NovelToon NovelToon
TURUN RANJANG : ANTARA BENCI DAN OBSESI ADIK IPAR

TURUN RANJANG : ANTARA BENCI DAN OBSESI ADIK IPAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Bad Boy / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Regazz

"Apa-apaan sih loe, pincang! Jangan sok kecantikan deh. Lebih baik pakai baju loe sana! Loe pikir gue bakalan tertarik apa sama loe!" ujar Zayn berkata kasar pada istrinya saat malam pertama mereka.

Varisha Salsabilla Jannah.

Gadis pincang yang baru saja kehilangan suami sekaligus calon anaknya.
Ia bahkan terpaksa harus menikah dengan adik iparnya sendiri, yaitu Zayn Alkautsar.
Adik ipar yang membenci dirinya.

Apakah pernikahan terpaksa ini akan berakhir mulus?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Regazz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 Rasa peduli muncul

Bab 22— 

Seluruh kamera wartawan yang semula mengarah pada Zayn kini beralih pada Varisha. Bahkan, ada yang tak menyangka jika Zayn mempunyai seorang istri yang pincang.

Beberapa pertanyaan langsung dilempar pada Varisha. Membuat wanita itu jadi gugup seketika. Ditambah tatapan Zayn yang begitu tajam pada dirinya.

Varisha terus saja memainkan jari kukunya.

Bahkan, setelah wawancara tentang dirinya telah usai pun ia masih cemas.

Kini, ia bersama dengan Zayn dan juga mertuanya di dalam sebuah restoran mewah yang berada di kota tersebut.

"Ibu bangga sama kamu Zayn. Kamu memang jago!" seru nyonya Lestari begitu antusias sekali.

Zayn hanya tersenyum tipis.

"Zayn kita memang yang terbaik." sahut tuan Faruq.

Varisha masih sibuk memainkan kuku jarinya di bawah meja. Ia bahkan sudah tak merespon lagi pembicaraan mereka.

Ia sedari tadi hanya curi-curi pandang pada Zayn.

Dan tepat, pria itu menatap dirinya tajam.

Skakmat!

"Wajah kamu pucat, Varisha." ujar nyonya Lestari cemas.

"Kamu gak kenapa-kenapa kan?" sambung nyonya Lestari lagi.

"Ibu betul, Varisha sepertinya sedang sakit." ujar Zayn menatap Varisha dengan intens. Seolah pria itu akan memakannya hidup-hidup.

Zayn bahkan kini memegang sebelah pipi Varisha. Wanita itu nampak takut. Ditambah Zayn menyentuh sembari memberikan penekanan pada pipinya.

•••

Brak!

Zayn membenturkan tubuh Varisha ke dinding.

"Akh!" ringis Varisha begitu kesakitan.

"Kau sengaja kan datang supaya aku malu. Benar kan?!" teriak Zayn begitu murka.

"...malah gandengan tangan dengan pria lain!"

"Maaf,mas. Aku gak ada gandengan sama cowok lain dan Aku gak maksud bikin kamu malu. Aku hanya gak mau bikin ayah dan ibu jadi—"

"Alah, gak usah banyak alasan deh!"

Zayn langsung menarik tangan Varisha dengan paksa. Membawa wanita itu keluar pintu kamar hotel.

"Mas kamu mau bawa aku kemana, mas?!" tanyanya mulai panik saat Zayn malah mendorong tubuhnya keluar dari pintu kamar.

"Malam ini loe tidur di luar!"

Varisha menggeleng dengan cepat, "Aku gak mau, mas.Aku takut!"

Brak!

Pintu kamar langsung tertutup dengan cepatnya.

Varisha mencoba mengedor pintu tersebut dengan kuat, dengan deraian air mata yang turun.

"Mas, buka! Buka pintunya! Aku takut sendirian!" ujar Varisha.

Namun, tak ada sahutan.

Zayn begitu keterlaluan.

Varisha hanya bisa menatap lorong koridor hotel yang begitu nampak sepi.

Ia akan tidur dimana malam ini?

Ini bahkan tak memegang uang sama sekali. Semua uangnya ada di dalam tas di dalam sana.

"Mas tolong buka pintunya~" lirihnya sembari mencoba mengedor pintu tersebut. Wanita itu menyeka airmatanya. Entah sudah berapa kali Zayn membuat dirinya menangis.

Hingga langkah seorang wanita dengan mengenakan rok mini dan pakaian atas yang seksi datang dengan high heels miliknya.

Wajahnya begitu angkuh dan sombong.

Ia menatap Varisha dengan pandangan hina dan juga tersenyum sinis dengan apa yang terjadi dengan wanita malang tersebut.

"Diusir ya? Kasihan! Zayn itu milik gue." tegas adinda sembari memegang tas branded miliknya.

"Tapi, dia suamiku." tegas Varisha.

adinda tersenyum sinis.

"Tapi, dia lebih memilih gue ketimbang loe." tunjuk adinda dari ujung kaki Varisha hingga atas.

Pintu langsung terbuka lebar. Zayn berdiri disana.

"Sayang~" sapa adinda yang langsung mencium bibir Zayn.

Hati Varisha terasa pedih sekali melihat itu. Bahkan, saat berciuman pun Zayn masih menatap tajam pada dirinya.

Karena tak sanggup.

Varisha memutuskan untuk berbalik pergi.

Namun, sebuah tangan menahannya.

Ia melihat tangannya ditahan oleh Zayn.

Apakah Zayn sudah mulai peduli padanya?

"Loe mau kemana? Cepat belikan kami makanan! Gue dan linda sedang lapar." titah Zayn.

"Ide bagus, Zayn.j," sahut adinda.

Varisha tak punya pilihan.

Zayn pun memberikan sebuah kredit card pada Varisha.

•••

"Aku seperti orang bodoh!" gumam Varisha yang membawa dua kantong belanjaan yang cukup besar di kedua tangannya.

Ia begitu kesusahan, ditambah satu tangan yang harus terus memegang tongkat kayu miliknya dengan erat.

Pintu kamar hotel terbuka.

Ia bisa melihat dengan jelas Zayn dan adinda yang sedang duduk bersamaan dengan kepala adinda yang berada di pundak Zayn.

Mereka sedang asyik menonton TV.

Varisha langsung meletakkan dua kantong belanjaan tersebut di atas meja makan.

Wajahnya begitu lesu sekali.

Fisik dan batinnya begitu lelah sekali hari ini.

Varisha memutuskan untuk merebahkan tubuhnya di atas sofa.

Namun, belum beberapa detik ia menutup mata adinda langsung memanggil dirinya.

"Hei, buatkan gue minuman hangat!" perintah adinda layaknya seorang majikan.

"Aku capek,kamu kan juga punya tangan yang lengkap," tolak Varisha.

Adinda kaget, ucapan Varisha begitu kasar. “Sayang~”rengek Adinda pada Zayn.

"Mau buatkan atau tidak?"

Suara berat mulai terdengar. Rasa takut mulai muncul.

Dengan terpaksa, Varisha kembali bangkit. Wajah kelelahan itu semakin terlihat sangat jelas sekali.

Ia berjalan dengan tertatih.

Pandangan mata Zayn tak pernah lepas dari Varisha sama sekali.

"Duduk di lantai." perintah Zayn pada Varisha setelah wanita itu memberikan minuman hangat untuk adinda.

Dia gila?

Lantai ini kan dingin.

"Tapi, kan—"

Belum sempat Varisha menjawab, Zayn sudah langsung melotot ke arahnya.

Akhirnya, Varisha kembali pasrah.

Ia menundukkan dirinya di atas lantai marmer yang dingin tersebut.

Varisha kembali menyeka air matanya dengan cepat.

Ia bisa melihat jelas adinda yang sedari tadi terus saja bersandar di bahu milik Zayn.

Jujur Varisha cemburu.

Tentu saja, ia adalah istri sah dari seorang Zayn.

Varisha hanya bisa menunduk saja.

Zayn terus menatap dirinya tajam dalam diam.

Jam sudah menunjukkan pukul 12 malam.

Namun, Zayn dan adinda gak kunjung tidur.

Membuat Varisha akhirnya bangkit dan ingin segera membaringkan tubuhnya di sofa.

"Loe mau kemana? Cepat bersihkan makanan yang berserakan di atas ranjang ini!" titah Zayn.

"Aku bukan pembantu." sengit Varisha.

"Apa loe mau gue…ayah dan ibu…"

"Kamu gila!"

"Memang." balas Zayn sambil tersenyum menikmati minuman berwarna bening di tangannya.

"...apa loe gak ingat cerita yang selalu diceritakan oleh suami loe yang udah mati itu?" tanyanya lagi.

Varisha memejamkan matanya dan menarik napas kasar.

Ia pun akhirnya membersihkan beberapa makanan yang berserakan di atas ranjang milik mereka.

"Sayang, aku mau mie instan~" rengek adinda manja.

"Mie instan? Malam-malam begini?"

adinda mengangguk dengan wajah imutnya.

Zayn meraba wajah adinda lembut, Varisha membuang muka.

Zayn yang melihat ekspresi Varisha langsung tersenyum senang.

"Loe denger, kan? Adinda sedang ingin mie instan. Cepat loe bikinin!"

"Di dapur tidak ada mie instan." cetus Varisha.

"Beli di minimarket."

"Kalian keterlaluan. Ini sudah tengah malam." protes Varisha.

"Eh, loe pikir bakalan ada cowok yang mau merayu dan memperkosa loe apa?!" hina adinda.

Varisha merasa tercekat.

adinda memandangi Varisha dari atas hingga ujung kaki.

"Pria manapun tidak selera untuk tidur dengan perempuan cacat kayak loe ini." sambung Zayn.

Perkataan Zayn begitu menyakitkan.

Lantas kemarin malam dan hari sebelumnya siapa yang membuatnya jadi susah berjalan seperti ini jika bukan pria egois di hadapannya ini.

"Cepat loe pergi!" perintah Zayn.

Varisha langsung pergi.

Pergi dengan linangan air mata di pipi.

"Hiks... hiks... hiks..."

•••

2 jam berlalu.

Jam sudah menunjukkan pukul 2 dini hari.

adinda sudah tidur duluan.

Sedangkan, Zayn masih berjaga menatap layar TV yang masih menyala.

Varisha sejak dua jam yang lalu tak kunjung kembali ke kamar hotel.

"Aishh, dia beli dimana sih?!" kesal Zayn langsung bangkit dari ranjangnya.

Ia berjalan keluar pintu kamar.

Ia ingin memutar knop pintu tersebut.

Tapi, ia kembali berhenti.

"Untuk apa aku peduli padanya?" gumam Zayn mengurungkan niatnya.

"Siapa juga pria yang mau memperkosamu..."

Sepintas ia mengingat kembali ucapan adinda.

Varisha memang pincang.

Tapi, dibandingkan dengan adinda, Varisha lebih cantik di atas segalanya.

"Arghh, bodoh amat!" Zayn menjambak rambutnya.

Hingga akhirnya, ia pun membuka pintu kamar.

Dan bertepatan juga ia melihat dari jauh koridor Varisha yang sedang berjalan dengan seorang pria asing yang memeluknya erat.

Kemarahan Zayn langsung naik ke ubun-ubun.

"Varisha!" teriak Zayn begitu marah sekali.

Suaranya menggema hingga keseluruhan penjuru lorong kamar hotel.

Varisha dan pria asing yang ternyata adalah Brian itu jadi kaget.

To be continue...

1
Emi Sudiarni
lanjut
.. smangat untuk kak author .. sdah ngh sbar nungu bab berikutnya
Regazz: terimakasih🙏☺️
total 1 replies
partini
jajat bngt BUCIN nanti kamu
Emi Sudiarni
senang de lihat zayn cemburu
Tamirah
Jadi wanita jangan bodoh bodoh amat, walau kamu cacat sedikit saja punya harga diri lu disiksa diperkosa ngapain gk pergi dr rumah itu....!
Emi Sudiarni
lanjut kak seru bngat
Emi Sudiarni
kok cuma satu bab kak,,
Emi Sudiarni
yg sabar varisha. entar zayn bucin ama kamu..
6690
awas aja kalau Zayn udah bucin
Emi Sudiarni
mantap kak, lanjut..
Emi Sudiarni
Brian cemburu🤣🤣
Emi Sudiarni
buat mantan ny ngejar varisha. biar zayn ngah pnya ksempatan dgn adinda🤣adinda
Emi Sudiarni
buat zayn cemburu di sana... semisal varisha ketemu mantan🤭🤭
Emi Sudiarni
keterlaluan bangat zayn
Emi Sudiarni
lanjut kak 💪💪
Emi Sudiarni
ngemesin bngat zayn..
Emi Sudiarni
hadirkan kak pria yg pnya perasaan ama varisha, biar zayn terbakar cemburu 🤣🤣🤣
Emi Sudiarni
tega nya adam
Emi Sudiarni
bgus novelnya kak. smga tambah suksez
Regazz: makasih☺️
total 1 replies
Emi Sudiarni
kasihan bngat varisha, klw zayn Sring hina. kmu. ya cuekin aj. ngah perlu kasih 2 perhatian.. nanti dia akn sdar jga.. 😄😄Lanjut kak
Emi Sudiarni
lanjut kak author..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!