NovelToon NovelToon
Bidadari Dalam Sangkar.

Bidadari Dalam Sangkar.

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Contest
Popularitas:167.7k
Nilai: 5
Nama Author: ekha dewi

Alyra Almeera adalah gadis sederhana, Setelah kematian sang ibu, membuatnya menjadi wanita yang senang mengurung dirinya di rumah, dia hanya menghabiskan waktu, dengan melanjutkan bisnis usaha kue milik peninggalan ibunya.

Dahulu saat dia baru saja kuliah di pertengahan semester delapan, tiba-tiba harus menghentikan kuliahnya, akibat terhambat biaya yang bentrok dengan biaya kebutuhan sehari-hari, dia malah terus mendorong sang adik untuk terus sekolah kejenjang yang lebih tinggi. Dia berharap sang adik yang akan meneruskan cita-citanya.

Tidak ada kisah cinta sebelumnya, hingga sang ayah sakit, dia rela jadi pembantu demi biaya pengobatan sang ayah yang tiba-tiba harus di operasi.

Dia hanya mengabdi pada ayah dan adik satu-satunya. Semua kasih sayang hanya tercurah untuk keduanya.

Hingga dia bertemu dengan pria yang bernama Bayu Samudra, juga keluarga lainnya, dia tidak menyangka jika pertemuan setiap hari akan membuat keduanya jatuh cinta.



ikuti kelanjutannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ekha dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BDS. Chapter 31(Pencarian.)

"Juno, apa kamu mau pulang sekarang, aku sudah meminta ijin dari Suamiku untuk menemani si ibu sampai menguburkan jenazah suaminya besok, aku akan menginap di rumah sakit malam ini."

Lyra mendapat angin segar untuk menginap di rumah sakit, walau harus berbohong sudah meminta ijin, dia belum siap pulang, apalagi bertemu dengan pria yang bersetatus suaminya itu. Rasa sakit marah dan sedih yang sedang di rasa memberinya dorongan untuk tidak pulang kerumah malam ini.

Arjun hanya mengangguk, dia tidak banyak bicara, sekarang wajahnya juga nampak tak bersemangat, Lyra jadi merasa bersalah mungkin karena dia cuekin pikir Lyra.

Arjun melangkah meninggalkan tempat duduknya, "titip adikku Juno." Langkah kaki Arjun terhenti, dan melirik kearah Suara sahabat yang begitu dia cintai.

Namun saat ini, dia tidak tahu apa dia masih pantas atau tidak memperjuangkan wanita itu. Setelah menyebut panggilan suami berkali-kali pada pria lain membuat hatinya sakit.

Arjun mengangguk, dia kembali melangkah, dia terdiam tanpa basa basi membuat Lyra heran, sekaligus merasa tidak enak. "Ada apa dengan mu kenapa wajah mu terlihat aneh." Gerutu Lyra sambil melirik jarum waktu yang sudah begitu larut.

Suasana hening tidak lama dua orang pembantu datang kesana, mereka panggilan dari nyonya Ratih, dia membawa selimut dan rantang makanan.

"Permisi Nona, apakah benar ini kamar rawat inap ibu Ratih." tanya kedua pembantu itu, Lyra tertegun lalu dia mengangguk.

"Benar Bu tapi maaf kita belum bisa melihat kedalam, karena baru saja dia tenang, dari tadi dia berteriak histeris menangis terus terusan." Papar Alyra sopan.

"Nona siapanya?" tanya kedua pembantu itu penasaran mereka baru pertama kali melihat sosok Alyra. "Aku Lyra yang membawa dia sampai kesini bu." Sahut Lyra dengan wajah lesu.

Hingga terdengar pintu kamar Ratih terbuka, Lyra di minta masuk oleh suster yang habis memeriksa wanita itu.

"Kesinilah nak!"

Pinta ibu Ratih, dan Lyra berjalan mendekat, duduk di kursi yang ada di sisian ranjang.

"Apakah sudah ada pembantu ibu datang nak?" pertanyaan itu membuat Lyra spontan mengangguk.

"Sudah bu!"

"Panggil mereka kemari, ibu ada perlu pada mereka." pinta Bu Ratih, dan Lyra mengiyakan saja, dia terjebak disana, merawat ibu yang baru saja dia kenal.

"kenapa hidupku saat-saat ini penuh kejutan Ya Rabb." ucap Lyra lirih sambil melambaikan tangan pada pria dan wanita itu.

Mereka melangkah mendekat memasuki langsung ruangan tempat majikan mereka di rawat. "Nyonya Masya Allah kenapa bisa begini." Suara Terkejut dari pembantu Ratih tidak terelakan, Mereka Shock melihat majikannya luka luka, padahal tadi sore mereka berangkat ke acara undangan masih terlihat cantik dan Tampan, dan kini wajah majikannya terlihat mengkhawatirkan.

Wanita itu kembali menangis, tubuhnya bergetar menahan tangis kepalanya pusing, akibat benturan tadi.

"Bibi, Rian Suamiku sudah tiada." terdengar seperti suara petir di siang bolong, kedua pembantunya kaget mereka menjatuh badannya di lantai, tubuhnya lemas, mendengar pernyataan majikannya.

"Innalilahi wainnailaihi roji'un." keduany menangis pria itu saling rangkul memeluk tubuh istrinya, mereka begitu terpukul mendengar kabar menyesakan itu.

Lyra mematung melihat orang-orang baru di sekitarnya. Seperti sedang mimpi menembus dunia lain dan bertemu orang-orang baru.

***

Hotel Samudra.

Semua pegawai berdiri mendapat pertanyaan mendetail dari atasannya.

Wajah bos mereka bermuram durja, tidak ada raut tenang, hanya terpampang, gelisah, marah dan prustasi, satpam-satpam di periksa juga, mereka mendapat pertanyaan sama, tentang dari mana turunnya Lyra tadi, dan bersama siapa?

"Maaf pak Bay, aku tadi pernah bertemu wanita cantik dengan pakaian tertutup, wajahnya sembab, dan dia mencari jalan untuk turun sampai ke Lobby, dan aku tidak tahu apa-apa, lalu membantu dia sampai di bawah, dia menyebut namanya Meera pak." Terdengar pengakuan Tessa jujur.

"Kenapa kamu tidak bertanya dia mau kemana?" teriak Bayu kesal, padahal dia sudah tahu sendiri dia melihat istrinya berdiri di pinggir jalan, namun Bayu ingin tahu mungkin saja dia turun dengan tamu pria, pikirnya.

"Aku tidak berani bertanya pak, karena dia bilang hanya ingin cari angin di luar, dan sepertinya dia tidak tahu jalan turun tadi." Jelas Tessa yang pernah bertemu Lyra di tangga darurat tadi.

Dia semakin bertanya-tanya tentang siapanya bos mereka gadis cantik itu.

Semua tertunduk bingung, mereka merasa terpukul, apalagi mereka yang pernah merasa bertemu dengan gadis yang sedang di cari Bos mereka.

"Pak siapakah dia?" tanya salah seorang pegawai begitu penasaran.

"Diam, bubarlah kalian tidak membantu." teriak Bayu membuat mereka merinding, melihat amarah bos mereka, baru kali ini mereka melihat bos mereka dengan aura gelap, di penuhi nada kesal.

Semakin membuat mereka penasaran tentang apa yang membuat bos terlihat mengerikan. Edo terdiam menela'ah apa yang sedang di rasakan sahabat sekaligus bosnya itu.

Untuk pertama kalinya Edo melihat kemarahan yang begitu dahsyat. Para pekerja bubar kembali pada tugas masing-masing, Tessa bertanya-tanya apa ada hubungan sepesial bos sama wanita cantik tadi, namun dia buru-buru menepis perasaan kepo dalam dirinya.

Bayu turun menuju lobby hotel, kembali dia menaiki kendaraannya, dia galau setengah mati sudah hampir dini hari smartphone istrinya masih belum aktif, sudah menemui rumah istrinya, namun nihil, dia tidak pulang kerumah ayahnya dan malah Bayu yang mendapat pertanyaan bertubi-tubi.

Bayu duduk di kursi penumpang, memijit alisnya pusing, galau, kisah yang di awali niat tidak baik, sekarang terbukti semua ini seperti karma untuknya.

Sungguh dia membutuhkan sosok gadis itu, menyesal memang di akhir, teror telpon dari adik-adiknya, yang hanya selang satu menit dua menit terus berdering, membuat kepalanya serasa ingin pecah.

Akkhhh

Bayu memukul dadanya yang sesak, kenapa dia tidak kontrol, dan pada akhirnya harus menjadi seperti ini, hilang jejak dimana sang istri berada, dia meremas rambutnya prustasi.

Terlihat wajah mata dan kupingnya memerah, kesal, menyesal, sedih menjadi satu. Dari luar mobil terdengar langkah tergesa dari sahabatnya Edo, dia khawatir melihat keadaan Bayu tadi.

Padahal acara pengenalan penambahan karyawan bagian Chef tadi baru selesai di diskusikan, dan sekarang suasana malah semakin kacau.

Koki andalan yang bernama Betran resmi angkat kaki dari pekerjaannya di hotel milik Bayu. Semua orang merasa kecewa pada pria yang sudah lama berkecimpung disana, dan tiba-tiba dia pergi tanpa pemberitahuan lebih dulu.

Yang menjadi mereka marah kepergiaannya Betran tidak lah wajar, dia memilih pindah bekerja dan ikut bergabung dengan Sonia dan Johan, itu yang membuat semua orang benar benar di buat kecewa, mereka berasumsi kemarahan Bayu pun pasti berasal dari situ.

Semua orang merasa bersimpati pada boss besar mereka, dan yang setia semakin setia untuk bertahan bekerja disana, mereka sadar tidak mudah untuk sampai di terima bekerja disana, banyak persaingan, dan calon pekerja mencari kesempatan untuk mendaftarkan diri, demi menempati jadi salah satu tim karyawan disana, Sonia dan Betran salah satu manusia tanpa jantung yang dengan mudahnya menghianati sumber ke uangan mereka.

"Bay lo baik baik aja kan?" Edo bertanya sungguh-sungguh, dia masuk dan langsung duduk di kursi kemudi, tepat di samping sahabatnya, dia melihat wajah Bayu berubah 180 derajat, tidak ada kemarahan lagi hanya tersisa wajah sedih dan prustasi.

Bayu tidak menggubris pertanyaan sahabatnya, bayangan sang istri terus saja bergelayutan di pelupuk matanya.

Edo menarik nafas, dia tahu virus cinta tengah bertaburan menyerang sang pangeran di sampingnya.

"Lo, sedang gaslon Bay, hebat kakak Ly, bisa merubah lo begitu cepat." Suara Edo bukannya memberi sahabatnya petuah malah menggodanya puas, Membuat Bayu terbelalak jengah, ada ya manusia seperti itu di muka bumi ini, saat sahabat sedang sedih bukannya memberi solusi malah terus mengejek dan menggodanya.

Membuat Bayu merubah air mukanya semakin ketus. "Diam lo." kesal Bayu jengah.

"Hehe Ayo kita cari lagi, kalau perlu kita cari sampai ke ujung dunia." Seru Edo Bayu tidak bergeming dia masih takut istrinya kenapa-kenapa.

"Gue bersyukur banget, dia yang menampakan sendiri bahayanya bisa yang dia bawa di mulutnya, gue bahagia lo, bisa terlepas dari wanita ular itu."

Edo malah membahas tentang Sonia, dan Bayu mencerna semua ucapan sahabatnya.

"Apa lo, selama ini sudah tahu kebusukan dia di belakang gue ki, kenapa lo membiarkan dia tenang?"Pertanyaan Bayu dengan nada kesal.

"Yo,i tapi, apa lo akan percaya saat gue bilang itu ke elo sebelum lo tahu sendiri kebusukannya, yang ada gue yang jadi sasaran kalian berdua, dan yang paling gue takutin itu elo menikah dengannya."

Suara Edo menegaskan semuanya.

Hingga mobil mereka melaju kencang, menyisir sepanjang trotoar jalan, mencari kembali sosok yang menghantui mata si tampan Bayu. Mereka terus mencari, dan Bayu terlihat semakin prustasi, sudah lewat dini hari mereka belum menemukan sosok yang meraka cari.

Ly maafin aku, memang kamu pantas marah, tapi tolong pulanglah jangan begini.

Gerutu Bayu dia bingung saat harus mengaktifkan smartphonenya. Teror sang adik membuat dia mengurungkan niatnya untuk menekan tombol on pada hpnya.

Berkeliling, mengitari kawasan itu, kini mereka berada di tempat yang sedikit sunyi, terlihat pedagang pinggir jalan sudah menutup gerobaknya.

"Kita harus cari kemana lagi Bay?" Edo merasa lelah, tubuhnya perlu istirahat.

"Cari terus sampai ketemu." Perintah Bayu tegas, dia marah saat Edo ingin menghentikan pencariannya.

Dorr....

Dorr...

Ketukan di kaca mobil mengagetkan mereka, Bayu terbelalak kaget, dia saling tatap dengan sahabatnya, hatinya gundah.

"Buka pintu mobil kalian?" Teriak preman itu, wajah sangar dengan badan tegap, menodongkan cerulit berada di sisi jendela kiri.

Edo bingung kabur atau turun. "Bay, lihat di sisi kiri lo." Suara Edo berdesis pelan, dan Bayu sudah mengerti jika mereka di todong saat ini.

"Bukaa." teriakan lantang kembali terdengar, sepi, mereka berada di komplek pabrik pabrik terbengkalai.

tadinya mencari jalan pintas untuk menghindari kemacetan namun sial, mereka malah terciduk kawanan begal.

Dengan pelan dan hati-hati Bayu membuka pintu mobilnya, Bayu bersiaga, menarik nafas dalam lalu mengeluarkannya teratur, dia melihat mereka tidak hanya berdua.

"Keluarkan harta berharga milik kalian." Perintah begal itu, Bayu menjadi tersulut emosi, kehilangan jejak istrinya, juga penghianatan dari kekasihnya membuat keberanian dia naik berlipat lipat.

Tanpa aba-aba, di menyerang begal itu, kemampuan bela dirinya dia keluarkan, namun sayang, dia dalam keadaan banyak pikiran, konsentrasinya terbagi, hanya amarah yang menggunung, dia banyak mendapat pukulan balasan.

Preman satunya ambruk, membuat temannya, mengeluarkan senjata tajam, permainan mereka tidak seimbang dua lawan 4, hingga mereka semakin kehabisan tenaga, Edo tidak pandai berkelahi, dia hanya mengulur waktu, meminta bantuan pada polisi tadi.

Hingga dua dari kawanan begal ambruk, mendapat tendangan dari Bayu dan mengenai pusat tubuh ke jantanan-nya.

"Aw" brukk..preman itu meringis ketika dia mendapat serangan itu, hingga mereka dengan buas mengeluarkan senjata apinya.

Dorr..

Dorr..

Tembakan pertama meleset, Edo kaget setengah mati, ternyata mereka tidak hanya membawa senjata tajam, melainkan senjata apai, hatinya ciut mendengar suara senjata seperti itu. Edo gemetar melihat darah merembes, dari dada sahabatnya.

"Jangan so melawan lu, bebenyit."

Seringai Begal itu puas, setelah melukai sasarannya, mereka lari terbirit-birit saat mendengar sirine Mobil Patroli. Lari terkatung-kating memegang inti tubuhnya, yang sakit linu terkena tendangan keras dari Bayu tadi.

"Sial, kabuur." Kesal para begal itu.

Bruuk Bayu berdarah, wajahnya meringis sakit, peluru menembus perutnya. Darah mengucur deras dari bekas peluru yang menembus kulit perutnya.

"Bayuuu." teriakan Edo melengking keras, Dia panik kaget luar biasa, melihat sahabatnya bersimbah darah.

Hingga dua polisi datang berlari menuju TKP, mereka langsung mengangkat tubuh Bayu memasukan pada mobil.

"Kalian telat sekali datangnya, lihat mereka kabur, dan sahabat ku menjadi korban." Teriak Edo kesal.

"Bay, bertahanlah lo harus baik-baik saja." Teriak Edo panik, melihat sahabatnya terpejam, Mobil polisi mendampingi mobil yang membawa tubuh Bayu, mereka meminta jalan pada pengendara lain, jika mereka dalam keadaan darurat.

"Bay..Bay...bertahanlah." wajahnya Edo panik melihat wajah sahabatnya semakin pias.

1
Zaim Jepara
mau ketawa takut dosa🤭, semangat Thor sudah 2 novelmu ku baca dan semuanya menguras air mata😭
Ria dardiri
bagusss
Nurul
hmmm dah banyak bc crt... tp cerita ni terasa nyata GT...
Ratna Faidilna
jangan pelit up nya thor
semoga aja mey jodoh nya derek
fairy
up lagi dong
Lasmi Kasman
bahagia
Lasmi Kasman
Sonia engak kapok2
Lasmi Kasman
penasaran
Lasmi Kasman
sunguh menyakitkan
Lasmi Kasman
takut di jual jadi bilang TDK perawan
Lasmi Kasman
semangat Kak
Lasmi Kasman
orang jahat
Lasmi Kasman
Bayu kasihan lyra
Lasmi Kasman
sehat terus Alyra
Lasmi Kasman
lucu
Lasmi Kasman
kasihan
Aisyah Yuni Novita
lanjut thor..segera up donk
🍾⃝ͩKᴜᷞᴢͧᴇᷠʏᷧ🥑⃟ⰼ⃞☪ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
Kenapa enggak dilanjut Thor, ayo up lagi
Nur Wahyu
Thor kapan up lagi?
Dini Anggoro
kok di part ini karakter nya alira berubah ya thor.. jd kyk orng gila. td baca di part awal alira aku udh sreg, mungkin di part ini aja kali ya thor..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!