NovelToon NovelToon
Cinta Tulus Sang Penguasa

Cinta Tulus Sang Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / CEO
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Risnawati

Annisa, seorang TKI dari Indonesia, merantau ke Tiongkok untuk mencari nafkah. Ia bekerja sebagai pembantu di kediaman Chensi—seorang pengusaha kaya raya, pemimpin perusahaan raksasa, dan dikenal sebagai sosok yang kejam, dingin, serta tak ada yang berani menentangnya. Hidup Annisa terasa penuh ketakutan hingga suatu malam, Chensi pulang dalam keadaan mabuk berat dan melakukan perbuatan keji yang merenggut kehormatannya. Kejadian itu membuat Annisa hamil, memaksanya menghadapi pilihan sulit: bertahan atau kembali pulang dengan membawa beban yang tak terbayangkan. Akankah sang tiran yang dingin itu akhirnya berubah, atau justru menambah penderitaan bagi Annisa dan janin di dalam kandungannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Risnawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perhatiannya

Udara pagi terasa segar dan sejuk, dihiasi aroma bunga melati yang mekar di taman yang ada di lingkungan rumah. Sejak kondisinya membaik, Chensi selalu menemani Annisa berjalan pelan setiap pagi—katanya, agar peredaran darahnya lancar dan kekuatan tubuhnya kembali pulih. Ia berjalan di samping gadis itu, tangan siap menjaga jika sewaktu‑waktu Annisa terhuyung, matanya tak pernah lepas mengawasi setiap langkah kaki yang diambil.

Namun belum sampai sepuluh menit berjalan, Annisa tiba‑tiba mengerutkan kening, wajahnya sedikit menegang. Tangannya segera meraih lengan Chensi untuk menahan tubuhnya.

“Tuan… betis kaki saya terasa kram, sangat sakit,” ucapnya terbata‑bata.

Tanpa ragu sedikit pun, Chensi segera mengangkat tubuh Annisa sedikit dan membawanya melangkah cepat menuju bangku kayu yang ada di tengah taman. Ia dudukkan gadis itu dengan hati‑hati, lalu segera membungkukkan tubuhnya, mengangkat kaki kanan Annisa dan meletakkannya di atas pahanya sendiri.

“Tenang saja, ini biasa terjadi pada ibu hamil. Biar aku yang menguranginya,” ucapnya lembut.

Dengan gerakan yang sangat hati‑hati dan lembut, Chensi mulai memijat bagian betis dan pergelangan kaki itu. Jari‑jarinya yang biasanya tegas dan kuat saat menangani urusan bisnis atau hukuman, kini bergerak begitu halus, menekan titik‑titik yang terasa kaku tanpa menimbulkan rasa sakit lebih lanjut.

Annisa duduk mematung, matanya tak bisa lepas menatap wajah lelaki itu. Di sana terlihat fokus dan perhatian yang tulus, tidak ada sedikit pun rasa jijik atau enggan. Ia teringat bagaimana orang lain sering menceritakan bahwa Chensi adalah lelaki yang kejam, tegas, dan tidak pernah memedulikan perasaan orang lain. Namun kenyataannya, di hadapannya sekarang, lelaki itu berubah menjadi sosok yang paling lembut yang pernah ia temui.

“Apakah ini benar‑benar nyata?” batinnya bertanya dalam hati. “Lelaki yang ditakuti banyak orang, yang tidak segan menghukum siapa pun yang melanggar keinginannya, kini sedang duduk memijat kakiku dengan penuh kasih sayang.”

Namun rasa bahagia itu segera bercampur dengan keraguan yang perlahan merayap masuk. Ia bertanya pada dirinya sendiri. “Apakah perhatian ini akan bertahan selamanya? Atau suatu saat nanti, rasa sayang ini akan memudar, dan dia kembali menjadi lelaki dingin yang dulu? Lalu bagaimana dengan aku yang hatinya sudah terlanjur terikat padanya? Jika dia berubah, luka yang akan aku rasakan pasti jauh lebih dalam.”

Semakin ia memikirkan hal itu, semakin rasa sedih dan takut menyelimuti hatinya. Tanpa sadar, butiran air mata perlahan jatuh membasahi pipinya, mengalir turun ke dagu tanpa ia sadari.

Chensi yang sedang memijat, tiba‑tiba merasakan tetesan air yang jatuh ke punggung tangannya. Ia segera mengangkat wajah, terkejut melihat mata Annisa yang sudah basah dan pandangannya terlihat jauh melamun.

“Annisa? Ada apa? Apakah pijatanku terlalu keras? Atau kramnya masih terasa sakit?” tanyanya cepat, segera berhenti memijat dan mendekatkan wajahnya dengan cemas.

Mendengar suara itu, Annisa tersadar, lalu segera menyeka air matanya dengan cepat, mencoba tersenyum meski terasa dipaksakan. “Tidak, Tuan… tidak sakit. Justru pijatan Tuan sangat menenangkan.”

“Lalu kenapa kau menangis?” tanya Chensi lagi, matanya menatap lekat, ingin membaca apa yang tersembunyi di balik pandangan gadis itu.

Annisa menunduk, jari‑jarinya meremas ujung kain gamisnya. Ia ingin sekali meluapkan segala isi hatinya, ingin memeluk tubuh lelaki itu untuk merasa lebih dekat dan aman, namun ia segera mengingat batas yang telah mereka sepakati. Ia sadar, hubungan mereka tidak memiliki ikatan yang halal menurut keyakinannya. Memeluk atau mendekat secara berlebihan bisa melanggar prinsip yang ia pegang teguh.

“Mungkin karena aku sedang hamil, perasaanku jadi lebih sensitif,” ucapnya dalam hati mencoba menenangkan diri. “Ingat, Annisa. Jangan terbuai perasaan semata. Jangan sampai keinginan hati membuatmu melupakan jalan yang benar.”

Annisa menarik napas panjang, lalu menatap Chensi kembali dengan pandangan yang lebih tenang meski masih terasa berat. “Hanya… perasaan yang campur aduk, Tuan. Kadang saya merasa sangat bahagia mendapatkan perhatian seperti ini, tapi di sisi lain saya juga merasa takut. Takut suatu saat nanti semuanya berubah, dan saya harus kembali berdiri sendiri lagi.”

Chensi terdiam sejenak, lalu duduk di samping Annisa dengan jarak yang tetap ia jaga, namun cukup dekat agar suaranya terdengar jelas. Ia menggenggam kedua tangan gadis itu dengan lembut, tatapannya dalam dan tulus.

“Dengarkan aku, Annisa. Aku tidak bisa menjanjikan masa depan yang sempurna, tidak ada manusia yang bisa menjamin hal itu. Tapi satu hal yang bisa aku katakan. Perasaan dan perhatian yang aku berikan ini bukanlah mainan atau keinginan sesaat. Aku sudah melalui banyak hal untuk menyadari betapa berharganya kehadiranmu dan anak ini. Selama aku masih bernapas, aku akan berusaha menjaga kebahagiaan dan ketenangan hatimu. Jika suatu saat nanti ada keraguan di hatimu, tanyakan saja padaku. Jangan simpan sendiri hingga membuat hatimu sakit.”

Annisa mendengarkan setiap kata itu, perlahan rasa takutnya mulai berkurang meski belum hilang sepenuhnya. Ia hanya bisa mengangguk pelan, berdoa dalam hatinya semoga Tuhan menguatkan keduanya, dan membiarkan hubungan mereka tetap berjalan dalam kebaikan meski di tengah segala keterbatasan.

1
Naufal Affiq
semoga di segerakan buat mu chensi
Kasih Bonda
next Thor semangat
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋💘
Jalanilah hubungan kalian berdua seperti ini dulu, sambil terus berdoa suatu saat jika Tuhan sudah berkehendak kalian untuk bersatu selamanya.
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋💘
Chensi saat ini mulai tertarik untuk mempelajarinya, siapa tahu suatu saat nanti atas ijin Yang Maha Kuasa Chensi tidak hanya mempelajari saja namun juga memperdalam ilmunya serta meyakini apa yang sudah ditegaskan di dalam setiap ayat-ayatnya.
Naufal Affiq
semoga chensi mendapat hidayah
Naufal Affiq
bagus chensi
❀∂я 𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋WIDYA ☘𝓡𝓳
lanjut kak dewi
❀∂я 𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋WIDYA ☘𝓡𝓳
seiring berjalannya waktu semoga hubungan kalian.bisa menemukan jalan yang baik
❀∂я 𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋WIDYA ☘𝓡𝓳
asingkan aliin keluar pulau terpencil biar tidak bisa balik lagi 🙄
Kasih Bonda
next Thor semangat
❀∂я 𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋WIDYA ☘𝓡𝓳
chensi mana mau dengar wong calon cucu sendiri mau di lenyapkan
Naufal Affiq
bagus chensi,buat mereka jera seumur hidup
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋💘
Rukun-rukun ya kalian berdua 🥰👍
Kasih Bonda
next Thor semangat
❀∂я 𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋𝐦ͬ𝐨ᷲ𝐨ᷯ𝐧ᷲ three
hukuman yg pantas buat kalian bertiga mk nya mikir sebelum bertindak
❀∂я 𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋𝐦ͬ𝐨ᷲ𝐨ᷯ𝐧ᷲ three
memang pengawal bodo hrsnya konfirmasi dl sm tuanmu , trima sj hukumnya nya skrg
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋💘
Akhirnya Aulin menerima hukuman dari Chensi, semoga saja dia benar-benar tak akan mengganggu kehidupan Annisa di kemudian hari 👍
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ༅Ƭɧเɛ💘❀∂я💋👻ᴸᴷ
kasiann Annisa semoga dia tidak apa apa dan Chensi cepat datang menolong 😟😟
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ༅Ƭɧเɛ💘❀∂я💋👻ᴸᴷ
bego banget penjaganya mudah percaya ditambah iming iming uang lagi harusnya konfirmasi sendiri sama Chensi mengenai kedatangan Ailin🤧😤
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ༅Ƭɧเɛ💘❀∂я💋👻ᴸᴷ
huaa senangnya mendengar pengakuan kalian sekarang jangan galau lagi Annisa nanti Chansi pasti pulang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!