NovelToon NovelToon
Dibeli Seharga 1 Miliar

Dibeli Seharga 1 Miliar

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mafia / Romansa Fantasi
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ana L.

Aulia dipaksa ayah & ibu tirinya dijual ke Alexandra, mafia kejam seharga 1 miliar. Terperangkap di dunia gelap sang penguasa, bisakah cinta tumbuh di tengah rantai, bahaya, dan obsesi gila itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana L., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Debut Sang Desainer

Tiga hari berlalu sejak Aulia resmi tinggal di Istana Surya. Ruangan di lantai dua yang dulunya ruang tamu cadangan, kini telah berubah total menjadi studio desain paling lengkap dan canggih yang pernah Aulia bayangkan. Dindingnya dicat putih bersih, diterangi lampu sorot cahaya matahari buatan yang nyaman untuk mata, lengkap dengan meja gambar raksasa, tablet desain digital tercanggih, tumpukan kertas kualitas impor, hingga ribuan jenis pensil, kuas, dan kain sampel yang berjejer rapi di rak kaca.

Bu Siti benar-benar melaksanakan perintah Alex tanpa kurang satu pun. Segala yang Aulia butuhkan, bahkan hal yang tidak ia sangka butuhkan, sudah ada di sana.

Namun, kemewahan alat tidak membuat ketegangan di dada Aulia berkurang. Pagi ini, untuk pertama kalinya, Alex memerintahkannya untuk datang ke Kantor Pusat Surya Corp gedung pencakar langit tempat nasib ribuan orang ditentukan untuk menghadiri rapat penting terkait peluncuran lini busana mewah baru bernama “Imperial Gold”.

“Ini bukan sekadar rapat biasa, Aulia,” bisik Alex dingin di dalam mobil saat mereka melaju menuju pusat kota. Wajahnya serius, tanpa senyum sedikitpun. “Di sana ada investor besar, mitra bisnis, dan juga… orang-orang yang tidak suka perubahan. Mereka akan mencarikan celah untuk menjatuhkanmu, menjatuhkanku, atau keduanya. Ingat, kamu mewakili namaku. Jika kamu gagal, itu berarti aku gagal. Dan aku… tidak pernah mengenal kata gagal.”

Aulia menelan ludah, tangannya meremas ujung gaun sutra krem yang dipakaikan padanya gaun rancangan desainer terkenal, namun dalam hati kecilnya, Aulia diam-diam merasa desainnya sendiri jauh lebih baik dan lebih berkarakter. “S… saya mengerti, Tuan. Saya akan berusaha sebaik mungkin.”

Sesampainya di ruang rapat utama lantai teratas, udara seketika berubah berat. Puluhan pasang mata dari eksekutif, pengusaha, hingga model profesional langsung tertuju pada sosok gadis muda, sederhana, dan asing yang berjalan di samping Alexandra Surya. Tatapan mereka campur aduk: penasaran, meremehkan, curiga, dan yang paling tajam… kebencian.

Di ujung meja rapat, duduk seorang wanita berusia sekitar 35 tahun, berpenampilan sangat modis, wajah cantik namun terukir arogansi setinggi langit. Itu Natalia, mantan desainer utama Surya Corp, wanita yang selama lima tahun terakhir memegang kendali penuh atas seluruh konsep mode perusahaan. Natalia dikenal bukan hanya karena bakatnya, tapi juga karena koneksinya yang luas dan sifatnya yang kejam, persis seperti bosnya.

Saat Alex duduk di kursi ketua dan memberi isyarat agar Aulia duduk di kursi sebelah kanannya posisi tangan kanan paling terhormat suara bisik-bisik tak tertahan lagi.

“Siapa gadis kampung itu?”

“Masih anak kuliahan, kali… Mungkin mainan baru Tuan Alex.”

“Dasar wanita murahan, cuma modal wajah polos bisa duduk di sana. Padahal Natalia saja butuh bertahun-tahun untuk sampai ke posisi itu.”

Kata-kata tajam itu menusuk telinga Aulia. Ia menunduk, berusaha menahan air mata dan rasa malu, berusaha fokus pada tujuannya. Namun, Alex yang memiliki pendengaran tajam seolah serigala, langsung menoleh ke arah sumber suara dengan tatapan sedingin es kutub. Seketika, seluruh ruangan hening total. Suara jarum jatuh pun terdengar.

“Rapat dimulai,” suara Alex berat, dominan, dan tidak terbantahkan. “Topik utama: Presentasi konsep koleksi Imperial Gold. Mulai dari desainer lamaku… Natalia.”

Natalia berdiri dengan anggun namun matanya melirik Aulia dengan pandangan meracuni. Ia memaparkan konsepnya: warna emas mendominasi, potongan kaku, terlalu banyak hiasan berkilau yang terlihat mewah namun sebenarnya norak dan berlebihan. Kata kuncinya hanya satu: Mahal.

“Saya yakin, Tuan,” ujar Natalia dengan nada manja yang dibuat-buat sambil menatap Alex, “Desain ini mewakili kemegahan Surya Corp. Hanya orang paling kaya yang mampu memakainya. Sangat eksklusif.”

Alex hanya diam, wajahnya datar tanpa ekspresi. Ia tahu Natalia berbakat, tapi ia juga tahu karya wanita itu mulai membosankan, kaku, dan tidak punya jiwa.

“Bagus,” ujar Alex singkat, lalu menoleh ke arah Aulia yang jantungnya nyaris copot. “Sekarang… giliran desainer baruku. Aulia Permata.”

Seluruh mata kembali menatap Aulia. Kali ini tatapannya penuh tantangan, seolah berkata: “Ayo, tunjukkan apa yang kamu punya, gadis kecil.”

Dengan tangan sedikit gemetar namun hati yang mulai teguh, Aulia berdiri. Ia tidak membawa slide mewah atau presentasi bertele-tele. Ia hanya membawa lembaran kertas gambar hasil kerja kerasnya selama tiga malam tanpa tidur. Ia membentangkan satu per satu sketsa besar itu di atas meja kaca panjang.

Ruangan yang tadinya penuh keraguan, perlahan berubah hening. Terpesona.

Konsep Aulia berbeda 180 derajat. Ia tetap menggunakan warna emas, tapi digabungkan dengan warna hitam pekat, merah marun, dan putih gading. Potongannya elegan, mengalir mengikuti lekuk tubuh, namun tetap tegas dan berwibawa. Motifnya bukan sekadar kilau berlian, melainkan ukiran halus bergaya etnik modern yang melambangkan kekuatan, keabadian, dan keanggunan.

“Konsep saya bukan sekadar ‘Mahal’, Tuan,” ujar Aulia lirih namun jelas, suaranya bergetar tapi mantap, menatap lurus ke mata Alex. “Konsep saya adalah ‘Penguasa’. Bukan hanya si kaya yang bisa memakai ini, tapi siapa pun yang memakainya akan merasa berkuasa. Emas bukan untuk dipamerkan, tapi untuk dipakai sebagai mahkota tak terlihat. Sederhana, namun setiap detailnya punya makna dan cerita.”

Keheningan berlangsung beberapa detik yang terasa seperti abad. Hingga akhirnya, salah satu investor tua yang sangat berpengaruh, Tuan Darmawan, bertepuk tangan pelan dengan mata berbinar kagum.

“Brilian… Sangat brilian. Akhirnya ada sesuatu yang beda. Natalia, karyamu bagus, tapi sudah terlalu sering kita lihat. Ini… ini segar, kuat, dan punya jiwa.”

Wajah Natalia seketika merah padam menahan amarah. Rasa malunya meledak saat orang-orang mulai mengangguk setuju dan memuji sketsa Aulia. Egonya terluka parah. Bagaimana mungkin ia, profesional bertahun-tahun, dikalahkan oleh gadis kecil yang dianggapnya sampah ini?

Tanpa pikir panjang, saat Aulia hendak mengambil kertas sketsanya kembali, Natalia sengaja berjalan melewati sampingnya dan menjatuhkan gelas air mineral ke lantai, lalu dengan kasar mendorong bahu Aulia hingga gadis itu terhuyung dan hampir jatuh, sementara air tumpah membasahi beberapa kertas sketsa lainnya.

“Ah, maaf sekali, ‘Nona Jenius’,” ujar Natalia dengan nada sarkas tinggi, tersenyum palsu namun matanya memancarkan kebencian murni. “Tidak sengaja. Lagipula, kertas murah begini memang mudah rusak, sama seperti pemiliknya yang cuma dibeli seharga uang receh.”

Kalimat terakhir itu diucapkan cukup keras, membuat seluruh ruangan menahan napas. Natalia sengaja menyindir fakta pahit bahwa Aulia dibeli oleh Alex seharga 1 Miliar baginya itu harga murah untuk barang buangan keluarga.

Darah Aulia mendidih. Ia sakit hati, malu, dan marah. Ia bukan barang! Ia manusia! Namun sebelum Aulia sempat bersuara, udara di ruangan itu berubah menjadi neraka.

BRAK!!

Alex menepuk meja dengan kekuatan penuh, membuat semua benda di atasnya melompat. Suaranya tidak keras, tapi rendah, gemuruh, dan penuh amarah mematikan yang membuat seluruh bulu kuduk di ruangan itu berdiri tegak.

“Kau bilang… uang receh?”

Alex berdiri perlahan, aura pembunuhnya meledak bebas. Ia tidak menatap orang lain, hanya menatap Natalia dengan pandangan seolah sedang melihat bangkai. Langkahnya tenang, namun setiap langkahnya terasa seperti langkah menuju eksekusi. Ia berhenti tepat di depan Natalia, menatap wanita itu dari atas ke bawah dengan penghinaan murni.

“Dengar baik-baik, wanita sampah,” ucap Alex dingin, jari telunjuknya menunjuk dada Natalia dengan kasar. “Satu Miliar Rupiah adalah uang jajanku saja. Tapi gadis ini… bakatnya, jiwanya, dan kualitasnya… tak ternilai harganya. Kau berani menghinakan aset paling berhargaku? Kau berani menyakiti apa yang milikku?”

Natalia gemetar hebat, senyum palsunya runtuh total, wajahnya pucat pasi. “T… Tuan Alex, saya… saya tidak bermaksud ”

“DIAM!!” bentak Alex, suaranya menggelegar memecah keheningan. Ia memberi kode pada Brian yang langsung masuk dengan sigap. “Natalia… kontrakmu diputuskan saat ini juga. Ambil barang-barangmu, keluar dari gedungku, keluar dari perusahaanku, dan lenyap dari kota ini. Jika dalam 24 jam namamu masih terdengar di telingaku… aku pastikan kau tidak bisa bekerja di mana pun, bahkan sebagai pencuci piring sekalipun. Kau sudah main api dengan singa, dan kau baru saja membakar masa depanmu sendiri.”

“Tuan! Maafkan saya! Saya mohon!!” Natalia jatuh berlutut menangis histeris, menyadari kesalahan fatalnya. Menghina Aulia sama saja menghina selera, otak, dan kekuasaan Alexandra Surya.

Brian menarik paksa Natalia keluar ruangan diiringi tatapan ngeri semua orang. Belum pernah ada yang dipecat sekejam itu hanya karena menyakiti hati seorang gadis. Namun bagi mereka yang paham… pesannya sangat jelas: Aulia Permata berada di bawah perlindungan mutlak Alexandra Surya. Menyentuh ujung kukinya saja, sama dengan bunuh diri.

Alex menarik napas panjang, menenangkan emosinya yang masih membara. Ia berbalik menghadap seluruh staf dan investor, sorot matanya kembali tajam dan berwibawa.

“Koleksi Imperial Gold akan dikerjakan sepenuhnya oleh Aulia. Apa ada yang keberatan?”

Tidak ada satu pun suara. Semua kepala menggeleng takut.

“Bagus. Rapat selesai.”

Alex segera beralih menghadap Aulia. Wajah dinginnya perlahan melunak saat melihat mata gadis itu yang berkaca-kaca menahan sedih dan kaget. Alex mengangkat tangan besarnya, menyeka sisa air yang membasahi kertas sketsa dengan lembut gerakan yang kontras sekali dengan kekejamannya tadi.

“Jangan biarkan mulut kotor orang lain merusak karyamu, Sayang,” bisik Alex pelan, hanya terdengar oleh Aulia. Tatapannya dalam, serius, dan penuh kepemilikan yang hangat. “Dan ingat… Harga 1 Miliar itu bukan harga belimu. Itu hanya uang muka. Karena seiring berjalannya waktu… kau makin membuktikan kalau kau jauh, jauh lebih mahal dari seluruh kekayaanku. Aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakitimu. Tidak akan pernah.”

Jantung Aulia berdegup kencang, sangat kencang hingga ia sulit bernapas. Di tengah ketakutannya pada pria ini, di tengah rantai yang mengikatnya… ada sesuatu yang lain tumbuh. Sesuatu yang hangat, berbahaya, namun sulit untuk ditolak.

Alex merangkul bahu Aulia, membawanya keluar ruangan diiringi tatapan kagum dan hormat semua orang. Hari itu, bukan hanya posisinya di perusahaan yang aman. Hari itu, Aulia sadar satu hal penting: Di dunia yang kejam ini, satu-satunya tempat paling berbahaya sekaligus paling aman baginya… adalah di sisi Alexandra Surya.

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!