Aqila dan Arga adalah sepasang suami istri yang terpaksa menikah. Ini adalah keinginan dari Sherly sahabat dan juga calon istri dari Arga.
"Kumohon ini adalah permintaan terakhirku." Kata kata itu yang membuat mereka bersatu. Meskipun awalnya mereka terpaksa untuk menikah. namun lama kelamaan meraka merasa nyaman satu sama lain.
Apakah mereka akan selalu bahagia? Bagaimana jika Sherly kembali? Siapa yang akan di pilih Arga pada akhirnya?
Yuk simak cerita selengkapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fadhila dila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 31
Tak terasa kandungan Aqila sudah menginjak umur 4 bulan. Selama itu juga Arga selalu menemani Sherly. Ia sudah memberikan penjelasan terhadap Sherly bahwa ia telah menikah. namun Sherly tak bisa menerima itu. Dengan sabar Aqila selalu berbagi suaminya. meskipun sikap Arga ke Sherly jadi sedikit dingin tak sehangat dulu. Pagi ini Arga dan Aqila hendak berangkat ke kantor.
"Ayo sayang. kita berangkat bersama."Ajak Arga setengah berteriak karena Aqila masih di dalam kamar sedangkan Arga sudah berada di ruang tamu.
"Iya mas. Sebentar aku minum susu dulu. tadi lupa." Jawabnya sambil cengengesan.
Setelah itu mereka berangkat ke kantor. Setelah sampai di depan lobi tempat Aqila bekerja Arga langsung membungkuk mencium perut Aqila yang mulai membuncit.
"Anak Ayah baik baik ya sayang. jangan bikin bunda kamu kesakitan sayang. jangan nakal ya nak. Ayah sayang banget sama kamu nak."Ucap Arga sambil menciumi perut Aqila. Tiba tiba ada pergerakan dari baby di perut Aqila.
"Sayang dia ngerespon aku. Ini baru pertama kalinya aku merasakan dia bergerak sayang."Lanjutnya dengan wajah yang berbinar.
"Iya mas. memang akhir akhir ini ia sering bergerak." Jawab Aqila.
"Ya udah mas. aku masuk dulu ya. Assalamualaikum masku sayang."Lanjutnya sambil mencium punggung tangan Arga dan mengecup sekilas bibir Arga.
"Wa'alaikum salam sayangku. Hati hati kerjanya. jangn sampai terlalu lelah ya sayang." Arga pun tak mau kalah mencium bibir Aqila.
Aqila turun dari mobil menuju ruangannya. Seperti biasa ia akan mengecek jadwal hari ini dari atasannya yaitu Rendi. ia melihat beberapa hari ke depan akan di adakan beberapa meeting. hanya saja ada beberapa yang di laksanakan di luar kota.
"Meeting luar kota. Mas Arga bakal ngizinin aku ga ya?" Batin Aqila
Saat Rendi tiba ia akan mengikuti Rendi ke dalam ruangannya dan membacakan jadwal Rendi hari ini.
"Jadwal meeting luar kota ya? Berapa banyak Qila minggu ini aku harus ke luar kota?"
"Mungkin 3 sampai 4 kali dalam satu minggu ini. Emang kenapa kak?"
"Aku khawatir sama kamu mungil. kamu lagi hamil kalo harus ke luar kota kamu pasti kelelahan. Gimana kalo kamu berhenti kerja untuk sementara aja. sampe kamu melahirkan. aku gak mau ambil resiko apapun untuk keponakan aku."
"Kakak pecat aku?" Jawabnya dengan mata berkaca kaca. "Padahal meskipun aku hamil aku tetep kerja kok. kerjaan aku selesai semua." Aqila sudah mulai menangis.
Rendi yang melihat Aqila seperti ini harus bersabar. pasalnya Aqila jadi gampang menangis semenjak kehamilannya.
"Eh bukan itu maksud aku mungil. Kamu istirahat aja di rumah. bukan aku pecat kamu. Kamu terlihat pucat Qila. aku hanya gak mau kamu kenapa napa. Udah jangan nangis dong. maaf kalo kata kata kakak bikin kamu nangis."
Rendi tetap memberi penjelasan terhadap Aqila. Lama kelamaan Aqila mengerti dengan maksud Rendi. ia berhenti menangis.
"Kamu udah ngerti maksud kakak kan?"
"Iya kak sudah. Anggap aja aku lagi cuti." Ucapnya sambil tersenyum
Rendi hanya geleng geleng kepala melihat perubahan Aqila yang cukup drastis. Semenjak kehamilannya Aqila jadi gampang menangis karena hal kecil dan kadang setelah menangis ia akan tertawa.
"Ya udah ayo aku antar pulang. sekalian aku pergi meeting ke kota x."
"Ayo kak. tapi kita mampir dulu ke toko kue yang di ujung jalan ya kak. Aku pengen chesee cake."
"Baiklah tuan putri."
Sesuai permintaan Aqila ia membeli cake terlebih dahulu sebelum mengantar Aqila pulang ke rumahnya. Saat pulang ke rumah Arga sedang bersama Sherly di ruang tamu.
"Aqila. Kamu ngapain kesini?" Tanya Sherly yang melihat Aqila di rumah Arga.
"Oh ini aku hendak mengantarkan berkas titipan dari Pak Rendi. Maaf Pak mengganggu. ini berkas dari Pak Rendi Pak."Aqila memberikan beberapa lembat kertas ke tangan Arga.
"Baiklah kalau begitu saya permisi." Lanjutnya sambil pergi keluar rumah.
"Sebentar aku menemui Dimas dulu di luar kamu tunggu di sini saja ya." Ucap Arga kepada Sherly.
Arga menuju luar hendak menyusul Aqila namun Aqila sudah tak terlihat lagi.
"Dimas Lo liat Aqila? Tolong lo cari dia jagain dia dulu. sementara aku mau ajak Sherly pulang dulu." Ucap arga saat melihat Dimas.
"Tuh dia di dalam mobil. lagi makan cake." Dimas menujuk mobilnya
"Sayang kamu kok udah pulang? Gak biasanya kamu pulang cepet?" Ucap Arga setelah membuka pintu mobim Dimas.
"Aku disuruh cuti dulu sama Kak Rendi. dia bilang dia gak mau aku terlalu lelah. karena banyak jadwal yang mengharuskan ke luar kota. Sekarang aja Kak Rendi sedang menuju kota x. makannya aku di antar pulang. Mas mau?" Jawab Aqila sambil menyodorkan cake yang ia makan.
"Buat kamu saja." Tiba tiba Arga mencium ujung bibir Aqila sambil sedikit **********. "Ada sisa cake di ujung bibir kamu sayang." Ucap nya sambil tersenyum.
Dimas yang melihat kelakuan bosnya hanya geleng geleng kepala. Sedangkan Aqila tersenyum mendapatkan perlakuan hangat suaminya.
Arga lalu mengantar Sherly pulang ke rumahnya. ia memberikan beberapa alasan agar Sherly mau pulang. Setelah itu ia kembali ke rumah dan segera berlari menuju kamarnya. Ia melihat Aqila yang sedang berbaring di atas ranjangnnya.
"Sayang kamu tidur?"
Hanya terdengar dengkuran halus dari mulut istrinya. Ia pun ikut membaringkan tubuhnya tepat di belakang sang istri dan ia segera memeluk Aqila dari arah belakang. Dan dengan leluasa ia mengusap ngusap perut Aqila yang mulai membuncit. Saat Arga sedang asik mengelus perut Aqila baby bergerak dengan lincahnya. hingga membuat Aqila terbangun.
"Maaf sayang kamu jadi terbangun."
"Ga apa apa kok mas. kayanya baby seneng interaksi sama kamu mas. tiap di sentuh kamu dia pasti geraknya aktif banget."
"Karena dia tau sayang. Ayahnya ini sayang banget sama dia sama bundanya juga."
"Bunda juga sayang Ayah." Ucapnya malu malu. "Mas aku laper. kayaknya enak ya makan bakso. tapi aku ingin bakso keliling yang di jual pake gerobak itu loh mas. Yang suka keliling komplek."
"Itu gak terjamin sayang kebersihannya. mending cari di resto aj ya."
"Gak mau aku pengennya bakso yang itu." ucapnya dengan mata berkaca kaca.
"Baiklah.. ayo pergi. mau pakai mobil atau jalan kaki sayang?"
"Jalan kaki aja mas. itung itung jalan sore."
Mereka pun pergi menuju taman komplek karena biasanya saat Aqila pulang dari kantor ia melihat gerobak bakso di taman. Dan dugaan Aqila benar, saat ia sampai di taman dan melihat gerobak bakso itu ia langsung memesan 1 porsi bakso.
"Mas beneran gak mau?"
"Gak sayang. kamu aja yang makan."
"Baiklah." Ucap Aqila sambil menyuapkan baksonya.
Banyak para tetangga komplek yang melihat ke arahnya. mereka terlihat heran melihat Aqila menyantap bakso pinggir jalan. Mengingat rumah Arga adalah rumah paling mewah di komplek tersebut. Setelah selesai memakan baksonya. Aqila melihat yang menjual rujak di gerobak yang lain. ia menghampiri penjual rujak dan memesan 1 porsi rujak.
"Kamu gak akan kekenyangan sayang makan segini banyaknya?"
"Ga akan mas. malah bawaannya aku laper terus semenjak mengandung."
Aqila membeli beberapa jajanan yang ada di taman tersebut. Ada 4 jenis makanan yang sekarang sedang di bawa Aqila. ia berjalan menuju rumah dengan hati yang sangat gembira.
cuman kurang greget ceritany,tp tetap semangat ya thor,dan semoga banyak yg baca ceritamu 😊😊😊
pahit ditengah
ending yg maies