Di dunia di mana kekuatan ditentukan oleh sekte dan warisan darah, Li Jian hanyalah pemuda desa tanpa nama. Namun, ketika dia menemukan pedang tua berkarat yang ternyata menyimpan rahasia para dewa, hidupnya berubah selamanya.
Diburu sekte hitam dan dikhianati oleh orang terdekat, Li Jian harus menapaki jalan berdarah untuk mengungkap takdirnya. Dalam dirinya, bukan hanya kekuatan pedang yang terbangun—tapi ambisi untuk mengguncang tatanan dunia.
Karena di dunia ini, hanya satu hukum yang berlaku "Yang kuat bertahan, yang lemah dilupakan"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arvin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chap 30: Wujud Senjata
Whosss!
Trang!
Trang!
Whosss!
Mereka saling bertukar serangan, serangan demi serangan, mereka terus-menerus seperti itu hingga menciptakan fluktuasi yang menekan di pertarungan itu Lui Bal nampak lebih unggul.
Tidak terasa pertarungan mereka sudah memakan waktu 30 menit lama nya saat ini yang terluka parah adalah Lui Bal di ikuti oleh Dian Gu yang mana Lui Bal tidak membiarkan nya beregenerasi dengan cara menyerangnya tanpa henti.
Lui Bal menyerang titik vital Dian Gu dan membuat nya memuntahkan seteguk darah dan itu membuat nya terpukul mundur, regenerasi nya sudah tidak bisa digunakan lagi karena hari ini benar-benar sudah banyak menggunakan Qi yang tersisa tidak seberapa banyak.
Ketika sedang dalam posisi lengah, Lui Bal menyerang kembali wajah Dian Gu dan membuat nya kembali terlempar cukup jauh dan kembali memuntahkan seteguk darah segar.
"Sial! Dia menang dalam segi kekuatan, apakah tidak ada cara untuk mengimbangi kecepatan nya itu?" Dian Gu sempat kewalahan karena lawan nya itu benar-benar sangat cepat. Semaksimal mungkin dia menghindari serangannya akan tetapi Lui Bal terus menyerang dan tidak membiarkan Dian Gu beristirahat sedikit pun.
Mereka pun terus-menerus bertukar pukulan setelah keduanya terluka parah, bahkan tanah pun sampai-sampai bergetar karena pertarungan mereka yang sangat sengit itu, Dian Gu sebenarnya bisa saja membunuh Lui Bal dengan teknik nya. Akan tetapi, dia tidak ingin melakukan hal tersebut karena Lui Bal masih memiliki kartu AS yang belum dia tunjukkan mengingat kedua teman nya sedang berusaha untuk bangun menggunakan esensi asing.
"Matilah dasar manusia rendahan!" Lui Bal berteriak kesal kemudian mengarahkan sebuah pukulan yang kuat tepat ke arah perut bagian bawah Dian Gu
Dbuakk!
Pukulan tersebut berhasil mengenai perut Dian Gu dan membuat diri nya terangkat ke udara dengan cukup tinggi karena pukulan tersebut mengandung Qi dan meledak saat pukulan nya mengenai tepat perut nya.
Tidak ingin memberikan sedikit pun kesempatan, Lui Bal mengaliri tombak hitam nya dengan kekuatan iblis nya dan tombak hitam yang sedang dia pegang bergetar lalu mengeluarkan siluet ular bermata emas.
Tssssss!
Siluet ular itu mengeluarkan suara mendesis yang sangat menakutkan dan mengancam, lalu Lui Bal mengangkat tombak hitam nya tersebut ke atas langit.
Kemudian melemparkan nya dengan kuat ke arah Dian Gu, kecepatan nya sangat tinggi ketika sedang melesat sedang siluet ular dibelakang tubuh nya mengikuti dari belakang dan kemudian menyerang diri nya.
Angin disekitar berubah menjadi tornado kecil, karena serangan perputaran yang menciptakan arah angin berputar-putar. Tombak hitam sekejap mata semakin membesar.
Di sisi Dian Gu, dia yang masih berada di udara, langsung menghentikan pergerakan tubuh nya menggunakan Qi dan membuat tubuhnya berhenti kemudian melayang di udara, dia langsung menatap ke arah Lui Bal dan melihat sebuah tornado besar sedang menuju ke arah nya di ikuti oleh serangan seekor ular besar.
Serta tombak hitam besar sedang melesat ke arah nya dengan kecepatan tinggi, tidak hanya itu, tombak hitam tersebut mengeluarkan aura iblis yang pekat.
Dian Gu sesegera mungkin membuat sebuah array untuk melindungi tubuh nya agar dampak dari serangan dari tombak tersebut tidak terlalu besar, walaupun terlihat seperti sedang terpojok, Dian Gu masih sangat santai menghadapi nya.
Seolah-olah semua serangan itu tidak ada apa-apanya, setelah selesai melapisi tubuh-nya dengan Array Dian Gu langsung mengangkat Pedang Dewa Pemalas ke atas.
Bersambung...
salam manis dari arkhanza!