Alex Zenifer adalah seorang ketua gengster White Tiger yang dikenal dengan julukan raja dari para gengster.
Alex berhenti menjadi ketua gengster White Tiger karena ibunya meminta dia untuk berjanji padanya.
Perjanjian yang harus diwujudkan oleh Alex adalah melanjutkan sekolah di akademi elite untuk menjadi orang yang baik.
Di Akademi Alex tidak sengaja bertemu dengan lima gadis kembar.
Alex selalu fokus dalam belajar karena ingin mewujudkan janji yang tertanam pada jiwa dan pikirannya.
Orang tua dari ke lima gadis kembar adalah teman baik ayah dan ibu Alex sebelum mereka berdua meninggal.
Alex diminta untuk mengajari mereka berlima sekaligus juga melindungi mereka semua dari bahaya, karena kedua orang tua dari lima gadis kembar mengetahui Alex adalah ketua gengster terkuat di indonesia.
Apakah Alex bisa mengubah semua sifatnya?
Apakah Alex bisa mengajari dan melindungi mereka berlima?
Apakah Alex bisa merasakan cinta dari lima gadis tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ligar Cahyadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#27 Pesan Yang Berupa Kode Angka
...*Selamat Membaca*...
Pada akhirnya Reza bisa mengubah pikiran dari pemimpin dalam kelompok penjaga dermaga yang tidak terlalu tergiur dengan sejumlah uang. Namun dia menyerah, setelah melihat bawahannya itu mendekati Reza.
"Sepertinya tempat ini cukup jauh dan tidak terjangkau oleh kamera pengintai itu." ucap orang itu sambil berhenti berjalan, lalu diikuti oleh Reza beserta bawahannya.
Kemudian orang itu sengaja menguji Reza dengan meminta uang terlebih dulu sebelum dia memberikan informasi nya. Hal ini sudah diperkirakan oleh Reza, dan tanpa banyak bicara memberikan uang nya itu dengan jumlah 5 juta.
"Sungguh di luar pikiranku, kau begitu saja memberikan uangnya padahal aku belum memberikan informasi yang ingin diketahui olehmu kawan. Terlebih lagi ini pertama kalinya kita bertemu, apakah kau tidak takut kalau aku membodohi mu kawan?" tanya orang itu dengan perasaan terkejut.
"Hahaha, kau ini bicara apa kawan? Sudah pasti aku akan langsung memberikannya, lagian juga tidak ada orang yang mengikutimu, jadi aku percaya padamu kawan." jawab Reza sambil tertawa dan tentunya dengan mengakrabkan dirinya.
"Hahaha, kau memang sangat menarik kawan. Tapi jangan lupa untuk tambahannya." tanggap orang tersebut dengan mengingatkan Reza akan perkataan nya mengenai uang tambahan.
"Jangan khawatir mengenai hal itu. Karena aku tidak mempunyai uang cash, gimana kalau lewat transfer?" ucap Reza, sambil meminta nomor rekening miliknya.
"Ahh maaf kawan, aku tidak pernah memiliki buku tabungan." jawab orang itu dengan menolak untuk transfer karena tidak suka akan hal merepotkan.
"Kalau begitu tunggu sebentar, aku ingin meminjam uang cash pada teman-temanku!" tanggal Reza sambil meminta sejumlah uang pada bawahannya.
Satu persatu dari kelima orang itu mengeluarkan uang dari sakunya, dan Reza merasa sedikit menyesal setelah melihat bawahannya yang terakhir hanya memiliki uang 1 lembar dengan jumlah 50 ribu.
"Ahh, maafkan aku kawan, nanti akan akan ku ganti setelah masalah ini terselesaikan." gumam Reza dalam hatinya sambil merasa kasihan pada bawahannya itu.
"Maafkan aku ketua, bukannya tidak memiliki uang namun karena istri ku sangat ketat dalam hal pengeluaran, jadinya semua isi dompetku berada dalam genggaman nya." gumam bawahannya itu dalam hatinya sambil menundukkan kepalanya. Sejenak mereka berdua menundukkan kepalanya dengan pemikiran yang berbeda.
Setelah semua uang cash terkumpul dengan jumlah 3 juta. Reza langsung memberikan nya pada orang itu sebagai biaya tambahan dari informasi yang akan diberikan olehnya.
"Hei kawan, seperti temanmu itu sedang mengalami perekonomian yang sulit. Apakah ini tidak masalah?" tanya orang itu dengan rasa prihatin terhadap salah satu bawahannya.
"Tidak perlu dipikirkan, dia sama denganku yang tidak memiliki uang cash. Hahaha... Jadi darimana kita akan memulai nya?" jawab Reza, lalu dengan menanyakan awal informasi yang akan diberikan olehnya.
Karena uangnya sudah terbayarkan, orang itu langsung angkat bicara mengenai informasi yang ingin diketahui olehnya mengenai pertanyaan awal tadi. Untuk obat-obatan terlarang disini tidak ada, namun dia memiliki koneksi di berbagai tempat yang menyediakan keinginannya itu.
Selanjutnya mengenai sesuatu seperti barang berharga, disinilah tempatnya tergantung dengan sejumlah uang yang dimiliki oleh pelanggan. Ada berbagai jumlah uang yang ditentukan oleh orang tersebut dan paling banyak seharga 500 juta.
Akan tetapi, orang itu tidak bisa menyebutkan barang seperti aya yang harganya sebesar itu, dikarenakan ada bagian lain yang mengontrolnya sekaligus memperlihatkan nya secara langsung.
Reza yang sangat penasaran mengenai hal itu, memintanya untuk segera mengantarkan nya ke dalam. Namun sebelum orang itu menyetujui nya, dia meminta sebuah bukti mengenai total uang yang dimiliki olehnya. Dengan spontan, Reza memperlihatkan saldo yang dimiliki olehnya lewat HP nya, dan jumlahnya di atas 500 juta.
Seketika orang itu sangat terkejut dengan jumlah uang yang dimiliki olehnya, sekaligus bisa mendapatkan bonus dari atasannya apabila salah satu barang yang berada di dalam dermaga terjual.
"Jadi bagaimana? Apakah kau bisa membawaku ke tempat barang itu?" tanya Reza sambil tersenyum lebar.
"Tentu saja aku akan membawa mu kawan, namun sebelumnya kalian semua harus diperiksa terlebih dulu sebelum masuk ke ruangan!" jawab orang tersebut dengan sedikit meragukan Reza beserta kelima bawahannya.
"Tidak masalah kawan, lagian juga tujuan kami datang ke tempat ini untuk membeli barang berharga yang tidak ada di manapun." tanggap Reza dengan bersedia untuk diperiksa.
"Hahaha, baiklah kawan. Kalau begitu ayo kita kembali." jawab orang itu dengan rasa puas, serta percaya kepadanya.
"Dasar orang goblok!" gumam Reza dalam hatinya sambil tertawa jahat.
Tidak lama setelah itu, mereka semua kembali ke depan pintu dermaga itu, dan pemimpin dari penjaga sengaja menelpon pada kelompok lain, kalau dirinya telah mendapatkan seorang pelanggan.
Selang waktu beberapa menit, beberapa orang muncul dari dalam dermaga tersebut untuk menjemput Reza beserta kelima bawahannya dengan kendaraan bermotor. Ada 10 motor yang berhenti di depan mereka, dan 5 buah motor digunakan untuk membonceng nya ke tempat pemeriksaan.
"Heh, ternyata penjagaan disini cukup ketat juga. Dan mereka menyembunyikan sebuah senjata berupa pisau pada bagain belakang dalam celana nya." gumam Reza dalam hatinya sambil memperhatikan mereka semua.
"Hoi, kenapa kau malah bengong begitu, cepat naik!" pinta salah satu pengendara motor itu kepadanya.
"Ahh, maaf kawan, aku hanya ngiri melihat motor klasik, apalagi suara dari mesinnya masih sangat halus begitu." jawab Reza dengan mengalihkan sedikit perhatian nya.
"Hahaha, apa kau juga menyukai motor-motor klasik?" tanya pengendara itu dengan perasaan senang.
"Tentu saja kawan, di kediaman ku baru memiliki 2 jenis motor klasik namun entah kenapa suara dari mesin ini sangat berbeda dengan punyaku." jawab Reza dengan memuji kendaraan yang di naiki olehnya.
"Hahaha, kau memang orang menarik kawan. Baiklah, ayo segera naik, tidak enak juga membuat pelanggan menunggu lama." ajak pengendara itu dengan perkataan sopan serta mengakrabkan diri dengan nya.
Hanya membutuhkan waktu beberapa menit, mereka akhirnya tiba di tempat pemeriksaan yang cukup jauh dari bagian gerbang depan. Di dalam perjalanan dalam waktu singkat itu, Reza mengingat jumlah orang yang berjaga serta beberapa kamera pengintai.
Dengan kecepatan jempol yang dimiliki olehnya, Reza mengirimkan pesan singkat berupa kode angka pada salah satu orang kepercayaannya sekaligus calon wakil ketua dari wilayahnya berada. Setelah pesannya terkirim, dia segera menghapus nya supaya tidak ketahuan oleh musuhnya.
Di sisi lain...
Orang yang bakalan menjadi calon wakil ketua di wilayah utara, kini telah mendapat kan sebuah pesan berupa kode angka dari Reza. Isi dari pesan itu menyebutkan mengenai kondisi diluar serta di dalam area tersebut.
Di bagian luar, terdapat 10 penjaga dan 2 kamera pengawas yang sengaja di tutup oleh lilitan kain agar tidak terlalu terlihat oleh orang-orang yang melewatinya. Lalu di area bagian dalam, terdapat 10 pengendara motor dengan senjata berupa pisau, 20 penjaga memegang tongkat bisbol, dan 30 orang tanpa senjata yang bersiaga di balik beberapa kontainer. Selain itu juga, terdapat kamera pengawas yang berjumlah 10 dan posisinya cukup berdekatan.
"Sepertinya ini bukan masalah bagi kita, untuk menyerang tempat itu dengan skala besar. Jadi pastikan semuanya bersiap untuk bertempur dan gunakan senjata apapun yang dapat membuat mereka tidak sadarkan diri." ucap Rahman sebagai calon wakil ketua pada wilayah utara, sekaligus orang sementara yang membuat sebuah keputusan. "Huh, ketua yang sebenarnya dari gangster White Tiger itu adalah Alex Zenifer. Aku sangat penasaran, seperti apa orang itu dan seberapa kuatnya sampai bisa menaklukkan Ketua. " lanjut dalam hatinya yang menantikan sebuah pertemuan dengannya.
...Bersambung......
...{Pemberitahuan Update}...
...Untuk Update dilakukan pada waktu 19.00 WIB...
...Jika berkenan dan bersedia jangan lupa untuk dukung author dengan Like, Komen, Vote, Rate novel ini. Karena hal seperti inilah yang membuat para author sangat bahagia, terutama bagi saya....
...Terimakasih 🙏...
semangat ya👏👏