Ini karya pertamaku...
Ada seorang gadis bernama Alsaqueen Azkira Argawijaya mempunyai sifat baik, ramah, murah senyum, manja, dan jail kesemua orang tapi itu DULU. Sekarang namanya Alqueena Azkiya Argawijaya sifatnya sekarang kejam, dingin, datar, dan dia gak akan segan-segan membunuh orang yang telah bermain-main dengan dia mau itu cewek, cowok, tua, muda, anak-anak, maupun bayi. Tapi sifat itu tidak berlaku dengan paman, tante, abang angkat, dan juga sepupu gue.
Dia berubah karena ibunya meninggal dibunuh oleh seorang wanita berumur yang hampir sama dengan ibunya dibantu juga oleh anak perempuannya.
.
.
.
Kalau gak nyambung maaf baru belajar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuni rahayu devi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aneh
FLASHBACK...
Hari sudah sore Al dkk sekarang berada divilla Sifa dkk, mereka pergi kesana dengan sembunyi-sembunyi, saat ini Sifa dkk sedang pergi keluar villa mereka sedang berjalan-jalan melihat pulau tersebut.
"Mana obatnya?" tanya Al.
"Nirh" ucap Kevin memberi obat tersebut.
Al mengambil obat tersebut lalu memasukkan kedalam minuman Sifa, efek obat tersebut adalah siapapun yang minum obat itu maka dia akan berhalu melihat sosok tak kasat mata yang sangat mengerikan.
"Udah belum?" tanya Chandra melihat kanan dan kiri.
"Udah" jawab Al.
Cklek
Suara pintu yang akan terbuka, Al dkk panik lalu mereka bersembunyi dibawah ranjang.
Sifa dkk masuk kedalam villa lalu duduk diatas ranjang.
"Bagus juga ni pulau" ucap Sifa.
"Iya bener kata lo" sahut Rere.
"Dikasih nama apa pulau ini?" tanya Sifa.
"Gue denger-denger sih namanya Red Blood" jawab Salma.
"Darah merah?" tanya Nisa.
"Iya" jawab Salma, tiba-tiba mereka merinding.
"Serem juga namanya" ucap Sifa.
"Iya, dapat inisiatif dari mana tu orang sampai ngasi nama pulau Red Blood?" tanya Nisa.
"Gak tau, kita keluar lagi yuk gue mau main air" ajak Rere.
"Ayo tapi tunggu dulu gue mau minum ini dulu" ucap Sifa lalu meminum minumannya yang sudah dicampur obat oleh Al.
Mereka pun keluar dari villa, akhirnya Al dkk bernapas lega lalu keluar dari bawah ranjang.
"Cabut yok bahaya kalau lama-lama disini" ajak Kevin.
Mereka bertiga berlari secepat kilat keluar dari villa dan langsung masuk kedalam villanya masing-masing. Tak ada satu orang pun tau mereka hanya merasakan angin kencang yang lewat.
FLASHBACK OFF...
-
Hari sudah pagi mereka semua berkumpul untuk diberitahu kegiatan mereka hari ini, semua siswa/siswi sangat bersemangat mengikuti semua kegiatannya, tapi tidak dengan Al dkk mereka hanya cuek dengan kegiatannya, pada saat semua orang mengikuti kegiatannya mereka hanya santai melihat semua orang.
Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 13.00 mereka sekarang sedang istirahat divilla, Al dkk sekarang sedang ada diatas pohon yang jaraknya agak jauh dari villa.
"Nanti akan terjadi sesuatukan?" tanya Chandra.
"Iya" jawab Al.
"Terjadi apa?" tanya Kevin.
"Coba liat apa yang akan terjadi" jawab Chandra.
"Ok sebentar" ucap Kevin lalu menutup matanya.
"Astaga terus gimana?" tanya Kevin.
"Ya nanti kita tolonginlah" jawab Al.
"Tapi nonton dulu sebentar" lanjut Al.
"Coba Sifa yang kena gue akan nonton doang gak akan nolongin" ucap Kevin.
"Bener kata lo" ucap Chandra setuju.
"Kevilla yok sebentar lagi pertunjukkannya dimulai" ucap Al.
"Hayuk" ucap Chandra dan Kevin semangat, lalu mereka berlari kencang pada saat sudah dekat villa mereka berjalan santai.
Al dkk berjalan menuju semua orang yang ada ditepi pantai, mereka semua sedang main air karena jadwal kegiatan untuk hari ini sudah selesai, padahal ini sangat panas tapi mereka seperti tidak merasakan panasnya.
Al dkk lalu duduk dibawah pohon kelapa supaya mereka tidak kepanasan, mereka melihat kesekeliling masih aman-aman saja.
Beberapa menit kemudian ada suara minta tolong, mereka semua hanya menonton tak ada niatan untuk menolong.
"Itu Naila gimana Pa" ucap Nyonya Laila menangis melihat Naila yang dibawa ombak ketengah laut.
"Papa juga gak tau ma" ucap Tuan Adi gelisah.
Tanpa banyak bicara tiba-tiba Putra dan Dion berenang untuk menyelamatkan Naila yang dibawa ombak ketengah laut. Al dkk hanya menonton dari tempat duduk mereka tapi tiba-tiba.
"Gawat" ucap Al sedikit berteriak membuat semua orang melihat kearah mereka tapi Al tidak peduli dia lalu melihat Chandra dan Kevin.
"Dion sama Putra sebentar lagi keram" batin Al.
Chandra dan Kevin melotot tidak percaya semua orang yang ada disana bingung dengan tingkah mereka.
"Gimana dong ini?"batin Kevin gelisah.
"Tolonginlah Bang Ke"batin Chandra menjawab malas.
Al lalu mengangguk seperti memberi kode kepada mereka dan untungnya mereka tau maksudnya, Al dkk lalu berlari dan melompati siswa/siswi yang menghalangi jalannya membuat semua orang terkejut termasuk siswa/siswi yang dilompati, setelah melompati mereka Al dkk lalu berlari.
"Aaa keram" teriak Putra membuat semua orang terkejut dan panik.
"Aaaa" teriak Dion.
"Ini gimana?" tanya Nyonya Laila gelisah sambil menangis, Rosa dan Risa sudah menangis sedari tadi, Rizky dkk yang ingin menyelamatkan mereka dihalang oleh para orang tua.
Setelah dirasa cukup untuk berlari mereka lalu berenang sekuat tenaga kearah mereka semua. Chandra dan Kevin kearah Dion dan Putra sedangkan Al kearah Naila yang sudah jauh dari sana. Posisi Dion dan Putra belum terlalu jauh jadi mudah untuk ditolong sedangkan Naila dia sudah sangat jauh.
Chandra dan Kevin membawa Dion dan Putra ketepi pantai, setelah mereka sampai ketepi pantai semua orang masih belum bisa bernapas lega karena Al dan Naila masih disana, tapi beda dengan Chandra dan Kevin mereka masih santai sambil mengatur napas mereka.
"Al sama Naila gimana?" tanya Rizky panik karena jarak Al sangat jauh.
"Tenang dulu hosh nanti juga Al bawa Naila kesini hosh" jawab Kevin datar sambil mengatur napasnya.
"Kenapa kalian gak ada masang wajah khawatir mereka dalam bahaya?" tanya Rizky kesal.
"Ini juga kita khawatir" ucap Kevin sambil memperlihatkan wajahnya yang masih setia datar.
"Terserah kalian" ucap Rizky yang sudah sangat kesal dengan mereka.
Al sudah membawa Naila mereka sedang diperjalanan ketepi pantai, untungnya Naila tidak pingsan jadi dia masih bisa berenang sendiri tapi masih dengan bantuan Al.
Semua orang yang melihat Al membawa Naila bernapas lega, Al dan Naila akhirnya sampai ditepi pantai Rosa dan Risa lalu memeluk Naila yang sudah lemas, setelah mereka Putra dan kedua orang tuanya memeluk Naila dengan erat seperti tidak mau kehilangan dia lagi.
"Makasih ya Al udah mau nolongin Naila" ucap Nyonya Laila lalu memeluk Al, Al membalas pelukannya.
"Sama-sama Tante" jawab Al dengan wajah datar.
"Jangan panggil Tante panggil Mama aja" ucap Nyonya Laila melepas pelukannya lalu tersenyum menatap Al.
"Iya Tan maksudnya Ma" ucap Al gugup.
Tiba-tiba Putra memeluk Al dengan sangat erat membuat Al terkejut karena pelukan Putra secara tiba-tiba tapi dia reflek membalas pelukannya.
"Makasih Al makasih banyak udah nolongin adek gue kalau gak ada lo gue gak tau lagi akan gimana jadinya" ucap Putra yang masih memeluk Al.
"Sama-sama" ucap Al, lalu pelukannya pun dilepaskan perlahan oleh mereka berdua. Setelah Putra sekarang Naila yang memeluk Al sangat erat.
"Gue gak tau lagi harus ngomong apa sama lo yang pasti gue sangat sangat berterima kasih karena lo gue selamat, gue berhutang budi sama lo" ucap Naila.
"Lo gak berhutang budi sama gue, anggap aja ini tanda sebagai teman yang menyelamatkan temannya sendiri" ucap Al yang masih ada dipelukannya Naila.
"Bukan teman tapi sahabat" ucap Naila melepas pelukannya lalu tersenyum kepada Al, Al hanya mengangguk sebagai tanda setuju.
"Bro makasih tanpa lo berdua mungkin kita ikut tenggelam disana" ucap Putra kepada Chandra dan Kevin.
"Iya lo berdua udah nyelamatin nyawa kita berdua juga, makasih ya" ucap Dion.
"Sama-sama" ucap Chandra dan Kevin kompak.
Lalu mereka berpelukan ala lelaki, setelah itu mereka melepaskannya.
Tapi tiba-tiba ekspresi wajah Al dkk berubah sedikit seperti menahan sakit tapi ekspresi datarnya masih saja ada.
"Kalian bertiga kenapa, sakit?" tanya Rizky, tak ada jawaban dari Al dkk tangan Al dkk tiba-tiba bergetar tubuh mereka seperti kaku.
"Kalian kenapa?" tanya Nyonya Zahra panik yang melihat tangan mereka bergetar.
"Kalian semua lebih baik masuk kevilla masing-masing dan istirahat" ucap Satria tegas, mereka semua menurut kecuali Rizky dkk, Naila dkk, dan para orang tua kecuali Tuan Doni dan Ana mereka langsung pergi kedalam villa karena Ana yang mengajaknya, sebenarnya Tuan Doni tidak mau tapi Ana memaksa jadi dia harus menurutinya.
"Tuan Nyonya sebaiknya kalian pun istirahat" ucap Satria ramah.
"Tapi Al, Chandra sama Kevin kenapa?" tanya Tuan Rian.
"Iya kok bisa kayak gitu?" tanya Nyonya Selvi.
"Mereka baik-baik ajakan?" tanya Nyonya Reva.
"Kenapa tangannya bergetar?" tanya Nyonya Rika.
"Kenapa tubuh mereka seperti kaku?" tanya Nyonya Laila.
"Mereka gak kenapa-kenapakan?" tanya Nyonya Zahra.
"Saya juga tidak tau apa penyebabnya, mungkin mereka kecapean jadi seperti ini" ucap Satria.
"Lebih baik kalian istirahat, kaliankan pasti masih syok, biar saya yang mengurus Al, Chandra sama Kevin" ucap Satria lagi.
"Tapi mereka kenapa?" tanya Nyonya Zahra khawatir.
"Sudahlah Bun percayakan sama Satria dia itu abangnya, mereka pasti tidak apa-apa" ucap Tuan Rian menenangkan padahal diapun sama khawatirnya.
"Lebih baik kita masuk kedalam villa" ajak Tuan Adi.
"Iya kita istirahat ya" ajak Tuan Fikri.
"Pasti mereka juga ingin istirahat" ucap Tuan Bima.
"Iya nanti malamkan kita akan ada acara lagi" ucap Tuan Yuda.
"Sayang Bunda sama Ayah kevilla dulu ya, kalian istirahat juga" ucap Nyonya Zahra kepada Al dkk.
"Mama sama Papa juga kevilla dulu ya" ucap Nyonya Laila.
"Kalian manggil kita dengan sebutan Mama dan Papa ya supaya sama, jangan panggil Om sama Tante" ucap Nyonya Reva.
"Iya bener kata dia" ucap Nyonya Selvi, Nyonya Rika dan para suami semuanya.
"I i iya" jawab Al dkk kaku, semua anggota tubuh mereka menjadi sangat kaku makanya mereka berbicara saja kaku.
Para orang tua pergi kevilla masing-masing sedangkan Rizky dkk dan Naila dkk masih disana.
"Ngapain kalian masih ada disini, sana masuk villa" ucap Satria.
"Mereka gimana bang?" tanya Dion.
"Biar gue yang urus" jawab Satria.
"Udah sana masuk villa kalau gak masuk gue lemparin kalian ketengah laut" ucap Satria mengancam.
"Iya kita mau kesana, ayo guys" ajak Putra takut.
Mereka semua pergi dari sana dan sekarang tersisa Al dkk dan Satria.
"Kalian kenapa?" tanya Satria kepada Al dkk.
"Ga gak tau" jawab Kevin.
"Rizky dkk sama Naila dkk lagi sembunyi dipohon besar itu"batin Al memberirahu.
"Astaga kepo banget sih mereka"batin satria.
"Gue udah kayak kesetrum ini cepet"batin Chandra.
"Iya buruan bantuin kita"batin Kevin.
"Pura-pura gak tau keberadaan mereka"batin Al.
"Ok ok"batin Satria.
"Kaki kalian bisa gerak gak?" tanya Satria.
"Ga ga gak" jawab Kevin.
"Kalian abis dari mana sebelum kesini?" tanya Satria sambil mencoba menggerakkan kaki Kevin.
"Da da dari a atas pohon" jawab Kevin.
"Ngapain dari atas pohon?" tanya Satria yang sudah bisa menggerakkan kaki Kevin dan beralih kekaki Chandra.
"Santai" jawab Kevin sambil menggerak-gerakkan kakinya walaupun masih sedikit kaku. Sekarang mereka sudah bisa berbicara dengan normal tapi badan mereka masih kaku.
"Santai diatas pohon kebiasaan kalian" gerutu Satria.
"Sambil liat pemandangan pulau Red Blood dari atas pohon seru tau" jawab Kevin sambil berjalan ditempat. Satria sekarang beralih kekaki Al.
"Jangan-jangan penunggu pulau Red Blood gak suka kalian ada diatas pohon makanya tubuh kalian jadi kayak gini" ucap Satria.
"Sembarangan" ucap Chandra kesal.
"Udah nih, ayo kevilla istirahat ntar juga tubuh kalian gak gini lagi mungkin keram" ucap Satria lalu berdiri.
"Masa keram seluruh tubuh?" tanya Kevin.
"Ya mana saya tau" jawab Satria sambil membantu mereka berjalan.
Mereka akhirnya sampai didepan villa dengan susah payah mereka langsung masuk kevilla masing-masing, didalam villa Al sedang mencari sesuatu saat sudah ketemu dia lalu meminumnya setelah meminumnya tubuh Al kembali seperti semula, Al lalu masuk kevilla Chandra dan Kevin dari pintu yang ada didalam villa dia lalu memberikan obat tersebut kepada mereka berdua, Chandra dan Kevin meminumnya setelah meminumnya tubuh mereka kembali normal.
"Kok mereka bisa kayak gitu ya?" tanya Fisa heran.
"Iya aneh banget" ucap Fatur.
"Bener tiba-tiba tubuh mereka jadi kaku gitu" ucap Rosa.
"Al lo kenapa sebenarnya, kenapa bisa jadi kayak gitu setelah nolongin Naila?"batin Rizky.
"Mending kita kevilla dari pada disini terus, ntar ketahuan Pak kepala sekolah bisa dilempar kita ketengah laut" ucap Dion.
"Bener kata lo, gue gak mau lagi" ucap Naila lalu pergi kearah villa diikuti yang lainnya.
***Bersambung***
kalau disimpan keknya rada ganjal