NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Tunangan Kakakku

Terpaksa Menikahi Tunangan Kakakku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti
Popularitas:336.7k
Nilai: 5
Nama Author: 💞💋😘M!$$ Y0U😘💋💞

Dibuang ibu kandungku, disiksa keluarga tiriku. Tapi itu belum cukup...

Saat Lania beranjak dewasa, ia justru harus menggantikan kakak tirinya untuk menjadi tunangan pria yang tidak dikenalnya.

Penyiksaan itu terus berlanjut sampai Lania benar-benar menikahi pria itu. Karena sebuah kesalahpahaman, suaminya terus menyiksanya karena kebencian yang tidak seharusnya ia terima.

Sabar... sabar... sabar... hanya satu kata itu yang bisa menguatkan Lania dalam menjalani kehidupannya yang sangat keras.

Akankah kehidupan Lania menjadi lebih baik?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 💞💋😘M!$$ Y0U😘💋💞, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengakuan yang Mengejutkan

Amel begitu kesal karena suaminya tidak mengangkat panggilannya. Wanita itu terus mondar-mandir di ruang perawatan Lisa.

"Berhentilah mondar-mandir mah, aku pusing melihatnya. Sebenarnya ada apa?" tanya Lisa.

"Papa mulai berani mengabaikan panggilan mama. Seharusnya ia segera kemari setelah tahu kau dirawat," jawab Amel.

"Mungkin papa sedang meeting atau..."

"Tidak mungkin Lisa," sergah Amel, "sekitar satu jam yang lalu papa bilang akan segera datang ke rumah sakit. Tapi hingga sekarang, ia sama sekali belum tiba. Bahkan panggilan mama terus dialihkan ke pesan suara," imbuhnya kesal.

"Mungkin ponselnya mati dan jalanan macet."

"Berhentilah membela papamu."

"Ya sudah coba telepon lagi mah."

"Sudah mama coba berkali-kali nak, sekarang di luar jangkauan. Jangan-jangan papamu pulang untuk bertemu Lania. Astaga ini gawat jika sampai papa tahu Lania terluka."

"Haisssss, kenapa mama takut? Lania terluka kan bukan karena mama pelakunya."

Amel menghela nafas panjang, "kau benar juga, tapi bagaimana jika Lania banyak bicara? walaupun mama sering mengancam papa akan melakukan bunvh diri, tapi jika papa yang akan meninggalkan mama lebih dulu, mama tidak ingin menerimanya."

"Mama mulai memikirkan hal yang tidak perlu, mana mungkin papa mau meninggalkan mama."

Amel menghempaskan tubuhnya ke kursi, ia menatap kaki putrinya yang masih bengkak.

"Apa kau merasakan sakit lagi?" tanya Amel.

Lisa menggelengkan kepalanya, "setelah meminum obat penahan rasa sakit, sudah tidak terasa lagi. Tapi entah nanti saat efek obatnya menghilang. Memangnya kenapa mah?"

"Mama tidak nyaman jika kita berada di luar rumah. Sebelum Lania benar-benar menikahi Daley, mama masih tidak tenang."

"Mama ingin aku keluar dari rumah sakit?"

"Jika kau kuat, itu lebih baik Lisa. Kita tidak bisa mengawasi gerak-gerik Lania jika tidak di rumah."

"Mama benar juga, tapi aku takut kesakitan di rumah."

"Begini saja, mama akan bertanya pada dokter. Apakah kau bisa melakukan perawatan di rumah atau tidak?"

"Baiklah terserah mama saja. Tapi mama harus membuat Lania untuk menggantikan aku syuting lusa. Jika tidak, habislah aku."

"Soal itu tenang saja, Lania tidak mungkin mau membantah kita."

Lisa tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.

"Kau tidak apa-apa kan sendirian di sini? mama ingin menemui dokter."

"Iya mah tidak apa-apa."

Amel beranjak dari tempat duduknya seraya mengecup kening Lisa. Wanita itu pun segera meninggalkan putrinya untuk menemui dokter.

...****************...

Di lain sisi, Juanda terus melihat dokter yang sedang memasang selang infus pada Lania.

"Bagaimana dok?" tanya Juanda.

"Kenapa tidak dibawa ke rumah sakit saja? ini sangat berbahaya jika terlambat. Luka di kakinya terinfeksi, dan lengannya juga terluka seperti tusukan benda tajam. Itulah yang membuatnya demam tinggi. Sebenarnya apa yang nona Lisa lakukan? apakah ia sedang melakukan adegan berbahaya saat syuting?"

"Dokter Harry juga tidak mengenal Lania, ia berpikir Lania adalah Lisa. Apa yang harus aku katakan?" pikir Juanda.

"Tuan Furhet, anda mendengarkan aku kan?"

"Ah iya dok, aku mendengarnya. Tadi anda bilang lengannya juga terluka?"

Dokter Harry menganggukkan kepalanya. Sontak Juanda memeriksa lengan putrinya, matanya membelalak saat melihat beberapa luka tusukan seperti bekas kuku di lengannya.

"Ini seperti bekas kuku," kata Juanda.

"Aku rasa memang seperti itu. Makanya aku bertanya, apakah ia sedang melakukan adegan syuting yang berbahaya."

Juanda menelan saliva-nya, ia pun terpaksa berbohong lagi.

"Sepertinya ia memang baru pulang syuting, ia takut media tahu tentang lukanya, jadi ia terpaksa pulang dan mengobati lukanya sendiri dok. Mungkin adegan syutingnya memang berbahaya."

"Anda tidak bisa terus memperlakukan nona Lisa seperti ini. Walaupun karir penting, tapi nyawanya lebih penting dari apapun juga. Aku sudah menyuntikkan obat padanya, jika demamnya tidak turun juga, aku sarankan untuk tetap membawanya ke rumah sakit. Tapi jika demamnya turun, ia cukup minum obat secara teratur dan beristirahat yang cukup. Dan aku sarankan agar ia tidak menggunakan kakinya yang terluka, jika terjadi infeksi lagi, ia bisa kehilangan kakinya."

"Baik dok, aku akan lebih memperhatikannya."

"Dimana nyonya Furhet? biasanya ia yang suka memanggilku datang kemari untuk mengobati Lisa."

"Anda sering datang kemari?"

"Benar tuan, Lisa sering sekali terluka. Dan aku heran, seorang artis besar sepertinya kenapa memiliki bekas luka yang begitu banyak. Tapi aku sering melihat beberapa adegan drama, film dan iklan yang ia lakukan. Aku rasa semuanya tidak ada adegan yang membahayakan. Tapi bagaimana dan seperti apa cara ia mendapatkan lukanya, aku sama sekali masih tidak mengerti. Aku pernah bertanya pada nyonya Furhet, apakah nona Lisa punya kecenderungan atau kebiasaan melukai dirinya sendiri, tapi nyonya Furhet bilang tidak ada. Tapi aku selalu berpikir kemungkinan nona Lisa mengalami depresi atau kelelahan akibat pekerjaannya, hingga selalu melukai dirinya sendiri."

"Dokter Harry, bukankah kata-kata anda terlalu keterlaluan? putriku tidak mungkin seperti itu."

"Maaf tuan Furhet, aku hanya menebaknya saja."

"Ia bukan Lisa tapi Lania, tapi apa maksud dokter Harry, kenapa Lania memiliki banyak bekas luka? sebenarnya apa yang terjadi selama ini padanya di rumah? Amel, sebenarnya apa yang sudah kau lakukan pada putriku selama ini?" pikir Juanda.

"Tuan Furhet, lebih baik anda lebih perhatian pada nona Lisa. Jangan biarkan pekerjaannya mempengaruhi kehidupan nyatanya."

"Terima kasih dok, aku akan berusaha lebih baik lagi."

"Baiklah, ini obat yang sudah aku siapkan untuknya, segera hubungi aku jika ia memang harus dirawat di rumah sakit."

"Sekali lagi terima kasih dok."

"Sudah menjadi tugasku, anda tidak perlu mengantarku keluar, aku bisa melakukannya sendiri. Semoga nona Lisa bisa segera sembuh."

Juanda menganggukkan kepalanya, "dok, soal ia sakit..."

"Anda tenang saja, selama ini aku selalu menjaga rahasia nona Lisa. Aku tidak akan membiarkan media tahu soal keadaannya, itu sudah kebiasaanku sejak melayani nyonya Furhet."

Juanda menghela nafas lega, ia pun mengizinkan dokter Harry meninggalkan kamar Lania. Setelah dokter tersebut meninggalkan mereka, Juanda segera memeriksa tubuh Lania.

Apa yang dikatakan dokter benar adanya, tubuh Lania penuh dengan bekas luka. Juanda tak bisa memeriksa lebih jauh lagi karena bagaimanapun Lania sudah tumbuh menjadi wanita dewasa.

"Lania, apa kau mendengar papa?" tanya Juanda.

Lania bergeming.

"Sayang, katakan pada papa. Sebenarnya apa yang terjadi selama ini padamu, kenapa tubuhmu dipenuhi bekas luka? Lania, katakan nak sebelum mama Amel pulang."

Lania perlahan-lahan membuka matanya, ia melihat ayahnya yang sedang duduk di sampingnya.

"Papa... apa aku belum mati?" tanya Lania.

Seketika Juanda menangis, "tentu saja kau masih hidup nak, mana mungkin papa mengizinkanmu untuk meninggalkan papa begitu saja. Lania, apa yang kau rasakan sekarang? apa kakimu masih sakit?"

"Lania tidak apa-apa pah, bagaimana papa bisa ada di sini?"

"Papa melihat bekas darah di dalam mobil, papa yakin itu darah milikmu. Lania, sebenarnya apa yang terjadi? kenapa lukamu bisa separah ini? Nak, kenapa tubuhmu banyak bekas luka? sebenarnya apa yang tidak aku ketahui selama ini?"

Lania terkejut mendengar semua pertanyaan ayahnya, namun ia tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya pada Juanda. Jika Amel tahu, ia dan ayahnya akan berada dalam bahaya.

"Tidak apa-apa pah, Lania baik-baik saja. Lania benar-benar tidak sengaja menginjak pecahan piring di rumah Daley, dan soal bekas luka, Lania memang sering terluka pah."

"Katakan sayang, papa sudah tidak tahan lagi. Jika ada yang tidak beres, papa akan membereskannya untukmu."

Lania menggelengkan kepalanya dan terus bungkam.

"Lania, apa yang dikatakan dokter Harry apakah benar? kau mengalami depresi hingga melukai dirimu sendiri?"

"Ya Tuhan, papa justru berpikir demikian. Papa, sebenarnya semua ini perbuatan mama Amel dan Lisa. Aku disiksa oleh mereka selama bertahun-tahun saat papa tidak ada di rumah. Tapi aku tidak bisa mengatakannya, aku harus tetap diam demi keselamatan papa. Lebih baik aku mengiyakan ucapan papa barusan," pikir Lania.

"Lania... jawab papa dengan jujur nak," kata Juanda lagi.

Lania mengeluarkan air matanya, "papa maafkan Lania, aku memang memiliki penyakit seperti itu. Tapi mama Amel membantuku untuk merahasiakan semua ini dari papa. Maaf pah..."

Juanda terbelalak lebar mendengar pengakuan dari Lania. Sontak Juanda menangis dengan keras sambil memeluk Lania yang sedang terbaring.

"Ini semua salah papa, pasti kau seperti ini karena papa. Maafkan papa Lania," ucap Juanda disela tangisannya.

...****************...

Happy Reading All...

Para Reader, selama Miss You belum menyatakan END, artinya novel ini tetap akan berlanjut, hanya akan up 1 hari 1 episode. Dan hari Minggu, akan libur jika ada acara di Real. Jadi, buat pembaca baru mohon bersabar untuk menanti kelanjutannya. Terima kasih...

1
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
nah loh kelojotan sendiri akhirnya ini mah, yang memuaskan siapa 🤪🤭🤣
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
Luka yang sama pernah dialami Lania dn masih harus bekerja di rumah Furhet, sekarang Lisa merasakan hal yang sama
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
lania pasti nggak bakalan mau mereka berdua di penjara, lania terlalu baik 😌 meskipun udah di siksa sama mereka
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
butuh air 🥵
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
olahraga sore 😂
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
demi anak sama mantu apapun di lakukan papa Juan
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
Mereka yang bucin aku yang gila 🤣 ketawa sendiri 🤧
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
nggak di kasih syarat itu , ley juga bakalan ngasih cicit yang banyak koq kek 😁
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
banyak bekas gigitan nyamuk kepala item ya lania 🤣
ngenes banget kamu Lisss nggak ada yang muasin 😄
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
kapan² kalau di kunci di gudang request kasih ular juga ya mbak Yun 😄
harusnya minuminnya sekalian sama botol²nya tuh 😂
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
kapan masalah mu selesai ley ? kasihan mau ketemu ayang aja harus ngendap² begitu 🤭
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
baca lania aja belum kelar² , udah ada karya baru ya Miss 🤧
🏡s⃝ᴿ ༄⃞⃟⚡🅰️𝖓𝖓𝖞𝕸y💞
wah bisa viral dia kalo diseret namanya oleh Tomy
🏡s⃝ᴿ ༄⃞⃟⚡🅰️𝖓𝖓𝖞𝕸y💞
siksa terooozz
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
malam pertama nya ley sama lania lancar jaya, eh Lisa di gudang di temenin tikus² 🤭
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
akhirnya ley ..
kasihan Lisa nungguin sampe karatan , eh yang di unboxing malah lania 🤣🤣🤣
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
semangat ley jangan sedih² lagi , semua sudah di atur sama Miss jalan hidup mu 🤭
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
dih ngarep banget kamu Lisa bakal di sentuh ley , liat aja nggak sudi apa lagi nyentuh 🥱
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
jangan sampe ley masuk jebakan Lisa
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
pak Kurdi dah membayar semua perbuatannya ley, jadi sekarang fokus aja nyiksa Lisa. dan kumpul lagi sama lania. nggak kangen kah jauh²an terus 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!