NovelToon NovelToon
Talak Tiga (Cinta Indah)

Talak Tiga (Cinta Indah)

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Tamat
Popularitas:4.7M
Nilai: 5
Nama Author: IPAK MUNTHE

Kisah seorang wanita yang di sia-siakan oleh lelaki yang paling di cintai nya.

"Tega sekali kamu Andra, aku sudah berkorban banyak sekali untuk mu, aku meninggalkan Ayah dan Ibu ku demi kamu, bahkan Ibu ku hampir bunuh diri demi kamu bisa di terima oleh Ayah ku, tapi apa balasan kamu, kamu menyakiti aku"

Indah Paramita.



"Aku tidak pernah meminta mu untuk berkorban untuk ku, Aku tidak pernah memaksa mu untuk meninggalkan orang tua mu demi aku dan aku tidak pernah memaksamu untuk menikah dengan ku. Jadi jangan kau anggap kau hebat atas pengorbananmu, ingat! aku tidak pernah memintanya.

Andra wirawan


Lalu bagai manakah kisah selanjutnya?
Akankah Indah akan tetap mempertahankan cinta yang lama yang kini mulai menyakitinya.


Ataukah Indah lebih memilih pergi dengan mencari cinta yang baru dan meninggalkan kenangan lama yang awalnya bahagia tapi akhirnya hampa.


Ataukah Indah akan pergi namun tidak lagi percaya dengan laki-laki karena Indah sudah sangat benci dengan laki-laki karena Ia menganggap lelaki semua penghianat!

Inilah kisahnya

TALAK TIGA (Perjalanan Cinta Indah)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IPAK MUNTHE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

POV Author

Kini Indah sudah memasuki Prusahaan Ayah nya. Indah terus berjalan menuju ruangannya, tidak semua karyawan mengetahui Indah adalah putri tunggal dari Abdullah Abraham, pemilik dari Abraham Group.

Ketika Indah sudah sampai di ruang kerja Ayahnya ia di hampiri oleh sekertaris Abdullah.

"Nona Selamat pagi" sapa Dino, Dino adalah orang kepercayaan Abdullah bahkan Dino tau semua tentang prusahaan Abdullah, karena kejujuran Dino Abdullah menaruh kepercayaan begitu besar pada Dino.

"Ya selamat pagi, Dino kamu ikut saya masuk ada yang mau saya bicarakan" kata Indah sambil membuka pintu dan masuk lalu duduk di kursi kebesaran Abdullah.

"Apa yang Ingin Nona bicarakan dengan saya?" tanya Dino dengan sopan ia hanya berdiri di depan meja kerja Abdullah.

"Kamu duduk dulu" kata Indah dengan wajah datarnya.

Dino mengangguk, lalu duduk di kursi kini keduanya duduk saling berhadapan hanya meja kerja Abdullah yang menjadi pemisah mereka.

"Nona mau bicara apa?" Dino bertanya karena setelah Dino duduk, Indah hanya diam saja sambil memainkan bolpoin di tangannya.

Indah menaruh bolpoin yang di pegangnya ke atas meja, lalu menyandarkan dirinya di kursi yang ia duduk sambil melipat kakinya tangannya ia letakan di atas meja.

"Jadi begini Dino" Indah menjeda sesaat ucapannya.

"Kamu sudah tau kan sementara waktu saya yang akan menggantikan Ayah saya di sini?" Indah bertanya pada Dino dengan serius.

"Ya Nona, tuan Adam sudah memberi tau saya" jawab Dino dengan sopan.

Indah bangun dari duduknya dan berdiri ia berjalan menuju jendela di ruangan kerja Ayahnya itu, dan matanya memandang keluar.

"Jadi Dino selama saya bekerja di sini, saya mau memiliki seorang asisten, dan kamu tau saya sudah tidak punya waktu untuk mencari asisten dalam waktu yang lama, saya butuh sekarang" kata Indah.

"Ya Nona, tapi bukankan biasanya saya yang melakukan pekerjaan asisten dan sekertaris itu Nona" tanya Dino sedikit bingung dengan ucapan Indah.

"Ya kamu benar, tapi saya mau asisten saya seorang wanita" kata Indah.

"Tapi Nona, kalau anda mencari asisten baru apakah saya sudah tidak bekerja lagi di sini Nona, maksud nya saya di berhentikan begitu Nona" tanya Dino yang merasa takut kalau dirinya akan di pecat.

"Tidak, kamu tetap menjadi sekertaris di sini, kamu tetap menjadi tangan kanan Ayah saya seperti biasa namun saya butuh asisten seorang wanita" kata Indah sambil berjalan kembali ke kursi kerja Ayahnya.

"Oh saya mengerti Nona, dan saya akan membawa salah satu karyawan wanita untuk menemui Nona dan kalau Nona setuju maka Nona bisa menjadikannya Asisten Nona"

"Baik cepat kamu bawa kemari" kata Indah dengan wajah datar tanpa ekspresinya.

Tidak butuh waktu lama Indah menunggu, hanya sepuluh menit saja sudah ada yang mengetuk pintu Indah tau itu pasti Dino dan calon asistennya.

"Masuk"

Dino dan seorang wanita itu masuk sambil menunduk dengan sopan. Indah hanya diam menyenderkan tubuhnya di kursi kebesaran ayahnya pandangan Indah lurus melihat Dino dan wanita itu.

"Dino saya ucapka terimakasih, dan kamu boleh keluar tinggalkan kami berdua di sini, kamu lanjutkan saja pekerjaan kamu nanti kalau saya sudah selesai dengan dia saya akan memanggil kamu" kata Indah.

"Baik Nona, kalau begitu saya mohon undur diri" Dino menunduk lalu melangkah keluar dan kembali menutup pintu.

Indah masih dengan wajah datarnya, ia terus memandang wanita di depannya dengan seksama, wanita itu tentu merasa risih karena Indah terus memperhatikan penampilsnnya.

"Duduk"

"Iya Bu" orang itu menuduk dan mendudukan dirinya di kursi yang berhadapan dengan Indah.

"Siapa nama kamu?"

"Saya Vega Sinara Bu" jawab wanita itu sambil menunduk ia tidak berani menatap wajah garang yang di tunjukan Indah.

"Tatap wajah saya" Indah berbicara tegas.

Wanita itu mendongkak dan menatap wajah Indah dengan rasa was-was.

"Kamu tau siapa saya?" tanya Indah.

"Iya Nona" jawab Vega.

"Siapa saya" tanya Indah dengan suara tegas dan wajah datarnya.

"Putri Tuan Abdullah Abraham "jawab Vega dengan menahan rasa takut.

"kenapa wanita ini seperti menemui macan apa aku segarang itu sampai-sampai untuk bernapas saja dia seperti tidak berani. kalau wanita ini tau aku ini pernah di bodohi dan di hina oleh suami ku sendiri aku yakin sa*at i***ni dia bukan takut dan menunduk tapi tertawa terbahak-bahak sampai memegang perutnya karena menaha rasa sakit akibat tidak bisa menghentikan tawa nya"

"Bagus!"

"Apa kamu tau untuk apa kamu di bawa kemari?"

"Untuk menjadi asisten Anda Nona" jawab Vega dengan suara yang pelan namun masih bisa Indah mendengarnya.

"Apa kamu bersedia menjadi asisten saya?"

"Ii-iya Nona" jawab Vega dengan terbata-bata.

"Saya tidak suka dengan orang yang takut pada orang lain jadi kalau kamu masih mau bekerja di sini tatap wajah saya dan hilangkan ketakutan mu itu" Indah berbicara sangat tegas.

Vega menatap wajah Indah sambil menelan salivanya dengan kasar.

"Ternyata anak tuan Abdullah jauh lebih garang dari pada tuan Abdullah" batin Vega.

"Apa kamu sedang mengupat saya" tanya Indah.

"Tidak Nona"

"Lalu kenapa diam?"

"Saya bersedia menjadi asisten anda Nona" kata Vega.

"Bagus!" jawab Indah.

"Sekarang kamu temui Dino dan minta semua catatan apa saja jadwal saya dan mulai sekarang kamu yang mengatur semua jadwal saya" kata Indah sambil menunjuk pintu.

"Baik Nona" Vega mengangguk dan keluar dari ruangan itu tidak berapa lama Vega sudah kembali lagi dengan membawa apa yang di minta Indah.

"Nona nanti siang Anda ada pertemuan dengan tuan Arfan Briano Hartono pemimpin Hartono Group" Vega menjelaskan kegiatan Indah.

"Baik, tolong siapkan semuanya dan Dino juga harus ikut rapat sampai kan padanya " kata Indah.

***

Kini Indah sudah bersiap-siap untuk memasuki ruang rapat di prusahaanya karena Vega sudah memberi tau kalau dari pihak Hartono Group sudah menunggu di ruang rapat.

"Nona ayo kita ke ruang rapat karena mereka sekarang sedang menunggu Anda" kata Vega.

Indah tidak menjawab Indah hanya sekali menganguk lalu berjalan keluar dari ruanganya memasuki Lift.

"Apa Dino sudah di ruang rapat"

"Sudah Nona" jawab Vega.

Ting!.

Indah keluar dari dalam lift di ikuti Vega di belakangnya.

"Selamat siang" kata Indah saat dia sudah berada di ruang rapat.

"Siang" jawab Yeni dan Bimo.

Lalu Indah melihat dengan jelas siapa rekan bisnisnya dan ternyata di sana ada Yeni, Bimo dan Lelaki garang yang menyebut Indah gembel.

Indah terlihat terkejut begitu juga dengan ketiga orang rekan bisnisnya itu, Yeni tau kalau Indah adalah anak dari pemilik prusahaan Abraham Group tapi ia tidak tau kalau Indah sudah bekerja juga di prusahaan Abraham Group.

Yeni mulai mengerti dengan keadaan yang membuat Bimo dan Bossnya terlihat bingung karena Bimo memang tidak tau dengan pasti siapa Indah sedangkan Boss Yeni merasa heran kenapa si gembel Indah bisa masuk keruang rapat itu.

1
Teh Adhe
Oalaaah, gak mikir panjang banget, sampe segitunya efek kebelet cinta. anak muda, anak muda.
Nuri_cha: Halo Kak, mungkin berkenan juga mampir di novelku

Aku baru saja menulis novel terbaru. SIAPA AKU DI SISIMU

Bercerita tentang seorang wanita yang baru terbangun dari koma, dan tiba-tiba sudah memiliki suami.

Langsung klik bio-ku. Semoga sesuai dengan genre Kakak.

Terima kasih 🙏🏻
total 1 replies
Surati
bagus
Hayati
lanjuuuut🙏🙏🙏💖💖💖💯
Hayati
lanjut.....,..🙏🙏🙏🙏💯💖
Umiie'ne Naza
hmmm mau baca tapi baca comene, karakter indah, ga Tegas ,ga jd baca
Mahmudah Mahmudah178
visual ya thor
Yusan Lestari
bgus thor ceritany mantap 👍👍💪 semangat trus🥰
Shepty Ani
bibit lakor nih
Ely
Anak di sayang2, di eman2 gak nurut sama ortu nya.. ya itulah cinta buta..gelap semua...
linamaulina18
krna ortu kmu melihat Andra orang yg g baik untkmu
guntur 1609
kasihan absullah
Benazier Jasmine
kok tamat thooor, kpn indah bahagia dg arfan
Benazier Jasmine
kyknya indah berjodoh dg arfan
Benazier Jasmine
bu fatimah jgn gt donk, jgn nyuruh balas dendam, srh aja si indah move on sm andra uda biarin andra nnt menderita sndr, apa yg di tanam pasti menuai
Benazier Jasmine
ooalah si arfan ternyata duren o nikah sm inda calon janda😂😂
Benazier Jasmine
andra tunggu karma u, dinda tumben kok baik sm indah
Benazier Jasmine
si andra org kismin ae kyk CEO gampang bngt ngajak baikan indah & gampang bngt ngusir dinda😂😂😂
Benazier Jasmine
kyknya u uda mulai pinter indah, suami u ssh mendholimi u, u g dksh nafksh lahir &bathin sm ja u sdh cerai, toh u juga msh nikah siri
Benazier Jasmine
yeni sahabat baik, bikin msh kuat si indah yg bodoh
Benazier Jasmine
dasar si indah saja yg bodoh, si andra hnya cinta harta u, u malah bela2 in
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!