NovelToon NovelToon
MIRRA (Pacar Pura-pura)

MIRRA (Pacar Pura-pura)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Idola sekolah / Teen
Popularitas:592
Nilai: 5
Nama Author: Mila Kylla

" Gue suka sama lo...lo harus jadi pacar gue!!" Suara berat seorang pria membuatnya cukup gugup.

"Maaf, tapi gue suka nya sama orang lain." Mirra dengan penuh keberanian menolak pria tinggi tegap yang berada di hadapannya.

"Nggak bisa, lo harus jadi pacar gue, titik!!!" Tegas pria itu sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Mirra.


Mirra Afessya, gadis belia yang baru saja duduk di bangku kelas satu SMA itu harus dihadapkan dengan pria yang ternyata diam-diam dan pura-pura mengagguminya.

Akankah Mirra menerima pengakuan paksa itu? Ataukah Mirra akan menolaknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila Kylla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rasa bersalah

Saat Zian melihat Angkasa, dia pun langsung menghentikan langkah kakinya, dan kemudian Zian meminta Ajun dan Satria untuk pergi meninggalkan nya hanya berdua saja dengan Angkasa.

" Lo berdua duluan aja, ada yang mau gue bahas sama Angkasa." Pintanya dengan tatapan mata yang terus tertuju pada Angkasa.

"Tapi Zian, lo jangan berantem lagi..." Ucap Satria memperingati.

" Tenang aja, gue cuma mau bahas sesuatu yang belum selesai gue bahas sama Angkasa. "

"Yaudah, ayo Jun." Satria pun mulai menarik Ajun dan kemudian mereka meninggalkan Zian hanya berdua saja dengan Angkasa.

"Jangan di sini, banyak orang, ikut gue ke belakang sekolah." Pinta Zian.

" Emang gue bilang kalau gue mau ngobrol sama lo ngebahas soal yang nggak penting? " Angkasa enggan mengikuti Zian dan itu membuat Zian cukup kesal.

Zian menatap tajam Angkasa. " Kenapa lo sekolah disini? Lo sengaja? " Tanyanya.

" Bukan urusan lo, dan gue sekolah di sini nggak ada hubungan nya sama lo." Angkasa berniat ingin berlalu pergi, namun tangan Zian menahan bahunya.

" Sampai kapanpun gue nggak bakal maafin lo karena lo udah ngekhianatin gue." Ucapnya.

Angkasa tersenyum menyeringai. " Gue nggak salah denger? Siapa yang ngekhianatin siapa? Buka mata lo lebar-lebar, cewek lo yang udah ngekhianatin lo, bukan gue. Lucu banget lo malah nuduh gue." Jelasnya lalu mulai melepaskan tangan Zian dari bahunya.

Zian merasa geram, dia kembali menghentikan Angkasa dengan menarik bahu Angkasa, dan Mirra, dia dari kejauhan melihat bagaimana Zian memperlakukan Angkasa dengan begitu kasar.

"Jangan-jangan kakak kelas yang super duper galak nan jutek itu mau bully Angkasa, gue nggak bisa tinggal diem nih." Gumam Mirra lalu berlari ke arah dimana Zian dan Angkasa berada. "Stop-stop...kak lo mau ngapain Angkasa? Jangan mentang-mentang lo kakak kelas, terus lo bisa seenaknya sama adek kelas ya!!!" Mirra meraih lengan tangan Angkasa lalu memposisikan Angkasa agar berada tepat di belakangnya.

Tangan Zian yang terlepas dari bahu Angkasa pun mulai mengepal, lagi-lagi Mirra membuatnya kesal. " Eh cewek kemaren sore, lo nggak usah ikut campur, ini urusan antar cowok, minggir lo!!!" Zian mendorong bahu Mirra ke arah belakang menggunakan jari tekunjuknya, dan pada saat seperti itu, Angkasa langsung meraih tangan Zian dan mencengkram pergelangan tangan Zian.

"Jangan kasar sama cewek." Ucapnya lalu menghempaskan pergelangan tangan Zian, dan setelah itu Angkasa pun meraih pergelangan tangan Mirra." Ayo Mirr, mending jauhin orang nggak guna kayak dia." Angkasa pun menarik Mirra lalu pergi begitu saja meninggalkan Zian.

Mirra masih merasa bingung dan terheran-heran dengan apa yang baru saja Angkasa katakan, dia hanya bisa berjalan mengikuti langkah kaki Angkasa sambil sesekali menoleh ke arah Zian yang masih berdiri mematung dengan tatapan kesal ke arah mereka berdua.

Dan begitu keduanya sampai di parkiran, Angkasa dengan segera melepaskan genggaman tangannya.

"Sorry." Ucapnya.

Mirra masih mengamati raut wajah Angkasa." Iya nggak apa-apa, lo kenal sama kakak kelas rese itu? " Tanya Mirra kemudian.

" Jangan bahas itu dulu ya, gue males bahasnya, lo mau gue anter pulang?" Jawab Angkasa lalu ia pun menawarkan diri untuk mengantar Mirra.

" Gue pulang sendiri aja...yaudah, gue duluan." Mirra pun berlalu pergi begitu saja dan Angkasa juga mulai memakai helm miliknya lalu dengan segera Angkasa mulai mengendarai motornya.

Zian dari kejauhan masih memperhatikan keduanya, dan saat tau jika Mirra dan Angkasa tidak pulang bersama, dia langsung berjalan menuju dimana ia memarkirkan mobilnya.

"Mereka nggak ada hubungan apa-apa, gue kira Angkasa suka sama cewek itu juga, sama kayak Satria sama Ajun." Gumam nya lalu membuka pintu mobilnya.

@Busway

Mirra masuk ke dalam bus, dan kebetulan sekali bangku kosong tersisa satu dan bangku itu tepat di samping Satria.

"Kak, gue duduk sini ya." Izin Mirra dengan sopan lalu duduk di samping Satria.

Satria mengangguk dengan sedikit canggung, dia masih meraa tidak enak hati pada Mirra karena siang tadi dia berpura-pura tidak mengenal Mirra saat Mirra bertabrakan dengan Zian.

"Mirra..." Satria pun memberanikan dirinya untuk memulai pembicaraan.

" Iya..."

" Maaf ya, soal tadi pas jam istirahat."

Mirra sesikit berpikir sejenak, lalu dia ingat jika Satria ada bersama dengan Zian dan Ajun pada jam istirahat tadi. " Ah iya kak, nggak apa-apa. " Jawab Mirra sambil sedikit tersenyum.

"Zian emang orangnya gitu, jangan di ambil hati ya."

" Iya kak, santai aja, lagian gue juga nggak mau kok kalo misal papasan sama temen kakak itu lagi."

Satria sedikit tersenyum." Lo nggak takut sama dia?"

Mirra pun menggeleng." Enggak, ngapain juga takut, emang dia tuhan?"

"Hahaha, iya bener juga sih...dia bukan tuhan dan ngapain juga lo takut ya."

" Oh ya kak, ada yang mau gue tanyain, gue agak penasaran, siapa tau aja lo juga kenal sama temen gue, soalnya temen lo yang rese itu kayaknya kenal sama temen gue."

" Tanya aja, pasti gue jawab."

" Lo kenal Angkasa?"

Mendengar nama Angkasa, Satria sedikit terkejut, dan dia juga tampak bingung karena Mirra yang tiba-tiba saja menanyakan Angkasa.

" Kenapa emang?"

" Lah malah balik nanya, kakak kenal nggak?"

Satria tampak bingung, dia tidak mungkin menjelaskan kepada Mirra bagaimana hubungannya dengan kedua sahabatnya itu dengan Angkasa, Mirra belum lama di kenalnya, dan menurutnya Mirra tidak perlu tau soal bagaimana dirinya mengenal Angkasa.

"Enggak, gue nggak kenal, siapa dia?" Jawab nya berbohong.

"Oh, gue kira lo kenal kak...tadi tuh temen lo yang rese itu hampir aja mau baku hantam sama Angkasa, untung aja gue cepet dateng, kalo enggak, nggak tau deh apa yang bakal terjadi sama mereka." Jelas Mirra.

Satria hanya terdiam, dan dia juga sedikit mengkhawatirkan Angkasa, selama ini dirinya merasa bersalah dan tidak tau bagaimana caranya untuk meminta maaf kepada Angkasa karena sudah mengabaikannya selama Angkasa berbaring di rumah sakit, bahkan sampai pulih seperti sekarang ini.

Mirra yang merasa aneh dengan sikap diam Satria pun mulai melihat ke arah Satria, dan Satria saat ini terlihat seperti sedang melamun sambil berpikir.

"Kak..." Mirra menyentuh bahu Satria sehingga Satria pun mulai tersadar dari lamunannya.

"Eh, iya...kenapa Mirr?"

" Nggak apa-apa, lo dengerin cerita gue barusan kan?"

" Iya gue dengerin kok." Jawab Satria sambil tersenyum samar.

"Kirain lo nggak dengerin, soalnya kayaknya lo di sini tapi pikiran lo lagi melayang kemana-mana kak."

"Ah...gue cuma lagi ada sedikit masalah aja di rumah." Jawab Satria berbohong.

"Oh gitu, sorry ya kak, gue nggak tau."

"Nggak apa-apa kok Mirr, santai aja."

Dan tidak lama kemudian busway pun mulai berhenti di pemberhentian yang dekat dengan kompleks perumahan Mirra.

"Kak, gue udah sampe...gue duluan ya..."

"Eh Mirr tunggu." Satria meraih pergelangan tangan Mirra sebelum Mirra berdiri.

"Kenapa kak?"

"Gue minta nomor lo ya..."

"Hmmmp, yaudah, mana hp lo kak, biar gue masukin nomor gue, bus nya udah mau berhenti soalnya."

"Nih." Satria punemberikan ponselnya pada Mirra dan Mirra langsung memasukkan nomor ponselnya di ponsel Satria.

"Udah ya kak, gue duluan, bye..."

"Iya, thanks ya Mirr..."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!