NovelToon NovelToon
Gairah Yang Dibayar Mahal

Gairah Yang Dibayar Mahal

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Teen
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: kikoaiko

Demi membiayai operasi ayahnya, Natalie nekat menjual keperawanannya pada seorang pria yang tidak ia kenal. Namun pria yang datang ternyata seorang dokter berhati baik yang justru ingin menyelamatkannya dari jalan buntu itu.

Setelah melewati malam yang penuh gairah, Drake malah kecanduan dengan tubuh Natalie, padahal dia tahu kalau wanita itu hanya mengejar uang.

Saat rahasia tergelap mereka terbongkar, mampukah hubungan rapuh dan terlarang ini tetap bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikoaiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22

Pintu rumah Nathalie di dobrak paksa oleh Drake. Engselnya patah, kayu berderak keras saat daun pintu terbuka lebar dan membentur dinding. 

Drake melangkah masuk, tubuh atletisnya yang tinggi dan berotot memenuhi ambang pintu. Cahaya redup dari dalam ruangan langsung menyambutnya dengan pemandangan yang membuat dunianya seakan runtuh seketika.

Di sana, di tengah ruangan yang berantakan, Nathalie terlentang dengan tubuh polos sempurna. Kemejanya sudah tergeletak di lantai, bra hitamnya longgar, dan dada mulusnya yang putih menyembul jelas di udara dingin.

 Andreas berada di atasnya menindih tubuh Nathalie. tangannya masih berada di pinggang Nathalie, bibirnya baru saja meninggalkan jejak di leher wanita itu. 

Wajah Nathalie memerah, campuran antara kaget, malu, dan ketakutan. Matanya melebar saat melihat Drake.

Darah Drake langsung naik ke kepala. Penglihatannya memerah. “Nathalie...” geramnya rendah, suaranya seperti binatang yang terluka.

Tanpa banyak bicara, Drake melesat maju seperti macan yang menerkam. Tangan kanannya menyambar punggung polos Andreas dengan kekuatan brutal, menarik pria itu menjauh dari atas tubuh Nathalie seolah ia hanyalah boneka kain. 

Andreas terhuyung, tapi sebelum ia sempat bereaksi, pukulan pertama sudah mendarat di wajahnya.

BUGHHH!

Tinju Drake menghantam wajah Andreas tepat di tulang pipi. Kepala Andreas tersentak keras ke belakang, darah langsung menyembur dari bibirnya yang pecah.

DUGHHH! 

DUGHHH!

Pukulan berikutnya bertubi-tubi. Drake memukulinya seperti orang kesetanan, tinju kiri, tinju kanan, siku, bahkan lututnya ikut terlibat saat Andreas mencoba melawan. 

Tubuh Andreas terhempas ke meja, vas bunga jatuh berhamburan, pecahan kaca berderai di lantai. Andreas mencoba bangkit, tapi Drake sudah di atasnya lagi, menindihnya dengan berat badan penuh dan menghantam perut, rusuk, serta wajahnya tanpa ampun.

“Brengsek!! Berani-beraninya kau menyentuh wanitaku!!” umpat Drake dengan suara menggelegar penuh amarah. Setiap kata diiringi pukulan. “Dia milikku! Hanya milikku!!”

Andreas meringis kesakitan, wajahnya sudah babak belur, darah mengalir dari hidung dan mulutnya. Ia mencoba mendorong Drake dengan tangan lemahnya. “Kau... siapa? Jangan ikut campur urusanku...” lirihnya, suaranya parau dan tersendat karena napas yang tersengal. Kata-katanya hanya semakin membakar amarah Drake.

“Urusanmu? Dia bukan urusanmu, bajingan!” raung Drake. Ia mencengkeram kerah Andreas lagi, mengangkat tubuh pria itu sebentar sebelum melemparkannya keras ke dinding. 

BRAAKK! 

Tubuh Andreas membentur dinding dengan suara mengerikan, lalu ambruk ke lantai. 

Drake tak berhenti. Ia menendang perut Andreas berulang kali, seolah ingin menghancurkan setiap tulang yang berani menyentuh Nathalie.

Nathalie berdiri gemetar di sudut ruangan, tangannya berusaha menutupi dada telanjangnya dengan lengan. Air mata mengalir di pipinya. 

“Drake... cukup... please...” bisiknya lemah, suaranya pecah. 

Tapi Drake seolah tak mendengar. Amarah posesifnya terlalu besar. Pria yang selama ini selalu membantunya, yang mengklaim Nathalie sebagai miliknya sepenuhnya, kini sedang melepaskan segala kegelapan yang ada di dalam dirinya.

Akhirnya, setelah Andreas tak lagi bergerak, hanya meringkuk lemah dengan wajah bengkak dan pakaian robek, Drake pun berhenti. Napasnya tersengal, tinjunya masih mengepal, darah Andreas menodai buku-buku jarinya. Ia berbalik perlahan menatap Nathalie. Tatapannya masih liar, tapi ada api lain di sana: hasrat yang membara, campur dengan rasa memiliki yang menyakitkan.

Drake melangkah mendekat. Langkahnya lambat, penuh ancaman dan janji. Ia menarik Nathalie ke dalam pelukannya yang kuat, tangannya yang kasar dan berdarah menyentuh kulit telanjang di punggung wanita itu. 

“Kau milikku, Nathalie. Tak ada yang boleh menyentuhmu selain aku,” bisiknya di telinga 

Nathalie, suaranya serak dan dalam. Bibirnya mengecup leher wanita itu dengan kasar, meninggalkan tanda merah yang lebih kuat dari yang Andreas tinggalkan sebelumnya.

Drake melepas jaket yang dia kenakan, lalu di pakaikannya ke tubu Nathalie. Setelah itu dia beralih menatap ke arah Dyah yang berdiri di sudut ruangan dengan tatapan shock.

"Sekali lagi kau menjual Nathalie. Maka kau akan berurusan denganku" ancam Drake tidak main-main.

"Jangan pernah temui Nathalie dan ayahnya lagi. Karena aku tidak akan mengizinkannya" lanjutnya.

Nathalie menggigil dalam pelukan Drake. Tubuhnya masih panas dari sentuhan Andreas tadi, tapi sekarang digantikan oleh dominasi Drake yang jauh lebih intens. Drake tak memberi waktu untuk berpikir. Ia mengangkat tubuh Nathalie dengan mudah, membawanya keluar rumah dan menuju ke mobil. 

Drake mulai melepas pakaiannya kasar, memperlihatkan otot-otot keras yang berkilau karena keringat dan darah.

Saat itu berubah menjadi badai. Drake menuntut Nathalie dengan cara yang jauh lebih brutal dan penuh gairah dibandingkan Andreas. Setiap sentuhan, setiap gigitan, setiap dorongan adalah pernyataan kepemilikan. 

Suara erangan Nathalie dan desahan Drake yang memenuhi mobil, campuran antara rasa sakit, penyesalan, dan kenikmatan terlarang yang tak bisa lagi ditolak.

Drake berniat menghapus setiap jejak pria lain dari tubuh Nathalie, bahkan jika itu harus dilakukan sepanjang malam. Dan Nathalie, meski air matanya masih mengalir, tak lagi bisa menolak gelombang hasrat yang membakar di antara mereka.

Drake akhirnya mundur setelah gelombang hasratnya mereda. Tubuhnya berkilau oleh keringat, dada bidangnya naik turun dengan napas berat yang masih penuh emosi. 

Di bawahnya, Nathalie terbaring lemas di jok mobil. Tubuhnya yang telanjang penuh dengan tanda merah, gigitan, remasan, dan bekas ciuman kasar yang meninggalkan memar tipis di kulit putihnya. Napas Nathalie tersengal-sengal, rambutnya acak-acakan, dan matanya setengah terpejam karena kelelahan yang luar biasa. Campuran air mata, keringat, dan cairan hasrat masih membasahi kulitnya.

Drake menatap wanita itu dengan tatapan yang masih gelap, penuh kepemilikan. Ia membungkuk, mengusap lembut pipi Nathalie dengan ibu jarinya yang kasar, membersihkan sisa air mata. “Kau milikku, ingat itu. Jangan biarkan siapapun menyentuhmu” bisiknya serak sebelum duduk ke bangku kemudi.

Perjalanan pulang terasa panjang meski jaraknya tak terlalu jauh. Drake mengemudi dengan satu tangan di setir, tangan lainnya sesekali menyentuh paha Nathalie yang tertutup jaketnya, mengusapnya pelan dengan gerakan posesif. 

Musik di mobil menyala pelan, memainkan lagu instrumental yang suram, mengiringi keheningan di antara mereka. Nathalie duduk diam, tubuhnya masih gemetar mengingat kejadian barusan.

Sesampainya di rumah Drake yang besar dan mewah di pinggir kota, lampu otomatis menyala menyambut mereka. Drake mematikan mesin, lalu kembali menggendong Nathalie masuk. 

Pelayan membuka pintu lebar, kehangatan rumah mewah itu langsung menyambut. Ia membawa Nathalie langsung ke kamar utama, melewati ruang tamu yang elegan dan koridor panjang yang diterangi lampu temaram.

Di kamar tidur yang luas, dengan tempat tidur king-size berseprai hitam, Drake meletakkan Nathalie perlahan di atas kasur. Ia melepas jaketnya dari tubuh wanita itu, memperlihatkan lagi kulit telanjang yang penuh tanda. 

Drake berjalan ke kamar mandi, mengambil handuk basah hangat, lalu kembali membersihkan tubuh Nathalie dengan telaten. 

“Kamu pasti lelah,” kata Drake pelan sambil terus membersihkan. “Tapi aku belum selesai mengingatkanmu.” Suaranya masih mengandung nada dominan, meski ada kelembutan yang tersembunyi.

Nathalie menggigil saat handuk menyentuh bagian sensitifnya. 

“Drake... aku sangat takut,” bisiknya jujur.

Drake tersenyum tipis, meletakkan handuk dan naik ke atas tempat tidur, menindih tubuh Nathalie dengan tubuhnya yang masih berpakaian sebagian. “Takut adalah bagus. Itu artinya kau tahu siapa yang berkuasa atas dirimu.” Ia menunduk, mencium bibir Nathalie dalam-dalam, panjang, dan penuh hasrat. Ciuman itu bukan lagi kasar seperti di rumah tadi, tapi tetap menuntut, lidahnya menjelajah, mengklaim setiap inci mulut wanita itu.

1
Mita Paramita
akhirnya Nathalie bisa nolongin ayahnya , walaupun imbalan nya harus jadi pemuas nafsu drake.
merry yuliana
semoga drake jatuh cinta dan menghargai natalie sebagai wanita yang berharga bukan cuma barang ....crazy up.kak
Mita Paramita
cuma drake yang peduli sama Natalie 😭 Thor itu Natalie udah diperkaos sama Andreas?🤨
Mita Paramita
lanjut drake bawa kabur Natalie dari ibunya yang laknat 🤣🤣🤣
Oma Gavin
pasti drake yg datang wah andreas bisa dihabisin drake jgn lupa bu dyah sekalian dibikin sekarat ibu kok ngga ngotak malah seneng dan bangga anaknya laku mahal
Oma Gavin
apa bener nathalie anak kandung dyah kenapa setega itu menjual anaknya demi rupiah selama ini ua g yg diberikan nathalie dikemanakan buktinya ayahnya masih sekarat
Mita Paramita
drake datang dong 😭 selametin Natalie
Mita Paramita
Natalie bodoh kali cari yang lain di club...tau gitu sama drake aja atau pak dosen
Mita Paramita
lanjut drake 🔥🔥🔥
Mita Paramita
Drake pasti kaget liat Natalie 🤨
merry yuliana
crazy up kak 💪💪💪
Mita Paramita
pasti nih pasien bapaknya Natalie yg jatoh di kamar mandi 🤨
Mita Paramita
lanjut Thor 😭😭😭 mending Natalie jujur aja sama drake minta bayarin berobat bapaknya daripada dia nanggung beban sendirian 🤨
Oma Gavin
dokter psikopat gila segitu brutal nya dia sama nathalie
mama
kok iki jijik ya sama dokter ny.. kelakuan ny gk mencerminkan seorang dokter.. bukan ny ngasiih solusi buat masalah nathali
Oma Gavin
jujur sama drake biar dihabisin itu andreas dan bandot tua hadi bila perlu ibumu sekalian itu pasti ibu tiri ngga mungkin ibu kandung rela jual anaknya
Mita Paramita
kasian Nathalie nanggung beban sendirian 😭😭😭
Oma Gavin
pasti drake ini yg nolong
Oma Gavin
buang drake malah dijual ke laki" tuer bau tanah udah gitu gendut menjijikan lagi
mama
dokter oh dokter..kok mau2 tidur dgn perempuan yg bukan istri ny🤭..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!