa Danang Lo tu kenapa sih, kalo Baek gini k gue, kan gue jadi tambah love love ke Lo tau." jawab yunia sambil memberikan tanda love ke arah danang
Danang pun tertawa dan berkata:" nah ini Lo udah mulai waras".
Yunia pun tertawa, dan pergi keluar kelas untuk mencuci mukanya.
akhirnya jam kuliah hari ini selesai di jam 19.30.
Yunia pun bersiap-siap akan pulang. Danang pun lekas menghampiri dan berkata :" Yun dinner yuk sama gue".
Yunia pun menoleh dan berkata:' Lo abis dapet lotre Nang?.
Danang :" Yo i Yun, makanya rugi Lo kalo ga ikut".
Yunia :" emang siapa aja yang ikut?"
Danang : rame lah ada Jamil, Eko, Nani, Nova, sama Lo kalo mau
Yunia :" banyak juga ya, ya udah deh gue ikut serlok ya."
Danang : " gaya amat Lo pake serlok segala, emang tukang bakso di kampus ini ada berapa sih".
Yunia pun tertawa lepas mendengar jawaban Danang.
Sampai di TKP yunia pun celingukan kemana Danang dan lainnya, kok yang ada malah anak2 tingkat bawah.
Yunia pun kaget ketika tangannya di tarik seseorang. Eh ternyata Danang yang menariknya.
Yunia pun mengikuti Danang ke meja yang sudah di pesan.
Ternyata hanya ada Danang dan yunia saja.
Melihat yunia mukanya bingung, Danang pun berkata :" gue sengaja boongin Lo.ya kali gue nraktir orang banyak. Lo kira gue tuan takur".
Yunia pun tertawa mendengan ucapan Danang .
Hahahahahaha, gue kira Nang Lo jadi kaya raya setelah ngilang kemarin", ujar yunia.
udah sekarang kita dinner dulu ya, anggep aja Lo lagi makan di restoran mahal sama gue ", jawab Danang.
Yunia :" ada ya makan bakso di kata dinner".
Danang pun gantian tertawa.