Rumah dua Lantai yang kami sewa ternyata rumah Angker.
Malam terasa panjang dan mencekam.
"Aku menyesal mas menyewa rumah ini" ucap Adel sambil bersungut-sungut.
"Yaa..mau bagaimana lagi, sewa nya masih panjang, kan sayang kalau kita pindah rumah" balas Bram.
Bram adalah seorang pegawai pemerintahan yang di mutasi ke kota Bogor.
Sedangkan Adel hanya seorang ibu rumah tangga biasa.
Mereka menikah setahun yang lalu dan belum memiliki rumah.
Karena Mutasi pekerjaan, mereka pindah ke Kota Bogor, dan menyewa rumah dua lantai yang sangat besar.
Kondisi rumah kokoh, namun di beberapa kamar terlihat cat tembok yang terkelupas.
Suasana nya sejuk, dan tentu saja Adel tergiur dengan harga sewa yang sangat murah.
"Kamu sih mas!! malah bayar rumah ini langsung satu tahun, padahal kita coba dulu bayar perbulan" ungkap Adel sedikit ketus
"Nasi sudah menjadi bubur sayang..kita coba saja dulu yaa" dengan nada menenangkan Bram mendekat ke arah Adel, lalu mencium kening nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Trisna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bayangan dan Bisikan
Tahu Bram akan terlambat pulang, akhir nya Adel memberanikan diri ke kamar mandi sendirian.
Saat keran air di buka, Adel mendengar suara langkah kaki yang entah menaiki anak tangga atau menuruni anak tangga.
Adel menutup keran air, agar suara langkah nya terdengar jelas.
Deg..deg..deg
Degup jantung Adel berdegup kencang napas nya seakan berhenti.
Saat ia memberanikan diri untuk keluar kamar mandi, jantung nya berdegup kencang, ia memastikan segala kemungkin yang akan terjadi apabila melihat sosok penampakan.
"Haduh paling an aku pingsan kalau lihat penampakan" gumam Adel.
"Kak....?" panggil Nana, yang terlihat sedang berdiri di balik pintu.
"Astaghfirullah..." seketika semua ketakutan Adel runtuh.
"Kenapa kak? Kok seperti orang yang melihat hantu?!" Ucap Nana sembari nyengir.
"Maklum parno, semenjak kejadian kemarin hehe, kamu lagi apa?" tanya Adel dengan nafas lega.
"Aku mau masak mie instan kak, kakak mau sekalian aku buatin gak?" Nana menawarkan membuat mie instan.
"Boleh, tapi aku mau shalat Maghrib dulu ya sebentar" sahut Adel, lalu ia bergegas kembali mengambil air wudhu.
Setelah beberapa menit Adel kembali ke dapur untuk melihat Nana yang sedang memasak Mie.
"Sudah selesai kak shalat nya?" tanya Nana.
"Alhamdulillah sudah, oh iya mie nya sudah beres? Kalau belum sini sama aku aja" ucap Adel sungkan.
"Sudah kak, ini sentuhan terakhir lagi aku kasih bumbunya, oh iya...mau makan di kamar ku atau makan di ruang tamu kak?" tanya Nana.
"Kalau makan di kamar kamu, nanti mengganggu ..takut nya kamu mau langsung istirahat" sahut Adel.
"Enggak kak, ini aku bikin tiga mangkok mie instan, untuk Moly juga, kita makan sama-sama ya diatas" ajak Nana.
"Yasudah kalau begitu, makan di atas saja" sahut Adel.
Adel merasa lega tidak sendirian di kamar karena dia akan makan bersama anak lain nya dilantai atas selama menunggu kepulangan nya Bram.
Mereka bertiga makan mie instan di kamar nya Nana. Terlihat Moly masih di dalam kamar nya sedang menyapu.
"Sudah selesai kak?" Tanya Moly saat melihat kedatangan kami berdua.
"Sudah, ayok kita makan" ajak Nana.
Dan Adel mengikuti mereka berdua dari belakang seperti anak bawang.
mereka bertiga duduk melingkar diatas karpet milik Nana sembari menonton televisi.
Saat mereka asik makan sambil mengobrol, tiba-tiba saja ketiga nya mencium aroma bunga melati.
"Ih ..kalian mencium bau harum bunga hak?" tanya Moly dengan suara sedikit pelan.
"Iya..." sahut Nana yang masih asik dengan suapan mie ke mulut nya.
Deg... Adel membelalakkan matanya saat bau harum bunga melintas di hidung nya.
"Ih iya lagi, aku juga mencium bau harum bunga melati" sahut Adel dengan nada seolah ia mulai ketakutan.
"Bunga melati ya, kebetulan pengharum ruangan ku variant melati" ungkap Nana dengan santai.
"Aduh, hampir saja aku pingsan..aku pikir ada hantu yang lagi melintas hehehe" Ucap Moly berkata sembarangan.
Tak lama kemudian, sesosok bayangan hitam melintas dengan cepat di depan pintu menuju kamar mandi pinggir kamar nya Nana.
Hanya Adel yang melihat bayangan itu melintas. Karena Adel duduk tepat menghadap pintu kamar nya Nana.
Saat melihat nya, dengan segera berpindah tempat duduk, membelakangi pintu kamar.
Menurut Adel, jika ia membelakangi pintu kamar ia tidak akan ketakutan lagi, namun tiba-tiba saja terdengar suara
"Haaaaaaaaa....." di telinga Adel.
Sontak membuat Adel langsung berpindah dengan cepat ke kasur nya Nana.
Untung saja mie instan Adel sudah habis, jadi saat dia meloncat ke kasur nya Nana tidak tumpah berantakan.
Gerakan refleks Adel membuat Nana dan Moly ikut ketakutan, mereka berdua mengikuti Adel duduk di atas kasur nya Nana.
"Kenapa kak?" teriak Nana.
"Kakak ih ...ada apa?" tanya Moly yang mulai merasa merinding tengkuk nya.
Jadi penasaran sama ceritanya...
Semangat terus Kak nulisnya... 💪💪💪
Maaf baru mampir, hehehe...