NovelToon NovelToon
Senyumku Untuk Anakku Dan Racun Ku Untuk Kamu

Senyumku Untuk Anakku Dan Racun Ku Untuk Kamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Diam-Diam Cinta
Popularitas:13.1k
Nilai: 5
Nama Author: Queen_Fisya08

Fisya Alexander tak pernah menyangka rumah tangga yang ia jaga sepenuh hati justru menjadi awal kehancurannya.

Suaminya, Jason, berselingkuh dengan sahabat yang paling ia percaya namun pengkhianatan itu belum seberapa dibanding rencana keji yang mereka siapkan di ruang bersalin

Saat dua bayi perempuan lahir di hari yang sama, sebuah pertukaran terjadi, mereka yakin telah merebut segalanya dari Fisya.

Sayangnya, mereka tidak pernah sadar bahwa Fisya melihat semuanya

Sejak malam itu, senyum Fisya hanya untuk putrinya, sementara racunnya disiapkan untuk mereka yang telah menghancurkan hidupnya.

Ketika rahasia mulai terungkap, siapa yang sebenarnya sedang menjebak siapa ?

Jangan lupa tekan love sebelum melanjutkan membaca dan tinggalkan komentar dan Vote juga ya besty!🫰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen_Fisya08, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cinta Sebastian

Sebastian yang duduk di kursi depan sesekali melirik ke kaca spion, ia melihat senyum kecil di wajah Fisya.

Namun, entah mengapa...

Senyum itu justru membuatnya merasakan kesedihan yang begitu dalam.

Sebastian mengepalkan jemarinya di atas setir dalam hati ia bergumam.

"Kamu benar-benar perempuan yang luar biasa, tidak pernah mengeluh, tidak pernah menunjukkan air mata di depan siapa pun."

"Padahal luka yang kamu simpan jauh lebih besar daripada yang bisa dibayangkan orang lain."

Tatapannya kembali mengarah ke kaca spion, wajah Fisya masih tampak tenang padahal ia tahu...

Di balik ketenangan itu tersimpan badai yang siap menghancurkan siapa saja.

Sebastian tersenyum kecil.

"Aku sudah mengenalmu selama bertahun-tahun"

"Semakin mengenalmu... Semakin dalam rasa cintaku ini padamu Fisya" Batinnya

Jantungnya berdegup lebih cepat.

Kenangan beberapa tahun lalu kembali memenuhi pikirannya disaat dirinya mengutarakan perasaannya pada Fisya

** Flashback On **

"Bu Fisya... Ada sesuatu yang ingin saya sampaikan."

Fisya menoleh.

"Apa itu, Sebastian?"

"Saya..." Ucap Sebastian terhenti

Lalu Sebastian menarik napas panjang.

"Saya mencintai Ibu."

"Saya tahu mungkin ini terdengar lancang tapi perasaan ini tidak bisa saya sembunyikan lagi."

"Saya ingin menjaga Ibu, saya ingin menjadi tempat Ibu bersandar dan saya ingin menikah dengan bu Fisya"

Fisya hanya tersenyum lembut.

"Saya menghargai perasaanmu, Sebastian tapi sekarang bukan waktunya, saya masih istri Mas Jason dan saya juga masih memiliki urusan yang belum selesai."

"Selama Mas Jason belum menerima balasan atas semua perbuatannya, saya tidak akan memikirkan hal lain." Lanjutnya

Sebastian tersenyum pahit mendengar ucapan Fisya tetapi ia memahami perasaan yang Fisya rasakan

"Saya akan menunggu, seberapa lama pun itu, setelah semuanya selesai... Dan setelah ibu resmi berpisah dengan pak Jason..."*

"Saya akan kembali mengutarakan perasaan saya terhadap ibu, untuk selanjutnya saya berharap ibu tidak lagi menolak saya" Ucap Sebastian dengan lembut

Fisya pun tersenyum dan mengangguk

**Flashback Off**

Mobil terus melaju menuju bandara

Fisya masih diam tanpa suara dan Sebastian hanya terus melirik tidak ingin mengganggu nya

***

Sementara itu... Disebuah kafe

Jason sudah lebih dulu sampai dan menunggu Kasandra

Ia melihat jam tangannya berulang kali.

"Kenapa lama sekali?"

Tak lama kemudian... Seorang wanita dengan pakaian mahal dan riasan sempurna memasuki kafe.

Senyumnya langsung merekah ketika melihat Jason.

Kasandra melangkah anggun menuju meja yang sudah dipesan.

Tanpa menunggu dipersilakan, ia langsung duduk di depan Jason.

"Kamu pasti kangen sama aku, kan, Jason?" godanya sambil tertawa kecil.

"Makanya sampai menyuruh aku datang sepagi ini."

Jason hanya tersenyum tipis.

"Kamu selalu percaya diri."

"Karena memang benar." Kasandra mengedipkan mata.

Pelayan datang mengantarkan kopi dan meletakkan secangkir kopi di meja mereka

Setelah pelayan pergi...

Kasandra mulai membuka pembicaraan.

"Tahu tidak? Hari ini aku benar-benar dibuat emosi sama Agnes."

Jason hanya mengangkat sebelah alis.

"Memangnya kenapa lagi?"

"Anak itu pura-pura sakit." Ucap Kasandra

Lalu Kasandra mendengus kesal.

"Aku suruh membersihkan kamar, dia malah tidur, akhirnya aku beri pelajaran anak sialan itu"

Jason mengaduk kopinya tanpa ekspresi.

"Apa yang kamu lakukan?"

Kasandra tertawa kecil seolah sedang menceritakan hal yang lucu.

"Aku tampar."

"Aku jambak."

"Aku seret keluar kamar."

"Terus aku pukul pakai gagang sapu."

"Biar kapok."

Jason hanya tersenyum tipis.

"Kamu memang tidak pernah berubah."

"Kalau tidak begitu dia tidak akan menurut." Jawabnya cepat

Kasandra mengangguk puas.

"Lagipula dia memang pantas diperlakukan begitu, melihat wajahnya saja aku sudah muak."

Jason menghela napas pelan.

"Yang penting dia jangan sampai mati."

Kasandra tertawa.

"Tenang saja, aku tahu batasnya, kalau dia mati... siapa yang akan mengerjakan semua pekerjaan rumahku?"

Mereka tertawa pelan.

Sama sekali tidak menyadari bahwa pembicaraan mereka begitu mengerikan.

Beberapa saat kemudian Kasandra kembali bertanya.

"Ngomong-ngomong... Gimana kabar Tina?"

Pertanyaan itu membuat Jason sedikit terdiam.

Ia mengembuskan napas panjang.

"Sampai sekarang aku masih belum tahu dimana Fisya menyembunyikan Tina"

"Tapi..." Jason menyandarkan tubuhnya ke kursi.

"Aku yakin dalam waktu dekat... Kita akan bertemu dengan Tina." Lanjut Jason

Kasandra tersenyum puas.

"Bagus, aku juga ingin melihat seperti apa anak kita sekarang"

"Mungkin dia sudah menjadi gadis cantik seperti aku dan gadis yang sangat pintar"

Jason mengangguk pelan.

"Kalau Tina kembali... Seluruh harta keluarga Alexander akan jatuh ke tangan kita."

Kasandra menyeringai.

"Ya. Kita sudah menunggu momen itu selama delapan belas tahun dan sebentar lagi semua impian kita akan terwujud."

Namun... Di saat yang sama...

Sebuah mobil hitam berhenti tepat di seberang kafe.

Dari balik kaca gelap...

Sepasang mata tajam memperhatikan Jason dan Kasandra yang sedang tertawa bersama.

Orang itu perlahan mengangkat sebuah kamera berteknologi tinggi.

Klik...

Klik...

Klik...

Setiap gerakan mereka terekam dengan jelas.

Tak lama kemudian...

Sebuah ponsel bergetar.

("Ya?")

Suara dari seberang terdengar tenang.

("Bagaimana?")

Pria itu tersenyum tipis.

("Mereka sudah berkumpul.")

("Dan sesuai dugaan... Mereka mulai membicarakan Tina.")

Di ujung telepon...

Sudut bibir Fisya terangkat membentuk senyum dingin.

("Bagus.")

("Terus awasi mereka jangan sampai mereka sadar karena permainan yang sebenarnya... Baru akan dimulai.")

Telepon ditutup.

Pesawat yang membawa Fisya perlahan bersiap lepas landas.

Sementara Jason dan Kasandra masih tertawa, sama sekali tidak menyadari bahwa semua gerak geriknya selalu di awasi

Setiap langkah mereka...

Setiap ucapan mereka...

Setiap kesalahan sekecil apa pun...

Sedang direkam untuk dijadikan senjata yang akan menghancurkan mereka.

Dan di tempat yang sangat jauh...

Seorang gadis cantik berusia delapan belas tahun baru saja menutup koper berwarna putih.

Ia tersenyum manis sambil memandangi foto seorang wanita yang sangat ia cintai

"Mom... Akhirnya aku akan pulang dan kita bisa selalu bersama"

1
Ma Em
Arman awas jgn lalai jaga Sebastian ada orang datang untuk mencelakai Sebastian lagi , Arman hrs waspada .
Ma Em
Semua ga Sebastian cepat sadar jgn sampai Baron bisa celaka lagi untuk kedua kalinya , Jason kamu terlalu ambisi untuk menguasai harta orang sehingga Jason melalukan segala cara agar TDK ada orang yg menghalangi niat busuknya , semoga kejahatan Jason dan Kasandra segera terungkap dan membusuk dipenjara .
Ma Em
Semoga Sebastian selamat dan cepat sehat kembali , dan Baron cs segera tertangkap agar terbongkar siapa yg membayar Baron untuk membunuh Sebastian .
Yeni Astriani: udah jelas yg Jason yg menyuruh Baron untuk mencelakai Sebastian, semoga orang kepercayaan Sebastian bertindak.
nanti pas ultah Tina seret Jason dan Kasandra ke dalam penjara apalagi hukuman Jason berlapis.
total 1 replies
sunaryati jarum
Jangan.lupa dikunci , ruangan Fisya dan pengawasan terhadap Jason dan Kasandra.Kamu.telpon dulu Tina , jangan buru-buru
Ma Em
Sebastian kena jebakan Jason dan Kasandra , hati2 Sebastian kamu hrs waspada kalau kamu celaka Jason akan senang karena TDK ada lagi penghalang untuk melakukan apapun pada Fisya dan Tina .
sunaryati jarum
Nah sudah ada sedikit jalan untuk mengetahui ayah Tina, sebenarnya Kasandra tahu,dia kan dalangnya.Delspsn belas tahun tersimpan rapat ,maka sekarang sesuai rencana Fisya akan dibongkar.Untuk memastikan Tina itu putri kamu Sebastian ,segera tes DNA.Emak sudah tidak kali ini usul ,Nak Bastian.😄😄😄
sunaryati jarum
Emak tidak sabar melihat Jason dan Kasandra hancur dikuliti karena kejahatannya dibongkar Fisya di depan umum.Ada ya ibu yang hanya demi harta bukan haknya tega menyuruh seseorang untuk membunuhnya.Agnes sekarang tidak bisa kau sentuh Kasandra , karena orang - orang Fisya dan Sebastian selalu melindunginya.Kamu tidak tahu jika telepon kamu telah diretas oleh orang - orang Fisya dan gerak - gerikmu juga tak lepas dari pengawasan mereka.Jadi makin kau banyak melakukan rencana kejahatan pada Agnes dan Fisya maka makin banyak bukti kejahatan kamu di tangan Fisya
Ma Em
Semoga Sebastian segera bisa membuktikan bahwa wanita yg tidur dgn Sebastian adalah Fisya dan Tina adalah anak kandung Sebastian .
Ma Em
Sudah tdk sabar nunggu waktu terbongkarnya kejahatan Jason dan Kasandra , Kasandra skrg suruh orang untuk menculik Agnes bahkan Agnes untuk dibunuh , Kasandra setelah tau kebenaran nya bahwa Agnes anak kandung nya pasti Kasandra dan Jason akan menyesal sampai mati .
Queen_Fisya08: sebentar lagi kak akan ketahuan
total 1 replies
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up thor
sunaryati jarum
Selain Agnes yang mendengar omongan Kasandra,tidak tahu kebenarannya.Karena yang tahu kebenarannya antara Agnes da Tina,hanya Fisya,Bi Lili,dan Bi Nisa .Masa Kasandra tidak curiga pada Tina yang wajahnya mirip Fisya,dasar bodoh karena hanya terobsesi memiliki harta Fisya,sampai mengabaikan kenyataan.
Ma Em
Thor jgn sampai Agnes bertemu Kasandra takut dicelakai .
sunaryati jarum
Jangan sampai Agnes ketangkap Kasandra
sunaryati jarum
Bagus Fisya itu juga cara mempermalukan Jason dan Kasandra.
sunaryati jarum
Segera tes DNA Bastian dengan Tina,emak sudah usul dua kali ini Lho, jangan sampai Angel mengaku putri kamu
sunaryati jarum
Baik Sebastian dan Fisya tahu siapa pasangan yang membuat hadirnya Tina
sunaryati jarum
Ternyata Fisya sudah tes DNA sungguh cerdas,dan rencana yang bagus
Datu Zahra
wes dah nongol masalah Angel. Kalau sampe Sebastian bisa masuk jebakan Angel, bodoh sih berarti. percuma kaya dan berkuasa
sunaryati jarum
Jangan sampai sampai Angel berbuat buruk untuk menipu Sebastian yang ada dia malah masuk penjara.Tidak mudah membohongi Sebastian.Semoga Sebastian segera melihat tana lahir kupu kupu di paha Fisya,atau segera tes DNA dengan Tina
Anonim: ANGEL HARUS DIBUNUH
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!