NovelToon NovelToon
Berbagi Suami Dengan Saudara Sepupu

Berbagi Suami Dengan Saudara Sepupu

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: peony_ha

Kyai Rasyid adalah pengasuh pesantren yang dikenal bijaksana dan disegani. Bersama istrinya, Hanifah, ia membesarkan dua gadis dengan penuh kasih: putri kandungnya, Zareen Qonitat, dan keponakannya sendiri, Raihana Aleesa, yang telah yatim piatu sejak kecil. Meski tumbuh dalam rumah yang sama, Zareen dan Raihana memiliki kehidupan yang sangat berbeda. Zareen tumbuh menjadi gadis modern, cantik, dan berpendidikan tinggi yang memilih melanjutkan kuliah di luar kota. Sementara Raihana mengabdikan hidupnya di pesantren, membantu Kyai Rasyid mengurus para santri dengan segala kesederhanaan dan kelembutan hatinya. Hingga sebuah amanah lama kembali mengetuk kehidupan mereka. Sebelum meninggal dunia, sahabat Kyai Rasyid, Haidar, pernah berwasiat agar putra semata wayangnya, Reyhan Pradipta, menikahi salah satu putri keluarga Kyai Rasyid. Namun di antara dua gadis yang sama-sama telah dianggap anak sendiri, Kyai Rasyid tak sanggup memilih. Keputusan itu pun mengubah segalanya. Kyai Rasyid meminta Reyhan menikahi kedua putrinya sekaligus. Reyhan menolak. Bukan karena tak menghormati amanah ayahnya, melainkan karena ia takut tak mampu berlaku adil. Namun jauh di lubuk hati, Reyhan diam-diam telah menaruh rasa pada Zareen—gadis cantik dengan pesona modern yang sejak awal memikat matanya. Sedangkan Raihana… hanyalah gadis sederhana yang lebih sering menunduk dalam diam. Tak ada yang tahu, pernikahan yang awalnya hanya dianggap sebagai amanah justru perlahan membuka luka, kecemburuan, pengorbanan, dan cinta yang tumbuh di tempat yang tak pernah diduga. Sebab terkadang, hati tidak jatuh pada mereka yang paling bersinar… melainkan pada mereka yang paling tulus menetap di sisi kita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon peony_ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lesung Pipi itu

Satu bulan kemudian.

Hana sedang memandangi pohon mangga yang buahnya sudah pada besar dan cocok untuk dirujak. Sedari tadi siang bibirnya sudah mengecap-ngecap membayangkan betapa segarnya mangga muda dicampur dengan sambal rujak dicampur kacang.

Sedari tadi dirinya mematung sambil memandangi mangga yang bergelantung tampak bulat dan besar menggoda. Hana menunggu Munaroh yang tak kunjung datang, dari tadi sepulang mengajar dari sekolah Hana dan Munaroh sudah janjian untuk bikin rujak mangga muda, tapi sampai saat ini pukul dua siang Munaroh tak kunjung menampakkan batang hidungnya. Mungkin Munaroh ketiduran setelah kekenyangan makan siang.

Jika manjat sendiri Hana takut terjatuh, dirinya tidak selihai Munaroh soal memanjat.

Dihalaman pesantren yang sangat luas ada kyai Rasyid dan Rey yang sedang berjalan berdampingan sesekali mengobrol ringan. Rey tidak berangkat bekerja karena sedari tadi subuh Zareen mengeluhkan dirinya yang sedang tidak enak badan, dan ingin ditemani Rey terus. Apapun akan Rey korbankan demi Zareen, pada akhirnya pria tampan itu tidak berangkat bekerja. Langkah kyai Rasyid dan Rey semakin mendekat kearah Hana.

“Istri kamu sepertinya ingin mengambil mangga muda Rey.” Ucap kyai Rasyid sambil melihat Hana, ada guratan senyum di wajah kyai Rasyid yang menandakan betapa sayangnya ia pada anak mendiang kakaknya itu.

“Iya bah, abah duluan aja masuk rumah. Biar Rey yang bantuin Hana ngambil mangganya.” Ucap Rey. Ia berusaha untuk terlihat sangat menyayangi Han didepan kyai Rasyid. Walaupun ini sangat terpaksa bagi Rey, tapi sebagai hormat pada kyai Rasyid yang sudah ia anggap sebagai ayah keduanya setelah mendiang papanya meninggal.

“Iya bantu ambilkan ya Rey. Sepertinya Hana sangat menginginkan mangga itu.” Ucap kyai Rasyid sambil menepuk bahu kokoh milik Rey.

Rey mengangguk hormat pada kyai Rasyid.

“Hana…” suara panggilan dari kyai Rasyid sontak membuat Hana menoleh ke belakang.

Pandangannya netra mata Hana yang berkilauan indah langsung bertabrakan dengan pemilik mata elang yang tajam itu. Seketika Rey langsung mengalihkan wajah dari pandangan Hana.

“Eh iya bah…?” Hana tersenyum sambil menyalami Rey lalu kyai Rasyid. Karena posisi Rey adalah suami Hana jadi Hana menyalami Rey terlebih dahulu, dan posisi Rey pun lebih dekat dengan Hana.

Hana tersenyum memandangi sosok yang telah lama menjadi pengganti ayahnya. “Hana izin ambil mangganya ya bah..” ucap Hana sambil menautkan jemarinya didepan. Senyuman siwajahnya yang terlihat kusam, namun tidak meninggalkan kesan manis diwajah Hana. Ada lesung pipi di sudut bibir Hana, dan Hana mempunyai gingsul yang sangat cantik, itulah yang membuat Hana terlihat manis saat tersenyum.

Beberapa detik Rey tidak mengedipkan wajahnya, seketika bayangan Hana kecil yang dulu pernah tersenyum manis kepadanya. Senyuman yang membuat Rey tidak bisa memejamkan matanya saat akan tertidur. Tapi itu dulu bukan sekarang.

“Pake izin segala si na. Yaudah abah masuk dulu kerumah.” Kyai mulai melangkah meninggalkan Hana dan Rey.

Ada kecanggunan menyelimuti mereka, Hana melirik Rey dan Rey yang menatap Hana jengah.

“Mana galahnya?” Ketus Rey.

“Kalau gak ikhlas bantu gausah bang. Hana bisa kok, tinggal tunggu Munar sebentar lagi pasti dateng.” Lembut namun ada kesan tegas didalamnya.

Ujung mata Rey menangkap galah yang bersandar pada pohon sawo, galahnya agak pendek tapi Rey cukup tinggi dan kemungkinan besar galah itu bisa sampai untuk mengambil mangga.

Hana mematung di belakang Rey, matanya tidak lepas dari ujung galah yang menyetuh mangga yang paling besar dan sudah berwarna kekuningan.

Pluk

Mangga besar itu terjatuh tepat didepan kaki Hana, dan Hana langsung mengambilnya. Buah itu sangat besar ketika Hana pegang.

“Eh bang. Tolong ambilkan mangga yang itu boleh ga?” Hana menunjuk salah satu mangga yang bentuknya bulat dan sangat gemuk. Dari tadi Hana memandangi mangga itu, entah mengapa Hana sangat menginginkan mangga yang bulat menggoda itu.

“Mana?” Rey menoleh pada Hana, pria tampan itu mengerutkan alisnya.

“Itu bang. Yang bulat dan besar, diujung sana.” Hana berbicara sambil menunjuk posisi mangga.

Rey mulai mengarahkan galah pada mangga itu berada, posisi mangga itu lebih tinggi dari mangga yang tadi.

“Arhk shit.” Rey mengucek matanya. Ada butiran kecil yang masuk kematanya.

“Eh kenapa bang? jangan dikucek dulu matanya!” Hana mendekat kearah Rey, tangannya sontak menghentikan punggung tangan Rey yang sedang mengucek matanya.

“Bang. Huuh.. huuh….” Hana meniup niup mata Rey denga perlahan, sentuhan tangan Hana mampu membekukan tubuh Rey.

Sentuhan Hana bagaikan setrum yang menyengat tubuhnya. Terlintas dalam otak Rey, suatu malam bersama Hana, terlintas saat tangan Hana yang perlahan mencengkram jemarinya pada malam itu.

Rey membuka matanya, fokus matanya langsung tertuju pada bibir mungil bulat dan padat milik Hana, warnanya merah alami, dan deratan gigi yang putih. Suatu keindahan yang tertutup oleh wajah kusam milik Hana.

Rey meneguk ludah dengan susah payah. Pria tampan itu tersadar kerena sudah terlalu lama menatap bibir ranum kecil dan bulat itu.

“Tidak usah cari kesempatan, hanya kelilipan tidak usah drama cari perhatian!” Rey berkata dengan ketus.

Hana menghentikan aksi menolongnya. Seketika netra matanya bertemu dengan netra mata elang tajam milik Rey. Dua mata indah itu saling bertemu. Ada gelenyar aneh yang Rey rasakan saat netra matanya betemu dengan netra mata milik Hana.

“Maaf bang, Hana cuman refleks aja.” Hana menurunkan tangannya, dan mengalihkan pandangannya pada lain hal. Ia tidak sanggup menatap mata Rey terlalu lama.

Rey kembali memainkan galahnya.

Pluk.

Mangga yang diinginkan oleh Hana terjatuh begitu saja. Ada senyuman yang melengkung diwajah Hana, walaupun Rey sudah kelilipan tapi Rey tetap mengambil mangga yang Hana inginkan, dan Hana sangat menghargai usaha Rey.

Ada gelenyar hangat yang menyelimuti hati Hana.

“Hana….!” Munaroh berteriak kencang, wanita kecil ringkih itu berlari ke arah Hana. Mukena berwarna coklat masih membungkus tubuhnya yang kecil. Di sudut bibirnya ada bentukan pulau yang belum sempat Munaroh bersihkan.

Hana dan Rey sontak menoleh pada Munaroh, Rey menatap Munaroh dan mengerinyitakn dahinya.

“Sama-sama aneh.” Ucap Rey pelan, namun masih bisa terdengar oleh Hana.

“Han… maaf bangat aku ketiduran tadi..”

“Sudah kuduga, kau memang katiduran Munar. Aku dari tadi menunggumu disini.” Ucap Hana sedikit protes.

“Yasudah Han, kan ada suamimu yang bantu ambilkan. Dibalik tidurku ada hikmahnya ya kan Han?” Ucap Munaroh sambil menggerling, menggoda Hana.

Rey melangkah menyerahkan galah pada Hana, kemudian pria tampan itu pergi tanpa seucap kata.

“Makasih bang…” ucap Hana dengan meninggikan sedikit suaranya.

“Adudu… lucu banget si pasutri ini. Jadi pengen nikah deh.” Ucap Munaroh.

“Cepatlah menikah Munar! kemarin bilangnya kamu mau dijodohkan.” Hana mulai mengambil mangga yang ia jnginkan tadi, lagi-lagi senyum melengkung dibibirnya.

Bersambung…

Jangan lupa like ya Readers💗

1
Zainuddin -
semangat tuk author💪, jangan buat hana jadi gadis yang gampang di tindas
falea sezi
bkin si Rey cerai in hana thor🤭 biar mampus si Rey dpet anak. hasil. rame2 dr si zareemmm🤣
falea sezi
zareen🤣ini lacur kayaknya makanya longgar sumpah jijik q kasian hana😒 takut kena penyakit berbagi batangan nya si Rey yg bekas zareen
falea sezi
🤣bkin. cerai lah nasib hana apes dpet batangan sisa Thor berbagi suami itu menjijikkan
falea sezi
minta cerai ngapain berbagi batangan😒
fsf
hiiii....ogah banget punya suami kayak gitu 😡 ngak ada belas kasihan sama sekali.
jalang aja habis digarap masih di kasih uang lah ini istri sendiri digarap pertama kali masih disuruh jd babu
roses: kita bikin menderita kak suaminya
total 1 replies
fsf
kalau aku jd Hana ogah banget nyerahin diri sama laki2 pecundang walaupun itu suami sendiri dan dengan dalil pahala
fsf
kalau mau istri nya cantik itu dirawat dimodali jangan cuma enaknya doang 😡
roses: setuju bgt kak….lanjut luapkan kekesalannya!😁
total 1 replies
fsf
kalau memang Hana yg dijodohkan kenapa zareen jg dinikahkan 🤔
fsf
lah... katanya Hana sudah dianggap anak sendiri kok bisa perbedaan nya sangat kontras begitu apalagi anak kyai tp kok nggak adil sama anak-anak nya
fsf
untung gede sekali nikah dapat 2 istri
Buku Matcha
Cenat cenut gak tuh😄
Buku Matcha
Jangan terlalu membenci bang. Kalau jatuh cinta nanti abang yang repot
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!