Sarti gadis cantik berasal dari Desa Lengi, di saat usia nya yang baru saja lima belas tahun, ia terpaksa merantau ke ibu kota untuk mengadu nasib,
" ibu neng berangkat dulu ya, Ibu sama Bapak jangan khawatir neng pasti baik baik saja." ucap Sarti seraya memeluk wanita paruh baya dan berpakaian lusuh bahkan kain jarik nya pun sudah robek.
" lya neng Hati Hati ya, maaf kan Ibu belum mampu membahagiakan kamu nak."
" tidak apa apa Ibu neng akan kerja ke kota, untuk masa depan kita Ibu." ucap Sarti seraya menyeka bawah mata nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenvyy27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kamu Harus Mati Seperti Aku
Sedang kan sukma dan Zia masih keliling di hutan itu tapi kedua nya belum menemukan yang mereka cari.
Pagi hari nya Doni dan satria sudah dalam perjalanan menuju hutan itu,
" Sukma tidak pulang ya." tanya Doni
" Sepertinya tidak mungkin dia nunggu di sana." ucap satria.
" Yang jalan lebih dulu, Dek kira kira tadi malam itu hantu siapa ya." tanya Doni.
" Gak tahu seram betul mata nya putih wajah nya seram sekali, gigi nya runcing mirip Monster yang ada di film." ucap satria.
" Tapi dia bawa bayi." ucap Doni.
" Emang nya bawa bayi ya."
" Iya bawa bayi, di pegang di tangan sebelah kiri aku lihat kok ngintip dari balik jubah Zea."
" Tapi aku merasa aura kuntilanak itu sangat kuat, seperti nya dia membawa dendam, tapi kenapa ya dia menuju Desa Lengi." ucap satria.
" Aku tidak tahu, aku pun baru memahami Desa mu, ternyata di balik indah nan sejuk Desa Lengi banyak menyimpan misteri." ucap Doni.
Singkat cerita Doni dan satria sudah tiba di hutan itu, sepanjang jalan Doni tidak melihat ada satu orang pun yang melintas di jalan itu, apa mungkin ada jalan lain menuju kota.?
" Bang." panggil sukma dari balik semak,
Doni dan satria pun buru buru menghampiri sukma, Doni melirik jam yang melingkar di pergelangan tangan sebelah kiri nya, waktu sudah menunjukkan pukul enam lewat lima puluh lima menit pagi.
" Ayo kita masuk hutan tapi kalian harus tetap hati hati karena banyak jurang yang tidak terlihat karena tertutup semak belukar." ucap sukma.
Sudah hampir satu jam mereka menelusuri hutan itu bahkan sampai ke sungai, tapi belum juga menemukan tanda tanda keberadaan Sarti
" Sayang tolong beri abang petunjuk apa pun itu, Abang harus menemukan mu apa pun keadaan mu." batin Doni.
" Lihat ini ada sobekan kain yang tersangkut." ucap satria, Doni buru buru melihat kain itu.
" Ini baju Sarti." teriak Doni.
" Iya itu baju kakak, di bayangan ku juga kaka pakai baju corak itu." sahut sukma.
"Jadi Sarti ada yang bawa kesini mustahil." ucap Doni.
" Kaka ada yang bawa oleh dua pria, tapi sayang mereka memakai penutup wajah jadi aku tidak bisa melihat wajah mereka." ucap sukma.
" Itu artinya kaka di culik mereka memang sudah merencanakan itu." sahut satria.
Mereka pun lanjut mencari jejak Sarti, hari sudah semakin sore dan mereka juga sudah lelah, tapi tetap saja belum membuah kan hasil.
" Lebih baik kita pulang saja, aku sudah lelah tidak lama lagi juga akan maghrib, bukan kah hutan ini juga tidak aman untuk kita." ucap satria.
" Sarti sampai kapan pun aku tidak ikhlas jika kamu sudah mati bangkit lah sayang balas kan dendam mu, jika kamu masih hidup tolong pulang lah, teriak Doni." suara Doni begitu menggema di hutan itu membuat burung burung berterbangan, Sukma Doni dan satria pun memilih kembali ke rumah nya,
Doni duduk di teras rumah seraya memeluk kedua kaki nya.
" Sudah ikhlas kan Sarti ia sudah tiada, aku faham dengan perasaan mu kehilangan orang yang sangat kita cintai memang sangat menyakitkan tapi kamu harus terima takdir Doni, Aku hanya kasian saja dengan mu, lebih baik fokus mencari siapa yang membunuh Sarti." ucap Zea seraya duduk di samping Doni.
" Memang nya benar Sarti sudah meninggal, kalau iya di mana mayat nya." sahut Doni.
" Bos gua orang sakti mana mungkin dia salah."
" Sampai kapan pun aku tidak akan ikhlas, apa kah bos mu wanita cantik yang tadi malam.? Sampai kan kepada nya angkat aku jadi murid nya, aku ingin berilmu." ucap Doni.
" Untuk apa cari ilmu ?. " Tanya Zea.
" Ya untuk bunuh orang yang membunuh istri ku lah." sahut Doni.
" Tuh orang nya ada di sana langsung saja bicara." ucap Zea seraya menunjuk, benar saja tidak jauh dari rumah sukma ada Zia,
" Ayo Zea." ucap sukma yang baru keluar dari pintu rumah nya.
" Ayo ke mana." sahut Zea.
" Kata nya kita mau keliling Desa Lengi bukan." ucap sukma.
" Ada apa dengan Desa mu sukma." tanya Zia,
" Memang nya ada apa ." sahut satria.
" Aku juga tidak tahu, emang nya ada apa kak.?." Tanya sukma,
" Desa Lengi sedang di teror kuntilanak." sahut Zea.
" Kuntilanak yang ketemu kita bukan Zea ??." Tanya satria atau kuntilanak merah sambung satria.
" Ada kuntilanak merah ada kuntilanak putih ada juga wanita tua." sahut Zea
" Hah yang benar kamu Zea kok aku tidak tahu apa apa ya." sahut sukma.
" Ayo kita ke sana." ucap Doni,
" Ngapain ke sana." sahut Zea.
" Ya kita cari tahu saja, kok aku jadi penasaran sebetul nya ada apa, Kenapa Desa itu di teror kuntilanak." ucap Doni.
" Nanti saja kalau sudah larut malam, ayo kaka masuk dulu, ayo kita ngobrol di dalam saja." ucap sukma.
" Maaf kak Zia apa benar Sarti sudah meninggal.? " Tanya Doni, Zia pun melirik sukma.
" Kasih tahu yang sebenar nya saja kak, Bang Doni harus tahu soal ini." ucap sukma
" Iya Doni Sarti memang sudah meninggal tapi jasad nya entah di sembunyikan di mana, aku rasa mariam tahu tapi memang sulit sekali bicara dengan mariam."
" Mariam itu siapa ?." Tanya Doni.
" Mariam itu kuntilanak merah, tapi dia bukan kuntilanak yang sesungguh nya ia hanya menyerupai kuntilanak merah. " ucap sukma.
" Oh kuntilanak yang aku lihat di kebun Melati ya." ucap Doni.
" Jadi kamu sudah lihat ?." Tanya Zia.
" Sudah kak waktu pertama aku datang ke Desa ini, Panggil aku Zia saja, mungkin usia ku lebih muda dari mu." ucap Zia. Doni hanya mengangguk.
" Ayah.! " Teriak fani dari dalam kamar nya,
" Paman itu suara fani." ucap ica yang sedang duduk di ruang tamu.
Pak tarjo pun buru buru lari menuju pintu kamar fani.
" Fani buka pintu nya nak." ucap pak tarjo karena pintu kamar fani di kunci dari dalam.
Sedang kan fani ia sangat ke takutan karena ada sosok kuntilanak yang menyerupai wajah nia,
" Bibi jangan ganggu aku pergi, pergi." teriak fani.
Tapi sosok kuntilanak yang menyerupai wajah nia justru semakin mendekati fani seraya mengulur kan kedua tangan nya,
" Jangan..jangan.. jangan sentuh aku ibu ayah tolong." teriak fani.
" Kamu harus mati, mati seperti ku." ucap nia seraya cekikian.
" Tidak aku tidak mau mati ibu ayah tolong." teriak fani,
Sedang kan pak tarjo ica dan buk jumi panik pintu belum juga bisa di buka, Sedang kan suara fani terus teriak seperti ketakutan,
" Ica kenapa kamu ada di luar, Kenapa tidak di kamar fani." tanya buk jumi,
" Aku saja baru tiba di sini." sahut ica.