NovelToon NovelToon
Sweet Love

Sweet Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Dokter
Popularitas:536
Nilai: 5
Nama Author: Chocoday

Dia tidak pernah terlihat.... tapi selalu ada.

“Kalau abang serius… kamu mau kenalin abang ke dia?”

Hanif tidak pernah benar-benar muncul di depan Riyani. Namun ia tahu banyak tentangnya—lebih dari yang seharusnya.
Dari kebiasaan kecil, cara berbicara, hingga senyum yang diam-diam ia tunggu.

Melalui adiknya, Hanif memilih jalan yang tidak biasa: mendekati Riyani tanpa pernah benar-benar “hadir” sebelumnya.
Tapi…
bisakah seseorang menerima cinta dari orang yang hampir tidak pernah ia sadari keberadaannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chocoday, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesayangan

Bu Nur hanya tersenyum pada anak sulungnya, menepuk bahunya lalu pergi masuk ke kamar paling belakang—dekat dengan kamar Seyila.

Hanif masuk ke kamarnya dengan segelas susu yang sudah ia hangatkan. Begitupun dengan Riyani yang kini duduk pada tepian kasur sembari memakai skincare rutinnya.

"Nih minum dulu susunya," ucap Hanif.

"Harus minum?"

Hanif mengangguk mengiyakan.

Riyani hanya meminumnya, sekalipun dirinya tidak terlalu suka susu vanila sebenarnya.

Hanif bersandar lebih dulu pada ranjangnya. Sedangkan Riyani malah duduk menghadap pada suaminya itu.

"Jelasin!" pinta Riyani.

Hanif tersenyum tipis. Ia tarik istrinya untuk duduk di sampingnya. Disandarkannya kepala riyani pada bahu lebarnya itu.

...----------------...

Hanif menceritakan semuanya. Tentang ia pertama kali melihat Riyani sedang membaca buku di ruang belajarnya dulu. Waktu itu, Hanif masih menjadi mahasiswa di salah satu universitas di luar kota. Jarang pulang dan bahkan hanya tinggal beberapa waktu di rumah.

Saat itu, Hanif baru saja kembali untuk berlibur beberapa hari di rumahnya. Seyila yang masih menjadi murid sekolah menengah atas itu mengajak sahabatnya ke rumah—iya, itu Riyani.

Dimana, Hanif pertama kalinya bertemu dan melihat dia di rumahnya.

Kalian percaya pandangan cinta pertama?

Hanif awalnya tidak, tapi ia percaya setelah jatuh cinta pada Riyani—istrinya sekarang.

Hanif tidak percaya bahwa dirinya akan jatuh cinta pada teman adiknya sendiri. Tapi ada keyakinan pada dirinya, bahwa Riyani lah yang pantas menjadi istrinya di masa depan.

Sampai, ia temukan gantungan tas kecil lucu yang terjatuh pada tas gadis yang baru ia temui itu. Hanif terus menyimpannya, hingga ia berhasil membawa pemiliknya pada pelukannya sendiri.

Hanif juga berbicara, jika setiap ia kembali—ia berharap akan bertemu dengan Riyani. Tapi tidak selalu, hanya ada beberapa kebetulan saja. Apalagi setelah Seyila kuliah dan orangtuanya sering bolak-balik untuk mengurus perkebunan di kota seberang.

Sampai setelah ia menjadi dokter—magang di rumah sakit lain dan secara kebetulan bertemu dengan Riyani. Hanya sebentar, bahkan beberapa detik untuk melihatnya.

Riyani sedang mengantar seseorang untuk berobat, sedangkan Hanif sibuk di IGD dengan banyaknya pasien—sampai kesempatan itu hilang. Hanif tidak menemukannya—lagi.

Tahun berlalu, mungkin sudah 3 tahun atau bahkan lebih Hanif mengagumi gadis dengan gantungan tas dinosaurus itu. Gadis ceria yang selalu pergi ke ruangan belajarnya bersama Seyila hanya untuk melanjutkan bacaannya tentang cerita-cerita medis atau komik yang ada pada rak buku.

Hanif bertekad menemui adiknya, memintanya untuk menjodohkannya dengan temannya sendiri.

Lelaki itu sempat terkejut, saat ia kembali melihat wanitanya—Riyani membawa seorang anak. Tapi diwaktu itu juga, Hanif menemukan jawabannya.

...----------------...

"Jadi waktu periksa Haikal, Aa udah tau aku dong?"

Hanif mengangguk.

"Waktu itu Aa mau ngajak ngobrol kamu. Tapi kayaknya belum waktunya."

"Ih aku selama ini punya penggemar rahasia," ucap Riyani dengan senyumannya, "tapi apa sih yang buat Aa suka sama aku?"

"Emang perlu alasan ya buat suka sama kamu? Aa sampe sekarang belum nemu alasan apapun yang pantas buat deskripsikan semua cinta Aa ke kamu."

Riyani terkekeh mendengarnya.

Layaknya pengantin baru, Hanif dan Riyani kembali bermesraan. Tapi—tengah malamnya, Riyani terbangun saat panggilan masuk pada ponselnya.

Seyila yang menghubunginya.

"Siapa Sayang? Kok telepon jam segini," tanya Hanif yang ikut terbangun.

"Seyila, A."

Riyani menyambungkannya.

"Halo, Assalamualaikum La. Kenapa?"

Entah apa yang didengar Riyani dari balik sana. Wanita itu tiba-tiba terdiam, air matanya terlihat memupuk sekarang.

"Sayang kenapa?" tanya Hanif kebingungan.

Riyani menoleh pada suaminya. Ia genggam tangan hanif cukup kencang.

"A antar Neng ke rumah sakit sekarang!" ajaknya.

"Mau apa Sayang? Ini jam 1 pagi," jawab Hanif.

"Bapak masuk IGD, kata Yila," jawab Riyani. Tentu Hanif ikut terkejut.

Hanif langsung setuju. Keduanya bersih-bersih, berganti pakaian lalu pergi dengan mobil ayahnya.

Dengan langkah cepatnya, Riyani pergi ke depan ruang IGD—kembali menghubungi Seyila untuk menemuinya.

Wanita dengan jas putih itu keluar dari ruang pemeriksaan, langsung memeluk Riyani begitu saja.

"Kamu harus kuat tapi ya,"

"Bapak kenapa?" tanya Riyani mulai panik.

Seyila menghela napasnya, bersiap untuk memberitahukan semuanya.

"La, bapak kenapa?" tanya Hanif.

"Pak Adam banyak luka, dia mengalami kecelakaan dan dibawa sama korban lain ke sini. Aku gak tau mau hubungi siapa selain kamu, makanya keluarga Pak Adam cuman kamu sekarang sebagai walinya," ucap Seyila.

Riyani menangis, ia dipeluk Hanif agar sedikit tenang. Mau bagaimanapun perlakuan bapaknya tapi dia tetap mendapatkan cinta dari bapaknya.

"Aku boleh masuk gak? Liat bapak," tanya Riyani.

"Belum boleh, Sayang. Nanti kamu bisa lihat bapak kalau udah dipindahin ke ruang perawatan," ucap Hanif dengan lembut.

"Bang, mending urus pendaftarannya dulu deh. Biar Riyani sama aku di sini," ucap Seyila.

Hanif mengangguk. Ia menitipkan istrinya pada adiknya, lalu pergi mengurus pendaftaran ayah mertuanya.

...----------------...

Keesokan paginya, bapak terbangun. Ruangan cukup besar ia tempati, berdua dengan pasien yang lain.

Pria yang hampir sebaya dengannya itu tersenyum.

"Bapak sudah sadarkan diri? Sayangnya, menantu sama anaknya lagi keluar dulu."

"Menantu dan anak?"

Pasien sekamarnya itu mengangguk.

"Yang wanita itu pasti anaknya bapak. Dia menangis semalaman, terus ditenangkan suaminya. Dia semalaman bahkan gak tidur, terus nemenin bapak sambil pegang tangan bapak."

(Neng)

Tidak lama setelahnya, pintu ruangan terbuka. Riyani dan Hanif yang masuk.

Hanif membawa beberapa cemilan, ia bagi ke istri pasien di sebelah. lalu berdiri di samping istrinya yang kini terdiam menatap bapaknya.

"Bapak udah sadar. Sebentar Hanif panggil dokter dulu," ucap Hanif langsung pergi begitu saja.

Ia panggil rekannya yang berjaga. Lalu kembali ke ruangan mertuanya.

Kondisinya sudah lumayan pulih. Riyani duduk di samping bapaknya, membawa buah apel yang ia beli tadi pagi bersama suaminya.

"Kamu lebih baik pulang aja. Nanti abang kamu ke sini, bapak gak mau kalian ketemu dan malah berantem lagi," ucap Bapak.

Riyani yang masih mengupas kulit apelnya itu langsung menoleh pada bapaknya. Air matanya turun begitu saja.

Ia taruh apel yang sudah setengah dikupas di atas nakas. Wanita itu berdiri lalu pergi begitu saja.

"Pak, Hanif sama Neng pamit dulu ya!" ucap Hanif sembari mengejar istrinya keluar.

Riyani menangis di parkiran. Wanita itu sudah menjaganya setengah mati saat malam tadi, menunggunya sampai sadar. Tapi setelah itu diusir hanya karena anak kesayangannya akan datang bersama istrinya.

Hanif membawanya pada pelukannya.

"Ternyata mau segimanapun usaha kita buat jaga orang tua. Kalau kita bukan yang tersayang, kita gak bakalan bisa jadi yang ada di hatinya juga, A."

Hanif hanya terdiam, membiarkan istrinya untuk tenang lebih dulu.

Selepasnya, Riyani sudah mulai tenang. Sekalipun Hanif harus butuh waktu lama untuk menenangkan istrinya.

"Ke rumah nenek yuk! Aa pengen kue yang waktu itu Aa cobain," ajak Hanif.

Riyani mendongak pada suaminya, ia mengangguk setuju dengan senyumannya.

Sesampainya di toko kue, nenek langsung menghampiri cucunya.

"Kita buat kue yuk! Nenek kangen sama kamu."

"Nenek udah tau kan?"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!