NovelToon NovelToon
THE 13TH FLOOR

THE 13TH FLOOR

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Dunia Masa Depan / Tamat
Popularitas:221
Nilai: 5
Nama Author: Putri CS

1. "THE 13TH FLOOR"

Genre: Horror • Mystery • Psychological • Plot Twist

Sinopsis: Sekelompok siswa mengikuti study tour ke sebuah hotel tua. Hotel itu hanya memiliki 12 lantai... tapi setiap jam 00.13, lift selalu berhenti di lantai 13.

Anehya, lantai itu tidak ada di denah hotel.

Satu per satu siswa yang turun ke lantai itu mulai menghilang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri CS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 3 jangan pernah kembali

Kamar 1307

DING...

Suara lift kembali terdengar.

Lorong masih gelap.

Hanya cahaya bulan yang masuk dari jendela di ujung koridor.

Napas Alea mulai memburu.

"Naya... jangan ke sana."

Namun Naya justru menggenggam tangan Alea.

"Kita lihat sebentar aja."

Mereka berjalan perlahan menuju lift.

Setiap langkah terasa semakin berat.

Saat jarak mereka tinggal beberapa meter...

Pintu lift terbuka dengan sendirinya.

Kosong.

Lampunya menyala redup.

Di dalam lift hanya ada satu tombol yang menyala.

13

Padahal tombol itu tidak ada saat siang tadi.

"Apa... kamu lihat itu?" bisik Alea.

Naya mengangguk pelan.

Mereka saling berpandangan.

Belum sempat memutuskan apa yang harus dilakukan...

Seseorang berlari dari belakang.

"Astaga! Kalian di sini ternyata!"

Alea dan Naya refleks menoleh.

Itu Raka, teman sekelas mereka yang terkenal pemberani dan suka menantang hal-hal mistis.

Di belakangnya ada tiga teman lain, Keanu, Dimas, dan Liora.

"Kalian juga dengar suara anak kecil?" tanya Raka.

"Iya..." jawab Alea lirih.

Raka justru tersenyum.

"Berarti bukan aku yang halusinasi."

"Aku mau lihat isi lift."

"Raka, jangan!" teriak Alea.

Namun Raka sudah melangkah masuk.

Begitu kakinya menginjak lantai lift...

BRAK!

Pintu lift langsung menutup.

"RAKA!!"

Keanu menekan tombol buka berulang kali.

Tidak ada respons.

Panel angka bergerak sendiri.

1...

4...

7...

10...

12...

Semua menahan napas.

Lalu...

13.

Lift berhenti.

Lampunya mati.

Tak ada suara.

Tak ada gerakan.

Selama hampir satu menit.

Kemudian...

Lift turun kembali.

12...

10...

7...

4...

1...

DING.

Pintu terbuka perlahan.

Raka masih berdiri di dalam.

Namun wajahnya pucat.

Matanya kosong.

Bajunya dipenuhi debu hitam seperti abu.

"Raka?" panggil Dimas.

Raka tidak menjawab.

Ia hanya mengangkat tangan kanannya.

Di telapak tangannya...

Tertulis dengan cairan merah:

"JANGAN PERNAH KEMBALI."

Lalu...

Raka pingsan tepat di depan mereka.

"Raka! Bangun!"

Keanu segera berlutut di samping Raka yang tergeletak di depan lift. Wajah Raka pucat kertas, napasnya memburu, sementara telapak tangan kanannya masih terbuka memperlihatkan tulisan merah yang membuat semua orang membeku.

JANGAN PERNAH KEMBALI.

"Itu... itu pakai apa?" bisik Naya dengan suara gemetar.

Dimas mengambil tisu dari sakunya dan mencoba mengusap tulisan itu. Namun, semakin digosok, warna merahnya justru semakin jelas, seolah-olah tinta itu berasal dari dalam kulit Raka.

"Tidak hilang..." ucap Dimas pelan.

Alea menelan ludah. Perasaannya mengatakan bahwa tulisan itu bukan sekadar peringatan.

Tiba-tiba Raka menarik napas panjang dan membuka matanya.

Semua langsung mengerubunginya.

"Rak! Kamu nggak apa-apa?" tanya Liora.

Raka tidak menjawab. Tatapannya kosong, seolah masih melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat orang lain.

"Ada... lorong..." gumamnya lirih.

"Lorong apa?"

"Gelap..."

"Aku dengar banyak orang menangis..."

Tubuh Raka mulai gemetar.

"Mereka... mereka memanggil namaku."

Suasana mendadak hening.

Alea merasakan bulu kuduknya berdiri.

"Mereka bilang... aku terlambat."

"Terlambat untuk apa?" tanya Keanu.

Raka memejamkan mata rapat-rapat.

"Aku nggak tahu..."

Belum sempat mereka bertanya lagi, lampu lorong berkedip tiga kali.

Krek... krek...

Suara listrik memenuhi koridor.

Lift yang tadi tertutup perlahan terbuka kembali.

Kosong.

Namun kali ini ada sesuatu yang tergeletak di lantainya.

Sebuah foto lama.

Liora mengambilnya dengan hati-hati.

Foto itu tampak usang, pinggirannya menguning dimakan usia.

Yang membuat mereka terdiam bukanlah kondisi fotonya...

Melainkan isi foto tersebut.

Di sana terlihat sekelompok siswa sedang berfoto di depan hotel yang sama.

Jumlah mereka enam orang.

Lima wajah terlihat asing.

Tetapi satu wajah...

Sangat mereka kenal.

"Itu..." bisik Naya.

"Itu Raka..."

Semua menoleh ke arah Raka.

"Tidak mungkin..." kata Keanu cepat. "Foto ini kelihatan sudah puluhanan tahun.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!