NovelToon NovelToon
Warisan Kitab Inti Jagat

Warisan Kitab Inti Jagat

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: Asep agustian

Mahesa seorang OB culun dan miskin mendapatkan kitab sakti dan merubah hidupnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asep agustian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31: Sup Hangat untuk Nona

Keesokan paginya, cuaca di luar jendela apartemen penthouse mewah Alena di kawasan Sudirman tampak mendung. Sisa-sisa ketegangan emosional dan fisik dari insiden hampir tertabrak di basemen mal kemarin rupanya berakibat cukup fatal bagi kondisi tubuh sang nona besar. Kelelahan ekstrem setelah berbelanja seharian di bawah tekanan emosi yang meluap-luap membuat daya tahan tubuh Alena drop total.

Di dalam kamar utamanya yang luas dan bernuansa merah muda pastel, Alena terbaring lemah di balik selimut tebal bertingkat. Wajah cantiknya yang biasa memancarkan keangkuhan kini tampak pucat pasi, dengan kedua pipinya yang merona merah akibat suhu tubuhnya yang mendadak naik tinggi mencapai 38,5 derajat Celsius.

Tok... Tok... Tok...

Suara ketukan pintu kamar yang sangat teratur dan lembut terdengar dari luar. Sebelum Alena sempat menyahut dengan suaranya yang serak, pintu kayu ek tebal itu terbuka perlahan. Mahesa melangkah masuk dengan gerakan kaki yang sangat senyap tanpa suara. Pagi ini Ia tidak mengenakan jas hitam premiumnya, melainkan hanya kemeja hitam polos dengan lengan yang digulung rapi hingga ke siku, menampilkan urat-urat lengan kekarnya yang kokoh. Di kedua tangannya, ia membawa sebuah nampan perak berisi semangkuk sup ayam hangat yang mengepulkan uap wangi, segelas air putih, dan sebutir obat penurun panas.

"Selamat pagi, Nona Alena. Saya membawakan sarapan dan obat untuk Nona," ucap Mahesa dengan nada suara berat yang terdengar sangat tenang, jernih, dan berwibawa di dalam keheningan kamar.

Alena yang sedang memeluk guling langsung membuka matanya dengan susah payah, menatap Mahesa dengan pandangan mata indahnya yang sayu dan sembab. Ego gengsinya yang setinggi langit seketika memberontak saat melihat mantan OB itu masuk ke dalam ruang pribadinya tanpa izin tertulis.

"Lu... lu ngapain masuk ke kamar gua, Mahesa?!" seru Alena mencoba terdengar ketus dan galak, walau nada suaranya terdengar sangat rapuh, serak, dan terputus-putus karena tenggorokannya yang kering. "Pergi sana! Gua nggak butuh lu di sini! Gua mau tidur aja!"

Mahesa tidak mundur satu tapak pun. Ia meletakkan nampan perak itu di atas meja nakas di samping tempat tidur Alena dengan gerakan yang sangat halus. "Saya tidak bisa pergi, Nona. Pak Subroto sudah menelepon saya subuh tadi, memerintahkan saya untuk memastikan Nona meminum obat dan mendapatkan perawatan prima sampai kondisi fisik Nona pulih sepenuhnya," jawab Mahesa sembari mengulurkan tangan kanannya secara natural, hendak menyentuh kening Alena untuk memeriksa suhu tubuhnya.

"Jangan sentuh-sentuh gua!" bentak Alena sembari menepis tangan Mahesa dengan sisa-sisa tenaganya yang lemas. Ia menarik selimutnya lebih tinggi hingga menutupi dagunya, memalingkan wajah cantiknya ke arah jendela. "Gua bilang gua nggak mau ya nggak mau! Lu itu cuma bodyguard, bukan dokter atau perawat gua! Tugas lu cuma jaga di luar pintu, bukan ngatur-ngatur gua harus makan apa enggak!"

Sebenarnya di balik penolakan kasarnya yang meledak-ledak itu, lubuk hati Alena merasakan kehangatan yang luar biasa. Selama bertahun-tahun hidup kesepian sejak kepergian mamanya, tidak ada satu pun orang yang sudi membuatkan makanan atau merawatnya saat sakit dengan ketulusan murni seperti ini. Teman-teman geng sosialitanya seperti Clarissa atau Fanny hanya mengirimkan pesan singkat basa-basi di WhatsApp tanpa benar-benar peduli.

Kehadiran Mahesa yang begitu tegap dan protektif di samping tempat tidurnya membuat Alena merasa sangat aman dan diperhatikan, namun ego gengsinya menolak keras untuk mengakui perasaan tersebut.

Mahesa menarik napas pendek yang sangat teratur melalui hidung. Aliran hawa murni Kitab Inti Jagat di dalam rongga dadanya membuat batinnya tetap sedingin es, sama sekali tidak terusik oleh penolakan childish sang putri mahkota. Ia mengambil mangkuk sup ayam hangat itu, lalu duduk di atas kursi kayu di samping ranjang Alena.

"Sesuai dengan kontrak kerja profesional saya, Nona Alena, menjaga keselamatan nyawa Nona tidak hanya berlaku saat ada serangan fisik dari penjahat di luar sana, melainkan juga menjaga tubuh Nona dari ancaman penyakit dalam yang bisa melemahkan kondisi taktis Anda," papar Mahesa dengan kalimat yang sangat dewasa, tegas, dan tidak menerima bantahan. Ia menyendok sedikit sup hangat, meniupnya perlahan dengan napasnya yang segar, lalu menyodorkannya ke depan bibir pucat Alena. "Sekarang, buka mulut Nona dan habiskan sup ini sebagai bagian dari perintah kerja saya."

Alena melotot kecil, menatap sendok di depan wajahnya, lalu beralih menatap sepasang mata elang Mahesa yang bersinar jernih memancarkan ketegasan tekad seorang pelindung sejati. Karisma maskulin Mahesa dalam jarak sedekat ini kembali membuat jantung Alena berdegup dengan ritme yang aneh, persis seperti momen dekapan erat di basemen kemarin.

"Lu beneran pemaksa banget ya jadi orang! Gua bilang gua nggak selera makan, Mahesa!" ketus Alena lagi, mencoba bertahan pada benteng egonya yang mulai retak total oleh kebaikan pria di depannya. "Rasa supnya pasti aneh kan? Lu kan biasanya cuma bisa pegang kain pel di kantor, sejak kapan lu bisa masak makanan restoran?!"

"Saya jamin rasa sup ini tidak akan mengecewakan lidah kelas atas Nona. Silakan dicoba satu sendok saja. Jika rasanya buruk, Nona boleh memecat saya detik ini juga," balas Mahesa dengan senyuman tipis penuh misteri dan karisma yang tersungging di sudut bibir tegasnya.

Alena menggigit bibir bawahnya yang pecah-pecah karena panas dalam. Merasa tidak memiliki alasan lagi untuk membantah perintah ketat yang dibungkus tugas profesional itu, Alena akhirnya membuka mulut tipisnya sedikit dengan manja, membiarkan Mahesa menyuapkan sendok pertama sup hangat tersebut ke dalam mulutnya.

Begitu kuah sup itu menyentuh lidahnya, sepasang mata indah Alena langsung melebar seketika. Rasa gurih alami dari kaldu ayam kampung yang berpadu sempurna dengan aroma rempah jahe hangat merasuk kuat, memberikan sensasi hangat yang sangat nyaman di tenggorokannya yang sakit. Masakan Mahesa ternyata jauh lebih enak dan menenangkan batin daripada sup bintang lima yang biasa ia pesan lewat aplikasi daring.

"Gimana, Nona? Apakah rasanya cukup layak untuk mengisi perut Anda yang kosong?" tanya Mahesa sembari menyendok suapan kedua dengan telaten.

Alena membuang mukanya sekilas, menyembunyikan semburat merah tipis yang kembali muncul di kedua belah pipinya akibat rasa salah tingkah yang masif. "Hmph! Rasanya biasa aja tuh, masih enakan buatan koki pribadi Papa! Tapi... karena gua kasihan lihat lu udah capek-capek masak di dapur apartemen gua, ya udah deh gua habisin," dalih Alena penuh dengan gengsi kemanjaan yang berbelit-belit, padahal hatinya sedang bersorak gembira karena setiap suapan hangat dari tangan kekar Mahesa terasa seperti obat penawar kesepian yang paling mujarab bagi jiwanya.

Mahesa hanya tersenyum maklum, terus menyuapi Alena dengan kesabaran jiwa yang sekeras batu karang hingga isi mangkuk sup tersebut bersih tanpa sisa. Setelah itu, ia memberikan segelas air putih dan sebutir obat kapsul kepada Alena.

"Sekarang, minum obat ini lalu tidurlah kembali, Nona. Saya akan tetap berjaga di sudut ruangan ini untuk memastikan tidak ada gangguan apa pun yang bisa mengusik waktu istirahat Anda," ucap Mahesa sembari merapikan letak bantal di belakang kepala Alena dengan gerakan tangan yang sangat lembut dan protektif.

Alena meminum obatnya patuh, lalu merebahkan kembali tubuh mungilnya di atas kasur empuk. Ia menarik selimutnya hingga sebatas dada, menatap siluet tegap Mahesa yang kini berdiri diam laksana perisai hidup di dekat pintu balkon kamar yang tertutup kaca. Di dalam keheningan kamar yang hangat oleh aroma sup rempah, benih-benih kekaguman dan rasa ketergantungan emosional di dalam hati Alena kini tumbuh semakin subur dan mendalam. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, sang nona besar merasa bahwa sakit tidak selamanya menyedihkan, selama ada sosok pria macho berwibawa seperti Mahesa yang siap pasang badan merawatnya dengan ketulusan jiwa tingkat tinggi di bawah atap apartemen pribadinya hari ini.

1
anggita
ikut dukung like👍aja.
Dewa Naga 🐲🐉
pandai Mahesa bermain kata..kata...👍
Dewa Naga 🐲🐉
mantap..seru...👍👍👍
Dewa Naga 🐲🐉
seru...
Dewa Naga 🐲🐉
mantappp....👍
Agus Susilo
💪💪💪💪
Agus Susilo
makin terkenal musuh makin banyak dan kuat Thor MC nya harusnya dibekali ilmu beladiri serta kekuatan magis untuk pengobatan kronis dan jaga diri dari musuh yg mengancam
Gege
kaaan...kaaan... ketebak Thor jalan ceritamu..🤣🤭..ulur teroos sampai ratusan episode Thor..💪
Gege
ceritanya menghibur mirip sinetron ikan terbang
Gege
aku ga kepancing Thor sama narasimu.. paling juga Alena mabok di club trus terjadilah adegan dewasa tanpa disengaja.. trus ada plot wanita lain menyukai Mahesa dan Alena cemburu.. tarik teruus sampe episode berjilid Thor..🤣🤣🤭
Gege
yaah gaji OB 4jt All in, dikalikan 20 baru 80jt Thor.. pikir ditawari gaji 200jt gitu si Sasa Mahesa...🤭🤣
Paksu82: sisanya buat author boskyu... 🤭🤭🙏
total 1 replies
Gege
apakah MC bakalan dapat gaji ratusan juta? yoooklah gass updatenya 10k kata thor
Paksu82: di bayar pakai cinta boskyu...🤭🙏
total 1 replies
Gege
pikir Mahesa mau jadi tukang pijet dengan keahlian kita warisan kuno, eeeh malah mau jadi tukang kawal a.k.a bodyguard...🤭🤣
Paksu82: 🤭 idenya tadinya dari film jetli boskyu, kemren lihat filemnya jadi aja keluar ide ini, semoga suka boskyu...
total 1 replies
Gege
bahas padi ada pepatah Thor dijaman sekarang. ilmunya seperti padi tapi berasnya import...🤣
Paksu82: beras lokal mahal boskyu 🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Hentri Gunawan
lanjut kn thor
Gege
Yoo gass lagi Thor..ide ceritanya keren ini... bikin enteng saja, yang penting ngalir Thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!