Novel kali ini menceritakan tentang pertemuan tak sengaja Kania dengan CEO tampan di hotel. Lucu seru jangan lupa like.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Murniasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tak Baik Memaksa
Happy Reading 😘
#Bab Sebelumnya...
**__**
Kevin mulai tak bisa menahan gelora nafsu yang membara dalam tubuhnya, tangannya mulai bergerak turun dari memegang pipi turun kearah gunung kembar Kania, yang seketika Kania kaget dah membuka mata, tangan Kevin satunya menelusup dibalik punggung Kania.
Kania berusaha berontak namun dekapan erat Kevin dan nafsu yang menguasai diri Kevin, membuat Kania hanya bisa berontak tapi tak bisa lepas. Sedikit mengangkat tubuh mungil Kania hingga sandal rumah yang dia pakai terlepas.
"Vin,, sadar lah kamu mau ngapain?" Kania mulai panik.
Kevin semakin tak terkendali, gairah yang dia tahan sudah hampir meledak. Dengan sekali angkat Kevin berhasil menggendong Kania yang meronta-ronta.
"Kevin,, lepasin aku Vin. Kamu gak boleh seperti ini, kamu harus ingat janji mu! Kevin stop!!'
Kevin tak menghiraukan ucapan Kania dan tetap membawanya menuju sofa yang ada disudut meja kerja nya. Sofa coklat empuk itu seakan siap menerima tubuh mungil Kania.
Brugghh....
Suara tubuh Kania yang dilemparkan lembut ke atas sofa coklat berusaha bengkit menatap Kevin yang sudah menindih kakinya.
"Vin..Vin.. ini belum genap seminggu ya, aku harap kamu ingat janji mu!"
"Hanya tinggal sehari lagi waktu seminggu itu akan terjadi juga jadi sebaiknya kita lakukan saja sekarang."
Kevin menarik tangan Kania mencium nya kembali dengan nafsu yang semakin bergejolak mengunci Kania yang tak bersuara. Kevin melepaskan ciumannya dan dengan satu tangan Kevin menarik keatas kaus yang di pakai Kania hingga terlepas dari tubuhnya. Mata Kevin menatap kedua gunung kembar Kania tapi saat Kevin sudah berada diatas Kania menatap Kania yang dengan tiba-tiba meringsut ketakutan dengan air mata yang sudah mulai mengalir.
Degh...
"Kania,,, kamu kamu kenapa nangis?" tanya Kevin gugup.
"Ak.. aku belum siap. Aku belum mempersiapkan hati ku, aku belum yakin apakah aku benar menyerahkan nya padamu." jawab nya sambil terisak.
Seketika hilang sudah keinginan Kevin yang ingin ******* Kania menjadi rasa iba yang aneh.
"Apa ini pertama kalinya untuk mu?"
"Kamu pikir apa?! Biarkan aku mempersiapkan hati dan pikiran ku untuk hal ini. Jangan lupa janji mu."
"Huft... maafkan aku. Aku terbawa suasana kesal dan rasa ingin memiliki mu. Ya sudah sesuai perjanjian kita besok aku harap kamu sudah mempersiapkan hati dan pikiran mu. Sekarang kembalilah ke kamarmu!"
"Benarkah, kamu melepaskan aku?"
"Ya kali ini aku lepaskan tapi tidak jika waktunya tiba, cepat kembali ke kamar mu sebelum aku berubah pikiran dan benar-benar melahap mu!"
Kania pun segera mengambil kaos nya dan berlari menuju kamarnya tanpa berfikir panjang dan mengunci pintu.
Tinggallah Kevin yang duduk disofa dengan segala pikiran nya.
Astaga kenapa aku bisa, bertingkah kelewat batas seperti ini pda Kania. Apakah aku menakutinya? sampai ia menangis? Ini yang pertama bagi nya? Aku harus lebih lembut lagi nanti. Aku seperti kerasukan setan saja tadi. Seperti bukan aku yang biasanya.
Apa karena wanita ini Kania, gadis polos yang selalu menantang ku, aku semakin penasaran padanya. Aku akan melindungi mu Kania. Sabarlah Kevin besok adalah hari terakhir seminggu perjanjian yang Kania berikan, dan aku akan mendapatkan dirimu Kania.
Kania yang sudah mengunci pintu kamarnya duduk disamping kasur masih dengan kaos yang dia pegang.
Besok adalah hari terakhir perjanjian yang aku berikan padanya, dan aku mau tidak mau harus siap menyerahkan apa yang dia mau. Aku harus ikhlas semua demi panti asuhan.
**__**
To be continued 🤭🤭🤭
Sabar ya Readersss,, belum jadi *** *** nya 😁😁 nanti ada waktunya. Tipis aja dulu biar geregetan.
Bab ini dikit ya isi nya🤣 iya . Jangan lupa like, komen nya makasih. Oiya tunggguin ya Insyaallah Bab. Giveaway akan update malem. Makasih yg sudah ngasih vote n gift nya, kalian team terbaik ku 😘😘😘