NovelToon NovelToon
Pelabuhan Cinta Zalina

Pelabuhan Cinta Zalina

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Contest / Patahhati / Romansa Modern / Romansa-Tata susila / Tamat
Popularitas:70.7k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria Susanti Harahap

Zalina dan Riki sama-sama saling mencintai, mereka menyembunyikan dalam diam hingga waktu yang tepat. Ketika akan meminta izin untuk menikah, tiba-tiba Zalina mengetahui sebuah rahasia bahwa ia dan Riki adalah saudara sepersusuan sehingga haram untuk menikah. Dengan berat hati ia melepas cinta pertamanya.

Sementara Riki tak mudah menerima kenyataan itu, ia terus menteror Zalina. Menuduh hanya mempermainkan perasaannya hingga diminta membuktikan dengan kawin lari.

Zalina tetap teguh. Tak ingin menentang Sang Pemilik kehidupan ini. Berbagai cara ia lakukan agar bisa lepas dari Riki, termasuk membuka hati untuk lelaki lain.

Memang tak mudah menemukan pelabuhan hati meski Zalina punya banyak pengagum. Berbagai hambatan ia temui. Lalu pada siapakah hatinya akhirnya berlabuh?

(Dear pembaca, semoga ada hikmah dari cerita ini yang bisa diambil. Jangan lupa like dan komen yaa :)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria Susanti Harahap, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31. Kabar Dari Kampung

"Na, Zalina ... Buka pintu pintunya!" pinta Ayu dari luar, sambil mengetuk pintu agak keras. Aku masih tetap tak bergeming, bukannya apa-apa, yang dicandai mereka adalah perasaan yang aku sendiri tak bisa untuk mengabaikannya.

Lama-lama suara Ayu hilang juga. Mungkin ia sudah menyerah. Tapi tak lama Hpku berbunyi. Pesan darinya.

[Aku minta maaf Na, kalau sudah membuat kamu tersinggung. Aku serius, nggak bermaksud untuk mencandai apa lagi mengolok-olok. Kamu jangan salah paham ya Na. Aku kembali ke kamar karena nggak mau ngundang rasa ingin tahu anak-anak kos yang lainnya. Kamu tahu kan bagaimana keponya mereka mencari celah kekurangan kita untuk dijadikan bahan gosip.] pesan dari Ayu.

Pesan itu tak kubalas. Malah meletakkan HP di atas meja. Sementara aku masih duduk sambil merangkul kedua kaki. Membenamkan kepala, dengan air mata menetes, makin lama makin deras.

"Ya Allah, kenapa sekarang aku begitu lemah menjaga hati? Mengapa cepat sekali terbawa perasaan. Bahkan aku begitu sedih atas jawaban-jawaban yang diberikan oleh Sharim, yang tak sesuai dengan apa yang aku harapkan. Astagfirullah!" lagi-lagi aku menutup wajah dengan kedua telapak tangan, menangis sejadi-jadinya.

Kadang, ketika kita merasakan masalah yang begitu menyesakkan, tak ada salahnya menuangkan dalam tangisan agar hati kita lega.

Tapi sepertinya teori itu tak berlaku untuk masalahku sekarang. Meski sudah menangis hampir dua jam, aku masih merasa sesak. Masih terpikirkan Sharim dan perkataannya. Harapan itu, masih tersimpan erat di hatiku. Ahhh, semoga aku tak sedanh menyia-nyiakan waktu dengan memikirkan seseorang yang sebenarnya bukan untukku.

***

Ba'da Zuhur, selesai salat berjamaah di masjid kampus. Aku segera menepi, mencari tempat yang agak jauh dari jamaah yang masih menunaikan salat karena tidak ingin mengganggu sebab dari tadi Hp yang aku kantongi terus saja bergetar.

Ternyata dari Umi. Saat aku menelepon balik, terdengar suara Umi penuh semangat. Dan langsung memburu dengan kabar yang membuatku benar-benar terkejut.

"Na, pulanglah nanti sore ya. Rizal akan menjemput. Nak Sharim meminang kamu, Na. Tadi ia datang sendiri menyatakan lamarannya. Besok, InsyaAllah ia akan datang bersama kedua orang tuanya." kata Umi.

"Apa? Sharim? Lamaran?" aku langsung menganga. Mimpikah ini? Tapi, saat aku mencubit pipi, rasanya sakit sekali. "Kenapa Sharim melamar, Na, Mi?"

"Kenapa? Kami nggak suka, Na?"

Duh, bagaimana aku mengatakan pada Umi tanpa harus bicara langsung..Tentu saja aku suka, tapi apakah ini nyata?

"Na, kamu masih di situ?" Tanya Umi, membuyarkan lamunanku. "Kamu masih dengarkan Umi, kan? Umi minta sekali ini kamu nurut sama Umi ya Na. Umi sudah merasakan kecewa saat kamu salah pilih, sekarang biar Umi yang mencarikan dan pilihan Umi jatuh pada Nak Sharim. Kamu mau kan menikah dengannya?"

"Iya Mi, Na mau." Kataku, sambil meremas jemari karena menahan rasa malu.

"Alhamdulillah, terimakasih Na. Umi senang sekali. Sekarang siap-siaplah, sebentar lagi Rizal berangkat!"

"Iya Mi." Aku masih duduk terdiam di pojok teras masjid khusus akhwat, tak melakukan apapun sebab masih mencerna perkataan Umi tadi.

"Zalina!" panggil Ayu yang baru selesai salat. "Kenapa diam saja? Kamu nggak apa-apa, kan? Tadi aku lihat kamu menelepon. Siapa yang kamu hubungi? Na, kamu nggak apa-apa kan?" tanyanya lagi. "Zalina, jangan diam saja. Aku benar-benar khawatir nih!"

Aku masih terdiam. Menatap Ayu seperti orang kebingungan. Semua rasanya seperti mimpi. Baru semalam aku menangisi perasaan yang aku yakini tak akan mungkin mendapatkan balasan sebab aku menyadari siapa diriku, tapi ternyata semuanya benar-benar terjadi seperti apa yang Ayu katakan. Ya Allah. Rasanya ingin sujud syukur, tapi aku juga malu.

"Sharim melamar aku, Yu." Kataku pada Ayu.

"Alhamdulillah, gerak cepat juga anak itu. Sudah kukatakan, Sharim itu menyukai kamu, Na. Tapi kamu kekeh nggak percaya. Sebenarnya sudah dari dulu aku bisa membaca gerak-geriknya, tapi kamu malah menganggap aku mengolok-olok kamu." ungkap Ayu dengan sangat antusias. "Coba pikirkan, kalau Sharim tak menyukai kamu, kenapa ia tiba-tiba muncul di masjid dekat rumah kamu dan akhirnya berkenalan dengan Abi? Ia pasti sengaja Na!"

"Masa? Tapi kan aku hanya perempuan biasa. Sementara kamu tahu kan Yu, siapa saja yang mendekati Sharim. Bukan rahasia lagi, gadis-gadis dari keluarga kaya dan terhormat di kampung kita semua mengejar-ngejar Sharim. Di kota juga pasti lebih banyak lagi yang mendekati Sharim. Kalau dibandingkan aku, rasanya ini senua seperti mimpi."

"Tapi kenyataannya memang Sharim memilih kamu, kan, Na? Ia memilih kamu. Berarti, berdasarkan penilaiannya, kamulah yanh terbaik."

Kami berdua masih saja membicarakan tentang lamaran Sharim. Baru berhenti setelah Hp berbunyi. Pesan dari Uda Rizal yang mengabari bahwa ia akan segera berangkat ke Padang. Sekitar dua jam lagi ia sampai di kosanku.

"Sekarang ayo kita pulang, Na. Kamu harus mempersiapkan semuanya sebelum acara lamaran besok dengan Sharim!" Ayu menarik tanganku, kami berjalan bergandengan menuju kosan.

***

Satu koper pakaian sudah berada di sampingku. Begitu Uda Rizal datang, ia sampai melongo melihatnya.

"Sebanyak itu, Na? Tumben-tumbenan." ungkap Uda Rizal. Memang, biasanya kalau pulang aku tak membawa banyak baju ganti. Palingan hanya satu tas backpack, itupun sudah ditambah dengan segala diktak kampus. Tapi kali ini berbeda, Ayu yang memaksaku membawa semua pakaian yang menurut ia cocok untuk acara lamaran besok. Padahal sebenarnya cukup membawa satu baju ganti saja. "Mentang-mentang mau dilamar, semua barang-barang dibawa. Zalina ... Zalina!"

"Iiihhj, Uda nggak usah kayak Ayu deh, ikut-ikutan menggoda. Aku sudah sangat malu. Lagian itu kerjaan Ayu. Jangan-jangan nanti kalau ia dilamar bakal seperti ini juga!"

"Iiij Zalina, kenapa bawa-bawa aku. Sudah, segera berangkatlah sebelum hari makin sore!" ungkap Ayu, sambil membantuku membawa koper ke dalam mobil.

Mobil mulai meluncur, meninggalkan halaman kosan. Aku dan Uda Rizal langsung terlibat percakapan.

"Tidak menyangka, Sharim bergerak cepat juga untuk mendekati kamu, Na. Doa Umi juga terkabul. Kamu tidak lihat bagaimana bahagianya Umi tadi pagi saat Sharim datang menyampaikan lamarannya." ungkap Uda Rizal.

"Hm, Na juga tidak menyangka." aku memainkan ujung kerudung. "Oh ya, bagaimana sidang perceraian Uda?" aku teringat Ayu.

"Sudah ketuk palu. Aku dan Tasya sudah resmi bercerai."

"O begitu. Lalu kapan Uda akan mencari gantinya?"

"Ganti?" Mobil direm mendadak, Uda Rizal menatapku tak percaya. "Kamu kenapa Na?"

"Enggak apa-apa. Hanya ingin tahu, siapa tahu Uda sudah punya calon?"

"Belum terpikirkan. Mau menyenangkan Abi dan Umi dulu." Kata Uda Rizal, sambil menatap lurus ke depan.

1
Baiti Rahmatika
ok
YAN'ER
widih satu malam aku habis membaca nya keren novelnya g berbelit trs alur nya cepat gk bosan .
tetap semangat dan jaga kesehatan Thor .
semoga yang semua baca ini di jauhkan dari namanya iri dengki Aamiin .
hiks terharu aku semoga calon imam masa depan ku seperti sharim yah Thor hehehheheh .
Narsiyah Arsy
bagus ceritanya
puas saya bacanya
🌹Dina Yomaliana🌹
semoga Zalina, Puti dan Ayu bahagia selalu🥰🥰🥰🥰 semangat terus kak👍👍👍👍 salam dari negeri Minang🙏
🌹Dina Yomaliana🌹
minta dicolok tuh mata Puti🙄🙄🙄
🌹Dina Yomaliana🌹
ihh semakin gila aja tuh si Puti😤😤😤
Lia Harahap
yah, udh tamat aja.

padahal masih banyak yg belum selesau dari cerita2 sebelumnya.
Suri Hadassa: Permisi...
Mau promo karyaku "Buka Hati"
Kalau berkenan mampir ya 😊🙏
total 1 replies
Dewi Tjahjadi
kok pendek episodenya thor ..
StrawCakes🍰
wah sudah tamat 💖💖💖 selamat thor ditunggu karya terbarunya
Eny Suriyani Lestari
alhamdulillah,keputusa yang tepat salim👍
Yun Winarti
gemes liat sikap uni puti ...mengapa uni puti g bisa menerima takdirx
Anissa Magfirah
yg salah ibu uni puti koq , kenapa juga uni puti koq mau berniat jadi pelakor ,hheeddeehh ,balas dendam itu tak akan pernah selesai,
selalu samawa utk za dan sahrim ya thor, urusan umi dan abi biar athor saja yg urus
hhee
🌹Dina Yomaliana🌹
oh Puti... apakah kamu akan tetap benci sama Umi setelah tau semuanya? Umi dan kamu sama2 korban atas aib masa lalu Abi😭😭😭😭 lalu kenapa kamu terlihat sekali berusaha mengambil hati ibunya Sharim? apa dengan begitu kamu bisa mengambil hatinya dan merebut Sharim dari Zalina?😩😩😩 melihat sikap mu, aku ngak bisa berpikiran baik lagi sama kamu Put💔
🌹Dina Yomaliana🌹
sungguh ngak tau aku harus berkata apa😭😭😭😭 semua kesalahan seakan mengarah ke Abi, tapi disisi lain ternyata dia dijebak, apakah itu bisa dijadikan alasan? atau hanya sekedar menenangkan hati Umi?😭😭 ah, tak bisa dipungkiri kalau aku juga kecewa sama Abi😭😭😭 semangat terus up nya kak❤️
Josefien Howan
seru
Anita Jenius
Salam kenal ya kak..
10 like mendarat buat kk.
Lanjut up ya.
Nur Rohma
kata kata nya banyak yang salah
Astirai
nyimak dulu ya thor...
msmpir jg di bukalah hatimu untukku
emmm bagus
🌹Dina Yomaliana🌹
ya Allah 😭😭😭😭😭😭 ngak habis pikir aku sama Abi, ternyata semua yg dialami Zalina dan semua penderitaannya itu karena ulah Abi di masa lalu dan itu berbalik pada Zalina😭😭 baru saja Zalina merasa bahagia, kenapa kesedihan datang lagi😭😭😭😭 lalu Sharim dan keluarganya? setelah tau tentang semua ini apakah Sharim akan tetap bersama Zalina🥺🥺 aku berharap Sharim akan tetap menjadi jodoh dunia dan akhirat Zalina ya thor😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!