NovelToon NovelToon
Takdir Dari Tuhan

Takdir Dari Tuhan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial
Popularitas:80k
Nilai: 5
Nama Author: ade The_vie

Dhini Apriani seorang gadis cantik yang merasa dirinya titisan dewi kuan'in, bertemu dengan seorang pangeran tampan yang kadar ketampanannya diatas rata-rata lelaki pada umumnya.

Pertemuan mereka yang terjadi karena sebuah kesalahan kecil, membuat keduanya semakin hari semakin dekat.

Davin Aditya Pratama, putra seorang pengusaha sukses yang menjalin kasih dengannya. Namun sayangnya, orang tuanya telah menjodohkan dirinya dengan anak dari temannya.

Lantas bagaimana kisah cinta antara dua makhluk kasat mata itu ?

cekidot....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ade The_vie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

siuman

Mendengar kata maaf dari dokter membuat mama Miranda menjerit sejadi-jadinya. Bagaimana mungkin dia harus kehilangan putri kesayangannya itu seperti ini. Mami Evelyn memeluk mama Miranda, mencoba memberi kekuatan padahal dia sendiri juga sangat terpukul atas kejadian ini.

"Maaf bu, bukan seperti itu maksud saya, tapi ini kaki saya jangan di injak." jawab dokter menunjuk kaki kanannya yang terinjak mama Miranda. Seketika itu juga mama Miranda langsung mundur selangkah. "Maafkan saya dok, saya terlalu panik soalnya"

"Bisa kita bicarakan di ruangan saya saja." Mama Miranda dan Davin segera menyusul dokter ke ruangannya.

"Jadi bagaimana keadaan calon istri saya dok ?" tanya Davin

"Operasinya berjalan lancar, akan tetapi pasien masih belum sadarkan diri hingga saat ini." jawab dokter.

"Tidak ada yang membahayakan dok dengan keadaan anak saya sekarang ini kan dok" tanya mama Miranda. Dia begitu khawatir dengan kondisi putrinya sekarang.

"Semuanya baik-baik saja bu, luka dikepalanya juga tidak terlalu parah. Pasien sudah lebih stabil kondisinya, sekarang kita tunggu sampai pasien sadar dulu untuk pemeriksaan selanjutnya." Jelas dokter.

#

#

#

Saat ini Dhini sudah di pindahkan ke ruangan, dan atas permintaan papi Adit, Dhini di tempatkan di ruangan VIP. Dia ingin pelayanan terbaik untuk calon menantunya.

Davin tetap setia menemani Dhini. Dia duduk di kursi rodanya, di sebelah Dhini yang masih terbaring tak sadarkan diri. Dengan tangannya yang tak pernah lepas dari tangan Dhini.

Papi Adit dan papa Andi masih mengusut kejadian itu, mereka meminta polisi untuk bergerak cepat menangkap pelaku yang sengaja menabrak putra-putri mereka.

Ibu Nia dan putranya juga sudah pulang, setelah bertukar nomer ponsel dengan mama Miranda. Karena setelah kesembuhan Dhini nanti mereka akan mengunjungi kediaman ibu Nia untuk mengucapkan terimakasihnya.

"Vin, kamu rebahan di situ dulu nak. Nanti kalau Dhini sudah sadar, mami banguni kamu deh." Pinta mami Evelyn yang merasa kasihan melihat putranya semalaman tidur di kursi rodanya dengan menopangkan kepalanya di sisi kasur Dhini.

"Mi, Dhini kok nggak sadar juga ya... udah hampir 8 jam setelah operasi, tapi Dhini masih belum sadar mi..." Davin kembali menitikan air matanya mengingat kejadian malam itu.

"Aku bersumpah, siapapun pelakunya nggak akan aku biarkan dia hidup tenang." ucap Davin dengan sumpah serapahnya

"Hus, gak boleh ngomong gitu ah. Biarkan Allah yang menghukumnya, semoga dia tidak mengulangi kesalahannya lagi. Kamu harus ikhlas menerima cobaan nak, serahkan segalanya sama Allah." Mami Evelyn menenangkan Davin, membelai lembut rambut putranya.

#

Tiba-tiba Davin merasa ada pergerakan dari jemari Dhini yang dia pegang. Buru-buru dia memencet nurse call bel, tak menunggu lama dokter segera datang.

"Dok, ini tadi tangannya gerak-gerak dokter." Davin begitu antusias, hingga dia berusaha berdiri walaupun kakinya masih terasa sakit.

Perlahan Dhini mulai membuka matanya, melirik kesana-kemari seperti kebingungan. Davin begitu senang melihat Dhini yang mulai sadar, terlihat raut bahagia terpancar dari wajahnya.

"Bang, aku dimana ? Kenapa kepala aku sakit banget ya ?" dhini mencoba bergerak, namun kepalanya terasa sakit.

"Ibu jangan bergerak dulu, biar lukanya segera sembuh" ucap dokter yang segera pergi setelah memeriksa Dhini dan ternyata tidak ada yang perlu di khawatirkan, hanya tinggal menunggu pulih saja.

"Dhin, maafin abang ya nggak bisa jagain kamu." Davin menggenggam tangan Dhini.

"abang gak kenapa-kenapa kan bang, kok tangan abang..." Dhini melirik tangan dan kaki Davin seraya meminta penjelasan dengan tatapannya.

"Nggak apa-apa sayang, abang kan kuat kek hulk" jawab Davin menunjukkan kedua otot-otot bahunya bak seorang binaragawan.

"Hulk ? ijo dong abang, hahaha... " Dhini mulai melupakan rasa nyeri di kepalanya yang sedari tadi terus nampak raut wajahnya menahan rasa sakit.

Mami Evelyn dan mama Miranda masuk ke kamar Dhini setelah mereka kembali dari kantin. Mereka tercengang melihat Dhini yang sudah sadarkan diri dan malah tertawa bersama Davin.

"Alhamdulillah... Ya Allah nak, kamu udah sadar. Mama khawatir sekali sama kamu nak..." mama Miranda memeluk putrinya begitu senang hingga air matanya pun menetes.

"Mama jangan nangis, orang Dhini gak kenapa-kenapa kok nih" dia mencoba bangkit namun nyeri di kepalanya tak bisa ia pungkiri. Dhini meringis pelan memegangi kepalanya.

"Eh kamu jangan gerak dulu ini, kan udah dibilangi juga tadi sama dokter. Jangan ngeyel kamu, ntar abang ikat sekalian kamu biar ga bisa gerak." Davin mulai protektif.

"Mama... aku mo di ikat sama abang Davin..." rengek Dhini pada mamanya

Mami Evelyn menepuk lengan Davin pelen " kamu ini ih, malah iseng, udah tau Dhini lagi sakit."

Semuanya larut dalam suka walaupun sedang dalam keadaan duka. Semua terjadi atas kehendak Allah, harus ikhlas menerima kenyataan. Sementara pelaku sudah di tangkap dan digiring ke kantor polisi. Papi Adit berang melihat pelaku, dia ingin pelaku dihukum dengan hukuman yang setimpal.

Bersambung...

...🙏🙏🙏...

...Terimakasih...

1
🍒⃞⃟🦅
ganteng ganteng dikatain kang ojol🤣🤧
🍒⃞⃟🦅
Dewi kuan'in?mengingatkanku pada sun go kong 🤣🙈
🍒⃞⃟🦅
mulai tumbuh benih cinta nih😻
🍒⃞⃟🦅
gubrak dah🤣🤦🏻‍♀️
🍒⃞⃟🦅
mentang-mentang cogan,asal gandeng aja tuh🙄
🍒⃞⃟🦅
lain dimulut lain dihati🤣
🍒⃞⃟🦅
udah kayak nenangin bocah pake cup cup😂🤣
🍒⃞⃟🦅
haduh alasan klasik
ceritanya beneran mirip sama dunia real😂
🍒⃞⃟🦅
sudah aku duga,kelakuan mu itu membagongkan Dhini
jadi g mungkin belajar
malah nonton🤦🏻‍♀️
tapi yang penting jangan ke hal yg negatif 👍
🍒⃞⃟🦅
nyelonong aja tanpa ngejawab 🤦🏻‍♀️
🍒⃞⃟🦅
astaghfirullah Dhini mulutmu gak ada rem nya sama orang tua 😂🤣
🍒⃞⃟🦅
jangan bilang penulisnya salah satu korban drama Ikan terbang🤨🤣
🍒⃞⃟🦅
semangat nulisnya🤗
🍒⃞⃟🦅
karya pertama👍
penulisannya rapi tanpa ada typo
🍒⃞⃟🦅
the power of emak-emak ini mah 😂🤭
🍒⃞⃟🦅
gokil sih,pede akut🤣👍
🍒⃞⃟🦅
kalo Dhini bilang didepan kelas alasan ini yg bikin dia terlambat,auto diketawain 1kelas kamu dhini
🍒⃞⃟🦅
makanya Dhini kalo g mau kena hukum jangan terlambat🤦🏻‍♀️
🍒⃞⃟🦅
ciri khas dunia halu
karakter cwo yang tampannya diatas rata-rata
@🏡 ⃝⃯᷵Ꭲᶬ.⒋ⷨ͢⚤•§¢•AQILA 🦋
mampir onel pak wawan galak amat ya pasti malu bnget tuh si dini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!