NovelToon NovelToon
Bayang Yang Runtuh

Bayang Yang Runtuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami
Popularitas:19.2k
Nilai: 5
Nama Author: Shanti_San

Kiara, putri tunggal keluarga terkaya, memilih menikah dengan pria biasa karena cinta yang ia pikir sangat kuat dan abadi. Selama sepuluh tahun pernikahan, Kiara hidup dengan rasa bersalah yang besar—ia tidak pernah bisa mengandung dan melahirkan anak, selalu menyalahkan dirinya sendiri, dan terus meminum obat yang dikatakan suaminya sebagai vitamin penyehat tubuh.

Semua kepercayaan dan kebahagiaannya runtuh dalam sekejap mata. Kiara mengetahui kenyataan pahit, suaminya telah berselingkuh dengan sahabat terdekatnya sendiri.
Lebih menyakitkan lagi, obat yang ia minum setiap hari ternyata adalah pil penunda kehamilan. Sepuluh tahun ia pikir dia kurang subur, padahal dialah yang menjadi korban, dan suaminya sendirilah penyebab ia tidak pernah bisa memiliki keturunan. Puncak kehancuran tiba saat Kiara tahu sahabatnya kini sedang mengandung anak hasil perselingkuhan mereka.

Kiara pun memilih pura-pura tidak tahu, untuk membalaskan rasa sakitnya karena telah di tipu oleh mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti_San, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 - Perubahan sikap

Dua hari setelah dirawat, dokter akhirnya menyatakan Kiara sudah cukup sehat untuk pulang ke rumah. Ferdi datang menjemputnya dengan sikap yang lebih lembut dan penuh perhatian dibanding biasanya, seolah ingin menebus kesalahannya yang terlihat jelas di acara malam itu. Sepanjang perjalanan pulang, ia terus bertanya apakah Kiara merasa nyaman, apakah ada bagian tubuh yang masih terasa sakit, dan berulang kali menyampaikan permintaan maafnya.

Kiara pun sudah mengatakan telah memaafkan Ferdi, namun pria itu terlalu khawatir, karena Kiara tidak banyak bicara beberapa hari ini. Ferdi bahkan mengacuhkan telfon dari Emely, karena ia ingin fokus mendapatkan maa

“Sayang, sungguh aku tidak bermaksud bersikap seperti itu. Itu hanya gerakan naluri yang terjadi begitu saja tanpa aku sadari. Aku harap kau bisa mengerti dan memaafkanku,” ujar Ferdi lagi, berusaha meyakinkan istrinya.

"Aku benar-benar tidak menyadari kalau saat itu ada kamu di dalam kolam itu, meski itu bukan Emely, aku tetap akan menyelamatkan siapa saja." lanjutnya lagi.

Kiara hanya menoleh sekilas, lalu mengangguk perlahan tanpa ekspresi yang berarti. “Aku sudah memaafkanmu, Ferdi. Biarkan saja peristiwa itu berlalu dan tidak perlu dibahas lagi,” jawabnya dengan nada datar, seolah benar-benar ikhlas melupakan semuanya.

Mendengar jawaban dingin seperti Itu Ferdi tahu masih ada kekecewaan di hati Kiara, ia pun akan berusaha sampai mendapatkan maaf dari Kiara yang tulus untuk nya.

Namun di balik kata-kata itu, hati Kiara tetap membeku. Ia memutuskan untuk berpura-pura memaafkan hanya agar rencana yang sudah ia susun matang-matang bisa berjalan lancar. Jika Ferdi merasa aman dan tidak curiga, ia akan lebih mudah menunjukkan sifat aslinya serta membongkar rahasia-rahasianya tanpa waspada.

Lagi pula, Kiara masih terlalu lemah untuk berdebat, ia sudah terlalu lelah di tubuh dan hatinya.

Begitu sampai di rumah, suasana terasa berbeda. Kiara bergerak dan berbicara seperti biasa, namun ada jarak yang terasa nyata. Senyumnya tidak lagi sampai ke mata, sentuhannya terasa kaku, dan perhatian yang dulu ia berikan dengan tulus kini terasa sekadar formalitas belaka. Ia tidak lagi menyapa dengan nada manja, tidak lagi bertanya rinci soal kegiatannya, dan lebih sering menyendiri di kamar atau membaca buku tanpa banyak bicara.

Perubahan itu tidak luput dari perhatian Ferdi. Ia merasakan betul sikap dingin yang menyelimuti Kiara, meski wanita itu tidak pernah menampakkan kemarahan atau mengajukan pertanyaan tajam. Semakin Kiara bersikap tenang dan menjauh secara halus, semakin kuat rasa waspada yang tumbuh di hati Ferdi.

“Apakah ia benar-benar sudah melupakan dan memaafkan ku? Atau justru ia masih menyimpan rasa curiga yang dalam?” gumam Ferdi dalam hatinya, merasa tidak tenang.

Ia mulai mengingat kembali kejadian malam itu bagaimana ia secara refleks langsung menyelamatkan Emily lebih dulu, bagaimana pandangan Kiara saat itu terlihat kosong dan sakit, serta reaksi orang tua Kiara yang sangat marah. Meskipun Kiara berkata ia sudah memaafkan, perubahan sikap ini membuatnya tidak bisa merasa aman sepenuhnya. Ia khawatir, di balik ketenangan itu, Kiara sebenarnya sedang mengamati setiap gerak-geriknya dan menunggu kesempatan untuk membongkar semuanya.

Ferdi berusaha mendekatkan diri lagi. Ia membawakan makanan kesukaan Kiara, mengajaknya jalan-jalan sebentar, dan lebih sering meluangkan waktu di rumah. Namun setiap usahanya selalu mendapat tanggapan yang sama: sopan, tapi dingin dan menjaga jarak.

“Ia pasti masih merasa kecewa dan mungkin masih mencurigai sesuatu. Aku harus lebih berhati-hati lagi agar tidak terperangkap oleh kecurigaan itu,” pikir Ferdi, menyadari bahwa ketenangan yang ditunjukkan Kiara justru membuat situasi menjadi lebih berbahaya baginya.

Ferdi mengantar Kiara di tempat tidur. Lalu memberikan Kiara minuman susu.

"Sayang, istirahat lah, aku akan ke ruangan kerja ku, kalau kamu butuh apa-apa, cari aku ya, kamu bisa menelepon ku tanpa harus turun dari tempat tidur." Ucap Ferdi penuh perhatian.

"Iya baiklah, terimakasih sayang." Balas Kiara singkat lalu memejamkan mata nya untuk tidur.

Jika itu ketulusan, Kiara akan sangat menghargai nya, tapi Kiara tahu kalau itu hanya ke pura-puraan laki-laki itu, ia tahu Ferdi sedang gelisah dan mempertanyakan status kelanjutan pengangkatan nya.

Kiara diam saja menyaksikan kegelisahan suaminya. Ia tersenyum dalam hati, menyadari bahwa langkahnya sudah tepat. Membuat Ferdi merasa waspada tapi tidak memiliki bukti apapun justru akan membuat pria itu terus tertekan dan kelak akan membuat kesalahan lain yang bisa dimanfaatkan. Permainannya baru saja dimulai, dan ia siap melangkah lebih jauh.

Ferdi pun ke ruangan kerjanya. Ia menyesali reaksi nya malam itu hingga membuat keraguan di hati istri dan mertuanya.

"Astaga. Kenapa kau bisa begitu bodoh." Gumam Ferdi kesal putus asa.

•••

Sementara di rumah keluarga Wijaya, Bu Silvia berbincang dengan Pak Edward. kedua nya tampak memikirkan gosip yang beredar sampai ketelinga mereka itu.

"Apa Ferdi benar ada hubungan dengan Emely, Ibu jadi khawatir dengan Kiara."Ucap Bu Silvia yang tidak tenang memikirkan kondisi putrinya.

"Sudah lah, tidak usah di pikirkan, Nanti kita minta penjelasan dari Ferdi setelah Kiara pulih, untuk sementara kita jangan menganggu nya dulu."Balas Pak Edward.

kegelisahan yang sama di rasakan pak Edward, namun ia berusaha tetap tenang, karena belum terbukti kenyataan nya. ia ingin melihat seperti apa reaksi Ferdi esok hari saat ia datang mengunjungi putrinya.

"Kiara tidak pernah cerita apa pun tentang pernikahan nya, Sering kali kita bertanya dia selalu bilang baik-baik saja."

"Ya kamu tahu Kiara keras kepala, sejak awal Papa sudah melarang nya menikah dengan Ferdi itu, dia hanya anak miskin tanpa prestasi pula, tapi dia kekeh tetap menikah dengan laki-laki itu, kita bisa apa selain mendukung nya.

"Kita tidak bisa melihat seseorang dari kekayaan saja Mas, lihat baskara, dia juga dari keluarga tidak berada, tapi dia bisa sukses seperti sekarang. "Ucap Bu Silvia tidak ingin suaminya menilai seseorang dari materi.

"Ah sudah lah, kau sudah salah paham maksud ku. Aku tidak merendahkan Ferdi." ucap Pak Edward yang tidak lagi ingin membahas soal menantu nya. Karena jika boleh jujur, ia sangat tidak menyukai Ferdi, namun ia terpaksa menerima Ferdi demi putrinya Kiara. menghargai pilihan putri nya.

Harapan nya Kesempatan yang ia berikan pada Ferdi tidak akan di buat kecewa. Meski sekarang dalam hati pak Edward ia Mulai meragukan Ferdi yang ia rasa memang tidak setia dan tidak bisa di andalkan untuk melindungi putrinya.

Namun tanpa bukti ia pun hanya bisa memendam semua nya dalam diam nya.

1
Teh Yen
cie Kiara udh berani pegang tangan Bagaskara uhuuyyy senengnya pake banget tuh Bagaskara xixiiii
Teh Yen
kapan jadiannya dong kalian ih engg sabar deh liatnya
Teh Yen
iya tapi jangan lama lama.kiara.ntar keburu.d samber ulat bulu lagi gmn dong
Teh Yen
engg akan sadar sadar kynya tuh c Ferdi yah huih 😤
Teh Yen
penyesalan.selalu.datang terlambat yah kan Emily
Teh Yen
trima kasih Aldo kamu terbaik.hihii
Teh Yen
ayo kiara kapan kamu jujur sama bagaskara tentnga perasaanmu ntar keduluan ulet Keket yg kmr kan bahaya bisa d bawa pergi jauh ntar Bagaskaranya gmn dong ???
Teh Yen
Oalah mimpi toh kirain beneran Kiara engg mungkin senekat itu kan hehe 😁
Teh Yen
aaah sayang sekali coba kalau tadi Tidka ada asisten Kiara yg ketuk pintu mungkin kalian sudah....aaah jd senyum" sendiri bayanginnya haha
Teh Yen
baru sadar sekarang Emily hemmm 😏 sudah berulang kali d ingatkan oleh orang tuamu tentang keputusanmu tp kmu yg ttp ngeyel kan
Teh Yen
jangan bersedih Kiara ,,mungkin takdir Tidka menginginkan kamu punya ank dari laki" seperti Ferdi karena nanti itu bisa jadi Tidka baik ,, sudah move on aj.skoga kamu bisa menemukan kebahagian kembali bersama seseorang yg benar" mencintai kamu dengan tulus
Teh Yen
selamat yah Kiara
Teh Yen
yah mulailah hidup yg baru semangat baru jangan ambil milik ornga lain lagi yah
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan yang ga tahu diri kamu itu Emily
Yeni Astriani
lanjut Author
Teh Yen
smoga rencanamu berhasil Kiara ,,dan Ferdi tidak meminta yg aneh" tentunya
Teh Yen
siap siap kamu mempertanggung jawabkan perbuatanmu selama ini Ferdi
Teh Yen
masih punya muka aj tuh c Ferdi mau masuk kantor Wijaya engg tau malu iiih
Teh Yen
ya sudah coba saja Emily apa kamu bisa bertahan d tengah keterpurukan ekonomi hemm 😏 .... aku ragu sih kita liat saja nanti
Teh Yen
wah Emily sepertinya otakmu Tidka bisa berpikir dengan jernih ,, setelah semua yg terjadi kamu masih menginginkan Ferdi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!