NovelToon NovelToon
Kepentok Cinta Sama Rival Kantor

Kepentok Cinta Sama Rival Kantor

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Peri Bumi

"Budget nya ini terlalu berlebihan, harus lebih efisien!"

Kenzo Swara, memberikan revisi untuk Rain Edelweis tak terhitung jumlahnya.

Lelah dan ingin marah, tapi nasib sial Rain memang ada di tangan Teman Rival kantornya itu. Kepala Tim Marketing vs Kepala Tim Perencanaan memang sering bentrok.

Di sisi lain, ada Divisi Humas yang selalu jadi penengah.

Apa jadinya kalau rival kantor Rain malah diam diam suka sama Rain?

Padahal setiap hari Rain selalu mencacinya.

Simak kisah mereka disini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Peri Bumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kabar dari rumah

Minggu pagi, Rain bersantai di apartemen barunya, menikmati waktu luang yang jarang dia miliki di tengah kesibukan kerja selama ini. Seperti kebiasaan yang selalu dia jaga sejak pindah ke Surabaya, dia menyempatkan diri video call dengan ibunya dan Tiyu setiap akhir pekan, meski jadwal terkadang harus disesuaikan dengan kesibukan masing-masing.

"Assalamualaikum, Bu!" sapa Rain begitu panggilan video tersambung, melihat wajah ibunya yang mulai menua namun tetap memancarkan kehangatan yang sama seperti dulu.

"Waalaikumsalam, Nak. Gimana kabarnya di sana?" tanya ibunya, suaranya terdengar penuh rindu.

"Baik, Bu. Alhamdulillah semuanya lancar," jawab Rain, tersenyum lebar. "Kerjaan makin stabil, Kenzo juga udah pindah ke sini sekarang."

"Alhamdulillah," ibunya terlihat lega mendengar itu. "Ibu seneng banget denger kabar itu. Jadi kalian berdua sekarang udah nggak jauh-jauhan lagi?"

"Iya, Bu. Udah nggak perlu LDR lagi," jawab Rain, tertawa kecil mengingat perjuangan berbulan-bulan yang akhirnya membuahkan hasil.

Tiba-tiba, layar bergeser sedikit, menampilkan wajah Tiyu yang muncul dari samping ibunya, membawa laptop dengan tumpukan kertas skripsi yang masih terlihat berantakan di mejanya.

"Kak Rain! Kangen banget," seru Tiyu, melambaikan tangan bersemangat.

"Gimana skripsinya, Tiyu? Udah sampai mana?" tanya Rain, penasaran dengan perkembangan adiknya.

"Alhamdulillah, minggu depan aku sidang, Kak!" jawab Tiyu, matanya berbinar penuh semangat. "Dosen pembimbing udah setuju semua revisiannya."

Rain merasakan matanya berkaca-kaca mendengar kabar itu. "Beneran? Aduh, Tiyu, aku bangga banget sama kamu!"

"Makasih, Kak. Ini semua juga berkat dukungan Kakak selama ini," jawab Tiyu, suaranya sedikit bergetar menahan haru. "Aku janji, abis ini aku bakal langsung cari kerja, biar Kakak nggak perlu nanggung semuanya sendirian lagi."

"Nggak usah buru-buru mikirin itu," Rain menjawab lembut, meski hatinya dipenuhi rasa bangga yang meluap. "Fokus aja sidang dulu, lulus dengan baik. Itu udah lebih dari cukup buat bikin aku bahagia."

---

Ibunya, yang sejak tadi memperhatikan obrolan hangat antara kedua anaknya, akhirnya ikut menambahkan. "Rain, kapan-kapan kalau ada waktu, ajak Kenzo main ke rumah, ya. Bapak sama Ibu kangen pengen ketemu langsung, bukan cuma lewat foto yang kamu kirim waktu itu."

"Pasti, Bu," jawab Rain mantap. "Nanti kalau ada libur panjang, kita usahain pulang bareng-bareng."

"Kenzo baik, kan, Kak?" tanya Tiyu, sedikit menggoda. "Kalau dia berani nyakitin Kakak, biar aku yang urus, meski aku cuma adik kecil."

Rain tertawa mendengar candaan adiknya. "Dia baik banget, Tiyu. Kamu bakal suka sama dia."

Obrolan hangat itu berlanjut selama hampir satu jam, membahas berbagai hal kecil, mulai dari kabar tetangga di kampung, rencana pulang lebaran tahun ini, hingga cerita-cerita ringan yang selalu berhasil membuat Rain merasa dekat dengan rumah, meski secara fisik terpisah jarak yang cukup jauh.

---

Sore harinya, giliran Kenzo yang melakukan video call dengan orang tuanya, kali ini dengan Rain duduk di sebelahnya, ikut serta dalam obrolan keluarga yang sudah menjadi rutinitas mereka sejak kepindahan Kenzo ke Surabaya.

"Gimana kabar kalian berdua di sana?" tanya Mama Kenzo, wajahnya terlihat bahagia melihat anaknya bersama Rain dalam satu layar.

"Baik, Ma. Kerjaan lancar, meski ada beberapa tantangan di kantor," jawab Kenzo, sedikit menyinggung dinamika dengan Farrel dan Vera tanpa terlalu detail.

"Rain gimana? Udah betah di Surabaya?" tanya Mama Kenzo, kali ini menujukan pertanyaan langsung ke Rain.

"Udah mulai betah, Ma. Apalagi sekarang ada Kenzo, jadi nggak sesepi dulu," jawab Rain, tersenyum hangat.

Papa Kenzo, yang biasanya lebih pendiam dalam obrolan keluarga semacam ini, tiba-tiba ikut bersuara. "Kenzo, gimana perkembangan proyek yang kamu pimpin di sana? Papa denger dari kolega, cabang Surabaya termasuk salah satu yang paling menjanjikan pertumbuhannya."

"Alhamdulillah, Pa, sejauh ini progressnya positif," jawab Kenzo, menjelaskan sedikit detail perkembangan kerja yang sedang dia tangani.

"Bagus," Papa Kenzo mengangguk puas. "Tapi jangan lupa, kerja keras itu penting, tapi jangan sampai lupa jaga kesehatan dan waktu buat orang-orang terdekat juga."

"Siap, Pa," jawab Kenzo, tersenyum mendengar nasihat yang sudah sering dia dengar sejak kecil, namun tetap terasa relevan di setiap fase kehidupannya.

---

Setelah panggilan video dengan orang tua Kenzo berakhir, mereka berdua duduk santai di ruang tengah apartemen, menikmati suasana sore yang tenang setelah rutinitas video call keluarga yang menghangatkan hati.

"Keluarga kamu selalu bikin aku ngerasa diterima," kata Rain, tersenyum mengingat obrolan hangat tadi.

"Mereka emang selalu gitu ke orang yang mereka anggap tulus," jawab Kenzo, mengecup dahi Rain lembut. "Lagipula, gimana mungkin mereka nggak sayang sama kamu, orang yang bikin aku sebahagia ini."

Rain tertawa kecil, menyandarkan kepalanya ke bahu Kenzo. "Aku juga bahagia banget, Kenzo. Meski masih ada tantangan di kantor, tapi punya dukungan keluarga sebesar ini bikin semuanya terasa lebih ringan buat dihadapi."

"Ngomong-ngomong soal keluarga," Kenzo tiba-tiba teringat sesuatu, "gimana kalau minggu depan kita coba atur waktu buat pulang sebentar ke Jakarta? Sekalian nengokin Tiyu yang mau sidang skripsi."

Mata Rain langsung berbinar mendengar tawaran itu. "Serius? Aku pengen banget bisa hadir langsung waktu sidang Tiyu."

"Aku juga pengen ada di sana buat dukung dia," jawab Kenzo tulus. "Lagipula, aku juga kangen ketemu langsung sama adik kamu, bukan cuma denger cerita-cerita lucu tentang dia dari kamu."

Rain memeluk Kenzo erat, terharu dengan perhatian tulus yang selalu ditunjukkan kekasihnya itu, bahkan untuk hal-hal kecil yang sangat berarti bagi keluarganya sendiri.

"Makasih, Kenzo. Buat semuanya," bisik Rain, merasakan kehangatan yang menjalar dari kebersamaan sederhana namun begitu berharga itu.

Sore itu, di tengah gemerlap kota Surabaya yang perlahan mulai terasa seperti rumah baru bagi mereka berdua, Rain menyadari bahwa kebahagiaan sesungguhnya bukan hanya soal pencapaian besar dalam karier atau keberhasilan menghadapi tantangan di kantor, melainkan juga soal momen-momen sederhana bersama orang-orang tercinta, baik keluarga kandung yang selalu mendukung dari jauh, maupun keluarga baru yang perlahan terbentuk bersama seseorang yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari hidupnya.

Cup!

Tiba-tiba tanpa aba-aba, Rain mencium pipi Kenzo. Membuat Kenzo malu dan salah tingkah. Padahal mereka sama sama dewasa, tapi untuk pertama kalinya Rain mencium pipi Kenzo.

Karena malu, Rain berlari menuju dapur.

"Rain!!!" Kenzo mengejar Rain, karena dia gemas dengan pacarnya.

Selanjutnya, tentu saja Rain tertangkap. Kemudian Kenzo mendekap Rain, Rain mencoba melepaskan diri, "Kenzo awas hahahaha...." Kenzo membalas dendam dengan mencium pipi Rain beberapa kali.

"Ahahaha...." Rain tertawa karena tingkah Kenzo seperti anak kecil. Keduanya kemudian tertawa bersama

1
Xlyzy
si pandu bad mood parah itu
Xlyzy
Udah jelas ada yang lagi cembokur malah di perjelas Rain ga peka banget sih
-Thiea-
semoga Kenzo beneran niat bantu ya. bukan malah buat jebakan.
Tamaa
Sombong secara tidak langsung
Tamaa
Kasian pandu
Tamaa
Harus niat lah Kamu kan mau ketemu sama calon mertua
-Thiea-
punya masalah kali dia sama kamu. atau dia naksir kamu.😁
-Thiea-
dikira otak gak perlu istirahat. di suruh buat mikir terus.
Miu.Nuha
jadi pingin tahu masa lalu kenzo 😖
se mistery apa dia...
Miu.Nuha
akrab donk, karna rival
biasany kalo rival gitu kan harus deket buat saling cekcok 🤭 tpi nyatanya ada hati disana...
Filan
diombang-ambing aja ya, pikirannya ama 2 cowok itu.
Filan
digantung terus...
Filan
hei... kata-katamu itu bisa bikin orang baper dan salah paham. Suka bilang, kalau nggak jangan bikin baper orang.
Myz Pena
ya bener.. makin akrab dan makin asyik.. bentar lagi cinlok tuh 🤣
Myz Pena
sari kayaknya penasaran ,, tapi sungkan mau nanya jadinya hanya bisa senyum2 sendiri
Arni Arlinawati Pratiwi💃
rain peka an orang nya emak suka thor, kebanyakan pada gak peka, dan itu bikin jiwa dan raga emak pengen banget keluarin tokoh nya dari novel, dan bicara sama emak 4 mata.. 🗿
Arni Arlinawati Pratiwi💃
mantap thorrr.. pembawaan tokoh nya, sama narasi nya emak gak ngerti lagi, harus banyak belajar lagi ini mah.. /Facepalm/
Arni Arlinawati Pratiwi💃
udah lah, ini mah kenzo emang kek gitu kalo lagi kerja dingin nya tuh karena dia emang gak pernah membawa urusan pribadi ke tempat kerja.. tapi ada pengecualian buat rain nih kayak nya, sotoy dulu..
Arni Arlinawati Pratiwi💃
salahin authorrr nya napa kek gituuu.. 🗿 server nya eror nanti aja, ah elah!
Arni Arlinawati Pratiwi💃
sue.. yang kek gini gini benci banget emak, udah lembur ngerjain sampe beres pas mau submit laporan, server tiba tiba nge heng kalo ponsel mah.. nah ini mah urusan nya sama author nya, sini kamu sayang emak ketapel.. 🗿/Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!