NovelToon NovelToon
SANGKAR PERNIKAHAN

SANGKAR PERNIKAHAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:32.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

Ketika cinta berubah menjadi sebuah penjara.

Menikah adalah impian setiap wanita, pernikahan yang bahagia penuh keharmonisan adalah harapan. Namun, bagaimana jika cinta hanya membawanya dalam sebuah Sangkar Pernikahan?

Seruni menikahi Tuan Muda pertama dari keluarga Danuel. Tentu pernikahan dalam sebuah keuntungan bagi orang tuanya. Namun, sial ketika Seruni jatuh cinta pada sosok ramah dan hangat itu. Yang dalam sekejap mata berubah, nyatanya Tuan Muda pertama keluarga Danuel ini adalah sosok pria arogan yang dingin.

Seruni menjalani pernikahan yang bagaikan sebuah penjara. Dia harus melepas karir sebagai model yang saat itu sedang begitu naik. Lalu, semua hal yang dia lakukan harus atas persetujuan suaminya. Hingga, Seruni mulai jengah dan memberanikan diri mengajukan Perceraian. Tapi, apakah suaminya akan menyetujui Perceraian itu?

"Ceraikan aku, Mas. Pernikahan ini tidak akan bisa di lanjutkan lagi. Wanita dari masa lalumu sudah kembali sekarang"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cinta Pertama

Seruni selesai dengan pekerjaannya, lalu dia pergi menuju pulang dengan Pandi. Tapi, dia perjalanan pulang Seruni tidak ingin langsung pulang.

"Pandi, berhenti di Restoran sebentar, aku mau makan dulu"

Pandi terdiam, tidak langsung menjawab, tapi ini aneh menurutnya. Seruni jika tidak sempat makan di tempat kerja, maka dia akan makan di rumah. Selama Pandi bekerja dengannya dan mengantarnya bekerja, tidak pernah sekali pun Seruni meminta berhenti di sebuah Restoran atau tempat lainnya. Pandi mulai waspada.

"Tenang saja, aku tidak akan lari"

Seperti sudah bisa menebak isi pikiran Pandi, Seruni langsung berkata dengan cepat.

"Baik Nona"

Seruni menyebutkan Restoran yang akan jadi tempat dia makan siang ini. Setelah sampai, dia segera masuk dengan Pandi yang mengikutinya. Seruni biarkan saja, karena memang bukan inginnya untuk pergi. Meski sudah ingin lari dari sangkar pernikahan ini, tapi Seruni juga tidak bisa semudah itu lepas dari pantauan suaminya.

Langkah Pandi sedikit ragu, melihat seorang wanita yang sudah menunggu Seruni di salah satu meja di sana. Bukan wanita yang biasa dengan Seruni, ini bukan temannya. Suasana juga cukup canggung untuk di bilang pertemuan antar teman. Meski senyuman wanita itu sangat manis.

Seruni menatap wanita di depannya sekarang, masih tidak percaya jika wanita ini akan menghubunginya lebih dulu di saat Seruni sedang kesulitan mencari informasi tentang keberadaannya. Melihatnya tersenyum membuat Seruni tahu, senyumannya sangat manis, dia terlihat lemah dan rapuh, wajahnya juga sedikit pucat.

"Kamu ingat aku? Dulu aku juga datang ke pernikahan kalian sebagai tamu undangan"

Suaranya sangat lembut, mencerminkan wanita baik-baik yang lemah. Butuh perlindungan dan pelukan. Ah, entah apa yang Seruni pikirkan, tapi memang dia merasa wanita di depannya sekarang ini sangat lembut.

"Em, maaf aku tidak memperhatikan tamu satu persatu saat itu"

Ya, karena saat pernikahan Seruni belum tahu wajah perempuan yang menjadi mantan kekasih suaminya.

"Em, tidak papa. Aku juga tahu kalau pernikahan terlalu mendadak, jadi wajar saja jika kamu tidak fokus. Terlalu banyak hal di lakukan dalam waktu singkat ya"

Suaranya benar-benar lembut, menunujukan jika dia adalah wanita penurut. Seruni tersenyum tipis dan mengangguk saja.

"Jadi, ada apa ingin bertemu denganku, Seruni?"

Seruni tersenyum, sejak memberanikan diri untuk mengirim pesan pada Mawar setelah dia secara diam-diam menyimpan kontak nomor Mawar yang dia ambil dari ponsel suaminya, Seruni sudah merasa tidak yakin. Seperti ragu untuk bertemu dengan Mawar, tapi akhirnya dia memberanikan diri untuk tetap bertemu.

"Tidak, aku hanya ingin benar-benar meminta maaf padamu. Mungkin selama ini semuanya tidak mudah untuk kamu, setelah aku dan Mas Raifan menikah. Maaf, karena menjadi penghalang hubungan kalian. Aku hanya benar-benar merasa bersalah"

Wajah Mawar terlihat kaget sesaat, lalu dia tersenyum pada Seruni. Memagang tangannya yang berada di atas meja. "Sebenarnya, aku yang salah karena tidak menerima tawaran Raifan yang ingin kita menikah meski tanpa restu dari orang tuanya. Saat itu Raifan bahkan rela melepaskan keluarga Danuel dan semua yang dia punya hanya agar kita bisa menikah. Tapi, kamu juga perempuan, pasti kamu mempunyai pikiran yang sama dengaku. Ingin sebuah pernikahan yang disertai restu orang tua"

Seruni diam, mendengar cerita Mawar membuat dia yakin betapa besar cinta diantara keduanya. Bahkan seorang Raifan rela melakukan hal paling besar hanya untuk bisa hidup bersama Mawar, wanita yang dicintainya. Sebelah tangannya di bawah meja mengepal erat.

"Jika, sekarang apa kalian sudah tidak mempunyai hubungan apapun? Bagaimana dengan perasaan kalian?"

Mawar tersenyum lembut, dia meminum dulu minuman di depannya sebelum menjawab. "Aku paham kenapa kamu menemuiku. Karena kamu merasa curiga atau cemburu dengan aku, iyakan?"

Seruni diam, tidak mungkin dia berkata jujur sementara Mawar saja sudah bisa menebak dengan rinci tentang niatnya bertemu dengan Mawar hari ini.

"Begini Seruni, aku dan Raifan memang sudah tidak ada hubungan apapun. Tapi, jika tentang perasaan, aku tidak yakin"

Diam... Seruni tidak mampu menjawab apapun lagi, ucapan Mawar sudah cukup menjelaskan semuanya.

"Em, Mawar aku harus pergi sekarang. Kapan-kapan kita ketemu lagi ya"

Mawar mengangguk sambil tersenyum, dia memegang tangan Seruni lagi sebelum gadis itu berdiri dari duduknya. "Aku tahu pernikahan ini juga tidak mudah untuk kamu, Seruni. Jadi, semangat ya"

Seruni tersenyum dan mengangguk, dia segera pergi dari sana. Pandi yang sejak tadi duduk di meja lain dan terus memperhatikan, langsung mengikuti Nona Mudanya ketika sudah beranjak pergi. Pandi membukakan pintu mobil untuk Seruni.

"Terima kasih, Pandi"

Pandi hanya mengangguk, lalu mengitari mobil dan masuk ke kursi di balik kemudi. Menatap dari kaca spion di atasnya, melihat bagaimana keadaan Seruni. Wajahnya sendu, hanya diam dengan menatap keluar jendela.

"Kita langsung pulang, Nona?"

"Ya, pulang saja"

Aku dan Raifan memang sudah tidak ada hubungan apapun. Tapi, jika tentang perasaan, aku tidak yakin.

Dari kalimat itu sudah cukup membuat Seruni mengerti. Yang di ucapkan suaminya memang benar, tentang mereka yang sudah tidak ada hubungan apapun. Tapi, Raifan tidak menjelaskan bagaimana perasaan yang sebenarnya. Apa dia sudah melupakan perasaannya pada Mawar, atau bahkan perasaan itu tidak bisa hilang.

"Pandi, cinta pertama seperti apa menurutmu?"

Pandi diam, memegang kemudi lebih erat. Hanya takut dia salah menjawab. "Saya belum pernah jatuh cinta, Nona. Jadi tidak begitu paham, tapi ... menurut saya cinta pertama yang paling sulit dilupakan. Setidaknya begitu yang sering saya baca di artikel percintaan"

Seruni tersenyum miris, menatap jalanan yang cukup ramai. Semuanya bergerak cepat sesuai dengan kecepatan mobil melaju. Rintik hujan mulai turun, membahasi jendela mobil, membuatnya mengembun. Seruni mengusap kaca jendela yang berembun itu.

"Ya, kamu benar. Cinta pertama memang sulit di lupakan"

Seperti cintaku padanya, dan cinta dia dan Mawar. Semuanya adalah cinta pertama yang sama-sama sulit dilupakan. Bedanya, aku menjadi orang ketiga diantara dua orang yang saling mencintai. Menghambat dan menghancurkan cita-cita dan impian mereka berdua.

"Seandainya dulu aku tidak menerima perjodohan dengannya, mungkin aku tidak akan terjebak dalam pernikahan ini ya"

Pandi memejamkan mata sejenak, saat ini sedang berada di bagian lampu merah. Tangannya semakin erat memegang kemudi. "Sebenarnya tidak ada yang salah, karena semuanya sudah menjadi pilihan hidup. Nona sudah memilih pilihan ini, dan sekarang harus menjalaninya. Tuan Muda juga pastinya tidak akan menyesal dengan pernikahan ini. Percayalah Nona, cinta akan datang seiring waktu"

Seruni tersenyum tipis, seakan tidak percaya dengan ucapan Pandi. "Benarkah? Apa waktu dua tahun, bahkan lebih, belum bisa menjadikan cinta itu hadir?"

Pandi diam, bingung harus menjawab apa. Dari awal dia merasa sudah salah menjawab, karena memang Pandi sangat buta tentang percintaan, dia belum pernah mengalami jatuh cinta itu.

"Sudahlah Pandi, aku tahu kamu belum pernah jatuh cinta. Jadi bingung dengan semua pertanyaanku, tapi jika bisa aku berdoa kamu jatuh cinta pada perempuan yang juga mencintaimu. Jadi kalian bisa bersama selamanya"

"I-iya Nona"

Bersambung

1
Yani Suryani
terus semangat 🔥
Yani Suryani
nah gitu, sering komunikasi sama adikmu biar dapat pencerahan 😁
Yani Suryani
karena sudah terlanjur ya bicarakan baik baik apa lagi kondisi mawar juga memprihatinkan dan penyakit yg sudah setadium akhir, jangan sampai nanti penyesalan menghantui rumah tangga kalian,,,
bicarakan kembali tentang itu jika seruni ingin kamu berhenti maka kamu cari orang yg mau membantu mawar, tapi jika seruni mengijinkan maka terbukalah, atau biar seruni yg mengurus itu tanpa kamu , atau apalah yg terbaik, jadi pikirkan matang-matang dulu baru memutuskan tanpa emosi
Yani Suryani
dasar pencemburu akut 🤭
Nurminah
banyak ceo goblok ama kasian sama mantan
kalo aku kalau mantan kamu sekarat aja didepan kamu nggak usah sok2 an bantu cari orang lain aja apalagi sembunyi2 membantu hadeh nggak sudi siap2 dia kehilangan anak istri nya jangan pernah ada urusan sama mantan apapun bentuknya
dyah EkaPratiwi
raifan harus belajar banyak ini
Yani Suryani
semangat terus kak Nita.P 🔥
Mia Camelia
lanjut thor😁
Angga Gati
nah salah paham lg klo nguping jgn setengah donk seruni l...
MamDeyh
Lanjuuut kak
Yani Suryani
jangan lupa like 👍🌻
Yani Suryani
seruni ramah dan baik, sampai" di jahati aja masih dibaiki
Yani Suryani
kalau dengerin itu sampai tuntas biar gak salah paham
Susma Wati
nah salah paham lagi nih seruni
Yani Suryani
selalu ditunggu up selanjutnya
Yani Suryani
😤
Yani Suryani
netizen berkomentar 🤭
Yani Suryani
ditunggu upnya
karena ingin tau apa yg akan terjadi dan keputusan seruni untuk mawar 🌹
Yani Suryani
mungkin memang akan menjadi pertemuan yg benar" terakhir karena ditelisik dari penyakit mawar yg selalu drop
Yani Suryani
oh iya ,aku baca tapi udah lupa, karena kak nit bilang Saga jadi ingat kembali kisahnya walau lupa lupa ingat karena sudah lama banget gak buka NT
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!