NovelToon NovelToon
The Sarcastic Survival Log

The Sarcastic Survival Log

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi Isekai / Survival
Popularitas:181
Nilai: 5
Nama Author: D'Silent Novel

Sinopsis: Mati konyol akibat tersedak tutup pulpen saat mencoba pamer trik sulap di depan kucingnya, Raditya dilempar oleh Dewa Administrasi yang burnout ke Aethelgard—dunia fantasi purba yang super kejam dan mematikan.

Bukannya dibekali pedang suci atau sihir penghancur masal, Raditya hanya diberi sebuah Sistem Survival yang hobi menghujat, bermulut sarkas, dan gemar memberikan hadiah absurd seperti panci aluminium. Tanpa kemampuan bertarung, Raditya terpaksa mengandalkan logika Bumi yang pas-pasan, keberuntungan yang aneh, dan adu bacot dengan sistemnya sendiri demi tidak mati untuk kedua kalinya di dasar rantai makanan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'Silent Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31: Menuju Ibu Kota dan Ancaman di Jalur Sutra

Langit di atas pelabuhan Azure Coast perlahan memerah, membiaskan cahaya senja pada dinding-dinding pabrik sachet Raditya yang kini telah berdiri kokoh sebagai simbol kekuatan ekonomi baru. Di dalam kantor pribadinya, Raditya duduk bersandar di kursi kulit mewah yang baru saja ia beli dari toko sistem. Di depannya, layar hologram sistem bergetar pelan, mengeluarkan suara dengung mekanis yang menandakan sebuah pembaruan besar sedang berlangsung.

​"Sudah waktunya," gumam Raditya. "Kita tidak bisa hanya menguasai pelabuhan. Jantung kerajaan ada di Ibu Kota, dan untuk sampai ke sana, aku butuh lebih dari sekadar gerobak kayu."

​Ting!

​[PROSES PENINGKATAN SISTEM v5.0 SELESAI]

​Otoritas Baru: [Manajer Logistik Nasional].

​Fitur Baru 1: [Pabrik Berjalan]. Kereta kuda Anda kini terintegrasi dengan mesin produksi mini yang bekerja menggunakan energi kinetik roda. Selama kereta berjalan, sachet tetap diproduksi.

​Fitur Baru 2: [Radar Kemiskinan Regional]. Radar sistem kini mampu mendeteksi desa-desa dengan indeks kesejahteraan di bawah 20% dalam radius 100 kilometer.

​Fitur Baru 3: [Pertahanan Kinetik Sachet]. Mengonversi tekanan uap mesin kopi menjadi energi dorong untuk pertahanan jarak jauh.

​Poin Terpotong (Upgrade): -5.000 Poin.

​Sisa Saldo Poin: 10.850 Poin.

​Raditya tersenyum puas. Ia segera memanggil Nona Lira dan Lady Vivienne. Lira datang dengan celemek yang masih ternoda bubuk kopi, sementara Vivienne tampak anggun dengan pakaian travel sutranya. Raditya menunjukkan peta proyeksi yang melayang di udara.

​"Kita berangkat ke Ibu Kota besok pagi," ujar Raditya. "Tapi kita tidak akan lewat jalur cepat. Lihat tiga titik merah ini: Grey Village, Clear-Marsh Village, dan Steep-Hill Village. Jalur Sutra ini sedang sekarat. Jika kita hanya melewatinya, kita kehilangan ribuan calon pelanggan dan pekerja potensial. Kita akan melakukan intervensi ekonomi di sepanjang jalan."

​Lira menyipitkan mata, menatap peta itu dengan serius. "Tuan, Anda ingin membangun kekaisaran bisnis atau ingin menjadi dewa penolong? Ketiga desa itu dikuasai oleh bangsawan pelit yang memeras pajak hingga rakyatnya makan akar pohon."

​"Keduanya, Lira," jawab Raditya tenang. "Dewa penolong yang meminta imbalan berupa kesetiaan pasar. Itu adalah model bisnis terbaik."

​Perjalanan Dimulai: Kereta Pabrik Berjalan

​Keesokan harinya, sebuah kendaraan aneh meninggalkan gerbang Azure Coast. Itu adalah kereta kuda raksasa yang ditarik oleh empat ekor kuda bertenaga sihir. Di sisinya terdapat cerobong asap kecil yang mengeluarkan aroma kopi karamel yang manis. Setiap kali roda berputar, terdengar suara klik-clack-ssshhh dari dalam kereta—suara mesin pengemas sachet yang sedang bekerja otomatis.

​"Ini luar biasa," bisik Vivienne saat mereka duduk di dalam kabin yang nyaman. "Kereta ini memproduksi barang sementara kita duduk santai?"

​"Bukan sekadar barang, Vivienne. Tapi 'nilai'," koreksi Raditya. "Uang hanyalah kertas. Sachet adalah kebutuhan."

​Setelah menempuh perjalanan setengah hari, mereka sampai di desa pertama: Grey Village.

​Grey Village: Transformasi Serat Kapas

​Desa ini tampak seperti pemakaman massal yang masih bernapas. Rumah-rumah kayu yang lapuk, ladang kapas yang mengering, dan penduduk desa yang duduk lemas dengan tatapan kosong. Mereka terjerat utang pada tengkulak yang membeli kapas mereka dengan harga sampah.

​Raditya segera membuka antarmuka sistem. Ia memutuskan menggunakan 2.500 poin untuk membeli [Mesin Pengolah Serat Tanaman Sachet].

​"Lira, bagikan Kopi Rembulan kepada setiap kepala keluarga di sini. Biarkan kafein itu membangunkan otak mereka dari keputusasaan," perintah Raditya.

​Tanpa banyak bicara, Raditya menjentikkan jarinya. Cahaya biru memancar dari telapak tangannya, dan di tengah alun-alun desa, muncul sebuah mesin logam besar. "Mesin ini akan mengolah kapas mentah kalian menjadi kain pelapis sachet tahan air. Aku tidak akan membeli kapas kalian. Aku akan menyewa jasa kalian. Upahnya? Sepuluh kali lipat dari harga tengkulak kalian, ditambah suplai mi instan mingguan."

​Kepala desa itu menangis tersedu-sedu. Dalam waktu tiga hari, Grey Village yang tadinya sunyi menjadi pusat industri kecil yang bising. Penduduk desa bekerja dengan semangat yang membara.

​Ting!

​[Misi Sampingan Selesai: Grey Village Berdaya]

Hadiah: +3.500 Poin Survival.

Poin Saat Ini: 11.850 Poin.

​Clear-Marsh Village: Menjinakkan Rawa dengan Aroma

​Perjalanan berlanjut ke Clear-Marsh Village, desa nelayan yang terjebak mitos monster rawa. Raditya tidak memburu monster itu. Dia menggunakan 2.000 poin pribadinya untuk membeli [Bubuk Aromatik Penyedap Ikan].

​Raditya menyuruh penduduk desa untuk menuangkan bumbu itu ke kolam-kolam buatan di pinggir desa. Ribuan ikan dari rawa terdalam meloncat keluar, terpikat oleh aroma sachet yang luar biasa tersebut. Monster rawa yang ditakuti ternyata hanyalah seekor lele raksasa yang langsung jinak setelah Raditya melempar satu ton bubuk "Sup Ikan Instan" ke mulutnya.

​"Mulai sekarang," kata Raditya, "desa ini akan menjadi pusat produksi Kaldu Ikan Instan. Aku yang menyuplai bumbunya, kalian yang menyediakan ikannya."

​Ting!

​[Misi Sampingan Selesai: Clear-Marsh Makmur]

Hadiah: +4.000 Poin Survival.

Poin Saat Ini: 13.850 Poin.

​Steep-Hill Village: Meriam Kopi dan Keadilan

​Di Steep-Hill Village, mereka dihadang oleh prajurit bayaran utusan Count Draken, bangsawan yang merasa pendapatannya terganggu.

​"Berhenti, pedagang rendahan!" teriak pemimpin prajurit. "Kau telah menghasut rakyat! Serahkan keretamu!"

​Raditya tidak menghunus pedang. Ia menekan tombol [Pertahanan Kinetik Sachet] pada panel kontrol sistemnya.

​"Kalian ingin sachet? Aku berikan varian 'Panas'!"

​BOOM! BOOM! BOOM!

​Dari lubang udara kereta, mesin menembakkan ratusan sachet kopi hitam dengan kecepatan peluru. Sachet itu pecah dan mengeluarkan bubuk kopi panas yang dicampur dengan [Bubuk Merica Ekstrem]. Para prajurit jatuh bergulingan karena kepedihan yang luar biasa.

​"Katakan pada Count Draken," ujar Raditya dingin. "Jika dia ingin berperang, kirim menteri keuangannya, karena aku akan membuat seluruh hartanya tidak berharga di depan kopi sachet-ku."

​Raditya kemudian menggunakan 3.000 poin untuk membangun irigasi otomatis agar tanah perbukitan bisa ditanami biji kopi lokal.

​Ting!

​[Misi Sampingan Selesai: Keadilan Steep-Hill]

Hadiah: +5.000 Poin Survival.

Total Poin Survival: 15.850 Poin.

​Raditya menatap ke arah cakrawala. Di sana, menara-menara tinggi Ibu Kota Aethelgard sudah terlihat. Ia telah membangun rantai pasok mandiri yang tak tersentuh. Ia bukan lagi sekadar pedagang, melainkan arsitek ekonomi yang siap mengguncang Ibu Kota.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!