Karin gadis pemalas yang punya hobby nonton Drakor dan Dracin sepanjang masa remajanya, tidak menyangka bahwa nasibnya akan seperti di drama drama yang pernah ia tonton.
Diumur ke 20 tahun ia dipaksa menikah muda dengan Om Om yang di jodohkan Oleh Ayahnya.
Om Om itu adalah kolega bisnis Ayah Karin bernama Arjuna Prayoga.
Meskipun hanya berbeda 7 tahun tapi Karin yang saat itu masih kuliah, sangat sulit untuk menerima perjodohan dan pernikahan itu.
Apalagi Karin sudah memiliki pacar yang telah dipacarinya selama bertahun tahun bernama Kai Bagaskara seorang cowok populer dan sangat dicintainya.
Dapatkan Karin Lolos dari perjodohan yang disiapkan Ayahnya?
Ataukah pada akhirnya ia akan benar benar menikah dengan Om Arjuna?
Selamat membaca semoga kalian suka dengan karyaku, saranghae 🩷
BTW karena ini cerita tentang pernikahan Harap bijak sebelum membaca okey...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YirumaNitya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Arjuna Prayoga Sang CEO dingin
Suasana kantor pagi itu sangat menegangkan, hari ini Arjuna Prayoga Sang CEO AP Tech, tampak tidak senang dengan kinerja para bawahannya.
Dilemparkannya beberapa map berisi Laporan Kinerja, Laporan Keuangan, Laporan Pertumbuhan dan Pasar, juga Laporan HR ke depan Karyawan Karyawan senior di perusahaan itu.
"Ganti semuanya!" Tukas Arjuna dengan penuh emosi.
"Cuma segini kemampuan kalian?" Tanya Arjuna pada beberapa Manager di hadapannya.
Mereka semua hanya menunduk tanpa membantah, nampaknya kejadian seperti ini bukan kali pertama terjadi saat mereka bekerja.
"Baru saja saya absen beberapa hari, semua malah jadi kacau balau seperti ini, segera bereskan kekacauan kalian SEKARANG!!!" Ucap sang CEO penuh amarah.
Beberapa Karyawan bergegas memungut Laporan yang sudah berjatuhan di lantai itu.
"Mohon maaf Pak, kami akan merevisi secara menyeluruh." Ujar seorang Karyawan Senior diikuti dengan yang lain.
Mereka juga buru buru mengambil map milik mereka masing masing seraya bergegas keluar ruangan untuk segera membereskan kekacauan yang mereka buat.
Nampak Asisten Pribadi Arjuna agak bergidik ketakutan, hari ini mood bosnya nampak sedang terjun payung.
"Bos maaf apa Bos butuh sesuatu?" Tanya Andi Wawan pada Bosnya hati hati.
Wajah Arjuna nampak sangat kusut dan marah.
"Bikin kopi aja An kayak biasa." Ujar Arjuna, ia menyenderkan tubuhnya ke Kursi high back yang kini di dudukinya.
Menarik nafas panjang.
Andi bergegas pergi ke pantry untuk membuat Kopi khusus bagi CEOnya itu.
Mood Arjuna acak acakan sekali, pagi tadi Karin ngambek Karena tidak mau di antar ke kampus olehnya, Arjuna memaksa tapi gadis itu malah memilih naik taksi online.
Harga dirinya seakan di injak injak, sesampainya di kantor ia malah disuguhkan dengan laporan laporan sampah yang dibuat karyawannya.
Jadilah Pria yang terkenal dingin di kantor itu mengamuk.
Sikapnya pada Karin sangat berbeda dengan sikap yang ditunjukan di depan Karyawan dan koleganya, di depan Karin entah mengapa Arjuna dengan suka rela menurunkan harga dirinya dan mencoba bersikap manis demi menyenangkan gadis itu, padahal di luar Dia adalah CEO dingin dengan aura kuat dan berwibawa.
Aura yang bisa mengintimidasi siapapun yang melihatnya.
Andi datang dengan membawa segelas kopi "Silahkan diminum bos." Ujar Andi sopan.
Andi dan Arjuna seumuran, mereka juga sudah bersama dalam waktu yang cukup lama jadi mereka cukup dekat. Hanya dengan Andi Arjuna bisa mengobrol santai dengan bawahan di kantor ini.
"Makasih ndi." Ucap Arjuna singkat.
"Maaf bos kalau boleh tau apa bos lagi gak senang ya?" Tanya Andi hati hati.
Arjuna mengangguk "Istri gue kayaknya malu banget punya suami kayak gue ndi." Curhat Arjuna.
Andi terkesiap "Hah emang bos udah nikah, serius?" Andi terkejut dengan fakta yang diucapkan Arjuna, bosnya itu sama sekali tidak bercerita padanya soal pernikahan pentingnya itu.
Arjuna mengangkat sudut bibirnya "Dadakan." Ucapnya membuat Andi jadi menafsirkan ucapan Arjuna dengan Ambigu.
"Istri bos hamil?" Tanya Andi dengan polosnya.
Arjuna terkekeh "Kampret Lo Ndi, di test Drive aja belom, mana bisa hamil."
"Ya maaf bos, tapi ini serius kan gak bercanda, soalnya kok dadakan banget, ini istrinya yang mana aja saya gak tau karena bos setau saya jomblo selama ini."
Arjuna melotot "Jadi lo gak percaya, menurut Lo jomblo gak bisa punya istri HAH?"
Andi menggerakan kedua tangannya di depan dadanya maju mundur tampak agak ketakutan "Percaya lah bos, percaya, lah tapi kalau boleh tau istrinya yang mana?" Lelaki bertubuh agak gempal itu penasaran.
Arjuna membuka handphonenya lalu memperlihatkan sebuah foto dirinya dengan seorang perempuan sedang memegang surat nikah.
"Wah cantik euy" Ucap Andi refleks memuji istri Arjuna itu.
Arjuna tersenyum bangga "Cantiklah istri siapa dulu."
Andi balas tersenyum seakan mengiyakan, ia lalu menyalami bosnya "Selamat ya bos, kapan nih resepsinya?" Tanya Andi lagi.
"Kalau jadi bulan depan."
"Semoga lancar bos acaranya, saya siap siap sibuk nih dari sekarang." Canda Andi mencoba mencairkan suasana.
Arjuna terkekeh "Tenang kerjaan Lo mulai hari ini bakal numpuk sampe tengah malem."
"Waduh nyesel saya nawarin diri." Kata Andi sambil garuk garuk kepala.
"Eh ndi gimana ya cara biar istri kita tuh kecintaan sama kita, Lo ada cara gak ndi?"
Sontak Andi terkaget kaget mendengar pernyataan bosnya itu "Lah bos saya aja jomblo, kok bos bisa bisanya nanya saya."
Arjuna ngakak "Iya juga ya ndi, sori sori gue lupa."
...----------------...
...----------------...
"Sayang!" Panggil Arjuna ketika Karin terlihat berjalan ke arah parkiran Kampus berniat keluar menuju ke luar gerbang.
Karin menyadari keberadaan Om Arjuna, lelaki dengan stelan jas rapi itu nampak berdiri di samping mobil Audi A 8Lnya.
Beberapa pasang mata melihat ke Arah Karin dan sang CEO yang begitu mencolok itu.
Karin panik dan celingak celinguk, Untung saja tidak ada teman sekelasnya, lalu ia bergegas menghampiri suaminya.
"Om ngapain sih jemput Karin segala." Ujar Karin setengah berbisik, ia pun merasa tidak senang.
"Ya mau jemput aja, daripada kamu naik taxi online bahaya tau."
Karin buru buru masuk ke kursi penumpang, nampak di dalam mobil itu ada Andi yang duduk di kursi kemudi.
"Selamat sore Bu Bos." Panggil Andi menyapa Karin.
Karin nampak kikuk "Eh i iya Om." panggilnya canggung.
"Saya Andi Asistennya Pak Arjuna." Ucapnya.
"Eh iya Om Andi, salam kenal ya." ujar Karin masih canggung.
Andi nampak tertawa geli "Panggil aja Bang Andi Bu bos saya jadi aneh kalau di panggil Om."
"Eh iya bang Andi." Ucap Karin.
Arjuna masuk ke dalam mobil duduk di sebelah istri cantiknya.
Karin nampak tak senang melihat suaminya itu.
"Huh" Ujar Karin malas.
Arjuna pura pura watados, pokoknya dia tidak mau kehilangan waktu bersama istrinya itu. Apalagi kalau Karin sampai punya kesempatan untuk bertemu lelaki lain.
Andi nampak melihat wajah berseri seri bosnya ketika melihat Karin, dia ikut senyam senyum.
"Kenapa Lo Andi?" Tanya Arjuna mendelik.
"Seneng aja liatnya, baru kali ini bos keliatan tersipu sipu gitu." Ujar Andi jujur.
Arjuna jadi makin malu dan pipinya memerah seperti tomat.
Membuat Karin terkaget.
"Ah masa sih bang Andi?" Tanya Karin tak percaya, ia menatapi wajah manis ganteng suaminya yang kini sedang menahan senyum malu.
"Serius Bu bos, masa saya bohong."
Karin tersenyum tapi ditahannya.
"Rin udahan dong marahnya." Kata Om Arjuna membujuk Karin
"Iya, tapi Karin mau minta mobil Karin Om, Karin gak suka di anter jemput."
"Ayahmu gak ijinin kamu bawa mobil sendiri lagi sayang." Ujar Om Arjuna.
"Katanya Om suami Karin kenapa Karin harus nurutin Ayah, kan Om sekarang suaminya." Rengek Karin mencari cari celah agar bisa leluasa membawa mobilnya lagi seperti sebelum menikah.
Arjuna menarik nafas berat "Emang kenapa sih gak mau bareng Om aja Rin." Tanya nya agak emosional.
"Karin malu." Ucap gadis itu membuat hati Arjuna agak sedikit perih.
"Kamu malu punya suami kayak Om?"
Karin menggeleng " Karin jelasinpun Om gak akan ngerti." ucapnya lirih.
Melihat gadis itu bersedih Arjuna sang CEO dominan itu jadi luluh.
"Yaudah besok, Om beliin mobil baru ya." Ucapnya.
Mata Karin berbinar senang "Beneran?"
"Iya sayang, besok kita pilih pilih mobil baru buat kamu ya." Ucap Arjuna dengan lancarnya.
Refleks Karin memeluk Om Arjuna "Makasih Om, makasih ya, Om Yayang ganteng deh." Puji Karin, senyumnya sangat indah berseri seri hingga pipinya yang agak Chubby semakin menggemaskan.
Lelaki 27 tahun itu tersenyum senang, mood yang sedari tadi pagi hancur itu ternyata memang karena dampak ambekan istri kecilnya.
...----------------...
ilustrasi Om Yayang Arjuna Prayoga versi real bayangin dia aja ya wkkkkk
Dan ini
Karina Melodi Pradipta