NovelToon NovelToon
Bangkit Setelah Dikhianati

Bangkit Setelah Dikhianati

Status: sedang berlangsung
Genre:Kebangkitan pecundang / Menjadi Pengusaha / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:20k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Alfa Rizky Pradana mengalami nasib yang sangat malang. Tak hanya dikhianati istrinya, tetapi juga oleh sahabatnya sendiri -- orang yang sudah dianggapnya seperti saudara. Keduanya bersekongkol merampas seluruh harta dan mencuranginya habis-habisan. Namun, yang lebih menyakitkan dari semua itu, anak yang dibesarkannya ternyata hasil perselingkuhan mereka.

"Segera pergi dari sini! Aku sudah muak melihat tampang polosmu itu!" usir Ammar

"Hanya itu harta milikmu, setidaknya aku masih bermurah hati memberikannya padamu!" ujar Davina pongah.

Diusir seperti sampah, setelah dikhianati serta dicurangi hanya diberi sedikit harta sisa, Alfa pergi tanpa apa-apa lagi selain luka dan dendam. Mampukah Alfa bangkit setelah apa yang terjadi padanya?

Ikuti kisahnya hanya di sini;
"Bangkit Setelah Dikhianati" karya Moms TZ, bukan yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31.

Davina terus menelusuri informasi tentang Alfa. Semakin banyak berita yang dibacanya, semakin sulit ia menerima kenyataan. Beberapa foto memperlihatkan Alfa bersama keluarganya pada saat peresmian tokonya. Ayudia juga berada di sana. Lalu ada pula foto Alfa ketika berdiri di sebuah proyek pembangunan. Dari semua foto itu selalu ada Ayudia di sekitarnya.

Davina menggigit bibir. Selama ini, ia mengira kehidupan Alfa tak akan bisa bangkit dari kesulitan setelah kehilangan seluruh harta bendanya. Namun, ternyata mantan suaminya itu justru berhasil membangun kembali kehidupannya.

"Bagaimana dia bisa melakukan semua ini?" gumamnya, menatap layar ponsel dengan perasaan campur aduk.

Di laman berita itu ia kemudian menemukan berita tentang pernikahan Alfa dan Ayudia. Dalam artikel tersebut, disebutkan bahwa Ayudia merupakan putri seorang pengusaha properti ternama. Informasi itu membuatnya semakin gelisah.

"Jadi, perempuan itu anak orang kaya?" desisnya, lantas tersenyum miring.

Pikirannya mulai dipenuhi berbagai dugaan. "Apakah Alfa berhasil bangkit karena bantuan keluarga istrinya?"

"Atau, memang sejak awal dia memiliki kemampuan yang tak pernah aku sadari?"

Davina menggelengkan kepalanya. "Nggak mungkin. Dia pasti menikahi wanita itu hanya supaya bisa sukses dengan instan. Aku yakin itu," gumamnya enggan mengakui bahwa Alfa mampu meraih kesuksesan tanpa dirinya.

Ponsel di tangannya tiba-tiba berdering. Nama salah seorang karyawan muncul di layar. Dengan setengah hati, ia mengangkat panggilan itu.

"Maaf mengganggu, Bu. Ada masalah pengiriman bahan baku untuk pelanggan kita," ujar karyawan tersebut setelah panggilan tersambung

Davina memejamkan mata sesaat. "Masalah apa lagi? Bukankah semuanya sudah diatur?"

"Persediaan dari pemasok belum datang lagi, Bu. Kalau sampai sore nanti belum dikirim juga, kita bisa terkena denda karena terlambat memenuhi pesanan."

"Kalau begitu, cari pemasok lain!" perintah wanita itu ketus.

"Kami sudah mencoba, Bu. Harganya jauh lebih tinggi. Kalau kita mengambilnya, keuntungan kita akan semakin sedikit."

Davina terdiam. Ia tahu persaingan bisnis semakin ketat, dan kondisi usaha mereka memang sedang tidak baik. Sedikit kesalahan maka akan berakibat fatal yang akan merugikan kelangsungan usaha mereka selanjutnya.

"Baiklah. Aku akan mencari jalan keluarnya. Untuk sekarang, usahakan agar pelanggan itu tidak membatalkan pesanan," katanya, lantas mengakhiri panggilan.

Ia menyadarkan punggungnya ke sofa. Beberapa waktu lalu ia baru saja melunasi hutang Ammar pada Joni. Kini sudah datang lagi masalah yang seakan tak ada habisnya, membuat kepalanya terasa pening. Tiba-tiba, bayangan pernikahan Alfa kembali mengusik pikirannya.

Dulu, ia meninggalkan pria itu karena percaya bahwa menurutnya Ammar jauh lebih bisa diandalkan juga sangat romantis padanya. Namun, kini justru dirinya yang harus berjuang mempertahankan usaha, sementara Alfa -- pria itu sudah jauh melampaui dirinya, meraih kesuksesan. Apalagi sekarang ada wanita cantik dan tentunya berpendidikan, yang berstatus sebagai istrinya berasal dari keluarga kaya.

"Seharusnya aku yang berada di posisi itu," bisiknya penuh penyesalan.

Davina terdiam ketika menyadari betapa jauh kehidupannya berubah. Akan tetapi, penyesalan itu segera berganti menjadi kemarahan. Ia tak sanggup menerima kenyataan bahwa Alfa telah menemukan kebahagiaannya.

"Belum tentu pernikahannya nanti sebahagia yang terlihat," ucapnya, berusaha mencari alasan untuk meredakan kegelisahan sendiri.

"Bisa jadi mungkin ini hanya pernikahan bisnis, dan mereka berpura-pura bahagia di depan orang lain."

Ia kembali menatap foto pernikahan tersebut, lalu mengunci layar ponselnya dengan kasar. Namun, satu hal tak bisa Davina sangkal. Alfa telah berhasil bangkit, sedangkan dirinya mulai kehilangan kendali atas kehidupan yang dahulu ia banggakan. Dirinya mulai bertanya-tanya apakah keputusan meninggalkan Alfa merupakan kesalahan terbesar dalam hidupnya?

*

*

*

Beralih ke Alfa-Ayudia

Resepsi pernikahan Alfa dan Ayudia akhirnya usai setelah berlangsung hingga sore hari. Para tamu undangan mulai meninggalkan hotel, sementara kedua keluarga sibuk membereskan barang-barang yang mereka bawa. Beberapa kerabat berpamitan kepada pengantin baru lalu menyusul anggota keluarga lainnya.

Pak Ikhsan menghampiri Alfa yang sedang berdiri di dekat Ayudia. "Kami pulang duluan ya, Nak," pamitnya.

Alfa mengangguk sambil tersenyum. "Iya, Yah. Hati-hati di jalan."

Pak Ikhsan kemudian menepuk bahu putranya. "Jaga istrimu baik-baik, ya. Sekarang dia sudah menjadi tanggungjawabmu."

"Pasti, Yah. Doakan kami bisa membangun rumah tangga yang barokah."

Bu Mala yang berdiri di samping Pak Ikhsan segera memeluk Ayudia. Ada keharuan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata, ketika ia menyadari bahwa kini putranya telah memiliki seorang istri.

"Kalau ada apa-apa, jangan sungkan cerita kepada ibu, ya, Nak," pesannya lembut.

Ayudia membalas pelukan itu dengan hangat. "Siap, Bu. Aku akan ingat pesan Ibu."

Setelah orangtua Alfa berpamitan, selanjutnya Ayudia juga memeluk kedua orangtuanya. Bu Farida tak henti-hentinya memberikan nasihat, sedangkan Pak Danu berusaha menyembunyikan rasa harunya di balik senyuman.

"Jaga diri kalian. Jangan sampai kelelahan, mentang-mentang pengantin baru," bisik Pak Danu sambil merangkul pundak Alfa.

Wajah mempelai pria itu memanas seketika karena malu, tak menyangka ayah mertuanya memiliki selera humor. "Baik, Pa. Akan saya ingat."

Kemudian, kedua keluarga itu pun meninggalkan hotel. Suasana yang semula ramai perlahan menjadi tenang. Alfa dan Ayudia saling berpandangan dan melempar senyuman, lantas melangkah bersama menuju kamar yang telah disiapkan oleh pihak Wedding Organizer untuk mereka.

Begitu pintu tertutup, Ayudia mengembuskan napas panjang. Ia duduk bersandar pada sofa. Sejak pagi, mengikuti rangkaian acara hingga tak sempat menikmati waktu untuk beristirahat.

"Capek, ya?" tanya Alfa seraya mendekat.

Ayudia mengangguk. "Lumayan. Lega rasanya bisa duduk dengan tenang."

Alfa terkekeh. "Kalau begitu, istirahatlah. Aku ambilkan minum."

Pria itu mengambil air mineral dari meja, lalu menyerahkannya kepada Ayudia setelah membuka segel tutupnya. Baru saja Alfa hendak duduk di samping istrinya, bel kamar berbunyi. Dia segera berdiri untuk membukakan pintu. Seorang staf hotel datang membawa keranjang bingkisan berisi buah-buahan, aneka kue kering dan cake, cokelat, serta rangkaian bunga kecil. Ada pula kartu ucapan selamat yang disertakan dalam buket tersebut.

"Selamat menikmati malam pertama Anda, Bapak dan Ibu," ucap staf itu ramah lalu berpamitan.

Ayudia tersipu mendengar ucapan tersebut. Setelah pintu kembali tertutup, ia melirik Alfa yang sedang membaca kartu ucapan.

"Sepertinya semua orang berharap malam ini menjadi malam yang istimewa," gumamnya.

Alfa meletakkan kartu itu, lalu menoleh kepada istrinya. "Padahal menurutku, malam ini sudah sangat istimewa sejak kamu bersedia menjadi istriku."

Ayudia lantas tersipu malu. "Kamu bisa saja membuatku salah tingkah, Mas."

"Aku hanya mengatakan yang sebenarnya." Alfa meraih tangan Ayudia, menggenggamnya dengan lembut. "Tapi aku tidak ingin kamu merasa harus melakukan apa pun hanya karena sekarang kita sudah menikah. Kalau kamu lelah, kita bisa beristirahat."

Tatapan Ayudia melembut. Ia bersyukur, karena pria yang kini menjadi suaminya tidak membuatnya merasa canggung atau terbebani.

"Aku memang lelah. Tapi aku juga senang kita akhirnya bisa melewati hari ini bersama," akunya jujur.

Alfa mengusap punggung tangannya. "Kita masih punya banyak waktu untuk menikmati kebersamaan, Ayu. Tidak perlu terburu-buru."

Ayudia menyandarkan kepala di bahu suaminya. Untuk beberapa saat, keduanya menikmati keheningan tanpa merasa perlu mengisi setiap detik dengan percakapan. Tak ada janji berlebihan, hanya dua hati yang berusaha saling memahami dan keinginan untuk menjalani hari esok bersama.

Malam itu menjadi awal kehidupan baru bagi mereka. Setelah membersihkan diri, mereka pun bersiap menikmati malam pertama berbagi ranjang bersama sebagai suami istri dengan rasa bahagia dan harapan yang tumbuh di antara keduanya.

Entah apa yang akan terjadi selanjutnya, hanya mereka dan Tuhan yang tahu. Karena moms author tidak berani mengintip, takut bintitan. 🫣🤭

1
Nar Sih
alfa bnr,,hati mu baik banget msih syg dgn naima stlh apa yg diperbuat org tua nya ,smoga ayudia lks hamil biar kmu punya ank sendiri
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin, mam🫰
total 1 replies
vj'z tri
mula mula sama sama malu malu lama lama tanda tanda asek 💃💃💃
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: makasih udah balik, mbak tri🫰🫶😍
total 1 replies
Patrick Khan
yg lebih kejam balasan di penjara biar seru🤣🤣🤣davina amar kapok dan sadar gk ya🔨🔨😏
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: entahlah 🤣🤣🤣
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
mantap sekali balasan buatmu Dav 👍
Aditya hp/ bunda Lia: 🫶🫶🫶🫶🫶
total 2 replies
Rahmawati Amma
ceritanya bagus menarik
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: makasih bintang 5 nya kak 🫰🫶😍
total 1 replies
Rahmawati Amma
langsung kasih bintang 5 sama vote
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: makasih kak 😍😍😍
total 1 replies
Rahmawati Amma
awas aja klu sampai alfa sama istrinya mau asuhh tuh anak mendosa dan firaun ngak ridho aku 😤 boleh nolong asal jangan berlebihan secukupnya saja membantu betul ngak pembaca 😏😉
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siap kak 🫡😂😂😂🫰
total 1 replies
Rahmawati Amma
asal jangan nanti klu si mendosa dan firaun di penjara anaknya di asuh sama si alfa udah benar suruh titip ke panti sosial 😤
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huum...
total 1 replies
Rahmawati Amma
jangan bilang itu anaknya daging dan ammar 😤
Rahmawati Amma
salah thor katanya entah apa yg terjadi hanya mereka yg tau dan tuhan salah hanya mereka yg tau dan author🤣🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: bisa AE kak 🤣🤣🤣
total 1 replies
Rahmawati Amma
😍🤭
Aditya hp/ bunda Lia
Naima itu akibat jatuh dari tangga itu yah ...
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huumm
total 1 replies
Nar Sih
kasihan naima ..jdi korban perbuatan org tua nya
Aditya hp/ bunda Lia
dasar manusia serakah akibat perbuatan kalian anak sendiri jadi korban kan kasian ...
Patrick Khan
kasian naima🥺🥺
Nar Sih
pasti hbis ini kmu juga di penjara vina
Patrick Khan
kawal davina ke penjara💃💃
Aditya hp/ bunda Lia
akhirnya ... selesai juga maraton dari kemarin lanjut Moms seru ini 🫶
Aditya hp/ bunda Lia: 😘😘😘😘😘
total 2 replies
Aditya hp/ bunda Lia
kan harta hasil merampas gak akan berkah ... dasar wanita oon udah dikasih suami baik malah di tendang ... rasakan 😝
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Nar Sih
pasti habis ini amar terima hukuman nya
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!