Kebiasaan buruknya dalam berjudi, membuat dirinya terpuruk dalam kesulitan.
Di kejar kejar Dep colector kelas mafia, membuat hidupnya, mati segan hidupu pun tak mau.
Hingga di penghujung kebuntuanya, Dylan harus bertarung melawan para Dep Colector hingga membuat nyawanya melayang.
Ikuti terus kisahnya Cuy .... Ok.
Klik favorite dan kasih like and ratenya juga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arby yingjun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
FEELING ERICK
"Bagaimana keadaanmu sekarang?" tanya Erick yang kini telah duduk di samping Bed hospital Surono.
Surono menghela nafas dan menghembuskanya sambil tersenyum memandang ke arah Erick dan beralih memperhatikan si kembar.
"Ya seperti yang kau lihat saat ini, badanku masih terasa lemas dan tak biasa leluasa bergerak seperti tadinya." jawab Surono dengan wajah sedikit malas.
"Bersabarlah, aku yakin. Kau pasti sembuh, dan kita akan berkumpul seperti dulu lagi." Erick memegang pundak Surono mencoba menyemangatinya.
"Terima kasih, Erick. Kau memang sahabat terbaiku." jawab Surono dengan wajah yang kini berubah bersemangat.
"Suro, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu." ucap Erick dengan intonasi serius.
"Tanyakan saja, aku pasti akan menjawabnya selagi aku bisa." jawab Surono.
Sebelum meluncurkan pertanyaanya, Erick sekilas memandang Alexa yang masih terlihat bercanda bersama si kembar.
"Ada apa Erick?" tanya Suro yang sedikit heran pada Erick.
"Suro, aku merasa saat ini ada seseorang yang sedang memperhatikanku dari jauh." ucap Erick dengan kepala menunduk.
"Maksudmu, Wanita cantik yang sedang bersama si kembar itu?" Surono menggedikan kepala mengarah pada Alexa yang berada sedikit jauh di depanya.
Erick menggelengkan kepala menolak apa yang di perkirakan Surono padanya.
"Bukan, bukan dia Suro." jawab Erick.
"Lantas, siapa yang kau maksudkan itu?" tanya lagi Surono dengan serius.
Erick kembali menarik nafas dan menghembuskanya dengan kasar sambil menggelengkan kepala.
"Entahlah, aku sendiri belum tahu siapa orangnya, tapi yang jelas, aku merasa ada seseorang yang terus bergerak mencoba mendekatiku." jelas Erick.
Surono memandang ke arah bola mata Erick, menerawang jauh ke dalam relung hatinya.
Sepertinya Erick mulai menyadari dengan kehadiran orang tuanya yang lama hilang.
"Suro, mengapa kau melamun?" tanya Erick sekaligus membuyarkan lamunan kecil Surono.
Surono terhenyak, dan mengerjap ngerjapkan matanya.
"Tidak, aku tidak apa apa Erick." Surono memilih bungkam.
"Sepertinya kau perlu istirahat yang banyak Suro." Erick menepuk nepuk kecil pundak Surono.
"Mungkin kau benar Erick, terima kasih kau telah datang menjenguk aku disini." ucap Surono dengan tulus pada Erick.
Erick terlihat melangkah ke arah Alexa dan mengajak mereka agar segera berpamitan pada Surono.
Sebelum kepergianya, si kembar menyempatkan diri mencium pipi dan kening Surono.
"Ayo dadah dulu sama Om Suro. Besok kita akan kesini lagi menjenguk beliau." ucap Erick pada kedua putri kembarnya.
Selesai berpamitan, akhirnya Erick bersama calon keluarga kecil melangkah keluar dari kamar Surono.
"Sayang, ini kan sudah waktunya jam makan siang, kita makan yuk." ajak Alexa pada Erick.
"Baiklah, kau benar ayo kita cari tempat makan terlebih dahulu." jawab Erick.
Setelah Erick masuk ke dalam mobilnya, Erick sekilas memandang ke arah luar kaca mobilnya.
Dan tak sengaja pandangan Erick tertuju pada seseorang yang sedang memperhatikanya dari kejauhan.
"Siapa dia?" gumam Erick yang terdengar oleh Alexa yang berada duduk di sampingnya.
Alexa mengikuti kemana arah mata Erick memandang. Dan tak berselang lama, seseorang yang memperhatikan Erick dari kejauhan, dirinya langsung pergi menghilang.
"Alexa," Erick memanggil dan Alexa pun langsung menatap Erick.
"I ya," jawab Alexa.
"Apakah kau merasa selama ini kita sedang di perhatikan dan di ikuti seseorang." tanya Erick yang terlihat cemas pada Alexa.
"Mungkin ini hanya perasaanmu saja, sayang." Alexa tak ingin membuat Erick semakin gelisah.
semoga kalian selalu bahagia.. 🥰🥰😍
lanjut baca👍👍
ngangkang tuh jalan
ko tamat